Share

Bertemu Ibu Mertua

Author: Caramelly
last update Last Updated: 2026-02-10 21:05:03
Lucy baru saja menyuap potongan salmon terakhir di piringnya saat Jack masuk ke ruang makan dengan langkah tergesa. Pria itu membungkuk sopan sebelum berbicara.

"Nyonya Muda, maaf mengganggu. Ada pesan dari kediaman Nyonya Besar."

Lucy meletakkan sendoknya, menatap Jack. "Pesan apa?"

"Nyonya Besar, meminta Nyonya Muda untuk berkunjung besok."

Lucy terdiam sejenak. Jemarinya meremas serbet di pangkuannya. Lalu, ia menghela napas pelan.

"Akhirnya waktunya datang juga," gumam Lucy dengan nada yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Karena Aku Sudah Lama Mencintaimu

    "Vitamin?" tanya Neil.Lucy tersenyum sembari merangkul leher suaminya. "Ya, kamu vitamin tidak langsungku." Lucy mengecup bibir suaminya, lalu kembali mengukir senyuman hangat."Oh iya, kamu bilang ada yang ingin kamu katakan padaku saat di telepon?" tanya Neil.Lucy membeku. Senyuman di wajahnya perlahan memudar. Ia teringat ucapannya saat video call beberapa hari lalu. Ucapan yang sudah ia pendam sejak bertemu dengan ibu mertuanya.Lucy menarik napas panjang. Tangannya yang melingkar di leher Neil perlahan turun, jemarinya meremas dress yang dikenakannya."Neil," panggil Lucy pelan, bibirnya bergetar.Neil menatap istrinya. Ia menyadari ada perubahan ekspresi di wajah Lucy yang membuatnya mengerutkan dahi, membuatnya bertanya-tanya apa yang ingin Lucy katakan."Ada apa?" tanya Neil lembut.Lucy menatap mata suaminya. Malam ini Lucy harus mengakui segalanya. Tidak peduli ini akan merusak momen indah mereka atau tidak."Aku... aku ingin jujur padamu," kata Lucy. Matanya mulai berkaca

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Janji

    Saat itu, mata Neil tertuju ke arah timur. Ia melihat siluet yang memperhatikannya dari jendela lantai dua. Mata Neil menajam, tatapannya dingin dan penuh kewaspadaan. Namun, saat Lucy mengangkat wajahnya menatap suaminya, mata Neil kembali hangat. Penuh kerinduan."Ayo masuk," kata Neil lembut. "Hari sudah mulai gelap."Lucy mengangguk. Mereka berjalan beriringan memasuki mansion. Tangan Neil merangkul pinggang Lucy, sementara tangan Lucy melingkar di pinggang suaminya."Malam ini aku akan memasak untukmu," kata Neil.Lucy menoleh, menatap suaminya dengan tatapan terkejut. "Kamu akan memasak?""Ya. Sebagai tebusan karena aku jarang menghubungimu selama di Jerman."Lucy tersenyum lebar. "Aku tidak sabar. Tapi, apa kamu tidak lelah?”Neil mencium puncak kepala Lucy. "Kamu tunggu saja. Aku akan membuat malam ini spesial untukmu. Untuk istriku tersayang tidak ada kata lelah.”Lucy tersenyum. Neil juga meminta Lucy mandi lebih dulu, agar istrinya lebih segar. Sementara Neil ke ruang makan

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Merindukanmu

    Kathy melangkah cepat menuju kamarnya. Tangannya gemetar menahan amarah. Ia meraih ponsel di atas meja, jemarinya menekan nomor Neil dengan gerakan cepat. Panggilan tersambung begitu cepat. Seolah Neil sudah tahu kalau ibunya akan menghubunginya.Suara Kathy terdengar berat. "Neil," Kathy menarik napas. Suaranya tegas seperti biasanya. "Aku dengar kamu ingin membawanya kembali.""Ya ... aku akan membawanya kembali bersamaku.""Aku melarangmu!" seru Kathy. "Kamu tidak boleh membawanya ke sini. Aku tidak akan pernah menerimanya menjadi bagian dari keluarga ini."Suaranya tetap tenang namun ada ketegasan yang tidak bisa dibantah. "Aku tidak membutuhkan persetujuanmu. Aku bukan anak kecil yang harus kamu setujui. Ini urusanku.”Kathy membeku. Tangannya mencengkeram ponsel erat."Apa kamu bilang?" Urat-urat di lehernya terasa mengeras. “Kamu lupa jati dirimu siapa? Kamu putraku dan bagian dari keluarga Dravencourt.”"Aku sudah dewasa. Aku tahu apa yang aku lakukan. Dan aku sudah memutuskan

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Menebus Semua Ini

    Ada siluet hitam yang memperhatikan mereka dari balik dinding. Bayangan itu berdiri diam, mengamati Neil dan Lewis yang sedang berbincang di kitchen island.Neil yang menyadari keberadaan sosok itu menoleh tajam. Matanya menyipit, menatap ke arah sudut ruangan. Namun, saat ia menoleh, siluet itu sudah menghilang. Tidak ada seorang pun di sana. Lewis mengikuti arah pandangan tuannya. Ia menatap sudut kosong itu, lalu kembali menatap Neil dengan tatapan bertanya."Tuan, ada apa?"Neil menggeleng pelan. "Tidak apa-apa. Mungkin hanya perasaanku saja."Lewis mengangguk, namun matanya masih waspada. Ia tahu di rumah ini, tidak ada yang benar-benar pribadi. Selalu ada mata yang mengawasi, selalu ada telinga yang mendengar."Tuan," Lewis memecah keheningan. "Apakah keputusan Tuan sudah yakin untuk membawanya bersama dengan Anda, bagaimana dengan Nyonya?"Neil menatap Lewis. Tangannya menggenggam gelas kosong di depannya. Rahangnya mengeras."

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Membawanya Bersamaku

    Lucy terkejut. Ia tidak menyangka Kathy akan berbicara terus terang dan mengulik masa lalunya. Tangannya meremas pakaiannya, Kathy menyadari perubahan ekspresi di wajah menantunya. Kathy menatapnya tajam, tanpa senyuman.Helen tersenyum lebar, ia puas melihat ekspresi Lucy saat ini. Yang dianggapnya angkuh dan sombong, karena bisa mendapatkan Neil. Tapi, bukan berarti bisa mendapatkan hati dan perhatian Kathy juga.Sementara Jasmine menatap menunduk, ia tidak memiliki hak untuk berbicara. Lucy tidak bisa bicara. Amat disayangkan masalah ini harus dibahas di hadapan Jasmine dan Helen. Ibu mertuanya berhasil menampar dirinya. Lucy tidak menyangka Kathy akan mengetahui sedetail mungkin. Padahal selain Nara, tidak ada yang tahu rencananya itu."Neil sudah tertipu olehmu," kata Kathy pelan. "Sejak awal, kamu sudah merencanakan semua ini. Kamu memanfaatkan Neil untuk membalas dendammu."Lucy mengangkat kepalanya menatap Kathy. Diamnya Lucy justru membuat Kathy semakin yakin dan menilainya b

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Di Interogasi Ibu Mertua

    Lucy mengambil jeruk itu, ia mulai mengupasnya dengan hati-hati. Dan tidak meninggalkan serat putih, lalu menyusunnya di dalam sebuah piring kecil dan menyodorkannya pada ibu mertuanya."Silakan, Mama."Kathy melirik piring itu, namun tidak menyentuhnya sama sekali. Perempuan itu malah meraih cangkir tehnya, menyesapnya pelan seolah jeruk yang dikupas Lucy tidak ada.Lucy menarik napas pelan. Ia mengambil jeruk lain, mengupasnya untuk Helena.Perempuan itu menerimanya dengan senyuman yang terkesan meremehkan."Terima kasih, Lucy. Kamu memang rajin sekali. Tante beruntung punya menantu sebaik Lucy."Lucy tidak menjawab. Ia mengambil jeruk ketiga dan hendak mengupasnya untuk Jasmine, namun kakak iparnya itu menggeleng lembut."Tidak usah, Lucy. Aku akan mengupasnya sendiri. Kamu duduklah."Lucy menatap Jasmine. Ia mengukir senyuman, hanya Jasmine satu-satunya bersikap baik padanya. Namun, saat Lucy hendak duduk, Kathy belum memberikan izin. Perempuan itu masih memperhatikan Lucy dengan t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status