Home / Urban / Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku / Apa Yang Terjadi Tidak Mengubah Apapun

Share

Apa Yang Terjadi Tidak Mengubah Apapun

Author: Falisha Ashia
last update Last Updated: 2025-10-26 22:31:42

Aku menarik napas panjang sebelum membuka pintu, bersiap dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi di balik sana. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, tapi begitu daun pintu terbuka, rasa tegang itu perlahan memudar.

Ternyata hanya Rani, asisten rumah tangga kami.

“Rani?” tanyaku, berusaha menormalkan nada suaraku.

“Maaf, Pak, saya ganggu,” katanya sopan sambil menunduk. “Ibu Lydia nyuruh saya panggil Bapak untuk sarapan.”

Aku sempat mengerjap. “Ibu Lydia?”

“Iya, Pak. Katanya Bapak disuruh sarapan sekarang sebelum Rani pergi,” jelasnya.

“Oh… iya, baik. Sebentar lagi saya ke bawah,” kataku pelan. “Terima kasih, ya.”

Rani tersenyum kecil lalu berlalu.

Aku masih berdiri di depan pintu, memandangi tangga yang menuju lantai bawah. Pikiranku langsung penuh tanda tanya.

Kenapa Mama mertua tiba-tiba menyuruhku sarapan? Sebelumnya, tidak pernah ada kejadian seperti ini.

Apakah dia… ingin melanjutkan hal yang kemarin? Atau justru sebaliknya, marah karena aku sudah lancang?

Aku menata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Amanda Yang Tambah Agresif

    Suara deru mesin mobil yang halus terdengar memasuki halaman rumah.Tidak lama kemudian, Papa Surya melangkah masuk dengan wajah sumringah. Dia baru saja kembali dari perjalanan bisnis yang melelahkan, tapi semangatnya kembali menyala saat melihat kondisi rumah yang tak biasa."Wah, rumah bersih sekali pagi ini," puji Surya sambil meletakkan tas kerjanya di sofa. Matanya berbinar melihat lantai marmer yang mengkilap tanpa noda. "Tumben Mama rajin bebersih? Biasanya kan nunggu asisten."Lydia yang sedang menata piring di meja makan hanya tersenyum kaku. Senyum yang dipaksakan, seolah bibirnya ditarik menggunakan kawat."Iya, Pa," jawab Lydia pelan, suaranya terdengar lelah. "Mama... Mama lagi pengen olahraga sedikit. Biar sehat."Kami duduk mengelilingi meja makan."Ma, kopi Rey habis. Tolong tuangkan lagi dong," pintaku santai, menyodorkan cangkir kosongku ke arah Lydia.Lydia membeku sejenak. Tangannya mengepal di atas meja. Biasanya, akulah yang menuangkan minum untuk mereka. Tapi h

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Di Kamar Mandi

    Aku masih mematung di pinggir kasur, menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.Pikiran-pikiran buruk berputar di kepalaku. Bagaimana kalau dia mengira aku terlibat dalam pesta gila itu? Bagaimana kalau dia berpikir aku mau melakukan itu padanya?Aku mondar-mandir di depan pintu kamar mandi seperti setrikaan rusak. Maju selangkah, mundur lagi. Tanganku sudah terulur ingin mengetuk, tapi kembali ditarik karena ragu.‘Rey, jangan pengecut. Jelaskan sekarang atau kesalahpahaman ini akan membusuk.’ batinku.Aku menarik napas panjang, memantapkan hati. Aku harus masuk. Aku harus menjelaskan bahwa aku menolak ajakan gila Haris itu.Cklek.Aku memutar gagang pintu. Tidak dikunci.Pintu terbuka perlahan, menampilkan uap hangat yang memenuhi ruangan. Amanda berdiri di dekat shower, baru saja melepaskan handuknya. Tubuhnya yang polos terekspos sempurna di bawah cahaya lampu kuning yang temaram.Dia menoleh saat mendengar pintu terbuka."Eh, Rey?" sapanya. Matanya berkedip polos, tidak ada j

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Kiriman Video Dari Haris

    Aku membuka pintu kamar tidur sepelan mungkin. Keheningan malam menyelimuti ruangan.Aku melangkah masuk.Pemandangan di atas ranjang membuat dadaku terasa sesak. Amanda tertidur sangat pulas. Dadanya naik turun dengan ritme lambat, efek dari obat tidur dosis tinggi yang dicekoki ibunya sendiri.Mataku menyapu ruangan dan berhenti pada gelas susu yang kosong di atas nakas. Ada sisa endapan putih di dasarnya. Jejak kejahatan Lydia.Aku segera menyambar gelas itu dan membawanya ke kamar mandi.Krrrrr...Air keran mengucur deras. Aku menggosok bagian dalam gelas itu dengan sabun berkali-kali, memastikan tidak ada residu obat yang tertinggal. Bau susu bercampur bahan kimia harus hilang. Aku tidak mau Amanda bangun besok pagi dan menyadari rasa aneh di bekas minumannya.Biar rahasia busuk ini terkubur bersama malam ini. Biar Amanda tetap melihat ibunya sebagai ibu, bukan sebagai monster.Setelah gelas itu bersih dan kering, aku meletakkannya kembali ke rak di pantry kecil.Aku menatap cerm

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Licik Dibalas Licik

    Napas Lydia memburu, dadanya naik turun dengan cepat di balik sisa kain lingerie yang robek. Darah segar masih menetes dari luka cakar di leher dan lengannya, mengotori kulit putihnya yang selama ini dia rawat dengan biaya ratusan juta.Dia berdiri di sana, di sudut kamar yang temaram, menatapku dengan mata melotot penuh kemenangan gila. Pecahan gelas wine berserakan di sekitar kakinya seperti ranjau."Kenapa diam saja, Rey?" tantangnya dengan suara melengking. "Takut? Kamu sadar sekarang kalau kamu kalah? Satu teriakanku, dan hidupmu hancur!"Aku masih duduk di kursi tunggal itu, menyilangkan kaki dengan santai. Tidak ada kepanikan di wajahku. Tidak ada keringat dingin.Perlahan, aku mengangkat kedua tanganku dan bertepuk tangan.Prok. Prok. Prok.Tepukan pelan itu bergema di ruangan yang sunyi, terdengar ganjil dan mengerikan."Akting yang luar biasa, Ma," pujiku datar. "Benar-benar totalitas. Hollywood pasti bangga kalau melihat bakat terpendam Mama."Senyum gila di wajah Lydia sed

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Kejeniusan Lydia

    Setelah urusan dengan Livia selesai di Grand Aurelia, aku tidak langsung pulang. Aku meminta Jonathan mengantarku ke The Royal Crown, hotel bintang tujuh yang kini menjadi simbol kekuasaan keluarga Morales di kota ini.Aku butuh tempat untuk membersihkan diri. Bukan sekadar mandi, tapi membuang sisa-sisa "Rey si Pelayan Hotel" yang melekat di tubuhku seharian ini.Setelah selesai mandi, aku mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh Jonathan di atas kasur, sebuah setelan jas hitam custom-made dari perancang ternama dunia, standar pakaian keluarga Morales.Aku mengenakan kemeja putih yang pas di badan, lalu membalutnya dengan jas hitam yang memancarkan aura dominasi. Tidak ada dasi. Dua kancing teratas kubiarkan terbuka, memberikan kesan santai namun mematikan.Terakhir, aku merogoh saku celana dan memindahkan sebuah benda kecil ke saku dalam jasku. Sebuah flashdisk hitam."Malam ini..." gumamku pada bayangan di cermin, "...aku tidak akan datang sebagai menantu yang berbakti. Aku dat

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Hadiah Untuk Livia

    Urusan di markas Veleno sudah selesai. Pixel sedang memproses data-data busuk Lydia ke dalam sebuah flashdisk enkripsi yang akan diantarkan sore nanti. Aku masih punya waktu sekitar 7-8 jam sebelum "kencan neraka" jam sepuluh malam nanti."Jonathan. Ikut aku ke Grand Aurelia," ucapku. “Aku harus membereskan satu urusan lagi. Livia.""Ah, Nona Manajer itu," Jonathan mengangguk patuh. "Apakah kita perlu... mengamankannya?""Nggak. Kita akan memberinya hadiah," aku menatap keluar jendela. "Dia sudah berkorban banyak, termasuk harga dirinya semalam. Cara terbaik untuk membungkam seseorang sekaligus membuatnya setia adalah dengan memberinya mahkota."Aku dan Jonathan masuk ke mobil kursi penumpang.“Ke Grand Aurelia, Gun,” titah Jonathan.“Siap!” ucap Guntur.Sekitar 20 menit kemudian, mobil mewah Jonathan berhenti di lobi utama Hotel Grand Aurelia.Begitu Jonathan turun, suasana lobi langsung berubah tegang. Para staf, doorman, hingga resepsionis langsung membungkuk hormat sembilan puluh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status