Home / Romansa / Godaan Mantan Istri / [84] Menggoda Arga

Share

[84] Menggoda Arga

Author: Kim Meili
last update Last Updated: 2025-11-10 05:56:50

“Sayang.”

Arga yang baru saja memasuki ruangan Noah langsung berhenti. Manik matanya menatap sekitar, merasa heran dengan ruangan yang begitu sepi. Padahal beberapa menit yang lalu Ivana mengatakan akan ke ruangan Noah lebih dulu, tetapi sekarang hanya ada dia dan Noah.

“Kamu mau berdiri saja atau masuk, Arga?” Noah yang sejak tadi melihat kedatangan pria itu langsung menatap kesal. Pasalnya, Arga tidak masuk sama sekali dan hanya berdiri di depan pintu.

Adga yang masih merasa heran hanya terdiam dan melangkah masuk. Dia menutup pintu dan menuju ke arah Noah berada. Masih dengan perasaan bingung, dia duduk dan sekali lagi mengamati sekitar.

“Arga, padahal yang baru tertembak itu aku, tetapi kenapa malah kami yang terlihat linglung?” tanya Noah dengan sorot mata tidak suka.

“Aku sedang mencari Ivana. Dia tadi mengatakan kalau akan ke ruanganmu lebih dulu, tapi kenapa di sini tidak ada siapapun? Apa dia belum sampai?”

“Belum,” jawab Noah singkat.

“Kalau begitu aku akan hubungi anak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mantan Istri   [133] Kejahilan Arga

    “Kenapa kamu terus tertawa? Memangnya ada yang lucu?”Ivana yang sudah berada di mobil menatap ke arah sang suami yang tampak begitu ceria. Sejak meninggalkan rumah Anika, pria itu terus tertawa. Sekarang Ivana menjadi penasaran, apa yang menurut suaminya lucu? Rasanya tidak ada kejadian aneh yang dialaminya. “Kamu melihat bagaimana wajah Noah tadi? Benar-benar terlihat lucu,” ucap Arga. Ternyata semua karena reaksi yang diberikan Noah tadi. Ivana pun hanya bisa berdecak kecil dan menggelengkan kepala. Suaminya itu benar-benar tidak pernah membiarkan Noah tenang sedikit. Ada saja tingkah yang dilakukan pria itu. “Kenapa kamu suka sekali menggoda Noah?” tanya Ivana. Dia pikir waktu pernikahan Anika dan Noah, keduanya sudah benar-benar akur. Tapi ternyata suaminya masih saja suka membuat pria itu marah. “Soalnya dia juga sering sekali menggoda dan membuatku marah. Jadi, sekarang biar dia rasakan juga apa yang pernah aku rasakan,” jawab Arga tanpa menutupi apapun. Dia melakukan hal i

  • Godaan Mantan Istri   [132] Kekesalan Anika

    “Kalau begitu, kita pergi dulu. Terima kasih untuk jamuannya hari ini. Terima kasih juga untuk oleh-olehnya,” kata Ivana sembari menunjukkan paper bag yang diberikan Anika. Anika yang mendengar hal itu menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. Rasanya juga senang bisa bertemu dengan sahabatnya itu. Dia Jadi bisa meluapkan segala perasaan yang sejak lama dipendam, berbagi kebahagiaan dan bertukar cerita. Namun, hal lain ditunjukkan oleh Noah. Pria itu dengan raut wajah masam berkata, “Lain kali gak usah ke sini lagi. Aku jadi sulit berduaan dengan Anika.”Mendengar itu, Anika langsung mengikut suaminya keras. Dia menatap tidak terima ke arah pria tersebut. Padahal jelas-jelas dia menyukai kedatangan Ivana, tetapi Noah Seperti ingin merusaknya saja. “Jaga bicaramu,” kata Anika dengan suara pelan, tetapi menunjukkan ketegasan. Dia menekankan suara, seakan ingin menegaskan jika dirinya tidak setuju dengan ucapan sang suami. Noah jelas tidak terima, tetapi saat dia akan melayangkan pro

  • Godaan Mantan Istri   [131] Tidak Punya Malu

    “Sayang, makanannya sudah selesai. Ayo kita makan bersama.”Anika yang saat itu sedang sibuk bercerita dengan Ivana langsung mengalihkan pandangan. Dengan semangat dia mengajak Ivana untuk bangkit dan menuju ke arah ruang makan. Beruntung sahabatnya itu pun menurut dan mengikutinya. Hingga keduanya sampai di ruang makan, membuat Ivana yang melihat banyak sekali menu makanan langsung mengerutkan kening dalam. “Kamu yang memasaknya?” tanya Ivana dengan tatapan tidak percaya. “Tentu saja. Dari tadi aku tidak menemuimu karena mau memasak,” jawab Noah dengan percaya diri. “Benarkah?” Ivana masih tidak percaya. Kalau hanya satu atau dua lauk, dia bisa mempercayainya. Tapi sekarang bahkan ada sampai enam menu makanan yang tersaji di meja makan.“Ivana, jangan mengejekku. Meski seperti ini aku juga bisa memasak. Semua menu yang ada di meja juga hasil masakanku,” kata Noah dengan penuh percaya diri. Dia bahkan seperti tidak terima mendapat tatapan tidak percaya Ivana. “Aku bukannya tidak p

  • Godaan Mantan Istri   [130] Ingin Cepat Pulang

    “Apa saja jadwalku hari ini, Kevin?”Arga yang baru saja turun dari mobil langsung melangkah lebar ke arah ruang kerjanya. Raut wajahnya tampak serius dan terkesan buru-buru. Kevin yang biasanya selalu berada di sebelah pria itu juga terlihat sedikit kewalahan. “Hari ini ada rapat untuk membahas masalah produk baru di jam sepuluh, rapat dengan dewan direksi jam satu, bertemu Tuan Vincent untuk membahas kerjasama dan….”“Batalkan jadwal pertemuanku dengan Vincent,” sela Arga. Kevin yang mendengar hal itu langsung terdiam dengan kedua mata melebar. Mulutnya sedikit terbuka, merasa terkejut dengan ucapan tuannya. Kevin berusaha mencerna kembali perintah pria itu dan berdehem kecil, berusaha menormalkan suaranya. “Tuan, Anda yakin ingin membatalkan pertemuan ini?” Kevin bertanya dengan nada ragu-ragu. “Tentu saja, Memangnya kamu pikir aku terlihat sedang bercanda?”Lagi-lagi Kevin menelan saliva pelan. Dalam hati dia membatin, 'Pertemuan ini sudah yang ke lima kali dibatalkan. Kalau t

  • Godaan Mantan Istri   [129] Melepas Rindu

    “Iya, aku tahu. Aku akan menunggu sampai kamu datang menjemput. Sekarang aku tutup dulu panggilannya. Sudah berada di depan rumah Anika.”Setelah mengatakan itu, Ivana langsung mematikan panggilan. Dia membuang nafas kasar dan kembali memasukkan ponsel ke dalam tas. Suaminya itu benar-benar seperti tidak ada kerjaan sama sekali. Padahal baru beberapa menit dia meninggalkan rumah, mendengar ocehan pria itu, tetapi Arga kembali menghubungi dan mengingatkan pesan yang sudah didengarnya berulang kali. “Lama-lama aku baru sadar kalau dia itu cerewet,” gerutu Ivana. Dia tidak pergi kemana-mana. Dia hanya datang ke rumah Anika dan ingin melihat sahabatnya yang baru saja kembali dari luar negeri itu. Sampai pintu di depannya terbuka, membuat Ivana mengalihkan pandangan. “Ivana, akhirnya kamu datang. Aku benar-benar merindukanmu.”Ivana yang mendengar hal itu pun tersenyum lebar. Dia mendekat ke arah aneka dan memeluk wanita itu erat. Dulu dia selalu bersama dengan Anika. Segala keluh kesahn

  • Godaan Mantan Istri   [128] Gampang Terbawa Suasana

    “Hah, benar-benar melelahkan.”Anika membaringkan tubuh di ranjang dan membuang nafas kasar. Dia merentangkan kedua tangan, memenuhi ranjang yang sebenarnya cukup untuk dua orang. Bibirnya tersenyum lebar, menatap langit-langit kamar.“Kalau begitu kamu istirahat saja. Biar bagian masak aku yang melakukan,” ucap Noah. Anika mengalihkan pandangan, menatap ke arah sang suami yang tengah memasukkan koper ke dalam lemari. Bibirnya tersenyum lebar dan menganggukkan kepala. Sekarang Anika hanya ingin beristirahat sebentar. Setidaknya sampai lelahnya sedikit menghilang. “Kamu mau makan apa?” tanya Noah. “Apapun, yang penting bisa membuat perutku kenyang,” jawab Anika.Noah hanya tertawa kecil mendengarnya. Istrinya selalu saja seperti itu, tidak memiliki pilihan makanan khusus. Noah yang sudah cukup hafal pun langsung melangkahkan kaki dan menuju ke arah pintu untuk keluar. Tepat saat pintu kamar terbuka, Anika memanggilnya. “Ada apa?” tanya Noah.“Buat beberapa menu dalam jumlah yang ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status