ログインLinda, seorang istri yang selama ini telah berusaha semaksimal mungkin menjadi istri yang baik dan penurut, akhirnya bertemu dengan sang mantan bernama Ambara yang telah menikah usai dicampakkan oleh Linda yang menikahi Krisna sang suami yang tak lain adalah kerabat jauh Linda. Pertemuan dengan sang mantan membuat Linda yang dalam hati kecilnya masih mencintai Ambara berharap agar sang mantan mampu menghibur hati dan dirinya yang selama dalam perjalanan pernikahan mengalami tekanan batin atas perilaku kasar, tindakan semena-mena dan kebiasaan suami Linda yang kerap mencari wanita lain dengan mengunjungi hiburan malam. Ambara yang patah hati atas pernikahan Linda dan masih sangat mencintai wanita itu, kembali merajut cinta kasih diantara mereka. Linda yang selama ini mengalami kekerasan psikis dan merasakan kembali kasih sayang Ambara tak berkurang sedikitpun padanya, merasa sangat menyesal telah melepaskan Ambara. Akhirnya mereka pun, menjalani cinta terlarang dan Linda sangat berharap bisa bercerai dari Krisna. Walaupun selama ini, anak menjadi penyebab Linda bertahan di sisi Krisna. Buah dari cinta terlarang itu, Linda pun hamil. Ambara yang selama dalam pernikahan dengan istrinya bernama Hani tidak memiliki keturunan sangat bahagia dan bingung menyikapi kehamilan Linda. Akankah, Linda dan Ambara menikah? Apakah Hani akan menerima kehadiran wanita lain dalam pernikahannya, walaupun ia tidak mampu memberikan keturunan pada Ambara? Lalu, bagaimana dengan Krisna yang punya karakter Arogan jika mengetahui kehamilan Linda?
もっと見るLinda yang tengah menikmati kopi dan kudapan kesukaannya, menerima panggilan telepon. “Ya, sayang tadi aku ditelepon sama atasanku sewaktu mau mandi. Parahnya, aku enggak mematikan ponsel itu. Jadi, kamu enggak bisa hubungi aku. Memang sayang hubungi aku mau bicara apa?” tanya Krisna lembut dan langsung memberikan alasan sebelum ditanya oleh sang istri. “Ya Mas, enggak apa-apa. Tadi aku telepon untuk kasih liat pakaian yang akan aku belikan untuk kamu. Tapi, karena enggak bisa dihubungi aku jadi batal beli pakaian itu,” jawab Linda dan Rima memandang ke arah rekannya dengan perasaan kasihan. “Wah, berarti aku enggak dapat oleh-oleh dari kamu dong. Sayang, apa pun yang kamu belikan untuk aku pasti aku suka. Selama ini, semua pakaian yang kamu belikan itu sangat bagus-bagus. Apa kamu akan ke toko itu lagi?” tanya Krisna merayu istrinya. “Maaf Mas, aku sudah keluar dari Mal. Sekarang aku lagi minum kopi di tempat langganan kita dekat kantor,” jelas Linda saat mendengar keinginan K
“Mbak, tolong jangan sampaikan ke Linda masalah pertemuan kita waktu itu,” pinta Krisna duduk di sebelah Rima pada kursi yang ada di teras.Rima menunduk dan menghela napas serta berucap, “Kenapa saya harus bohong? Bukankah kemarin Mas Kris sama wanita lain dan wanita itu menantang saya?”“Mbak, tolonglah kali ini saja. Saya akan melepas wanita itu. Dia itu hanya SPG rokok yang terus saja merayu saya. Memang saya salah meladeni dia. Tapi, demi Tuhan, cinta saya hanya untuk Linda. Apalagi Mbak tahu sendiri bagaimana perangai wanita itu. Tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan semuanya, Mbak,” pinta Krisna mengiba.“Hmm ... Baiklah!” ucap Rima mengangguk pelan.“Terima kasih, Mbak! Sekarang saya panggil Linda dulu. Biar Mbak enggak terlalu lama menunggu. Tunggu ya,” ujar Krisna dengan wajah lebih tenang, usai ketakutannya terlewati.Rima yang melihat tingkah laku Satria hanya melirik dan tersenyum kecut sembari bermonolog, “Dasar lelaki brengsek!”Tak lama kemudian, Linda kelua
Sekitar pukul 11 siang Rima ke rumah Linda. Wanita berparas mungil dengan kulit cokelat eksotis itu memeluk rekan kerja yang telah dua bulan ini cuti melahirkan. Kehadirannya juga disambut oleh Krisna yang telah menunggunya dengan hati dipenuhi kekawatiran.“Semakin putih dan cantik, kamu!” peluk hangat Rima memandang Linda seraya mengelus kedua pipi rekan kerjanya.“Kamu juga tambah cantik,” balas Linda tersenyum manis.“Serius tambah cantik? Perasaan, aku tambah coklat!” ucap Rima sembari melirik jenaka ke arah Linda.Setelah itu Krisna menyalami Rima dengan tersenyum ramah tanpa berkata sepatah kata pun. Tetapi Rima menyambut tangan Krisna seraya menyindir.“Wah, wajah Mas Krisna semakin bersih dan kembali seperti anak muda. Pasti karena selama dua bulan ini diurus istri ya?”Mendengar ucapan Rima membuat wajah Krisna berubah tegang dan lelaki itu hanya tersenyum samar. Ia tidak mampu membalas sindiran Rima yang jelas bermaksud lain atas kata-katanya.Dalam hati Krisna menggerutu.
Seminggu kemudian, usai Rima bertemu dengan Krisna di restoran pada sebuah Mal besar, pada hari minggu pagi rekan kerja Linda menghubunginya. “Linda, aku mau ke rumahmu siang ini. Apa kamu ada di rumah?” tanya Rima. Linda yang sedang menikmati sarapan pagi, jelas terkejut mendengar siapa yang menghubunginya. “Wah! Mimpi apa aku semalam ya? Tumben pagi-pagi telepon. Bukannya setiap hari minggu kamu malas bangun pagi? Sebenarnya kemarin itu, aku mau telepon kamu. Eh, malah lupa. Berarti telepati aku kepada kamu sampai dong,” tutur Linda. “Iya kita kan sohib. Ngomong-ngomong mau aku bawakan apa? Kamu enggak masak kan?” tanya Rima. “Karena kamu mau ke rumah, aku akan masak kesukaan kamu. Tapi, kok tumben anak dan suamimu mau diajak jalan-jalan ke rumahku,” ujar Linda. “Pertama, aku bangun pagi karena ada saudara yang anaknya dikhitan, jadi pagi ini aku ke sana dan kebetulan rumahnya dekat perumahan kamu. Tapi, anak dan suamiku nanti enggak ikut ke rumahmu, karena aku ada renca
Sementara itu di tempat yang berbeda, mobil Krisna terlihat di parkir pada sebuah kos elite kamar nomor 4. Pada masing-masing kamar kos berisi tempat parkir. “Mas Kris, kapan mau menceraikan istrimu? Aku bosan dengar janji-janji saja,” rajuk wanita dengan make-up tebal berdiri membelakangi Krisna
Saat kedua wanita itu telah saling melepaskan pelukan dan masih berada di kamar utama, Krisna kembali ke kamar. Ia mengambil kunci mobil dan dompetnya seraya berkata pada Linda tanpa memandang ke arah wanita cantik yang melihat gerak gerik sang suami. “Aku keluar dulu,ada urusan sampai malam!”
“Ternyata kamu disini?" tanya Krisna saat masuk ke dalam kamar putri keduanya setelah memanggil Tati di depan kamar asisten rumah tangga itu. Tati terdiam membisu dan wanita muda itu membeku dengan jantung berdetak cukup kencang. Karena hampir saja ia membongkar hal yang diketahui atas diri Krisn
Usai Linda basa-basi dengan menanyakan keluarga sang mantan dan meletakkan secangkir teh yang dibawa oleh Tati, wanita cantik itu langsung menanyakan keperluan sang mantan bertemu dengannya. “Bara, ada keperluan apa kamu cari aku? Karena tidak mungkin kamu jauh-jauh mencari rumahku, kalau tidak a






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.