Home / Romansa / Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku. / Part 13: Aksara Yang Tak Tahan

Share

Part 13: Aksara Yang Tak Tahan

Author: Ersula
last update publish date: 2026-08-06 06:30:45
***

Suara kunci elektronik berbunyi ketika Aksara mendorong pintu. Keheningan dingin apartemen langsung menyambutnya dari balik ruangan bernuansa minimalis modern itu.

Aksara melangkah masuk, melepas sepatu kerja lalu melemparkan tas kerjanya begitu saja ke atas meja.

Ia bergeming beberapa detik sebelum merogoh saku, mengecek layar smartphone-nya, jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam.

Aksara menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang lelah. Untung saja Kandi mengerti dan ti
Ersula

*quickie adalah istilah untuk hubungan seksual yang dilakukan secara cepat, spontan, dan instan.

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 88: Alasan Nathan

    ***"Tolong sampaikan kepada Pak Fuad, mungkin dua hari lagi aku baru kembali ke Jakarta. Ada urusan keluarga yang tidak bisa ditunda.""Ah, baik, Pak Aksara. Saya sampai terkejut Bapak sendiri yang menghubungi saya malam-malam begini," ucap sesorang di balik ponsel."Ya, karena ini sangat mendadak."Ting.Pintu lift terbuka.Aksara memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana. Pria itu berjalan santai melewati meja penjaga perawat dengan senyum tipis sambil menenteng kantong plastik berisi makanan dan beberapa camilan.Namun, begitu memasuki koridor menuju kamar Nathan, langkah kaki Aksara terhenti.Di ujung balkon luar koridor, sosok Kila terlihat berdiri menyendiri, menatap kosong ke kegelapan malam.Aksara bergerak cepat menghampiri kekasihnya itu. "Sayang?"Kila perlahan menoleh. Saat matanya lurus ke arah Aksara, air matanya meleleh membasahi pipi.Aksara buru-buru meletakkan kantong bawaannya di atas kursi tunggu, lalu mendekati Kila."Hei, ada apa, Sayang?" Aksara melirik cema

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 87: Bukan Usus Buntu...

    87"Usus buntu?"Aksara menaikkan sebelah alisnya begitu mendengar kabar dari telepon Nathan di seberang sana."Ya! Nathan masuk rumah sakit! Aku harus ke Bogor sekarang!"Aksara hanya memperhatikan Kila yang buru-buru merapikan tas dan barang-barangnya. Wanita itu tampak sangat panik."Pak, tolong bantu cek tiket kereta malam ini?!" seru Kila panik."Kereta?" tanya Aksara."Ya!""Aku antar saja pakai mobil sekarang."Kila menggeleng. "Jalanan macet jam segini, Pak! Lebih cepat naik kereta malam."Aksara berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati Kila."Kemari…" Aksara melebarkan kedua tangannya.Kila otomatis mundur satu langkah. "Pak, jangan… Jangan mulai lagi!" Kila menatap Aksara penuh curiga, nanti kejadian lagi di ruang ganti tadi. Kesenggol dikit bisa-bisa bablas lagi!Aksara terkekeh rendah. "Jadi bagaimana aku bisa menenangkanmu kalau memeluk saja tidak boleh, hm?"Kila menggigit bibirnya kesal. "Bukan tidak boleh, tapi Bapak itu tidak bisa dipercaya kalau sudah meluk-mel

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 86: Cepat Di Ruang Ganti

    ⚠️ PERINGATAN KONTEN DEWASA (21+)Harap perhatian: Bab ini memuat adegan intim yang cukup intens.Read at your own risk! 🔥***"... Boleh quickie, Sayang?"Napas panas Aksara menyapu permukaan leher Kila, langsung menyengat seluruh otot tubuh wanita itu hingga meremang seketika. Tentu saja, birahinya tersulut."NG—! Aksara, kamu gila, ya?!" bisik Kila kesal. Suaranya hampir tenggelam di dada tegap Aksara.Dengan gerakan cepat, Aksara mengambil alih beberapa gantungan blouse dan blazer yang dipegang Kila, lalu menggantungnya di gantungan dinding sembari kembali menyergap bibir Kila.Kila mencoba mendorong tubuh pria itu, tapi usahanya sia-sia. Ruang ganti ini terlalu sempit. Jika dia terlalu berisik, pegawai toko atau pelanggan lainnya akan curiga. Bisa-bisa mereka diseret satpam mall!"Keluar, Aksara!" seru Kila berbisik panik.Aksara menggumam rendah di sela ciumannya. "Siapa suruh kamu menggoda dari tadi?""Si-siapa juga yang menggoda?!""Lingerie itu… aku bisa membayangkan betapa

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 85: Cari Cincin sih...

    ***"Coba yang ini, Nona. Potongannya sangat cantik dan elegan."Pramuniaga toko berbaju rapi itu tersenyum ramah sembari menyodorkan nampan berlapis beludru hitam. Di atasnya, sebuah kotak dengan cincin platinum bermata berlian dengan potongan yang berkilau mewah di bawah sorotan lampu.Kila menatap cincin itu tanpa kedip. Matanya nyaris keluar begitu melihat deretan angka yang tertera pada label harganya."Bagus juga ini," ucap Aksara yang duduk di sampingnya. Dia menatap Kila dengan senyum yang mengoda."Bagus sih, tapi... berliannya besar sekali, Pak—maksudku, Aksara," bisik Kila pelan sambil melirik cemas pada sang pramuniaga. Wajah mendekat sedikit ke arah telingan kekasihnya itu."Harganya juga tidak masuk akal, seharga 1 unit excavator!."Aksara terkekeh gemas. Ketika tangannya terangkat, dia menyadari tidak bisa menyentuh Kila. Dia mengambil cincin itu dari wadahnya lalu menyerahkannya"Coba dulu," ucap Aksara lembut, menyusupkan lingkar logam dingin itu ke jari manis Kila de

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 84: Tumpah-tumpah

    ***⚠️ CONTENT WARNING (21+):Bab ini memuat adegan intim dewasa eksplisit (explicit spicy/sexual content).Harap bijak dalam membaca.****"Ngh! Ahh..."Kila terus bergerak tanpa henti. Pinggulnya terayun naik dan turun dengan luwesnya. Leher jenjangnya berkilau basah oleh keringat, peluh mengalir melewati dadanya yang padat dan ikut memantul seiring pergerakannya, dengan puncaknya yang sudah mencuat tegang.Kedua tangan Kila mencengkeram leher Aksara. Semakin ketat rasa nikmat di bawah sana, semakin kuat pula cengkeraman jemarinya pada tubuh Aksara.Aksara senang, matanya menyala penuh gairah menatap wanita di atasnya. Ia membiarkan Kila mengambil kendali penuh dan memuaskan dirinya sendiri. Tapi sudah hampir tiga puluh menit berlalu, tetapi tidak ada satu pun di antara mereka yang menunjukkan tanda-tanda akan menyerah pada rasa lelah.."Hm! Kamu pakai penguat, ya?" Kila merendahkan wajahnya, jemarinya semakin rapat mencengkeram leher Aksara."Penguat apa, Sayang? Aku kan sehat," bi

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 83: Tiba-tiba Ke Jakarta

    ***“Tim, FYI aku sudah menemukan pengganti mekanik yang mengundurkan diri. HRD dan HSE mohon bantu proses MCU dan perlengkapannya secepatnya.”Membaca email singkat dari Aksara membuat beban di pundak Kila terasa sedikit terangkat. Masalahnya dengan Zhein memang belum selesai, tetapi setidaknya krisis pekerjaan di kantor ini menemukan jalan keluar.Kila meletakkan ponselnya, lalu melirik ke arah ruangan kerja Aksara . Lusa kekasihnya itu akan kembali dari Jakarta. Ada ide terlintas di kepalanya—bagaimana kalau ia merapikan ruangan itu dan memberi sedikit kejutan? Memasang tirai baru di pembatas kaca itu, mungkin?Kila terkekeh pelan. Ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika itu tertutup sepenuhnya dari luar..."Ah, tidak usah aneh-aneh. Aku belikan kue kesukaannya saja nanti," bisik Kila pada dirinya sendiri."Dih, kenapa senyum-senyum sendiri begitu? Ngelamun jorok ya?"Kila mendelik kaget saat teguran itu membubarkan lamunannya. Lina sudah berdiri di depan mejanya."Apaan?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status