LOGINGandi dan Gayatri berhenti di depan gapura desa yang terbuat dari kayu. Banyak orang lalu lalang dengan berbagai macam pekerjaan. Ada yang tengah memikul hasil panen, ada pula yang membawa pedati untuk mengangkut barang.
"Suasana di desa ini sungguh nyaman. Apakah di tempat ini tak pernah ada Iblis atau para penjahat?" batin Gandi lalu dia melangkah masuk ke dalam gapura.Saat langkah kakinya memasuki tempat tersebut, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang membuat langkahnya terhenti. Gayatri yang ada di belakangnya merasa heran kenapa langkah Gandi terhenti dalam posisi kaki kanan masih terangkat."Kakang ada apa?" tanya wanita itu. Gandi menoleh lalu menggelengkan kepala."Apa itu tadi? sebuah penghalang? Tapi, bagaimana aku bisa masuk dengan mudah?" batin pemuda itu penasaran dengan apa yang dia rasakan sesaat tadi.Dia pun kembali melangkah memasuki desa tersebut masih dengan hati yang bertanya-tanya. Tanpa Gandi sadari, sesosok pria tuBara melompat ke atas batu besar yang ada di lereng gunung tersebut. Dari sana dia menatap ke arah bawah. Tak ada tanda-tanda kehidupan manusia atau Dewa yang ada disana."Apakah benar ini Dunia Harta...? Kenapa malah seperti alam lain yang belum terjamah? Lebih seperti kuburan..." gerutu pemuda itu.Karena tak tahu harus kemana, akhirnya Bara memutuskan untuk duduk bersila dan mulai melakukan semedi. Dari dalam tubuhnya terpancar aura kuning terang. "Athena...Apa kau mendengarku?"Dewi Athena yang berada di dalam Dunia Penyimpanan mendengar suara dari Bara Sena. "Aku mendengarmu...Ada apa?" tanya wanita tersebut."Aku sudah berada di dalam Dunia Harta. Tapi aku terpisah dengan rekan-rekanku. Apakah tempat ini memang tak bisa dimasuki dua orang atau lebih secara langsung? Kami dikirim ke tempat yang berbeda..." kata Bara."Benarkah...? Kalau begitu, kau harus waspada. Sepertinya semua sudah direncanakan. Mereka pasti mengirim pembunuh ke tempat ini. Jadi jangan lengah." kata Athena.
Beberapa hari kemudian setelah para peserta Turnamen Dewa berstirahat... Bara, Gandi, Sukma, Yao Ling dan Raksa Geni telah berkumpul di depan aula besar yang katanya adalah tempat untuk pergi ke Dunia Harta milik Kahyangan Barat. Dari auka tersebut, nanti mereka akan dibawa ke tempat lain lagi yang masih berada di dalam aula yang luasnya setara dengan satu dunia.Konon katanya, aula tersebut merupakan aula terluas di Tiga Dunia yang hanya di miliki oleh Kahyangan Barat.Di belakang mereka juga telah datang dari kelompok juara kedua maupun juara ke tiga. Yaitu kelompok Dewa Pengembara dan kelompok dari Kuil Naga Api. Kedua mata Bara menatap tajam kearah Ezumi yang ternyata juga tengah memandangnya. Wanita itu nampak tersenyum di balik cadarnya. Tapi Bara hanya membuang muka dan pura-pura melihat kearah gerbang putih setinggi belasan tombak.Gandi yang melihat tingkah kedua Dewa itu mulai merasa curiga. "Hei iBlis Mesum, apakah kau memiliki hubungan dengannya?" tanya Raja Naga Air te
Kedua muda mudi itu nampak terkapar kelelahan dengan tubuh penuh dengan keringat. Napas memburu dan kulit memerah setelah mereka berdua saling memadu cinta dengan liar di tengah padang rumput. Mereka meneguk kenikmatan yang belum pernah dirasakan oleh Dewi Perang tersebut."Bagaimana, apakah kau sudah tak penasaran lagi?" tanya Bara sambil menoleh kearah Athena yang masih terengah-engah setelah menerima gempuran darinya. Tubuhnya berkilau oleh keringat membuatnya menjadi semakin mempesona."Sulit untuk dikatakan...Tapi, aku akui...ini pengalaman yang luar biasa...Awalnya terasa sakit dan perih, tapi selanjutnya justru membuatku merasa nikmat...Aneh sekali...Apakah ini yang Afrodit rasakan setiap kali dia melakukan dengan ayah?" ucap Athena."Mungkin...Tapi beda..." sahut Bara sambil tersenyum. Dia sebenarnya ingin menceritakan keadaan Afrodit yang saat ini sudah menjadi istri atau permaisuri Raja Probo Lintang, yakni Bayu Jaga Geni. Nama Afrodit sendiri sudah berganti menjadi Putri Di
Bara meraih tangan Athena lalu kemudian menyalurkan kekuatan miliknya untuk memulihkan luka pada wanita tersebut. Hawa hangat mengalir ke dalam tubuh Athena membuat dia merasa sangat nyaman. Rasa sakit di dada yang sebelumnya cukup menyiksa secara perlahan mulau sirna berganti menjadi perasaan lega. Kedua matanya terpejam menikmati kenyamanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya."Bagaimana? Apakah kau merasa lebih baik?" tanya Bara."Kau ahli juga dalam mengobati. Kekuatan apa yang kau gunakan untuk menyembuhkan diriku? Ini terasa sangat nyaman..." tanya Athena balik."Tentu saja ini kekuatan cahaya yang aku miliki. Ditambah Dunia Penyimpanan ini sangat cocok untuk memulihkan luka. Harusnya sejak awal kau bisa merasakannya," kata Bara."Entahlah...Yang ada di pikiranku saat pertama kali datang kesini adalah merasa aneh...Tapi aku akui, aku menyukai tempat seperti ini..." kata Athena yang kulitnya nampak segar kembali."Mula
Batara Geni tertawa melihat raut wajah Bara Sena yang terkejut setelah mendengar kisah darinya. "Aku tidak pernah memberitahukan hal ini kepada siapa pun. Hanya kau yang tahu rahasia besar yang sudah lama aku pendam, Bara. Karena kau berbeda, kau juga berasal dari tempat asing sama seperti kekuatan yang mengisi tubuh Wisanggeni. Sehingga aku merasa lebih nyaman menceritakan hal ini kepadamu," kata Batara Geni.Bara mengangguk-anggukkan kepala."Kenapa kau tidak mengatakannya kepada istri-istrimu?" tanya Bara."Mereka tak perlu tahu...Karena meskipun mereka tahu, percuma saja. Kekuatan mereka tidak bisa dibandingkan denganmu yang seorang Anak Matahari. Ranah pencipta bukanlah akhir perjalanan seorang dewa." kata Batara Geni."Lalu, kapan kau akan bertemu dengan Sang Hyang Wenang?" tanya Bara."Sebentar lagi. Mungkin saat kau sedang sibuk di Dunia Harta milik Zeus," sahut sang Batara."Ayah mertua, ada satu hal yang ingin
Cahaya terang menyilaukan mata keluar dari telapak tangan Bara Sena. Athena terkejut saat tubuhnya tiba-tiba terhisap oleh telapak tangan pemuda tersebut. Dia tak bisa berkutik hingga akhirnya tubuh Dewi Perang itu masuk ke dalam telapak tangan Bara yang merupakan Dunia Penyimpanan milik sang pemuda.Wanita itu tak pernah menyangka sama sekali, bahwa dirinya akan dimasukkan ke dalam Dunia Penyimpanan. Padahal awalnya dia mengira Bara akan membunuhnya.Setelah Athena lenyap ke dalam telapak tangannya, Bara pun pergi menggunakan gerbang merah miliknya menuju ke suatu tempat.Gerbang itu muncul di pantai tempat sebelumnya Bara bertemu dengan Athena. Disana ternyata ada sosok yang duduk bersila di depan api unggun. Dan ternyata sosok tersebut adalah sosok yang sama dengan Bara Sena.Bara Sena yang baru saja muncul dari gerbang merah melangkah mendekati api unggun dan sosok yang tengah duduk disana. Lalu kemudian dia masuk ke dalam tubuh Bara Sena yang tengah duduk bersila di depan api ung







