MasukSasha Blanc mencintai tunangannya selama 5 tahun. Namun, ketulusan Sasha justru dibalas dengan perselingkuhan Val Demian dengan Kakak iparnya sendiri. Meskipun sudah putus, Val menyadari pamannya yang paling berkuasa menunjukkan ketertarikan pada Sasha. Val pun mulai membujuknya. Val Demian: Shasha, berhentilah berulah! Ayo balikan! Val Demian: Nggak akan ada pria yang mau sama kamu. Karena kamu bukan siapa-siapa tanpa aku! Val Demian tidak berhenti mengirimkan Shasha pesan. Sasha: Val, kamu tahu nggak? Pamanmu yang tampan selalu manjain aku. Shasha membalas pesan Val sambil tersenyum pada pria yang sedang memijit kakinya.
Lihat lebih banyak“Silakan, silakan!”Clara dengan malu-malu mempersilakan Jade dan Sasha untuk masuk.Apartemen Clara cukup besar dengan dua kamar. Namun, salah satu kamarnya sudah ia jadikan walking closet untuk koleksi baju, tas, dan juga sepatunya. Ruangannya tampak rapi. Meski, baru saja Clara menyembunyikan baju dalam yang masih tergeletak di lantai. Tampak sekali Clara membersihkan apartemennya dengan buru-buru. “Begini,” ucap Sasha memulai pembicaraan. “Suamiku harus ke luar negeri malam ini juga. Untuk malam ini, boleh kan aku nginep di sini?”Clara langsung tersenyum senang. “Ya ampun Kak Sasha, bikin kaget aja! Ya tentu boleh lah! Mau satu malam dua malam atau bahkan sebulan juga nggak apa-apa.”Jade dan Sasha saling tatap, merasa lega. “Kalau begitu, saya titip istri saya, ya, Nona Clara. Secepatnya jika jalan ke rumah orang tua saya sudah bisa diakses, saya akan meminta supir untuk mengantarkan Sasha kesana.”Clara menggerak-gerakkan tangannya. “Tidak usah, Pak. Beneran deh Kak Sasha bol
“Nggak apa-apa kan?”Jade mengelus tangan Sasha di atas meja. Sasha menganggukkan kepala setuju. “Nggak apa-apa kok. Berapa lama kamu di sana?” tanya Sasha. Jade menarik napas dalam. “Aku belum tahu. Tapi, aku akan usahakan menyelesaikan semua urusan secepat aku bisa.”Sasha dan Jade menghabiskan makan malam mereka dalam keheningan. Hanya terdengar musik latar dari alat musik guqin dan juga gemericik air yang mengalir. Setelah selesai makan, Sasha dan Jade segera berganti pakaian dan pulang menuju hotel. Di sana, mereka hanya mengambil barang seperlunya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Boisville. Jam menunjukkan tepat jam 10 malam. Sasha dan Jade masih dalam perjalanan. Tidak seperti biasanya, jalan yang menghubungkan kota Crépusculaire dan Boisville sangat gelap. Tidak ada lampu penerangan jalan yang menyala. “Serem amat jalannya, Hubby. Kok bisa segelap ini?” tanya Sasha. Dengan hati-hati, Jade melajukan mobilnya. “Aku juga nggak tahu. Baru kali ini seperti ini.”“
“Tapi, kamu nggak boleh ke sini tanpa aku ya, Hubby!”Sasha mendelik. Ia tentu harus menjaga suaminya. Jade terkekeh. “Kamu nggak mau ditinggal treatment atau kamu cemburu kalau aku ditreatment sendirian?”Sasha manyun. “Dua-duanya lah. Aku nggak mau kamu mendapat kenikmatan ini sendirian, apalagi terapis di sini cantik-cantik.”Jade mendekat. Tangannya meraba pinggang Sasha lembut dan mendekatkan bibirnya ke telinga Sasha. “Di mataku, kaulah makhluk Tuhan paling cantik, istriku,” bisik Jade. Jade kemudian mengecup leher Sasha sampai bahunya. Sebelum akhirnya, kedua terapis kembali dengan membawakan handuk baru dan jubah sutra berwarna hijau. Sasha berdeham. Jade kemudian melepaskan tangannya dan segera mengenakan handuk dan jubahnya. Sasha juga ikut naik.Setelah itu, mereka diantar ke Lotus Lounge. Tempat mereka bersantai dan menikmati hidangan hangat. Lounge tersebut ada di lantai 4. Ruangan yang memiliki langit-langit yang sangat tinggi, didesain sedemikian rupa menyerupai t
“Kalau begitu, bagaimana kalau malam ini kita pergi ke klinik spa?”Sasha masih menyedot susu strawberinya. Menatap Jade dengan imut. Jade balik menatap Sasha. Ia kemudian tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu cantik di matanya. “Ide yang bagus! Aku juga ingin dipijat supaya badanku bisa agak rileks,” ucap Jade. Sasha bergegas menuju kamarnya. “Aku akan siap-siap sekarang!”Jade terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia lalu berteriak. “Honey, jalannya pelan-pelan. Kasihan anak kita terombang-ambing di dalam perut kamu!”Sasha segera memperlambat langkahnya.Tidak lama kemudian, Sasha dan Jade sudah berada dalam mobilnya. Mereka segera berangkat menuju klinik Shenmei Spa & Lounge. Tidak sampai sepuluh menit, mereka sudah sampai. Begitu masuk, aroma teh dan kayu cendana yang lembut menyeruak. Membuat Sasha dan Jade merasa rileks. Mereka segera menuju meja depan untuk mendaftar. Sasha merupakan anggota VIP di sini, jadi ia tidak harus reservasi terlebih dahulu untuk me
Klek!Bunyi pintu dibuka. Sasha masih memejamkan matanya. Membiarkan kepalanya diguyur shower. Jade masuk dan mengecup bibir Sasha perlahan. Sasha terkejut dan membuka mata.Di hadapannya, Jade menatapnya sambil membungkuk. Tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Jade tersenyum manis.
“Honey, aku akan ikut Nona Berthold ke rumah sakit ya. Kamu nggak apa-apa kan ke kantor sendiri?” tanya Jade. Sasha merasa bingung kenapa Jade harus ikut ke rumah sakit. Tapi ia merasa tidak enak jika ia melarangnya. Ia juga merasa kasihan kepada Nona Berthold meskipun setelah apa yang dia perbua
“Papa, dulu waktu Mama hamil, ribet kayak aku nggak?”Sasha memandangi foto orang tuanya di meja. Tiba-tiba ia merasa muram. Emosinya yang sering berganti dengan cepat membuatnya cepat merasa lelah. Sasha kemudian mengalihkan perhatiannya pada berkas-berkas yang masih menumpuk di mejanya. Terlalu
“Janji, ya!”Roland mengedipkan sebelah matanya dan mengacungkan jari kelingkingnya dari kejauhan.Sasha ikut mengacungan tangannya dan menggerakkan kelingkingnya seperti sedang menautkan janji pada kelingking Roland. Roland tertawa kecil dan berlari menuju ibunya. Ibunya tersenyum dan bertanya pa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan