Beranda / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 58 Makan pagi penuh kejutan

Share

Bab 58 Makan pagi penuh kejutan

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-12 14:59:49

Denzel memeluk Audrey dari belakang, membiarkan tubuh mereka yang licin dan basah saling bergesekan penuh hasrat dan gairah yang membakar.

​"Aku akan memberimu foreplay yang tak terlupakan sebelum sarapan, sayang.." Denzel berbisik di telinga Audrey. Tangannya merayap ke bawah, memulai gesekan sensual.

​Denzel tidak menunda. Di tengah hujan air shower, Denzel memasukkan miliknya kedalam goa milik Audrey dengan dorongan kuat.

​"Aaaahhh!"

​"Panggil namaku, Sayang. Jangan ditahan!" tuntut Denzel.

​"Denzel! Denzel! Oooouuhhh!" Audrey memegang keran shower untuk menahan diri, sementara Denzel melakukan gerakan berirama, menghentak tubuhnya dan menarik pinggang Audrey, memimpin tarian hasrat yang basah dan berbahaya.

​Ciuman Denzel di bahu Audrey, remasan tangannya di pinggul, dan penyatuan yang dilakukan di bawah guyuran air membuat Audrey terus mendesah dan memanggil namanya.

​"Kita akan melupakan semua masalah sialan itu, Sayang. Sekarang, hanya ada kita!" geram Denzel.

​Mereka berdua m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 228 Keberanian Audrey

    “Denzel!” Suara itu menghentikan langkah Denzel, ia berbalik cepat. Denzel memperhatikan Audrey memegang pisau yang telah berlumuran darah. “Audrey!” teriak Denzel, ia berlari menghampiri istrinya. Matanya memperhatikan setiap inci tubuh Audrey, mencari luka yang mungkin mengenai tubuh istrinya. “Audrey, maaf.. Aku tidak bisa melindungimu.. Mana yang terluka sayang?! Katakan, siapa yang melakukannya..” Mata Denzel berkaca-kaca penuh rasa bersalah. “Aku.. Aku membunuh seseorang dengan pisau lipat ini.. Dokter yang masuk tadi, penyusup.. Dia.. Ingin membius ku dan menculik ku..” lirih Audrey, tangannya gemetar. “Jadi kamu baik-baik saja, sayang?” Denzel memperhatikan tubuh Audrey sekali lagi.“Aku baik-baik saja, tapi pria itu.. Mati..” suara Audrey terdengar gugup. “Bagus sayang! Dia pantas mati! Kamu pintar Audrey, bunuh siapapun yang membuatmu tidak aman..” Denzel memeluk Audrey dengan erat setelah melepaskan pisau dari genggaman tangan istrinya. “Aku membunuh seseorang, Denzel

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 227 Kondisi Darurat di Mansion

    ​Sore itu, akhirnya mobil Denzel memasuki gerbang Mansion Shaquille. Pengawalan terlihat jauh lebih ketat dari biasanya. Setiap sudut mansion dijaga oleh pria-pria berpakaian hitam dengan senjata tersembunyi.​Denzel turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Audrey. Ia menggandeng tangan istrinya dengan erat saat mereka melangkah menuju sayap timur mansion.​"Ingat janji kita, Audrey. Hanya sebentar," bisik Denzel tepat di telinga Audrey sebelum mereka memasuki kamar yang berubah menjadi ruang medis VVIP tempat Aiden dirawat.​Di dalam ruangan, aroma obat-obatan menyengat. Aiden terbaring lemah dengan berbagai selang menempel di tubuhnya. Wajahnya yang pucat pasi terlihat kontras dengan seprai putih. Di sudut ruangan, Trustin duduk di kursi rodanya, menatap tajam ke arah pintu masuk.​"Kalian datang," suara Trustin terdengar berat.​Audrey melepaskan pegangan tangan Denzel perlahan, ia melangkah mendekat ke ranjang Aiden. Melihat kondisi pria yang pernah mengisi masa lalunya itu b

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 226 Bayangan yang bersembunyi

    Ruangan kerja Denzel yang luas terasa mencekam. Tangan Denzel masih mendekap Audrey, ia tidak ingin melepaskannya sedetik saja. Denzel takut istrinya akan menghilang kalau dia melepaskannya.​"Denzel, nafasmu... Tenanglah," bisik Audrey sambil mengusap dada suaminya yang naik turun dengan cepat.​Denzel melonggarkan pelukannya, namun tangannya tetap melingkar di pinggang Audrey. Ia mengambil syal berbercak darah itu dengan ujung jarinya, menatapnya dengan muak sebelum melemparkannya kembali ke dalam kotak.​"Fiona! Apa Aksa sudah menjawab?" geram Denzel tanpa mengalihkan pandangan dari kotak itu.​Fiona yang masih berdiri di ambang pintu dengan ponsel di telinga mengangguk cepat. "Aksa sudah menerima datanya, Pak Denzel. Dia sedang meminta tim IT untuk melacak rekaman CCTV di sekitar lobi gedung sejak fajar tadi. Dia juga bilang... Pengamanan di mansion sudah diperketat. Pak Trustin menjaga Aiden secara langsung."​"Bagus. Sekarang keluar, dan jangan biarkan siapapun masuk tanpa seizi

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 225 Kekhawatiran Audrey

    Mobil Aksa masuk ke halaman dengan kecepatan tinggi. Ia langsung memarkirkan mobilnya di depan pintu utama mansion. “Kita sudah sampai, Trustin..” Aksa menoleh ke belakang memperhatikan Trustin dan Aiden yang wajahnya semakin terlihat pucat. “Oke, apa tim medis sudah siap..?” Trustin memastikan sambil melihat keluar jendela mobil. “Mereka sudah datang.. Itu mereka,” Aksa menoleh ke arah beberapa orang menghampiri mobil bersama pengawal. ​Trustin mengangguk lalu turun dari mobil dengan raut wajah yang tampak dingin. Ia memperhatikan Aiden yang tidak sadarkan diri saat diangkat oleh tim medis ke atas brankar. ​"Pastikan dia tetap hidup," kata Trustin pada Aksa. "Tapi pastikan juga dia tidak memiliki akses komunikasi ke luar. Aku tidak ingin ada hantu lagi dari masa lalu yang melacak tempat ini melalui dia." ​Aksa mengangguk. "Tenang saja, Denzel sudah memerintahkan pengamanan maksimal. Ruangan perawatan Aiden sudah diisolasi, sepertinya dia juga tidak bawa ponsel..” ​Trustin

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 224 Membawa Aiden Kembali

    Denzel dan Audrey sedang duduk diruang makan menikmati makan pagi bersama. Tapi suasana pagi itu terasa begitu bening sampai suara getaran ponsel Denzel diatas meja mengusik ketenangan mereka. ​Denzel melirik ke layar ponselnya, nama Aksa terlihat di sana. Ia meletakkan sendoknya, lalu menoleh ke arah Audrey sebelum menerima panggilan masuk itu. ​[Denzel, kami sudah dalam perjalanan kembali. Aiden sudah di mobil ku bersama Trustin. Tapi... Tadi sempat terjadi kekacauan besar. Tidak hanya mobil Stella dan pengawalnya yang ada di sana tadi, ada kelompok bersenjata lain yang mencoba menyerang, sepertinya mereka juga mengincar Aiden. Jadi tim terpaksa melemparkan bom rakitan agar bisa lolos,] lapor Aksa sambil terus melirik kearah spion tengah. ​Denzel mengerutkan kening, rahangnya mengeras. [Siapa mereka? Apakah orang-orang Stella juga?] ​[Bukan, Denzel. Mereka terlihat lebih profesional. Sepertinya keluarga Lorenzo Moretti yang tersisa atau musuh lama Tuan Shaquille. Aku sudah min

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 223 Tawaran yang menggoda

    ​Pria itu memperhatikan Stella dengan tatapan iba. Tanpa diduga, ia meraih tangan Stella yang terluka, mengusap punggung tangannya dengan gerakan yang sangat lembut namun terasa menjijikkan bagi Stella. Pria itu mencium jemari Stella yang berlumuran darah, seperti bentuk penghormatan yang penuh dengan niat tersembunyi. ​"Namaku tidak penting. Tapi aku dan kamu mempunyai tujuan yang sama, menginginkan Aiden dan kehancuran keluarga Shaquille. Kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan Denzel, memusnahkan Shaquille," kata pria itu. Suaranya terdengar sensual namun terasa begitu mematikan. ​Pria itu mendekat satu langkah kearah Stella. Tangannya yang besar melingkar di pinggang Stella, menopang tubuh wanita itu yang hampir ambruk. Sentuhan itu tidak memiliki kehangatan, hanya ada ketegangan yang mendebarkan. ​"Kamu menginginkan Aiden karena hartanya, bukan? Kamu ingin menjadi Nyonya Shaquille yang baru," pria itu berbisik tepat di telinga Stella, membuat bulu halua wanita itu meremang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status