แชร์

bab 23

ผู้เขียน: Neng_gemoyy
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-11 11:01:16

"Ga, kapan istri kamu balik? Udah hampir dua hari lhoo ini..." tanya Utari, yang tengah menyiapkan sarapan di rumah putranya.

Menantunya sudah dua hari pergi, dan anehnya sama sekali tidak memberi kabar kepada suaminya itu.

Angga yang tengah mengaduk kopi miliknya, melirik sekilas ibunya kemudian menjawab. "Besok dia pulang, Bu."

"Heran, dia kok bisa anteng banget sih, ninggalin suami dan anaknya di rumah."

"Gak apa-apa, Bu. Yasmin juga butuh hiburan," seperti biasa, Angga selalu membela istrinya.

"Kamu jangan terlalu baik sama wanita, nanti dia ngelunjak."

"Enggak kok." Angga menaruh kopinya di meja makan, lalu melirik ke arah tangga. Kedua anaknya tumben belum pada muncul. "Aku ke kamar anak-anak dulu." pamitnya seraya beranjak meninggalkan dapur.

"Iyaa," sahut Utari tampa menoleh sedikitpun.

Angga berjalan menaiki anak tangga, ia sudah berpakaian rapi dengan kemeja biru langit dan celana bahan hitam, serta dasi yang sudah melingkar rapi di lehernya.

Saat tiba di undakan tangga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Godaan Papa Teman Anakku   bab 23

    "Ga, kapan istri kamu balik? Udah hampir dua hari lhoo ini..." tanya Utari, yang tengah menyiapkan sarapan di rumah putranya. Menantunya sudah dua hari pergi, dan anehnya sama sekali tidak memberi kabar kepada suaminya itu. Angga yang tengah mengaduk kopi miliknya, melirik sekilas ibunya kemudian menjawab. "Besok dia pulang, Bu.""Heran, dia kok bisa anteng banget sih, ninggalin suami dan anaknya di rumah." "Gak apa-apa, Bu. Yasmin juga butuh hiburan," seperti biasa, Angga selalu membela istrinya. "Kamu jangan terlalu baik sama wanita, nanti dia ngelunjak." "Enggak kok." Angga menaruh kopinya di meja makan, lalu melirik ke arah tangga. Kedua anaknya tumben belum pada muncul. "Aku ke kamar anak-anak dulu." pamitnya seraya beranjak meninggalkan dapur."Iyaa," sahut Utari tampa menoleh sedikitpun.Angga berjalan menaiki anak tangga, ia sudah berpakaian rapi dengan kemeja biru langit dan celana bahan hitam, serta dasi yang sudah melingkar rapi di lehernya.Saat tiba di undakan tangga

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 23

    “Aaaaaa …!” “Tunggu aku, Yasmin!” Yasmin berlari menyusuri bibir pantai dengan tawa lepas, kaki telanjangnya menapak pasir basah yang sesekali tersapu ombak. Di belakangnya, Satrio mengejar sambil merentangkan kedua tangan, wajahnya dipenuhi senyum usil. Baju mereka sudah basah kuyup sejak tadi, air laut dan tawa bercampur menjadi satu. Deburan ombak saling bersahutan, berpadu dengan hembusan angin pantai yang membawa aroma asin laut, menciptakan suasana yang terasa begitu hidup. “Kena!” “Aaaah!” Yasmin terpekik saat Satrio berhasil menangkapnya dari belakang. Tubuhnya terangkat begitu saja ketika Satrio memutar tubuhnya dengan enteng. “Kamu nggak bisa lari dari aku,” ucap Satrio dengan napas memburu. Yasmin yang berada dalam gendongannya tertawa lepas, kedua tangannya refleks mencengkeram bahu Satrio agar tak terjatuh. “Ampun Mas, turunin aku! Nanti jatuh!” protesnya di sela tawa. "Gak! Kamu harus di hukum dulu." tolak Satrio menggeleng cepat. "Hahahah ... Aku takut bener

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 22

    Yasmin menangis sesegukan di dalam pelukan Satrio. Pria itu menenangkannya dengan sabar, mengusap punggungnya perlahan sembari melontarkan kata-kata penenang.“Sabar, Yas … mungkin kalian cuma kurang komunikasi,” ucap Satrio lembut.Yasmin menggeleng pelan, air matanya tak berhenti mengalir.“Enggak, Mas. Dia seperti punya perempuan lain… mana ada pria yang tahan gak menyentuh istrinya sampai berbulan-bulan?”“Ada,” sahut Satrio spontan.Yasmin mendongak menatapnya, sedikit terkejut.“Pria seperti itu pasti ada, Yas,” lanjut Satrio dengan suara tenang. “Tapi bukan berarti dia selingkuh, atau gak punya rasa lagi sama pasangannya.”“Terus apa dong?” tanya Yasmin lirih.Satrio terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, “Rasa jenuh… dan mungkin saja ia lelah masalah kerjaan, atau ada masalah lain di luar.”Yasmin membeku.Hening menyelimuti mereka beberapa detik, hingga Satrio kembali membuka suara.“Tapi… mungkin itu bukan alasan yang sama kenapa suami kamu berubah. Tiap orang beda-beda,

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 21

    Yasmin menatap pantulan dirinya di cermin wastafel kamar mandi, ia baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan handuk sebatas paha. "Kamu cantik, Yasmin ... Namun sayang, suamimu sudah tidak tertarik sama kamu." gumamnya pelan. Tampak jelas luka di matanya saat teringat perlakuan Angga padanya selama ini. "Apa aku mundur saja?" sering terbesit di dalam pikirannya, untuk berpisah dari Angga. Namun Yasmin takut.. Yasmin tidak ingin anak-anaknya nanti jadi korban. Jadi ... Biarlah ia yang berkorban demi anak-anaknya. Mungkn nanti setelah keduanya mengerti, Yasmin akan memantapkan niatnya untuk berpisah. Saat tengah asik dengan pikirannya, Yasmin tidak sadar sepasang tangan membelit perutnya dari belakang. "Astagaa!" serunya panik, sambil berusaha. Melepaskan tangan yang bertengker manis di perutnya. "Lepas ihh!" Yasmin heran, kenapa pria itu bisa masuk kedalam kamarnya. Namun bukannya lepas, Satrio malah semakin mengeratkan pelukannya. "Kamu wangi, Yas... Aku suka ..." bisiknya

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 20

    "Ibu, akhirnya datang juga." Angga menghela napas panjang, sembari melebarkan pintu agar ibunya bisa masuk. Utari–ibunda Angga mendengus menatap putranya dengan sengit. "Kamu lagi ngapain sih? Buka pintu lama banget!" "Lagi siapin makan malam, Bu." jawab Angga, lalu meraih tangan ibunya, menciumnya takjim. Padahal belum ada lima menit bell rumahnya berbunyi, tapi rupanya sudah hampir setahun yang di rasa ibunya. "Istri kamu kemana? Kenapa kamu yang nyiapin makan malam?" cerocos Utari sembari melangkah masuk kedalam rumah Yasmin. "Kan aku udah bilang di telpon, dia sedang pergi ke rumah sodaranya," jawab Angga beralasan. Tiba di ruang tamu, Angga menyimpan tas ibunya di sofa, lalu memanggil bi Iroh. "Bibi...!" panggilnya. Tak berapa lama, seorang wanita tua datang dengan terpongoh-pongoh. "Dalem, Pak?" ucapnya sopan. "Tolong ambilkan minum buat ibu saya," titah Angga. "Baik Pak," bi Iroh mengangguk, lalu menghadap majikan tuanya. "Nyonya mau minum apa?" tanyanya kemudian. "A

  • Godaan Papa Teman Anakku   Bab 19

    "Kamu boleh pesan apapun yang kamu mau, Yas." Satrio tersenyum manis, sambil menyodorkan buku menu kehadapan Yasmin, yang masih menatapnya sebal. Dengan gerakan kasar, Yasmin mengambil buku menu itu lalu membacanya asal. "Nasi goreng satu." ucapnya kemudian. Satrio menautkan kedua alisnya. "Nasi goreng?""Kenapa?" ketus Yasmin. Satrio mengulum senyumnya, tak kuasa melihat wajah ketus Yasmin yang menurutnya menggemaskan. "Gak apa-apa, minumnya mau apa?" tanyanya lembut. "Air putih." jawab Yasmin singkat. Satrio menghela napas dalam-dalam, lalu mengatakan pesanannya pada pelayanan restoran yang sejak tadi berdiri di samping mejanya. "Di tunggu pesanannga, Mas." ujar si pelayan resto, kemudian berlalu dari sana. Meninggalkan ketegangan yang masih berlangsung di antara dua sejoli itu. Satrio menatap Yasmin, melipat kedua tangannya di atas meja. "Yas ...!" panggil Satrio. "Apa?" jawab Yasmin, tanpa meliriknya. "Jangan ketus gitu, napa?""Biarin, terserah aku dong!" sahut Yasmin ke

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status