LOGIN❗❗BAB MENGANDUNG ADEGAN DEWASA❗❗Harap bijak dalam membaca.***"Kamu tidak apa-apa, Sayang?" Aksara menyadari Kila mulai gelisah, wajahnya memerah.Kila hanya terdiam, mati-matian menahan rangsangan akibat mutiara-mutiara yang bergesekan di bagian paling sensitifnya. Dia benar-benar merasa tersiksa dengan celana dalam itu!"Ini sangat aneh..." bisik Kila, berusaha mati-matian mengatur napasnya. Dia mencoba sadar agar tidak terlena oleh gelombang stimulasi di balik roknya, memaksa diri untuk fokus menatap orang-orang yang sedang menikmati makan siang bersama mereka.“Aneh?” Aksara menaikkan alisnya.“Celana dalam!” Desis Kila.Aksara baru ingat. "Oh... Mutiara itu? Enak?" Goda Aksara."Huh! Awas saja, aku akan balas dendam," cibir Kila dengan tatapan sebal karena keisengan suaminya menyuruh memakai benda itu di keramaian.Aksara hanya menaikkan sebelah alisnya geli. "Ayo jawab apa rasanya sakit atau enak, hm?" bisik Aksara sembari tersenyum penuh godaan."Kamu benar-benar menyebalkan!
***"Apa ini?"Aksara menarik kain tipis itu dari dalam tas Kila, lalu mengangkatnya di depan wajah istrinya lalu memutar-mutar benda tersebut dengan satu jari.Kila justru merasa geli melihat tingkah suaminya. Aksara tampaknya terlalu serius memperhatikan barang pemberian Sarah."Itu… celana dalam," jawab Kila."Celana dalam?" ulang Aksara. Alisnya terangkat, seolah baru pertama kali mendengar nama benda itu. Namun, bukan namanya yang membuat pria itu tertarik. Pandangannya justru tertuju pada modelnya yang mungil, dengan hiasan mutiara putih di bagian tengah.Dia membolak-baliknya sebentar, lalu menyeringai kecil."Ini seksi juga."Kila memalingkan wajah. "Hmmm …""Kenapa ada mutiara di tengahnya?" Aksara kembali bertanya. Kali ini, dia bahkan mengangkat benda itu lebih tinggi agar bisa mengamati hiasannya dengan jelas.Kila menggigit bibir bawahnya. Dia tahu persis apa fungsi hiasan tersebut karena Sarah sudah menjelaskannya saat memberikan hadiah itu. Namun, membicarakannya dengan
***Aksara terperanjat. Dia langsung duduk di kasur dan buru-buru melihat jam di meja tidur. Benar saja, dia terlambat. Sudah jam sembilan lewat, dan Kila sudah tidak ada di sampingnya.Masih telanjang, Aksara menguap sambil menggaruk kepalanya. Dia tahu Kila sengaja tidak membangunkannya karena paham betapa lelahnya dia semalam. Dan semalam… memang sangat luar biasa.Dia bangkit dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Di depan cermin, dia mengusap embun yang menempel, lalu menatap refleksi dirinya."Hm… kerjaan Kila," gumamnya sambil melihat banyaknya kissmark di leher dan dadanya. Dia hanya menggeleng, lalu menyalakan shower.Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Kila masuk sambil membawa handuk bersih, lalu melirik suaminya yang sudah selesai mandi dan sedang menyikat gigi. Meskipun memakai mantel mandi, jejak kemerahan di leher dan dada Aksara masih jelas terlihat.Aksara membalas tatapan itu. Istrinya sudah wangi, rapi, dan terlihat sangat cantik pagi ini. Dia men
***⚠️ Bab mengandung Adegan DewasaHarap bijak dalam membaca****Kila tertawa pelan."Aku sudah bilang, kamu hanya perlu patuh. Ini hukumannya karena kamu menolak saat aku menutup matamu."Dia mengelus perut Aksarara perlahan, lalu menunduk menciumi puncak dadanya."Sekarang… aku mau hadiahku."Tiba-tiba Kila naik ke atas tubuh Aksara. Dalam keadaan mata tertutup kain dasi dan tangan masih terkunci di kepala ranjang, Aksara hanya menebak-nebak pergerakan istrinya.Kila merayap naik, lalu memutar posisi tubuhnya berlawanan. Dia menunggingkan bokongnya tepat di atas wajah Aksara, mengambil posisi 69 yang sempurna."Sayang?" Aksara masih tidak tahu Hanya helaan napas Kila yang menjawab. Rasa hangat itu menyapu perut bagian bawah Aksara, disusul sentuhan bibirnya yang langsung mengecup kejantanan pria itu. Isapan lembut itu membuat Aksara mengerang kecil—sensasinya jauh lebih dahsyat daripada permainan tangan tadi.Di saat yang sama, Kila merendahkan sedikit pinggulnya, membawa milikny
⚠️Bab ini mengandung konten Dewasa dan tindakan kasar. (BDSM)Harap bijak dalam membaca.***"Jadi, besok aku ikut ke kantor?" tanya Kila sambil mengelus rambut Aksara yang masih menindihnya."Iya. Kita kan belum buat acara sama teman-teman di kantor.""Aku pikir acaranya setelah kamu selesai cuti, Sayang?""Kelamaan. Besok pesan makanan saja ke kantor. Apa saja yang menurutmu enak." Aksara menunduk, menciumi leher istrinya dengan manja."Hmh, baiklah. Kamu ini memang sukanya dadakan." Kila tersenyum. "Terus sekarang belum lelah?"Aksara tidak menjawab. Dia justru mulai fokus menciumi dada Kila, menghirup aroma tubuhnya.Kila sempat berpikir setelah berendam tadi Aksara akan langsung tidur, tapi ternyata pria ini malah semakin segar."Aku suka ini," gumam Aksara sambil mengelus dan menggigit lembut ujung dada Kila.Kila tertawa geli, lalu menarik rambut Aksara agak kasar. Aksara mengerang kesakitan.Kila menatap tajam. "Lihat wajahmu. Seperti anak kucing yang haus." Kila senang melih
107***"Astaga …"Kila menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya. Baru kali ini dia benar-benar menyadari kebiasaan Aksara setiap pulang kerja dari site dalam keadaan kelelahan.Pria itu bisa langsung merebahkan diri di kasur tanpa melepas sepatu. Akibatnya, kotoran dari sol sepatu mengotori lantai, bahkan mengenai seprai."Sayang, lepas sepatumu sebelum naik kasur!"Namun, Aksara nyaris tidak bereaksi. Dia sudah terlalu mengantuk untuk bergerak. Selama dua minggu terakhir, waktu istirahatnya sangat berantakan.Satu minggu setelah menikah, mereka menghabiskan banyak waktu bersama. Aksara bahkan seolah tidak pernah kehabisan tenaga setiap kali berada di dekatnya. Namun, setelah harus kembali bekerja di site selama seminggu penuh, pria itu akhirnya pulang dalam keadaan benar-benar kelelahan."Kasihan sekali …"Kila duduk di dekat kaki Aksara, lalu melepaskan sepatu dan kaus kakinya yang kotor. Setelah memastikan tubuh suaminya tidak demam, dia mulai memijat kaki Aksara yang terasa







