Share

Mutually Assured Destruction

Author: Falisha Ashia
last update publish date: 2026-03-22 21:23:26

Rintik hujan yang membeku di udara memantulkan cahaya redup alun-alun, menciptakan ribuan prisma es yang melayang tanpa gravitasi.

Namun, gravitasi yang sebenarnya justru menekan bahu kami. Domain milik Leluhur Tua berumur dua ratus tahun ini sangatlah masif hingga udara terasa seperti beton basah yang masuk ke dalam paru-paru. Di belakangku, Amanda dan Livia terpaksa bertumpu pada senapan mereka dengan napas tersengal, sementara ayahku, Lucas, mencengkeram gagang pedang Obsidiannya dengan urat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Napas Terakhir (TAMAT)

    Darah hitam kental yang menyembur dari mulutku membasahi dada dan seprai putih, menebarkan aroma karat logam yang tajam ke seluruh penjuru kamar.Setiap kali aku mencoba meraup udara, paru-paruku serasa diiris oleh ribuan beling kaca. Qi Deviation yang kupicu karena ledakan amarah, kecemburuan, dan rasa putus asa yang ekstrem telah menghancurkan organ vitalku hingga tak tersisa. Jantungku berdetak tak beraturan, semakin lama semakin melambat.Di detik-detik terakhir yang menyiksa ini, rasa sakit di tubuhku tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa sakit yang mengoyak jiwaku.Mataku yang melotot tak bisa berkedip, dipaksa menjadi saksi bisu kehancuran duniaku. Di sofa sana, Lucas menatapku dengan mata merah Crimson-nya. Tatapannya dingin, tanpa sedikit pun belas kasihan, apalagi rasa duka seorang ayah. Baginya, aku hanyalah seekor anjing peliharaan yang sudah habis masa pakainya.Dan di pelukan iblis itu... Amanda dan Livia.Istri-istriku yang selalu kupuja sebagai dewi yang suci, kin

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Tirai Yang Terbuka

    Malam merangkak semakin larut. Rasa haus yang menyengat tenggorokan dan denyut nyeri dari tulang belakangku memaksaku menarik kesadaran dari pengaruh obat penenang.Aku membuka mata perlahan. Kamar utama kediaman Surya ini hanya diterangi oleh temaram cahaya rembulan yang menyusup dari balik celah gorden balkon. Sepi. Setidaknya, itulah yang kuinginkan.Namun, indra pendengaranku yang masih tajam sebagai seorang kultivator menangkap suara-suara ganjil. Suara desahan napas yang tertahan, decakan basah, dan rintihan pelan yang sangat kukenal.Aku memutar leherku yang kaku ke arah sumber suara. Tepat di sudut ruangan yang remang, di atas sofa kulit panjang yang hanya berjarak lima meter dari ranjang pesakitanku, bayangan tiga sosok manusia saling melilit.Jantungku berhenti berdetak selama satu detik penuh.Mataku membelalak, mencoba menembus kegelapan, meyakinkan diriku bahwa ini hanyalah halusinasi akibat obat atau sisa ilusi dari serangan Frost Qi. Namun, cahaya bulan tiba-tiba menyin

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Wasiat Rey

    Bau obat-obatan dan dupa herbal memenuhi udara kamar tidur utama di kediaman keluarga Surya.Aku membuka mataku dengan susah payah. Hal pertama yang kulihat adalah langit-langit berukir bergaya klasik yang tampak kabur.Aku mencoba menggerakkan tanganku, namun rasa sakit yang luar biasa menusuk dari dadaku, menjalar ke seluruh tulang belakangku bak ribuan jarum es yang ditusukkan ke dalam sumsum tulang."Ugh..." Aku mengerang tertahan. Tubuhku dari dada ke bawah mati rasa. Sepenuhnya lumpuh. Frost Qi milik monster dari Utara itu telah menghancurkan seluruh meridianku."Rey? Kau sudah sadar, Sayang?"Suara lembut Amanda terdengar di telingaku. Wajah cantiknya yang sembab karena menangis muncul di atas pandanganku.Di sebelahnya, Livia berdiri dengan mata yang tak kalah merah, menggigit bibirnya dengan tatapan yang sulit kuartikan.Aku memutar bola mataku perlahan. Di sudut ruangan, Papa Surya dan Mama Lydia berdiri dengan raut wajah tegang. Papa Surya terlihat pucat pasi, bisnis dan ny

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Kedatangan Lucas

    POV LiviaDinding es yang mengurungku memancarkan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Namun, hawa dingin itu tidak sebanding dengan rasa putus asa yang membekukan hatiku saat melihat Rey kini merangkak di atas lantai marmer dengan mulut bersimbah darah."Rey..." isakku tertahan, memukul-mukul dinding es gaib itu dengan kedua tangan telanjangku.Pemuda berjubah putih itu tertawa meremehkan. Ia melangkah perlahan mengabaikan Rey yang sekarat, berjalan mendekat ke arah kurungan eskuMata pemuda itu menatapku dengan kilatan lapar yang menjijikkan, mengulitiku dari atas ke bawah seolah aku adalah hidangan penutup yang siap disantap."Berhentilah menangis untuk pecundang itu, Janda Cantik," ucap Tuan Muda dari Sekte Pedang Awan Putih. Ia mengangkat tangannya, bersiap menghancurkan dinding es ini untuk meraihku. "Mulai hari ini, kau akan melayaniku. Aku akan menunjukkan padamu bagaimana rasanya berada di bawah ranjang seorang kultivator sej—"Ucapan pemuda itu terputus.KRAAAK!

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Runtuhnya Kesombongan Rey

    POV ReyPagi di kediaman keluarga Surya terasa begitu sempurna. Matahari bersinar cerah, kicauan burung terdengar dari taman belakang, dan aroma teh chamomile yang diseduh oleh Nyonya Besarku menguar hangat di udara ruang makan.Amanda meletakkan cangkir teh porselen itu di hadapanku dengan gerakan yang luar biasa anggun.Sejak semalam, ia menjadi sangat penurut. Matanya terus menunduk setiap kali aku menatapnya, seolah ia sepenuhnya tunduk pada wibawaku. Tentu saja, aku mengira ini adalah efek dari dominasiku semalaman.Di seberang meja, Papa Surya sibuk membaca koran pagi, sesekali melempar senyum bangga padaku. Sementara Mama Lydia... wanita paruh baya itu sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatapku.Setiap kali mata kami tak sengaja berserobok, ia langsung membuang muka dengan pipi memerah dan tangan gemetar, teringat bagaimana aku memaksanya mencium ujung sepatuku semalam.‘Ah, betapa indahnya hidup ini,’ batinku, menyesap teh dengan perasaan menang. Aku adalah R

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Riak Di Langit Utara

    POV LucasUdara fajar di Verdansk selalu membawa hawa dingin yang menusuk tulang, namun bagi seorang kultivator di tingkat Setengah Langkah Immortal, suhu ekstrem ini tak lebih dari sekadar embusan angin lalu.Aku berdiri di balkon utama Mansion Verdansk, bertelanjang dada dengan jubah mandi sutra hitam yang dibiarkan terbuka.Di belakangku, di atas ranjang yang berantakan, Angeline tertidur pulas setelah sesi "hukuman" yang luar biasa panjang dan liar semalaman.Aku menyalakan cerutu Kuba di tanganku, mengisapnya dalam-dalam, lalu mengembuskan asap tebalnya ke udara fajar. Mataku yang memancarkan pendar merah Crimson menatap lurus menembus kabut pagi, mengarah jauh ke tenggara. Ke arah Kota Lunaris.Melalui koneksi benang Qi yang kutanamkan pada boneka porselen itu, aku bisa merasakan semuanya. Aku bisa merasakan keputusasaan Amanda yang berdiri gemetar di depan cermin, dan aku juga bisa merasakan arogansi putraku yang meledak-ledak saat ia memeluk istrinya, mengira ia adalah penguas

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Organisasi Veleno Menindas Kaum Kecil?

    Suaraku membelah keributan di kedai kecil itu, tajam dan dingin, kontras dengan udara malam yang hangat.Si Preman Gemuk yang baru saja menendang meja menghentikan gerakannya. Dia menoleh perlahan ke arahku, matanya melotot seolah tak percaya ada seseorang di kedai kumuh ini yang berani menantang o

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Pasutri Teman Haris

    Livia terdiam sejenak. Namun, bukannya panik atau ketakutan, dia justru tertawa kecil. Tawa yang terdengar meremehkan, seolah pertanyaanku adalah lelucon paling konyol yang pernah dia dengar.Dia menyentuh tanda merah di lehernya dengan ujung jari, bukan untuk menutupinya karena malu, tapi seolah s

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Kedatangan Paman Julian

    Pertanyaan Lydia yang dibisikkan tepat di lubang telingaku itu membuat sekujur tubuhku menegang. Jantungku berdegup kencang, memberikan sensasi berdenyut pada rusukku yang retak.Lydia menatapku dengan mata sayu yang penuh selidik, jemarinya masih bergerak nakal di balik selimut, menuntut jawaban y

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Mendatangi Markas Musuh

    Deru mesin motorku membelah kesunyian distrik industri di pinggiran Lunaris. Udara malam yang lembap menusuk pori-pori, tapi panas di dadaku jauh lebih membara. Lokasi yang dikirimkan Alfonso adalah sebuah gudang tua terbengkalai yang dikelilingi pagar kawat berkarat. Di depannya, dua buah mobil SU

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status