Share

Bab 353 Paket Kecil

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-03 23:02:49

​Aksa menyeringai tipis, sebuah seringai yang sangat jarang ia tunjukkan karena penuh dengan kelicikan yang mematikan. "Sang Naga bangga karena dia bisa menyentuh anggota keluarga Shaquille, Denzel. Jadi, aku pikir akan sangat adil kalau kita menyentuh harta paling berharga yang dia miliki. Putra bungsunya, Leo. Anak yang dia sekolahkan di asrama elit luar kota dengan identitas palsu agar aman dari musuh-musuh bisnisnya."

​Mata Denzel berkilat. "Kamu menculik anak itu?" tanyanya nyaris tidak p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 360 Sabotase Finansial Tengah Malam

    Denzel baru saja meletakkan ponselnya setelah memastikan seluruh tim keamanan luar sudah melapor. Ia menoleh ke arah ranjang, melihat Audrey yang sedang menepuk-nepuk pelan pantat Kenneth agar bayi itu terlelap. ​Denzel tersenyum tipis, ia mendekat dan mencium kening Audrey dengan penuh cinta. "Dia sudah tidur?" bisik Denzel. ​"Baru saja, Denzel. Jangan berisik, nanti dia bangun lagi," balas Audrey pelan. ​Denzel mengangguk, ia kemudian berjalan menuju meja kerjanya di sudut kamar untuk memeriksa beberapa laporan rutin melalui laptopnya sebelum ia benar-benar ikut berbaring di samping istrinya. Namun, begitu layar laptop menyala dan ia membuka portal bursa saham, kening Denzel berkerut tajam. ​"Sialan… Apa-apaan ini?!" desis Denzel. ​Audrey yang baru saja hendak memejamkan mata, langsung terduduk kembali. "Ada apa, Denzel? Kenapa wajahmu tiba-tiba tegang seperti itu?" ​"Saham Trustin Group, Audrey. Grafiknya terjun bebas dalam waktu tiga puluh menit terakhir. Ini bukan fluktuasi

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 359 Kebahagiaan yang Dirindukan

    Audrey duduk di atas karpet bulu diruang keluarga sambil menemani Kenneth yang sedang asyik bermain dengan mainan gantungnya. Di sofa, tumpukan katalog bunga dan kain sutra berserakan. ​Denzel masuk ke ruangan itu dengan wajah yang sedikit ditekuk. Ia langsung menghampiri Audrey dan duduk di samping istrinya, menyandarkan kepalanya di bahu Audrey seperti anak kecil yang merajuk. ​"Sayang, hentikan dulu mengurus bayi Kenneth. Perhatikan aku sebentar," keluh Denzel. ​Audrey menoleh sambil tersenyum geli. "Denzel, Kenneth baru saja bisa memegang mainannya sendiri. Lihatlah, dia sangat pintar." ​"Aku tahu dia pintar, dia anakku. Tapi aku lapar, dan aku ingin kamu menemaniku makan malam di balkon, hanya kita berdua," tuntut Denzel. Ia mulai menciumi bahu Audrey yang terbuka, mengabaikan Kenneth yang menatap Papanya dengan mata bulat yang bingung. ​"Denzel, jangan di depan anakmu! Dan lihat, ada Elena dan Aiden datang," bisik Audrey sambil mendorong wajah Denzel dengan lembut. ​

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 358 Gairah Di Tengah Rencana Pernikahan

    ​Malam harinya, suasana di dalam kamar medis terasa jauh lebih tenang namun dipenuhi ketegangan yang berbeda. Aiden baru saja selesai mandi, ia hanya mengenakan celana kain hitam tanpa atasan, membiarkan tato dan otot-otot tubuhnya terpampang jelas. Handuk kecil masih melingkar di lehernya saat ia melangkah mendekati ranjang tempat Elena bersandar membaca buku. ​Elena mendongak dan seketika merasa tenggorokannya kering. Penampilan Aiden selalu berhasil membuatnya terpesona, namun malam ini, aura pria itu terasa sangat mendominasi. ​Aiden merangkak naik ke atas ranjang, gerakannya seperti singa yang sedang mendekati mangsanya. Ia mengambil buku dari tangan Elena dan meletakkannya di meja nakas tanpa melepaskan tatapan mata. ​"Waktunya istirahat, Elena," gumamnya. ​"Aku belum mengantuk, Aiden," jawab Elena pelan, jantungnya mulai berdegup tidak keruan saat Aiden memposisikan diri di atas tubuhnya, menumpu berat badannya dengan kedua siku agar tidak menekan perut Elena yang masih ter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 357 Rencana Aiden

    Aiden masih menggenggam tangan Elena dengan erat, membuat istrinya itu semakin penasaran. Ia memandang wajah pucat Elena yang memperhatikannya, menatap rahangnya tegas yang kini sedikit rileks. "Rencana apa, Aiden? Jangan membuatku penasaran.." ​Aiden memperbaiki posisi duduknya, menarik Elena agar semakin merapat ke tubuhnya. Ia tidak peduli pada keberadaan Denzel, Audrey, atau Papa kandungnya sendiri di ruangan itu. Baginya, pusat perhariannya saat ini hanya wanita di sampingnya. ​"Aku akan membawamu liburan, Elena. Begitu luka operasimu sembuh total dan dokter mengizinkan kamu melakukan perjalanan jauh, kita akan pergi dari sini," jawab Aiden dengan suara rendah yang dalam, penuh otoritas. ​Elena mengerjapkan mata. "Liburan? Ke mana?" ​"Ke resort pribadi di dermaga utara. Tempat itu jauh dari kebisingan kota, jauh dari jangkauan media, dan yang paling penting... Jauh dari jangkauan musuh-musuh kita. Proyek pembangunan di sana sudah hampir selesai, dan aku ingin memantaunya lang

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 356 Situasi yang Mulai Mereda.

    ​Cahaya matahari mulai masuk melalui celah gorden kamar medis di Mansion. Suasana yang tadinya mencekam bercampur dengan aroma mesiu dan darah, kini perlahan digantikan oleh bau karbol yang tajam. Keheningan yang menyelimuti mansion terasa begitu kontras dengan kegilaan yang terjadi semalam. ​Aiden masih berada di posisi yang sama sejak semalam. Ia duduk di tepi ranjang, matanya tampak kemerahan karena kurang tidur, tidak sedetikpun pandangannya berpaling dari wajah Elena. Istrinya itu masih tertidur lelap akibat pengaruh obat penenang, napasnya tampak teratur, namun sesekali keningnya berkerut, pertanda mimpi buruk masih mencoba hadir di mimpinya. ​Perlahan, Aiden mengulurkan tangannya yang sedikit gemetar. Ia mengusap pipi Elena dengan punggung jarinya, sangat lembut. ​"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu lagi, Elena. Tidak akan pernah," bisik Aiden pelan. Suaranya serak, penuh dengan beban emosi yang belum reda. ​Elena sedikit menggeliat. Matanya terbuka perlahan, m

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 355 Pelampiasan Aiden

    Denzel terdiam sesaat mendengar pengakuan Pramono. Alisnya mengerut sesaat sebelum sebuah pertanyaan, “Apa Trustin juga terlibat masalah ini?!” ​Aksa segera menekan interkom di telinganya. [Tim pusat, lakukan identifikasi ulang retina dan struktur ulang seluruh anggota tim elit yang bergabung dalam lima tahun terakhir. Cari kecocokan dengan data Bagas! SEKARANG!] ​Pramono tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar seperti ejekan yang mengerikan. "Sudah terlambat. Kalau dia tahu aku tertangkap, dia pasti sudah bergerak menuju target terakhirnya." ​Sementara itu, di lantai atas, di dalam kamar medis yang sunyi, Aiden masih terjaga. Ia duduk di sisi ranjang, memandangi wajah Elena yang tampak sangat damai dalam tidurnya. ​Aiden mengulurkan tangan, mengelus rambut Elena dengan sangat lembut. Rasa posesif itu kembali menyelimuti hatinya. Ia merasa hanya di ruangan ini, di bawah pengawasannya, Elena akan benar-benar aman. ​"Aku akan mengurungmu di sini kalau perlu, Sayang," gumam Aide

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status