Share

CHAPTER 319 |

Author: Langit Parama
last update Last Updated: 2026-01-08 08:24:02

“Memperkosa?” Luke menyeringai miring. “Mana ada kata memperkosa antara suami dan istri, itu justru sudah kewajiban kedua belah pihak memberikan kebutuhan biologis.”

Elis menunduk, segera menjauh dari urusan rumah tangga majikannya. Ia hanya babysitter, tak pantas untuknya menjadi saksi kekacauan rumah ini.

“Itu namanya memperkosa, kalau salah satu dari kalian menolak melakukannya,” balas Yura, tatapannya dingin dan menusuk. “Jadi itu artinya, kamu melakukan pemaksaan.”

“Itu sudah menjadi kewajiban Aurora sebagai istri saya. Dan saya hanya mengambil hak saya sebagai suami. Apa itu salah?” Luke menaikkan satu alisnya sinis.

Yura menggeleng tegas, tak mau kalah. “Aurora menikah dengan kamu karena terpaksa. Dia tidak benar-benar menginginkan kamu. Dan jika Aurora tidak mau melayani kamu, sudah ceraikan saja.”

Rahang tegas Luke mengeras, sorot matanya dingin dan berbahaya.

“Kenapa kamu menatap saya seperti itu, huh?” Yura mengangkat dagunya, seolah menantang. “Kamu pikir saya takut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 324 |

    Isandro melirik Yessa yang refleks memegangi perutnya, mengusapnya pelan seolah menenangkan diri sendiri. Setelah itu, pandangannya beralih pada Arby yang berdiri polos di hadapannya, sama sekali tak menyadari getaran halus yang baru saja ia ciptakan. “Mama kamu yang bilang begitu?” tanya Isandro, suaranya rendah namun terkontrol. Arby menoleh dan mengangguk cepat. “Iya, Pa. Mama yang bilang sama Arby tadi. Katanya Arby ganteng, pinter, dan baik kayak Papa. Jadi mau adek yang sekarang sama.” Rahang Isandro mengeras sesaat. Ia menahan banyak hal yang ingin keluar, lalu memilih satu jalan paling aman untuk anak di depannya. “Kamu pasti salah dengar,” ucapnya kemudian, nadanya datar tanpa emosi berlebih. “Maksud Mama kamu itu seperti Papa Luke. Karena adik yang di perut Mama kamu sekarang anak Mama kamu dan Om Luke.” Isandro mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap Arby tepat di mata. “Kamu paham?” Arby mengernyit. Ia belum sepenuhnya mengerti rangkaian kalimat itu, tapi ia paham s

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 323 |

    “Mas …,” bisik Fika lirih, suaranya bergetar. Matanya berkaca-kaca saat menatap Braga yang masih berlutut di hadapannya. Ia lalu mengangguk pelan. “Aku mau, Mas. Mau banget.” Senyum Braga langsung mengembang lebar, nyaris tak mampu ia sembunyikan. Ada lega, haru, dan bahagia yang bercampur jadi satu di dadanya. Empat bulan pendekatan yang penuh kesabaran, percakapan panjang hingga larut malam, saling mengenal luka dan mimpi satu sama lain—semuanya terbayar di detik itu. Braga berdiri, lalu dengan tangan yang sedikit gemetar menyematkan cincin itu ke jari manis Fika. Pas. Seolah memang sejak awal cincin itu diciptakan untuknya. “Syukurlah,” lirih Braga, dahinya menempel ke dahi Fika. “Saya takut keburu kehilangan kamu. Takut kamu berubah pikiran, atau diambil orang lain.” Fika terkekeh kecil di sela air matanya. “Kalau aku udah bilang mau, berarti aku serius, Mas.” Di belakang mereka, Salma mengusap sudut matanya yang basah. Ikut terharu meski Fika bukan anak kandungnya sendiri.

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 322 |

    “Fika, ada apa, Nak?” Salma langsung menghampiri anak angkatnya itu. Fika menurunkan ponselnya dengan gerakan yang begitu pelan, meletakkannya ke atas meja. Tatapannya kemudian beralih pada Salma yang berdiri di sebelahnya. “Mas Braga masuk rumah sakit, Ma,” jawab Fika lirih. “Ya ampun,” Salma memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. “Di rumah sakit mana, Fik? Kalau begitu, ayo kita ke rumah sakit sekarang,” Salma segera melepaskan celemeknya, bersiap untuk menemani Fika menemui Braga. Keduanya bergegas kembali ke kamar masing-masing, meraih ponsel dan dompet sambil memesan taksi online untuk menuju ke rumah sakit yang alamatnya sudah dikirim. _____ “Mama, Om Luke udah dateng dari belanja,” seru Arby begitu kembali ke kamar ibunya, Aurora. Wanita itu hanya menghela napas panjang, malas menanggapi lebih jauh. Tak lama, pintu kamar dibuka, dan menampilkan Luke datang membawa beberapa kantong belanja. “Aku udah beliin kamu susu ibu hamil, semua varian rasa. Yang mana kamu

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 321 |

    “Di mana cucu saya?” tanya Shofia pada Mala yang melintas di ruang tengah. “Den Arby sejak mulai hari ini sampai satu minggu ke depan menginap di rumah Mamanya seperti biasa, Nyonya. Kalau Non Yessy ada di kamarnya saat ini, sedang tidur siang,” jawab Mala sopan. Shofia mengangguk singkat. “Isandro dan Yessa?” “Tuan Isandro dan Nyonya Yessa sedang berada di kamarnya, Nyonya. Mungkin sedang istirahat siang,” jawab Mala lagi. “Oh, baiklah. Saya ke atas, mau bertemu Yessa.” Shofia lantas melangkah naik ke lantai atas, di mana kamar sang anak dan menantunya berada. Belum ada kesempatan untuk Aurora mengungkapkan permintaan maafnya. Tapi hari ini, dia ingin menyampaikannya pada Yessa. Tapi begitu dia tiba di depan pintu kamar sang anak, langkahnya mendadak terhenti dan ragu untuk mengetuk pintu. “Apa-apaan ini? Tidak bisakah mereka melakukannya nanti malam?” Shofia memutar bola matanya malas, “Apa Isandro ingin buka puasa atau gimana? Istrinya kan sedang hamil.” Ia kemudian

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 320 |

    “Entah apa yang kamu katakan pada Isandro waktu itu, Veer. Dan sekarang kamu justru kembali ke jeruji besi,” Salma menghela napas panjang, merasa kalau perjuangannya waktu itu sia-sia. Kaveer hanya diam, kedua tangannya terlipat di dada. Dan tatapan pria itu, kosong. “Usia Mama udah gak lama lagi,” bisik Salma lirih, kali ini membuat Kaveer akhirnya melirik sang ibu. “Dan sampai sekarang, keinginan memiliki cucu itu belum juga terkabulkan.” Kaveer menghela napas panjang. “Harusnya Mama jangan bilang seperti itu. Kalau usia Mama masih panjang ....” “Kamu bahkan masih lama di sini akan keluar. Saat kamu keluar dari penjara, usia Mama sudah tujuh puluh lima tahun, Veer,” potong Salma dengan suara bergetar. Ia menunduk sejenak, sebelum kembali mengangkat pandangannya pada sang anak. “Mama akan cari anak angkat yang seusia kamu.” Kaveer mengerutkan keningnya bingung. “Apa maksud Mama?” “Tapi bukan anak laki-laki, Mama maunya anak perempuan. Kelak dia akan menikah, dan akan memberika

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 319 |

    “Memperkosa?” Luke menyeringai miring. “Mana ada kata memperkosa antara suami dan istri, itu justru sudah kewajiban kedua belah pihak memberikan kebutuhan biologis.” Elis menunduk, segera menjauh dari urusan rumah tangga majikannya. Ia hanya babysitter, tak pantas untuknya menjadi saksi kekacauan rumah ini. “Itu namanya memperkosa, kalau salah satu dari kalian menolak melakukannya,” balas Yura, tatapannya dingin dan menusuk. “Jadi itu artinya, kamu melakukan pemaksaan.” “Itu sudah menjadi kewajiban Aurora sebagai istri saya. Dan saya hanya mengambil hak saya sebagai suami. Apa itu salah?” Luke menaikkan satu alisnya sinis. Yura menggeleng tegas, tak mau kalah. “Aurora menikah dengan kamu karena terpaksa. Dia tidak benar-benar menginginkan kamu. Dan jika Aurora tidak mau melayani kamu, sudah ceraikan saja.” Rahang tegas Luke mengeras, sorot matanya dingin dan berbahaya. “Kenapa kamu menatap saya seperti itu, huh?” Yura mengangkat dagunya, seolah menantang. “Kamu pikir saya takut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status