Share

Sang Kaisar Sesungguhnya

Penulis: Falisha Ashia
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 21:34:33

Konvoi sepuluh mobil baja hitam kami akhirnya berhenti tepat di depan lobi Verdansk Grand Hall.

Di luar sana, suasana sudah kacau balau. Ribuan kilatan cahaya blitz kamera menyala tanpa henti, mengubah malam yang gelap menjadi siang yang menyilaukan. Teriakan wartawan saling bersahutan, memanggil nama Ayah dan Ibu seperti umat memanggil nabi mereka.

"Siap?" tanyaku pada wanita di sampingku.

Amanda menarik napas panjang, tangannya yang dingin meremas tanganku. "Siap."

Pintu mobil dibuka oleh pengawal. Aku turun lebih dulu, merapikan jas, lalu berbalik dan mengulurkan tangan ke dalam kabin.

Detik berikutnya, sebuah kaki jenjang yang indah menapak karpet merah.

Kain gaun Crimson Empress yang memiliki belahan tinggi itu tersingkap sedikit, memperlihatkan kulit putih mulus Amanda, dan tentu saja, garter belt hitam yang menyembunyikan senjata mematikan di sana.

Amanda keluar sepenuhnya. Dia berdiri tegak di sampingku, dagunya terangkat angkuh sesuai instruksi Ibu. Gaun merah darah itu menya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Hadiah Pernikahan

    "Minumlah," kataku sambil menyodorkan segelas air mineral dingin yang baru saja kuambil dari pelayan yang lewat.Amanda menerima gelas itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Dia meneguknya cepat, mencoba membasuh sisa ketegangan yang masih mencekik tenggorokannya."Rey..." bisiknya setelah meletakkan gelas yang kosong. "Tiga orang tadi... mereka benar-benar pingsan?""Mereka sedang tidur nyenyak di ruang keamanan sekarang," jawabku menenangkan, merapikan anak rambut yang jatuh di pipinya. "Jangan pikirkan mereka lagi. Mereka cuma tikus-tikus kecil yang sepertinya tersesat."Aku berdiri membelakangi pilar, membiarkan Amanda bersandar di sana sementara mataku terus memindai seluruh penjuru Grand Hall. Hector memang sudah lari seperti pengecut, tapi aura bahaya di ruangan ini belum hilang. Justru, rasanya semakin pekat dan dingin.Dan benar saja.Dari arah pintu masuk VVIP, seseorang sedang berjalan lurus ke arah kami.Pria itu masih muda, mungkin seumuran denganku. Wajahnya sangat tamp

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Dansa Di Atas Mata Pisau

    Musik Waltz klasik mulai mengalun, memenuhi setiap sudut Verdansk Grand Hall dengan nada-nada yang anggun dan membuai.Aku menuntun Amanda menuju tengah lantai dansa. Cahaya lampu kristal raksasa di langit-langit menyorot kami berdua, menjadikan kami pusat gravitasi di ruangan ini. Setelah insiden dengan Clara tadi, tidak ada satu pun pasangan lain yang berani naik ke lantai dansa bersama kami. Mereka semua berdiri di pinggir, membentuk lingkaran penonton, menatap kami dengan campuran rasa takut dan kekaguman.Amanda meletakkan satu tangannya di bahuku, sementara tangan lainnya kugenggam erat."Aku nggak bisa berdansa sebaik kamu, Rey," bisiknya cemas, matanya menatap kakiku, takut menginjak sepatu mahalku."Ikutin aku aja," jawabku lembut, menatap manik matanya dalam-dalam. "Fokus padaku. Abaikan dunia di sekitarmu."Kami mulai bergerak. Satu langkah ke depan, dua langkah ke samping, berputar. Gaun Crimson Empress yang dikenakan Amanda mengembang indah setiap kali kami berputar, menc

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Amanda Yang Berani

    Sosok Lucas Morales memang memiliki gravitasi tersendiri. Namun, begitu "Matahari Verdansk" itu ditarik oleh beberapa Menteri dan Jenderal menuju area VVIP di lantai dua, atmosfer di sekeliling kami berubah drastis dalam hitungan detik.Sebelum menaiki tangga, Ayah sempat menoleh ke belakang. Dia menatapku sekilas, memberikan kode mata yang sangat kupahami: Jaga Benteng.Aku mengangguk kecil.Begitu punggung tegap Ayah menghilang di balik balkon VIP, perisai tak kasat mata yang melindungi kami seolah runtuh.Tamu-tamu yang tadi menunduk hormat dengan tubuh gemetar, kini mulai mengangkat kepala mereka. Tatapan takut itu lenyap, digantikan oleh tatapan menilai, penuh perhitungan, dan tentu saja... rasa iri yang menjijikkan."Aku ambilkan minum sebentar," bisikku pada Amanda."Jangan lama-lama," jawabnya pelan, matanya menyapu sekeliling dengan waspada.Aku melangkah menuju meja bar terdekat, mengambil dua gelas champagne. Namun, saat aku berbalik, darahku langsung mendidih.Di tengah la

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Sang Kaisar Sesungguhnya

    Konvoi sepuluh mobil baja hitam kami akhirnya berhenti tepat di depan lobi Verdansk Grand Hall.Di luar sana, suasana sudah kacau balau. Ribuan kilatan cahaya blitz kamera menyala tanpa henti, mengubah malam yang gelap menjadi siang yang menyilaukan. Teriakan wartawan saling bersahutan, memanggil nama Ayah dan Ibu seperti umat memanggil nabi mereka."Siap?" tanyaku pada wanita di sampingku.Amanda menarik napas panjang, tangannya yang dingin meremas tanganku. "Siap."Pintu mobil dibuka oleh pengawal. Aku turun lebih dulu, merapikan jas, lalu berbalik dan mengulurkan tangan ke dalam kabin.Detik berikutnya, sebuah kaki jenjang yang indah menapak karpet merah.Kain gaun Crimson Empress yang memiliki belahan tinggi itu tersingkap sedikit, memperlihatkan kulit putih mulus Amanda, dan tentu saja, garter belt hitam yang menyembunyikan senjata mematikan di sana.Amanda keluar sepenuhnya. Dia berdiri tegak di sampingku, dagunya terangkat angkuh sesuai instruksi Ibu. Gaun merah darah itu menya

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Amanda Begitu Menawan

    Bunyi es batu beradu dengan dinding gelas kristal memecah keheningan di ruang kerja Ayah. Ruangan ini jauh berbeda dari bagian rumah yang lain.Lucas Morales menyodorkan segelas scotch berusia tiga puluh tahun ke arahku."Minumlah," perintahnya pendek. "Kamu akan membutuhkannya."Aku menerima gelas itu dan menyesap cairan amber yang terasa membakar tenggorokan. Hangat, namun menenangkan.Ayah berjalan memutari meja kerjanya yang besar, lalu menyandarkan tubuh kekarnya di sana. Dia menatapku lurus, tatapan seorang jenderal kepada letnannya."Malam ini istrimu akan melihat wajah asli Verdansk. Wajah yang penuh darah dan kemunafikan," ujar Lucas. "Ruben akan ada di sana. Dia pasti membawa para 'monster' dari Dominus Noctis. Kalau mental istrimu nggak siap, dia bisa hancur hanya dengan melihat aura mereka."Aku mengangkat wajah, menatap mata Ayah dengan keyakinan penuh."Kalau begitu, aku yang akan menutup matanya. Aku akan menjadi perisainya. Dan kalau perlu... aku akan membakar siapa pu

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Amanda Syok

    Mobil Rolls-Royce Phantom yang kami tumpangi melaju mulus, meninggalkan hiruk-pikuk pusat kota Lunaris dan mulai menanjak menuju kawasan bukit utara Verdansk.Satu jam kemudian, kami tiba..Di hadapan kami, berdiri sebuah gerbang baja raksasa setinggi lima meter yang dilapisi cat hitam matte. Di tengah-tengah gerbang itu, terukir lambang huruf "V" besar dari emas murni yang berkilauan ditimpa sinar matahari sore.Gerbang itu terbuka otomatis dengan suara berdengung halus yang berat. Guntur melajukan mobil masuk ke pekarangan luas yang dihiasi air mancur marmer di tengahnya.Dari balik kaca depan, kemegahan mansion utama keluarga Morales akhirnya terlihat. Bangunan bergaya Eropa klasik dengan pilar-pilar putih raksasa, jendela-jendela tinggi yang melengkung, dan atap kubah yang megah."Ya Tuhan..." desis Amanda. Cengkeramannya di lenganku menguat. "Rey... ini rumah?""Dulu," jawabku. "Ini tempat aku tumbuh besar sebelum aku memutuskan kabur.”.Mobil berhenti tepat di depan lobi utama y

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status