Share

Risau

Author: Parikesit70
last update publish date: 2026-06-08 17:08:11

Sekitar pukul 11 siang Rima ke rumah Linda. Wanita berparas mungil dengan kulit cokelat eksotis itu memeluk rekan kerja yang telah dua bulan ini cuti melahirkan. Kehadirannya juga disambut oleh Krisna yang telah menunggunya dengan hati dipenuhi kekawatiran.

“Semakin putih dan cantik, kamu!” peluk hangat Rima memandang Linda seraya mengelus kedua pipi rekan kerjanya.

“Kamu juga tambah cantik,” balas Linda tersenyum manis.

“Serius tambah cantik? Perasaan, aku tambah coklat!” ucap Rima sembari me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Ajakan Ambara

    Linda pulang dengan perasaan yang sulit ia jelaskan usai menghadiri resepsi pernikahan Ambara, lelaki yang pernah mengisi bagian penting dalam hidupnya, baru saja selesai. Sejak meninggalkan gedung tempat resepsi berlangsung, pikirannya dipenuhi berbagai hal yang terjadi hari itu. Terlebih ketika Ambara sempat menariknya menuju sebuah kamar kosong dan mengungkapkan bahwa perasaannya kepada Linda ternyata belum benar-benar berakhir.Linda sudah berusaha menutup masa lalu. Ia datang ke pernikahan itu hanya karena undangan telah diterimanya dua minggu sebelumnya. Ia bahkan datang tanpa Krisna, karena suaminya sedang mengikuti kegiatan sepak bola di kantornya.Namun, pertemuan itu justru membuka kembali sesuatu yang selama ini berusaha ia kubur. Begitu sampai di rumah, Linda membuka pintu dengan hati-hati. Rumah itu tampak sunyi.Namun, tiba-tiba saja pembantu rumah tangganya keluar dari kamar anak-anaknya dan Tati sang pembantu menyambutnya,” Ibu sudah pulang?”Linda menjawab, “Iya baru

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Resepsi Pernikahan

    Seminggu terakhir terasa begitu berbeda bagi Linda.Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan hidup dalam kecurigaan, perempuan itu merasa sedikit lega. Krisna, suaminya, tidak lagi menyembunyikan ponselnya. Tidak ada lagi kebiasaan membawa telepon ke kamar mandi, membalik layar ketika Linda datang, atau tiba-tiba mengubah kata sandi.Lebih dari itu, Krisna juga selalu pulang tepat waktu.Setiap sore, suara kendaraan Krisna terdengar di halaman rumah sebelum matahari benar-benar tenggelam. Kadang lelaki itu bahkan sempat membeli makanan kesukaan Linda dalam perjalanan pulang.Linda tahu, semua itu belum tentu menghapus luka yang pernah dibuat suaminya. Tetapi setidaknya, untuk sementara, hatinya tidak lagi dipenuhi pertanyaan."Semoga memang sudah selesai," gumam Linda suatu malam sambil memandangi Krisna yang sedang memainkan ponselnya di ruang tengah.Krisna menoleh. "Kenapa?""Enggak apa-apa,” Linda tersenyum kecil.Mungkin dirinya memang sudah terlalu lelah untuk terus mencurig

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Ancaman Santi

    Keesokan harinya, Santi tidak mampu menerima keputusan Krisna yang tiba-tiba ingin mengakhiri hubungan mereka. Semalaman ia menangis, marah, dan merasa dipermainkan. Bagi Santi, semua janji yang pernah diucapkan Krisna seolah tidak berarti apa-apa. Karena itulah, pagi-pagi sekali ia memberanikan diri datang ke kantor Krisna.Begitu melihat Santi berdiri di depan ruangannya, Krisna langsung terkejut. Ia tahu perempuan itu sedang dikuasai emosi.“Kenapa kamu datang ke sini?” tanya Krisna dengan suara tertahan.“Aku mau bicara!” jawab Santi tajam. “Kemarin kamu bilang semuanya selesai. Setelah selama ini kamu memberikan harapan kepadaku, sekarang kamu begitu saja meninggalkanku?”Krisna menarik napas panjang. Ia melirik ke kanan dan kiri, khawatir percakapan mereka terdengar oleh rekan-rekan sekantornya.“Santi, jangan bicara di sini.”“Aku tidak peduli!” Santi membalas. “Kalau kamu mau meninggalkanku, aku juga bisa membuat semua orang tahu hubungan kita.”Wajah Krisna seketika berubah.

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   PUTUS

    Malam itu, jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan ketika suara motor Krisna terdengar memasuki halaman rumah. Suara mesin yang biasanya tidak berarti apa-apa bagi Linda, malam itu justru membuat dadanya berdebar. Bukan karena rindu seperti dulu, melainkan karena amarah yang sejak sore sudah menumpuk di dalam kepalanya.Linda duduk di ruang tengah dengan ponsel berada di tangannya. Berkali-kali ia membuka bukti-bukti yang sudah dikumpulkannya. Percakapan, nomor telepon, dan informasi tentang Santi kembali berputar di pikirannya.Ia sudah terlalu lama menahan semuanya.Malam ini, ia tidak ingin lagi menjadi istri yang hanya diam dan menangis.Pintu rumah terbuka.Krisna masuk sambil membawa tas kerjanya. Wajah lelaki itu tampak lelah setelah seharian bekerja. Ia meletakkan tas di kursi, kemudian menatap Linda yang masih duduk tanpa bergerak.“Kok belum tidur?” tanyanya.Linda tidak menjawab.Krisna berjalan menuju kamar, tetapi baru beberapa langkah, suara Linda menghentikannya.“K

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Menghilang

    Siang menjelang sore, Rima dan Linda akhirnya tiba di tempat kos yang diyakini sebagai tempat tinggal Santi. Sejak perjalanan menuju lokasi, Linda lebih banyak diam. Wajahnya terlihat tegang, sementara pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.Ia masih menyimpan satu hal yang tidak diketahui Krisna. Nomor telepon Santi.Beberapa waktu sebelumnya, Linda sempat menemukan nomor tersebut di ponsel suaminya. Ia tidak langsung bertanya kepada Krisna. Linda justru mencatat dan menyimpannya diam-diam. Ia tahu, jika dirinya bertanya secara langsung, Krisna mungkin akan menghapus jejak atau memberikan alasan lain.Karena itu, Linda memilih mencari tahu sendiri setelah turun dari kendaraan dan mereka berjalan menuju bangunan kos tersebut.“Menurut informasi yang kita dapat, ini tempatnya,” kata Rima.Linda mengangguk seraya memperhatikan bangunan di sekitarnya. “Kalau benar dia tinggal di sini, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.”Mereka kemudian bertanya kepada seseorang yang ber

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Perintah Krisna

    Pagi itu, Santi duduk termenung di tepi tempat tidurnya. Sejak beberapa saat lalu, pikirannya dipenuhi kegelisahan setelah menerima kabar dari Rima. Perempuan itu tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan bahwa dirinya ingin menemui Santi.Santi tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa tidak memiliki masalah secara langsung dengan Rima, tetapi dari cara perempuan itu berbicara, ada sesuatu yang membuat hatinya tidak tenang.Akhirnya, Santi mengambil ponselnya dan mencari nama Krisna. Panggilan tersambung setelah beberapa detik.“Hallo, Krisna…”“Ya, Sayang... Kenapa?” tanya Krisna.Suara Santi terdengar ragu-ragu. “Aku mau cerita sesuatu.”“Cerita apa?” tanya Krisna kembali.“Tadi Rima menghubungi aku,” adu Santi.Krisna yang semula terdengar santai mendadak terkejut bukan kepalang. “Rima?”“Iya.” Jawabnya pelan. “Wanita yang waktu itu ketemu di restoran.”“Rima yang itu? Mau apa dia bertemu kamu?” tanya Krisna di sambungan telepon.“Iya, Krisna. Dia bilang mau menemui aku dan dia juga m

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Kesepakatan

    Seminggu kemudian, usai Rima bertemu dengan Krisna di restoran pada sebuah Mal besar, pada hari minggu pagi rekan kerja Linda menghubunginya. “Linda, aku mau ke rumahmu siang ini. Apa kamu ada di rumah?” tanya Rima. Linda yang sedang menikmati sarapan pagi, jelas terkejut mendengar siapa yang m

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Rahasia

    Usai Linda basa-basi dengan menanyakan keluarga sang mantan dan meletakkan secangkir teh yang dibawa oleh Tati, wanita cantik itu langsung menanyakan keperluan sang mantan bertemu dengannya. “Bara, ada keperluan apa kamu cari aku? Karena tidak mungkin kamu jauh-jauh mencari rumahku, kalau tidak a

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Tamu Tak Diundang

    Pikiran Linda yang kacau membuat wanita cantik itu terlelap di lantai permadani kamar anak keduanya usai ia melepaskan rasa sakit, gelisah pada sebuah bantal dan tertidur. Tanpa disadari, Krisna masuk ke kamar bayi. Lelaki itu meraih tubuh Linda, membopong dan membawa ke kamar mereka. Saat dibo

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Alat pengaman

    Mobil sedan berwarna hitam masuk ke sebuah halaman. Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu menutup pintu pagar usai sebuah mobil berjenis sedan tahun lama masuk ke halaman rumah. Seorang lelaki berusia 35 tahun berkulit sawo matang keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah koper ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status