Beranda / Romansa / Godaan Mantan Istri / [114] Hukuman yang Berbalik

Share

[114] Hukuman yang Berbalik

Penulis: Kim Meili
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 19:12:28

“Selamat pagi.”

Anika yang baru saja membuka mata langsung dikejutkan dengan sapaan dari Noah. Dia sedang menguap pun langsung berhenti dan tersentak kaget. Debar jantungnya langsung berdetak tidak karuan. Hingga dia melihat Noah yang memasang senyum lebar, membuat Anika membuang nafas kasar.

“Astaga, Noah. Kamu membuatku terkejut,” kata Anika sembari mengelus dadanya secara perlahan.

Namun, malah tidak merasa bersalah sama sekali. Melihat wajah sang istri yang kesal malah membuatnya semakin senang. Dia bahkan tersenyum lebar, benar-benar seperti tidak ada masalah sama sekali. Setelah memastikan istrinya sudah sepenuhnya sadar, Noah melangkahkan kaki.

“Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Jadi, kita sarapan dulu. Setelah itu baru aku akan mengajakmu jalan-jalan,” ucap Noah.

Anika tidak mengatakan apapun. Dia memilih menyingkap selimut dan melangkah ke arah Noah berada. Sesekali, Anika menguap pelan. Meski tubuhnya sudah sedikit lebih membaik, tetapi dia belum benar-benar segar.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Mantan Istri   [127] Mulai Mengubah Penampilan

    “Akhirnya selesai.”Ivana yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya langsung membuang nafas kasar. Dia mulai merenggangkan otot-otot di tubuh. Rasanya benar-benar lelah karena seharian bekerja. Ivana mengalihkan pandangan, menatap ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul enam sore. Jam kerjanya juga sudah berakhir. Bibirnya tersenyum lebar, merasa lega karena sekarang dia bisa pulang dan beristirahat dengan tenang. Hingga dia bangkit dan melangkahkan kaki, menuju ke arah ruangan sang suami. “Sayang, kamu mau pulang sekarang atau nanti?” tanya Ivana.Namun, tidak ada jawaban. Ivana pun mengerutkan kening dalam ketika melihat ruangan Arga yang begitu sepi. Pria itu tidak ada di dalam, membuat Ivana bertanya-tanya. “Dia ke mana?”Ivana terdiam sejenak, mengulang kembali pertemuannya dengan Arga. Dia cukup ingat jika pria itu tidak keluar ruangan sama sekali, tetapi entah kenapa sekarang tidak ada siapapun di ruangan tersebut. Ivana pun melangkahkan kaki, memasuki ruangan dan mengamati

  • Godaan Mantan Istri   [126] Tidak Mau Diistimewakan

    Ivana membuang nafas kasar. Rasanya benar-benar lelah karena seharian ini dia tidak berhenti sama sekali. Banyak hal yang harus dikerjakan, mulai dari merapikan dokumen sampai mengatur rapat untuk Arga. Bahkan dia seperti tidak mau memiliki waktu untuk beristirahat. Hingga sebuah tangan melingkar di pinggangnya, membuat Ivana yang sejak tadi terdiam langsung mengalihkan pandangan. “Arga.”Ivana yang melihat kedatangan sang suami pun langsung membalikkan tubuh. Dia meletakkan cangkir berisi kopi dan menatap ke arah suaminya lekat. Padahal setahunya sang suami sedang berada di ruang rapat, tapi sekarang pria itu malah berada tepat di hadapannya. “Kamu kenapa di sini?” tanya Ivana. “Kamu kelelahan?” Arga malah balik bertanya.Ivana membuang nafas kasar dan menganggukkan kepala. Dia tidak menutupi apapun dari suaminya. Hari ini memang jauh lebih melelahkan dibanding hari-hari sebelumnya. Padahal beberapa hari yang lalu pekerjaannya tidak terlalu menumpuk, tapi entah kenapa hari ini dia

  • Godaan Mantan Istri   [125] Godaan Pagi Hari

    “Sudah bangun?”Anika yang baru saja membuka mata sudah disambut dengan sang suami yang berada tepat di depannya. Bibirnya langsung membentuk senyum lebar, merasa bahagia setiap kali melihat Noah yang tampak begitu bersinar di depannya. Ditambah kecupan di bagian kening, membuat Anika semakin merasa bahagia.“Kamu sudah rapi. Memangnya mau kemana?” tanya Anika dengan sorot mata bingung.“Kamu lupa?” Noah malah balik bertanya, “hari ini kita akan pulang. Aku juga sudah merapikan pakaian kita. Jadi, kamu tinggal mandi dan kita bersiap check out.”Anika yang mendengar penjelasan sang suami langsung membuang nafas kasar. Dia yang awalnya masih asik berada di balik selimut pun langsung bangkit. Anika duduk bersandar dengan punggung ranjang. Bibirnya dimanyun. Tampak ekspresi penuh kekecewaan. Noah yang melihat pun semakin bingung. Dia yang awalnya duduk di sofa kali ini mulai bangkit dan melangkah ke arah istrinya berada. Dia mulai duduk di pinggir ranjang, tempat di sebelah Anika.“Kamu

  • Godaan Mantan Istri   [124] Godaan Pagi Hari

    “Sudah bangun?”Anika yang baru saja membuka mata sudah disambut dengan sang suami yang berada tepat di depannya. Bibirnya langsung membentuk senyum lebar, merasa bahagia setiap kali melihat Noah yang tampak begitu bersinar di depannya. Ditambah kecupan di bagian kening, membuat Anika semakin merasa bahagia.“Kamu sudah rapi. Memangnya mau kemana?” tanya Anika dengan sorot mata bingung.“Kamu lupa?” Noah malah balik bertanya, “hari ini kita akan pulang. Aku juga sudah merapikan pakaian kita. Jadi, kamu tinggal mandi dan kita bersiap check out.”Anika yang mendengar penjelasan sang suami langsung membuang nafas kasar. Dia yang awalnya masih asik berada di balik selimut pun langsung bangkit. Anika duduk bersandar dengan punggung ranjang. Bibirnya dimanyun. Tampak ekspresi penuh kekecewaan. Noah yang melihat pun semakin bingung. Dia yang awalnya duduk di sofa kali ini mulai bangkit dan melangkah ke arah istrinya berada. Dia mulai duduk di pinggir ranjang, tempat di sebelah Anika.“Kamu

  • Godaan Mantan Istri   [123] Benar-benar Berubah

    “Arga.”Arga yang mendengar panggilan itu pun langsung mengalihkan pandangan. Melihat kedatangan Ivana, refleks dia menyingkirkan tangan Haura yang berada di bibirnya. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan istrinya lagi. “Sayang. Kamu ke sini?” Arga mencoba untuk bersikap biasa. Lagi pula dia tidak mendua di belakang Ivana. Rasanya tidak perlu ada yang ditakutkan. Namun, Ivana tidak menjawab. Wanita yang masih berdiri tidak jauh dari Arga itu pun mulai melangkahkan kaki. Manik matanya masih menatap lekat ke arah Arga dan Haura berada. Ekspresi terlihat tenang, tetapi tatapannya cukup mematikan.‘Bukannya Mereka cuma teman? Kenapa aku merasa jika wanita itu memiliki maksud lain?’ batin Ivana ketika sudah berhenti tepat di depan Arga. Dia masih mengamati Haura lakat-lakat. “Sayang, Kenapa kamu ke sini? Kamu ada urusan?” tanya Arga lagi. Ivana tidak ingin kalau suaminya dan Haura menjadi curiga dan berpikir macam-macam. Dia pun menghentikan pengamatan dan menatap ke arah suaminya

  • Godaan Mantan Istri   [122] Kejadian Tidak Terduga

    “Arga, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”Arga yang mendengar hal itu pun langsung membuang nafas kasar. Dia tahu jika Haura adalah sahabatnya, tapi entah kenapa akhir-akhir ini Arga merasa risih dengan kedatangan wanita itu. Haura tampak berbeda dan tidak seperti sebelumnya. “Apa kamu sibuk?” tanya Haura karena Arga yang hanya diam saja. “Seperti yang kamu lihat. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan,” jawab Arga tanpa basa-basi. Dia bahkan tidak menutupi pekerjaannya sama sekali. Haura yang mendengar tersenyum Canggung. Padahal niat awal hanya ingin berbasa-basi saja, tetapi siapa sangka Kalau Arga menjawab secara blak-blakan. Arga bahkan tidak memikirkan perasaannya, membuat Haura merasa malu. “Tapi kalau ada yang memang ingin kamu bicarakan, katakan saja. Cuma aku tidak memiliki banyak waktu. Malam ini aku ingin makan malam di rumah. Makanya pekerjaan ini harus diselesaikan sekarang juga,” ucap Arga. Haura pun menganggukkan kepala dan bergumam pelan. Dia melangkahka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status