Home / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 327 Racun di Rahim Larasati

Share

Bab 327 Racun di Rahim Larasati

Author: Irbapiko
last update publish date: 2026-04-03 15:53:00

"Kowe pikir aku bakal percaya kertas sampah ini, Wisnu?!"

Raungan Arya membelah kebisingan mesin fuso yang menderu di pelataran hotel pinus yang kini menyerupai neraka. Jemarinya yang berlumur oli meremas dokumen "DNA" palsu itu hingga lecek dan melemparkannya tepat ke wajah Wisnu Wijaya. Ia sempat tertegun menatap kancing kemejanya yang tanggal satu per satu akibat napas yang memburu—sebuah reaksi fisik atas amarah yang mencapai titik didih—sebelum akhirnya ia meludah ke aspal yang panas sebag
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 777 Goyang Kabin Fuso

    "Kunci jendela ventilasi samping dan buka kancing celana majikanmu ini sekarang juga, Arya!" bisik Sonya Baskoro dengan napas panas yang memburu seraya menarik tubuh kekar supir pribadinya ke atas bantalan ranjang kabin belakang Fuso nomor satu.Hawa dingin malam perkebunan karet Betung menyapu kaca luar kabin truk, membuat embun tipis mulai menempel di permukaan kaca film yang gelap gulita.Arya Baswira memutar grendel pintu kabin bagian dalam dengan gerakan tenang, mengunci ruang sempit itu dari keramaian pelataran parkir.Aroma wangi parfum mawar mewah Sonya merebak pekat di ruang tidur kabin berukuran satu kali dua meter, berpadu dengan aroma maskulin sang supir."Waduhhh… te-te-tetapi Sonya, ranjang kabin tidur supir ini sempit amat kek dipan pos ronda!" bisik Arya agak gagap tertahan seraya meraba pinggang ramping majikannya."Justru di ruang sempit ini supir pribadi

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 776 Godaan Kembang Warung

    "Duduk di samping saya dan jangan berani melirik ke arah daster kembang penjual lele itu, Arya!" bisik Sonya Baskoro seraya menarik lengan kekar supir pribadinya menuju bangku kayu panjang warung tenda pecel lele pinggir jalan lintas Betung.Asap bakaran terasi dan aroma gurih minyak gorengan ikan lele mengepul pekat di bawah tenda terpal oranye yang diterangi lampu petromaks gantung.Mbak Sumi, sang janda kembang pemilik warung yang bertubuh sintal, meletakkan sepiring nasi uduk menggunung dan dua ekor lele goreng tepat di depan dada Arya."Ini porsi lele terbang dobel sambal khusus buat Mas Supir yang badannya paling kekar se-Sumatra... dimakan sampai kenyang ya, Mas ganteng," goda Mbak Sumi seraya mengedipkan sebelah matanya yang lentik."Waduhhh… te-te-tetapi Mbak Sumi, piring nasi uduk punya saya kok cuma separuh centong kek pakan burung gereja!" celetuk Juna agak gagap panik seraya menat

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 775 Menundukkan Supir Liar

    "Kumpulkan seluruh supir yang memblokir gerbang di depan kap Fuso saya sekarang juga, Juna!" seru Arya Baswira seraya melangkah tegap menuruni tangga kantor cabang dengan sorot mata elang yang menyala dingin.Sonya Baskoro melangkah anggun di samping supir pribadinya, mengenakan kacamata hitam dengan dagu terangkat memancarkan wibawa Ratu Besi yang tak tergoyahkan.Di pelataran garasi yang berdebu terik, empat puluh supir lokal bertubuh kekar berdiri mengepung dua Fuso pusat seraya menyilangkan tangan di dada."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, pentolan supir yang berdiri di depan itu lengannya segede pohon pisang raja!" bisik Juna agak gagap panik seraya menenteng buku manifes muatan."Tutup mulutmu dan berdiri tegak di samping ban Fuso, Juna!" bentak Slamet kaku memperingatkan seraya mengawasi gerak-gerik kerumunan.Arya Baswira melompat lincah ke atas bumper baja, lalu be

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 774 Cemburu Ratu Besi

    "Kunci kait pintunya dua kali dan jangan berani melangkah keluar sebelum majikanmu ini selesai memberi tanda kepemilikan di tubuhmu, Arya!" bisik Sonya Baskoro seraya mendorong dada bidang supir pribadinya hingga membentur meja kayu jati direktur cabang.Hembusan pendingin udara di dalam ruang kerja kepala cabang terasa dingin menusuk, namun atmosfer di antara kedua tubuh itu mendadak membakar panas.Arya Baswira memutar grendel ganda pintu kayu dengan gerakan tenang, mengunci ruang kerja berlantai karpet itu dari pandangan staf kantor.Aroma parfum mawar mewah Sonya merebak pekat, bercampur hawa cemburu yang membuat sorot mata elang sang Ratu Besi berkilat liar."Waduhhh… te-te-tetapi Sonya, meja kerja jati ini penuh tumpukan berkas laporan jalan cabang!" bisik Arya agak gagap tertahan seraya memegang pinggang ramping majikannya."Singkirkan semua berkas itu ke lantai dan

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 773 Sidak Pangkalan Palembang

    "Buka gerbang seng pangkalan ini sekarang juga, Slamet, jangan biarkan para pencuri solar itu sempat menyembunyikan selang sedotnya!" perintah Arya Baswira seraya melompat turun dari kabin Fuso pertama tepat di depan pintu garasi cabang Sukarami.Deru mesin Fuso nomor satu meraung rendah membelah kabut pagi, menabrak pelan daun gerbang seng hingga terbuka lebar.Di sudut belakang garasi yang becek oleh ceceran oli, sebuah truk tangki modifikasi tampak sedang menyedot solar langsung dari tangki Fuso cadangan."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, jeriken solar yang ditumpuk di pojok itu banyaknya kek drum aspal proyek!" seru Juna agak gagap panik seraya menenteng pipa besi pengganjal roda."Tetap di belakang saya dan awasi pintu keluar samping, Juna!" tegur Slamet kaku memperingatkan seraya melangkah cepat mengunci jalur kabur.'Pangkalan daerah begini harus dibersihkan dari tik

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 772 Malam Panas Losmen Musi

    "Kunci gerendel pintu kayunya rapat-rapat, Arya, jangan biarkan Juna atau Slamet mengintip majikanmu yang sedang haus belaian supirnya!" bisik Sonya Baskoro seraya menarik kerah kaos oblong Arya saat melangkah masuk ke kamar losmen kayu VIP tepi Sungai Musi.Deru angin malam pesisir sungai berhembus kencang melalui kisi-kisi jendela kayu, membawa hawa sejuk yang kontras dengan gelora panas di dalam ruangan.Arya Baswira memutar gerendel kuningan pintu kamar dengan gerakan tenang, mengunci ruang privat mereka dari jangkauan rombongan pangkalan.Aroma wangi minyak wangi mawar mewah Sonya seketika berpadu sensual dengan aroma maskulin keringat supirnya di atas lantai papan jati."Waduhhh… te-te-tetapi Sonya, dinding losmen kayu ini tipis amat kek tripleks kardus onderdil!" bisik Arya agak gagap tertahan seraya memegang pinggang ramping majikannya."Rapatkan tubuh kekarmu dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status