ログインDi suatu malam, suamiku tiba-tiba mengigau dalam tidurnya. "Anakku sayang, besok Papa akan bawa kamu dan Mama ke rumah baru." Padahal kami selalu pakai pengaman. Jadi, dari mana anak itu muncul? Aku pun membuka ponselnya. Di sana ada riwayat transfer uang ke wanita lain, dihabiskan untuk segala macam kemewahan dan sebuah rumah. Album fotonya penuh dengan gambar wanita itu yang mengenakan pakaian penari telanjang yang minim, dengan perut yang sedikit membuncit. Foto terakhir adalah hasil USG. Sepertinya sudah empat bulan. Aku tidak mengeluarkan suara apa pun. Hanya menyimpan semua buktinya. Sebentar lagi mereka akan belajar, sebesar apa akibat yang akan ditanggung karena mengkhianati seorang putri mafia.
もっと見る“윤재희, 네가 유진이를 다치게 했어?”
강태윤의 목소리가 서재에 울려 퍼졌다.
재희는 자신을 바라보는 남편의 눈빛을 이해할 수 없었다. 불과 몇 분 전까지만 해도 다른 여자를 무릎에 앉혀놓고 애정을 나누던 남자가 이제는 그 여자의 손목을 조심스럽게 받쳐 든 채 아내를 추궁하고 있었다.
서유진의 하얀 손목에는 가느다란 상처가 나 있었고, 그 위로 배어 나온 피가 손가락을 따라 흘러내리고 있었다. 태윤은 자신의 손수건을 꺼내 상처를 감싸주었으며, 유진은 아픈 기색을 감추려는 듯 입술을 깨물면서도 그의 품에서 떨어지지 않았다.
“제가 그런 거 아니에요. 유진 씨한테 손도 안 댔어요.”
재희가 결백을 주장했지만 태윤은 들으려 하지 않았다. 그는 유진의 손목에 감긴 손수건을 고쳐 매주더니 이미 모든 사실을 확인했다는 듯 아내를 차갑게 노려보았다.
“네가 아니라면 유진이가 왜 다쳤겠어? 설마 혼자 자기 손목을 그었다는 거야?”
재희는 책상 위에 놓인 은색 편지칼을 바라보았다. 조금 전 유진이 그 칼을 집어 들어 자신의 손목을 긁는 모습을 분명히 보았기에, 그녀는 억울함을 호소하는 대신 천장 모서리에 설치된 보안 카메라를 가리켰다.
“태윤 씨, 저기 카메라 있잖아요. 영상만 확인하면 제가 아무것도 하지 않았다는 걸 알 수 있어요.”
태윤은 재희가 가리킨 곳을 잠시 바라보았다. 그러나 보안실에 연락할 생각은 없는지 곧바로 시선을 거두었고, 오히려 유진의 어깨를 감싸 안으며 아내에게 사과하라고 요구했다.
“지금 중요한 건 유진이가 다쳤다는 사실이야. 네가 먼저 사과하면 여기서 끝낼 수 있어.”
재희는 그 말을 듣고 한동안 남편을 바라보았다. 진실을 확인할 방법이 눈앞에 있는데도 태윤은 그것을 외면하고 있었다. 그에게 중요한 것은 누가 거짓말을 했는지가 아니라 누구의 편에 서고 싶은지인 것 같았다.
불과 몇 시간 전까지만 해도 재희는 오늘 밤이 이렇게 끝나리라고는 상상하지 못했다.
***
태강그룹 후계자 취임식을 하루 앞둔 저녁이었다.
저택의 주방에는 갓 조리한 음식 냄새가 은은하게 퍼져 있었고, 재희는 남편이 좋아하는 갈비찜을 작은 그릇에 덜어 간을 확인하고 있었다.
집에는 요리사가 따로 있었지만, 중요한 날을 앞둔 남편에게 직접 저녁을 차려주고 싶었다. 요즘 태윤이 회사 일로 예민해져 있다는 것을 알고 있었기에 적어도 집에 돌아와서는 편안하게 식사할 수 있도록 해주고 싶었다.
재희는 식탁 위에 조개탕과 반찬을 정갈하게 올려놓은 뒤 벽시계를 바라보았다. 태윤이 평소 퇴근하던 시간보다 한 시간이 넘게 지나 있었지만 현관 쪽에서는 아무런 인기척도 들리지 않았다.
휴대전화가 울린 것은 그때였다.
오늘 늦어. 기다리지 마.
태윤이 보낸 짧은 문자였다.
재희는 한동안 화면을 바라보다가 조심스럽게 답장을 보냈다.
내일 취임식이잖아요. 선물도 준비했는데, 잠깐이라도 얼굴 볼 수 없어요?
답장은 돌아오지 않았다.
그녀는 식탁을 치우려다가 손을 멈췄다. 남편이 늦게라도 돌아오면 따뜻한 음식을 먹을 수 있도록 국만 다시 데우기로 하고, 작은 검은색 상자를 손에 들었다.
그 안에는 몇 주 전부터 준비한 은빛 넥타이핀이 들어 있었다. 태윤이 즐겨 입는 짙은 남색 정장에 어울리도록 디자인을 고르고, 이름의 첫 글자를 작게 새겨 넣은 선물이었다.
결혼 첫해에도 비슷한 일이 있었다.
그때 재희는 남편에게 넥타이를 선물했는데, 태윤은 거울 앞에서 그것을 매어보더니 색이 마음에 든다고 말했다. 별다른 애정 표현이 없던 남편이 자신이 고른 물건을 마음에 들어 한다는 사실만으로도 재희는 며칠 동안 행복했다.
그날 저녁에는 태윤이 평소보다 일찍 귀가해 그녀가 직접 끓인 된장찌개를 먹었다. 재희가 뜨거운 냄비를 옮기다 손끝을 데자, 그는 무심한 표정으로 손을 살피며 다음부터는 요리사에게 맡기라고 말했다.
당시에는 그 말조차 자신을 걱정하는 다정함으로 느껴졌다.
Pintu ruang rapat terbuka menghantam dinding dan Carmen terhuyung masuk. Wajahnya pucat pasi, matanya dipenuhi air mata dan amarah. Di tangannya, dia mencengkeram sebuah laporan medis."Bella! Dasar monster!" Dia menjerit, suaranya pecah oleh keputusasaan. "Gimana kamu bisa melakukan ini padaku?"Vincent menatapnya dengan kaget. "Carmen? Gimana kamu ....""Laporan genetik itu!" Carmen membanting kertas-kertas itu ke lantai. "Aku pergi ke rumah sakit, Vincent! Laporannya palsu! Dipalsukan! Nggak ada yang salah dengan bayi kita!"Seluruh ruangan itu langsung sunyi. Sunyi yang mematikan.Aku menoleh ke arahnya, senyum dingin perlahan merekah di wajahku. "Sepertinya akhirnya kamu menyadarinya.""Ini ulahmu!" Carmen menunjukku dengan jari gemetar. "Kamu memalsukan laporan itu! Kamu sengaja menjebak Vincent!""Benar." Aku mengaku tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Semuanya adalah sandiwara. Sebuah ujian, untuk melihat pria seperti apa Vincent sebenarnya."Vincent menatap kami bergantian, waja
Ruang makan dipenuhi cahaya lilin dan aroma hidangan yang disiapkan Vincent dengan begitu hati-hati. Dia mengenakan setelan terbaiknya, senyum memohon yang menyedihkan terpampang di wajahnya. Tak akan ada yang menyangka pria ini adalah bajingan dingin yang baru kemarin menelantarkan anaknya sendiri."Bella sayang." Dia menarikkan kursi untukku, kepura-puraan ksatria yang murahan. "Kurasa kita perlu bicara."Aku duduk, mengamatinya mondar-mandir mengurusi meja. Bodoh sekali. Dia benar-benar mengira semuanya sudah terkendali, bahwa krisis ini telah berlalu."Kamu kelihatan puas sekali, Vincent," kataku sambil meneguk anggur sedikit. Suaraku datar."Tentu saja. Karena kita akhirnya bisa memulai dari awal." Dia duduk di depanku, tampak kilatan licik di matanya. "Bella, aku harus jujur. Soal Carmen, aku akui, dia sempat memengaruhiku. Tahu nggak, seorang pria kadang tergoda oleh sesuatu yang baru?""Sesuatu yang baru?" Aku mengulanginya sambil tersenyum dingin."Iya, sesuatu yang baru. Kita
"Tes DNA? Untuk apa?" suara Vincent bergetar."Karena kamu meragukan siapa ayah bayi itu, biar sains yang memastikannya," kataku sambil menuntun Carmen duduk di sofa. "Ini yang terbaik. Untuk semua pihak."Sambil menghapus air mata, Carmen mengangguk. "Aku setuju. Aku akan membuktikan bayi ini anak Vincent!"Vincent sempat membuka mulut untuk membantah, lalu menutupnya lagi. Menolak tes sekarang hanya akan membuatnya tampak semakin bersalah.Dokter Martin datang dengan cepat membawa peralatannya."Aku perlu sampel darah dan usapan bukal dari kalian berdua," jelasnya. "Hasilnya akan keluar besok."Sepanjang proses itu, Vincent terlihat kacau. Dia tahu bayi itu memang anaknya, yang berarti seluruh sandiwara yang dia mainkan sebentar lagi akan terbongkar."Kamu terlihat tegang, Vincent," kataku sambil menyerahkan segelas air. "Kalau bayi itu bukan anakmu, bukankah itu kabar baik?""Aku cuma nggak suka drama seperti ini," katanya dengan senyum lemah.Carmen menatapnya. Cinta di matanya mul
Di kamar Hotel Season.Carmen datang tepat waktu, mengenakan gaun hamil berwarna merah muda yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan perutnya yang semakin membesar. Dia terlihat gugup, jemarinya gelisah memainkan tas desainer di pangkuannya."Silakan duduk," kataku sambil memberi isyarat ke sofa di depanku."Bu Bella, terima kasih sudah bersedia menemuiku.""Panggil saja aku Bella. Lagian, kita berbagi pria yang sama, bukan?"Semua sikap sombong yang dia tunjukkan pada temannya lenyap seketika. Wajahnya memerah. "Aku tahu ini rumit, tapi aku mencintai Vincent, dan dia mencintaiku. Bayi kami adalah hasil dari cinta itu.""Cinta?" Aku terkekeh pelan. "Carmen, kamu tahu apa yang terjadi di kasino-kasino Vincent kemarin?"Dia menggeleng."Dia kehilangan semua perlindungan dan semua pendanaannya. Bisnisnya akan segera hancur. Bahkan kemungkinan besar dia nggak akan sanggup mempertahankan vila di Malaba itu."Wajah Carmen langsung pucat. "Itu nggak mungkin. Vincent bilang bisnisnya sedang
"Bella, ada apa ini?"Vincent menerobos masuk lewat pintu, wajahnya penuh kepanikan. Rambutnya acak-acakan, kemejanya kusut, seperti baru saja berlari pulang tanpa berhenti."Maksud kamu?" tanyaku tenang sambil memotong tomat untuk pasta favoritnya."Kasino-kasinoku, semua perlindunganku lenyap. Kel
Keesokan harinya, telepon dari Paman Dante datang tepat waktu."Carmen Ramanta. Dua puluh empat tahun, imigran asal Makasa. Pindah ke vila tepi pantai di Malaba tiga bulan lalu, harganya sekitar 12 miliar. Kemarin jam dua siang, Vincent bersamanya di Rumah Sakit Marina untuk pemeriksaan kehamilan."
"Sayang, kamu yakin mau datang ke pesta malam ini?" tanya Vincent sambil merapikan dasinya. "Kalau kamu kurang enak badan, aku bisa cari alasan.""Aku baik-baik saja," jawabku sambil mengoleskan lipstik di depan cermin. "Lagian, aku ingin melihat klub barumu. Katanya ada wajah-wajah baru."Tangan Vi
Aku memercayai suamiku selama tiga tahun. Sepenuhnya. Sampai malam itu, ketika dia mengigau dalam tidurnya "Anakku sayang, besok Papa akan bawa kamu dan Mama ke rumah baru."Saat itulah aku tahu. Dia bukan sekadar selingkuh. Dia sudah menghamili wanita lain. Diam-diam, aku bersumpah. Pria tak berper






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー