Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 129 Lagi-lagi terganggu

Share

Bab 129 Lagi-lagi terganggu

Author: Cynta
last update Last Updated: 2025-12-09 13:19:47

​Fiona mendekat, ia melingkarkan tangannya di pinggang Aksa dan memeluknya erat. Pelukan itu bukan lagi karena gairah yang liar, melainkan kebutuhan emosional yang mendalam. Pelukan itu adalah jawaban ‘Ya’ yang paling tulus.

​Aksa merasa lega. Semua ketegangan dan frustrasinya menguap saat ia membalas pelukan Fiona dengan kekuatan yang menenangkan. Ia mencium puncak kepala Fiona, menghirup aroma rambutnya yang lembut.

​“Terima kasih, Fiona,” bisik Aksa.

​Setelah beberapa saat, Aksa melepaskan pelukan, niatnya kembali pada pekerjaan yang mendesak. Ia menyentuh dagu Fiona, memastikan mata mereka bertemu.

​“Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ini, tapi sebelum itu.. Berikan aku..” Aksa tersenyum nakal. “Ciuman persetujuan.”

​Fiona tersenyum tipis, ia sudah siap memberikan apa yang diminta Aksa. Ia memejamkan mata, mendekatkan wajahnya. Bibir mereka baru saja menempel, ciuman itu baru akan dimulai..

CEKLEK!

​Tiba-tiba, pintu kamar utama terbuka keras, gagang pintu itu terbuka cepat m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 200 Gairah di tengah duka

    Setelah Denzel menyelesaikan administrasi dan surat kematian orang tuanya, ia segera menghubungi Trustin lagi untuk memastikan kondisi di mansion. [Trustin, apa semua baik-baik saja?!] [Tadi pengawal melaporkan ada yang mendekat kearah mansion, tapi.. Mereka telah memasang perangkap berlapis ratusan meter sebelum mendekat kearah Mansion! Jadi semua telah dilumpuhkan!] [Bagus Trustin! Kamu memang jauh lebih hebat masalah strategi perang.. Tadi Lorenzo kali mengancamku!] Denzel menceritakan apa yang Aksa laporkan dan pesan ancaman itu. [Hmm.. Oke, kirim tim ke area pemakaman sekarang.. Masukkan mata-mata kesana..! Besok lakukan eksekusi sesuai situasi dan kondisi seperti yang aku katakan.. Minta Aksa siapkan sekarang! Tapi kalau bisa temukan Lorenzo sebelum pemakaman! Aku akan hadir di sana!] [Oke, aku akan sampaikan pada Aksa! Terima kasih Trustin! Jaga dirimu! Minta pengawal buat perangkap lagi!?] [Tenang saja, kalau kamu mau kembali, beritahu dulu agar aku matikan sistem pera

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 199 Keluarga Shaquille berduka

    Denzel menarik Audrey menjauh, melindunginya dari pemandangan mengerikan itu. Audrey menangis sesenggukan di dada Denzel, sementara di layar ponsel, Trustin mematung dalam diam, air mata mengalir deras di wajahnya saat menyaksikan kematian Papanya secara langsung. “Denzel, Papa dan Mama..” lirih Audrey. Belum sempat Denzel menanggapi, suara Trustin terdengar bergetar di layar monitor. [Denzel apa yang terjadi? Katakan Denzel, apa mereka.. Baik-baik saja?!] ​Belum juga Denzel sempat menjawab Trustin, dokter keluar dengan wajah tertunduk. Keheningan dan ketegangan yang menyiksa begitu terasa di lorong rumah sakit. ​”Pak Denzel... Saya minta maaf. Tuan Besar Shaquille tidak bisa diselamatkan," ujar dokter itu pelan. "Dan Nyonya Besar Shaquille.. Beliau terkena serangan jantung yang terlalu parah akibat syok. Beliau menyusul Tuan Besar hanya beberapa detik kemudian." Dokter satunya menyampaikan hasil pemeriksaannya. ​Dunia seolah runtuh bagi Denzel. Dalam satu malam, ia menemuk

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 198 Nafas terakhir

    Bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciuman saat Denzel melangkah lebar melewati lorong VVIP Rumah Sakit. Tubuh Audrey terasa bergetar di pelukan Denzel, sementara Aksa sibuk mengkoordinasi pengamanan di setiap sudut gedung. Helikopter medis tadi tiba lebih cepat, namun laporan dari unit gawat darurat membuat langkah Denzel terasa berat. ​"Kondisi Tuan Besar kritis, Denzel. Pendarahan internal akibat tekanan air laut terlalu ekstrem untuk seusianya.." bisik Aksa dengan nada rendah. ​Belum sempat Denzel menjawab, pintu ruang perawatan di sebelah ruang ICU terbuka. Wanita misterius yang pingsan di dermaga tadi keluar dengan bantuan kursi roda yang didorong oleh seorang perawat. Wajahnya pucat pasi, namun matanya memancarkan tekad yang tak tergoyahkan. ​"Bawa aku padanya... Bawa aku pada suamiku," rintih wanita itu. Suaranya serak, penuh duka yang telah tertimbun belasan tahun. ​Denzel menatap wanita itu dengan emosi yang berkecamuk. Antara benci, rindu, dan keraguan. Namun mel

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 197 Apakah ada keajaiban? 

    Suara Aksa dibayangi asap hitam yang membumbung tinggi di atas dermaga, belakang Aksa kini mulai rata dengan tanah. Sementara api masih menari-nari di atas permukaan air laut, membakar sisa-sisa bensin dari kapal boat yang baru saja meledak. Denzel berdiri mematung, dadanya sesak oleh campuran adrenalin dan rasa bersalah yang menghimpit. ​”Katakan kondisinya Aksa!" bentak Denzel lagi, kali ini dengan suara yang pecah. ​Aksa tidak menjawab. Ia sedang sibuk menolong wanita yang mengaku sebagai Mama Denzel yang tergeletak pingsan di atas aspal. "Denzel, denyut nadinya lemah! Kita harus membawanya dari sini sekarang!" ​Audrey memeluk pinggang Denzel dari depan, menyandarkan wajahnya di dada bidang suaminya. "Denzel, lihat... Di sana!" bisik Audrey dengan nada penuh harapan. ​Mata tajam Denzel memperhatikan permukaan laut yang bergejolak. Di antara puing-puing kayu yang terbakar dan busa laut, muncul satu per satu kepala yang mengenakan perlengkapan selam hitam. Tim penyelamat elit Sha

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 196 Tragedi besar di dermaga

    ​Dermaga utara tampak seperti wilayah tidak bertuan yang diterangi lampu sorot kuning yang suram. Di ujung dermaga, kapal pesiar mewah The Kraken milik Lorenzo bersandar dengan mesin yang sudah menderu, siap lepas landas. Di dekatnya, sebuah kapal boat kecil terlihat bergoyang dihempas ombak; di sanalah Tuan Besar Shaquille diikat, dijaga oleh dua orang pria bersenjata lengkap. ​Aksa muncul dari balik bayangan kontainer bersama wanita misterius yang mengaku sebagai ibu Denzel. Wajah wanita itu tampak luar biasa tegang saat melihat kapal boat tersebut. ​"Denzel! Lorenzo menuntut pertukaran sekarang juga!" teriak Aksa melalui interkom. ​Denzel turun dari mobil, menarik Velove keluar dengan kasar sementara tim lain membawa Aiden yang duduk di kursi roda otomatis dengan kaki terbalut perban. Lorenzo Moretti melangkah ke balkon kapal pesiarnya, memegang cerutu dengan senyum kemenangan yang memuakkan. ​"Bawa mereka kesini, Denzel! Dan jangan lupa dokumen pengalihan saham itu!" suara Lor

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 195 Strategi pembalasan Denzel

    ​Ditengah amarahnya yang tertahan dan ketakutannya, Denzel merapatkan tubuh Audrey ke tubuhnya, tangannya meraba punggung Audrey dengan posesif, seolah ingin menyatukan jiwa mereka agar tidak terpisahkan oleh kekacauan yang sedang terjadi saat ini. ​"Denzel... Sshhh... Kita akan selamat," Audrey membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama, tangannya masuk ke sela rambut Denzel, menariknya agar sentuhan itu semakin dalam. Di ruangan dingin itu, kehangatan tubuh mereka menjadi satu-satunya kenyataan yang berarti. ​Denzel melepaskan ciumannya, lalu berlutut di depan Audrey. Ia menempelkan telinganya di perut Audrey yang masih rata. "Dengarkan Papa, sayang... Jangan takut. Papa akan menghancurkan dunia ini sebelum membiarkan seujung kuku kalian terluka." ​Velove, yang sejak tadi menyaksikan adegan itu dari dalam sel, mendengus sinis. "Satu jam, Denzel. Waktu terus berjalan. Kamu pikir kamu bisa menyelamatkan semuanya? Kamu bodoh." ​Denzel bangkit, menatap Velove dengan tatapan din

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status