Share

Aku Sudah Mulai Menyukaimu

Author: Caramelly
last update Huling Na-update: 2026-01-10 12:14:00

Neil menundukkan kepala, menatap ke bawah paha yang terbuka lebar.

“Kau pikir aku bocah kemarin sore yang marah karena hal itu?”

“Jika bukan karena itu, apa yang membuatmu sampai tidak ingin melihatku belakangan ini?” tanya Lucy menatap Neil lekat-lekat. Lucy berjongkok, meraih tangan Neil. Neil menatap wajah Lucy. “Besok kita resmi menjadi suami-istri. Aku tidak mau ada konflik antara kita. Karena aku sudah menerima pernikahan ini. Paman, aku ingin belajar membuka hati. Belajar jatuh cinta padamu, bisakah Paman juga melakukan itu?”

Neil meraih belakang kepala Lucy, membuat wajah mereka sangat dekat.

“Tidak perlu,” jawab Neil membuat Lucy membelalak, terkejut. “Karena aku sudah mulai menyukaimu!”

Deg! Lucy melotot. Ia menatap mata Neil, di matanya tidak ada kebohongan. Lucy membuka mulutnya, masih menatap Neil. Saat akan mengucapkan sebuah kalimat, Neil sudah lebih dulu menciumnya.

Ciuman itu sangat dalam, hangat. Menenggelamkan mulutnya, Lucy memejamkan mata. Ia berinisiatif untuk m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Semoga Kamu Bahagia

    “Noah, kau terlalu percaya diri. Lucy sudah mati rasa padamu. Jika dia masih mencintaimu, dia pasti sudah pergi ke luar negeri. Siapa yang menyangka dia akan dilamar oleh keluarga Dravencourt.”Noah mengepal tangannya kesal. Dia pergi, sementara Roselia menatap Nara tajam.“Palingan pernikahan mereka tidak akan bertahan sampai 1 tahun.” Roselia langsung pergi menyusul Noah. Nara mengepal tangannya kesal. Sementara itu, Aurelia dan Robin hanya menatap putrinya dalam diam. Ada perasaan haru, tanpa sadar air mata mereka menetes. Sementara Kathy memilih mengobrol dengan ibu Ravez. Ibu Ravez menceritakan kalau Lucy dan Ravez sahabat dari kecil.Ibu Ravez menjamin, kalau Lucy perempuan baik-baik. Lucy dan Neil masih berdansa.“Malam ini kamu sangat cantik.”“Apakah ini pujian?”“Ya. Pujian dari seorang pria tua.”Lucy memeluk Neil. “Tidak. Kamu masih tampan, lihat ayahku. Dia sudah mirip kakek-kakek. Tapi, berbeda denganmu, Kak Neil.”Musik pun berhenti, Neil dan Lucy saling menatap. Lalu,

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Dia Masih Mencintaiku

    Wajah Lucy terasa panas, Neil tidak memberinya kesempatan untuk membalas ciuman itu. Tangan yang semula menekan dinding kolam, kini perlahan memeluk tubuhnya. Sesaat Lucy merasakan perasaan merinding, merasakan tangan Neil menyentuh kulit tubuhnya.Namun, yang membuat jantungnya semakin berdebar. Keberadaan di bawah sana, yang terasa menekan sisi sensitifnya bagian bawah. Mata Lucy melotot, ia merasakan Neil menggigit bibirnya menariknya. Lalu, ciuman itu terlepas.Wajah Lucy merah. Sementara Neil terlihat tenang dan tersenyum.“Kamu merasakannya?” tanya Neil menatap Lucy teduh.“Jangan berkata begitu.” Lucy menundukkan wajahnya.Neil mengangkat dagu Lucy. Wajah Lucy menengadah menatap wajah Neil, wajah Lucy semakin merah.“Sekarang kamu sudah menjadi milikku. Kamu sudah tidak memiliki alasan untuk menolak ku.”“Kamu ingin melakukannya di sini?” tanya Lucy dengan napas tertahan.“Kenapa tidak?” jawab Neil.Neil mendekat, lalu bibir keduanya kembali bertautan. Kali ini Neil membiarkan

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Janji Suci

    Robin menyerahkan tangan Lucy pada Neil. Lucy melihat Neil menangis, ia bertanya-tanya apakah dia sedang berakting. Atau memang air mata itu bentuk perasaannya yang tulus. Saat naik ke altar pernikahan, Lucy melihat pembawa cincin pernikahan di sisi Neil. Usianya tidak jauh beda dari Neil.Neil berbisik pelan di telinga Lucy, membuat semua orang penasaran. “Dia Andrew Valcour yang kamu cari.”Lucy dan Neil saling menatap, Lucy terlihat terkejut. Matanya bertemu dengan mata Andrew, lalu kembali menatap Neil.“Dia cukup tampan.”Neil tersenyum miring, matanya menunjukan rasa tidak senang Lucy memuji pria lain.Lucy dan Neil menghadap pendeta, saling berpegangan tangan. Neil dan Lucy saling mengucap janji suci pernikahan di hadapan Tuhan. Mereka sah menjadi suami istri, Neil menyempatkan cincin di jari Lucy. Begitu juga dengan Lucy yang menyematkan cincin di jari Neil.Neil mengangkat veil yang sedari awal menutup wajah Lucy. Mereka berdua saling menatap, setelah itu Neil meraih pinggang

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Sudah Mulai Menyukaimu

    Neil menundukkan kepala, menatap ke bawah paha yang terbuka lebar. “Kau pikir aku bocah kemarin sore yang marah karena hal itu?”“Jika bukan karena itu, apa yang membuatmu sampai tidak ingin melihatku belakangan ini?” tanya Lucy menatap Neil lekat-lekat. Lucy berjongkok, meraih tangan Neil. Neil menatap wajah Lucy. “Besok kita resmi menjadi suami-istri. Aku tidak mau ada konflik antara kita. Karena aku sudah menerima pernikahan ini. Paman, aku ingin belajar membuka hati. Belajar jatuh cinta padamu, bisakah Paman juga melakukan itu?”Neil meraih belakang kepala Lucy, membuat wajah mereka sangat dekat.“Tidak perlu,” jawab Neil membuat Lucy membelalak, terkejut. “Karena aku sudah mulai menyukaimu!”Deg! Lucy melotot. Ia menatap mata Neil, di matanya tidak ada kebohongan. Lucy membuka mulutnya, masih menatap Neil. Saat akan mengucapkan sebuah kalimat, Neil sudah lebih dulu menciumnya.Ciuman itu sangat dalam, hangat. Menenggelamkan mulutnya, Lucy memejamkan mata. Ia berinisiatif untuk m

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Sepenuhnya Menjadi Milikku

    Lucy terpaku, matanya melebar. Lucy mengingat malam dimana dia menggodanya. Ia tidak pernah melupakannya sama sekali. Ia tidak berpikir, Neil akan mengungkitnya sekarang. “Pa–paman serius ingin melakukannya sekarang?” tanya Lucy terbata.“Ya.” Neil melepaskan satu persatu helai pakaian di tubuh Lucy. Mata Lucy mendadak berkabut, saat Neil hendak menciumnya. Lucy memalingkan wajah, Neil tersenyum miring. Ia tahu Lucy tidak menginginkannya. Sebenarnya malam ini, Neil hanya ingin mengujinya. Lucy tidak pernah tahu isi hatinya.“Aku tahu kamu tidak pernah menyukaiku. Tapi, setelah menikah, kamu akan sepenuhnya menjadi milikku.”Ucapan Neil membuat Lucy terkejut. Neil menarik selimut menyelimuti tubuh Lucy sampai kepala, lalu keluar dari kamar. Lucy menarik napas, lalu menatap pintu yang sudah tertutup rapat.“Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?”Setelah malam itu, Lucy dan Neil jarang bertemu. Neil sibuk dengan urusan di kantor, terkadang mereka hanya bertemu saat makan malam, atau sa

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Menginginkannya

    Lucy nyengir, mereka meninggalkan panti jompo menuju butik langganan keluarga Dravencourt. Sesampainya di butik, Neil dan Lucy disambut ramah oleh staf toko.“Pak Neil, tolong ikuti saya.”Neil dan Lucy dibawa ke salah satu ruangan VIP. Neil pun duduk di sofa, sementara Lucy masih berdiri terpaku menatap kelima gaun pengantin yang begitu cantik.“Aku ingin kamu mencoba kelimanya.”“Oke.”Tirai ditutup, Lucy mencoba satu persatu gaun pengantin itu. Saat tirai di buka, Neil menaikkan pandangan. Matanya tertuju pada Lucy yang kini memakai gaun pengantin.“Bagaimana Pak, Nona sangat cantik memakai gaun ini.”Lucy tersenyum, ingin mendengar jawaban Neil.“Ganti.”Lucy mencoba gaun yang lain. Hingga gaun pengantin yang keempat, Neil akhirnya berdiri. Ia melangkah menghampiri Lucy.“Cantik,” kata Neil. “Gaunnya.”Lucy membelalak. Ia sedikit kesal, tetapi memilih tidak menggubrisnya. Setelah memilih gaun pengantin, mereka juga pergi ke toko perhiasaan langganan keluarga Dravencourt. Rupanya N

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status