Share

Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu
Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu
Author: Goldhour

Bab 1

Author: Goldhour
Sejak istriku pergi, selama bertahun-tahun ini aku tidak pernah mencari pasangan lagi. Aku membesarkan putraku seorang diri hingga dewasa.

Kini, melihat putraku tumbuh dewasa dengan sehat, aku merasa sangat lega dan bahagia. Yang lebih membahagiakan lagi, bulan depan putraku akan menikah.

Suatu hari, dia meneleponku dan memintaku datang ke rumah barunya untuk membantu calon istrinya memindahkan barang.

Sesampainya di sana, aku mendapati pintunya tidak terkunci, tetapi calon menantuku juga tidak ada. Aku berpikir, betapa cerobohnya dia, apa dia tidak takut barang-barangnya hilang? Sambil menunggu calon menantuku, aku berniat membantu membersihkan rumah.

Namun, baru saja aku mengangkat sapu, tiba-tiba terdengar suara aneh dan menggoda dari kamar tidur. Aku mendekat. Ternyata calon menantuku sedang membuka kedua kakinya sambil becermin dan memuaskan dirinya sendiri.

Aku sangat terkejut. Ternyata dia ada di rumah. Apa jangan-jangan putraku kurang mampu? Kenapa calon menantuku melakukan hal seperti itu di siang bolong?

Calon menantuku juga melihatku sekilas. Dia menjerit ketakutan, lalu buru-buru bersembunyi di balik selimut. "Om ... kenapa nggak ketuk pintu?"

Aku agak canggung. "David bilang kamu mau pindahin beberapa barang dan menyuruhku membantumu. Aku kira kamu nggak ada di rumah ...."

Saat berbicara, aku melihat celana dalam hitam milik calon menantuku yang tergeletak di samping tempat tidur. Sepertinya ada beberapa noda basah di atasnya dan tampak lengket.

Tanpa sadar, aku menelan ludah. Calon menantuku menyadari arah pandanganku. Wajahnya pun memerah. "Om, Om keluar dulu."

Aku menyadari kelancanganku dan buru-buru mengalihkan pandangan, lalu menutup pintu. Saat duduk di sofa, pikiranku kacau balau.

Bayangan calon menantuku yang sedang memuaskan dirinya sendiri tadi terus terbayang di kepalaku. Bagi diriku yang sudah melajang selama lebih dari sepuluh tahun, itu adalah godaan yang mematikan!

Aku bahkan sempat ingin menindih calon menantuku dengan paksa. Namun, begitu pikiran itu muncul, aku sendiri sampai terkejut.

Tidak boleh! Dia adalah calon menantuku sendiri!

Saat ini, calon menantuku keluar setelah berganti pakaian. Kaki jenjangnya yang putih mulus, bahunya yang sedikit terekspos oleh atasan model sabrina, dipadukan dengan rok mini ketat, semakin menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi dan menggoda.

Mataku sampai terpaku melihatnya. Pikiran buruk yang baru susah payah kutekan kembali muncul di benakku.

Andai saja dia menjadi wanitaku, aku tidak perlu melakukan apa pun sepanjang hari, cukup mengangkat kedua kakinya. Bagaimana mungkin wanita semenarik ini sampai harus memuaskan dirinya sendiri?

"Om, aku sudah siap. Ayo kita pergi." Calon menantuku tersenyum menggoda, lalu berjalan ke pintu masuk untuk memakai sepatu.

Saat dia membungkukkan badan, aku begitu terkejut hingga kacamataku hampir jatuh. Bokongnya yang putih dan montok sampai terlihat. Astaga, ternyata dia sama sekali tidak mengenakan apa pun di balik roknya.

Bahkan bagian pribadinya yang kemerahan pun samar-samar tampak.

Seluruh tubuhku terasa panas saat melihatnya. Aku buru-buru mengalihkan pandangan. Aku benar-benar takut jika melihat lebih lama, aku tidak akan mampu menahan diri dan melakukan sesuatu yang sangat tidak pantas.

Sebelumnya, calon menantuku tinggal bersama teman wanitanya dengan menyewa tempat tinggal bersama. Sekarang, dia ingin memindahkan barang-barangnya ke sini.

Jaraknya tidak jauh, jadi kami memutuskan pergi naik bus.

Saat menunggu bus di halte, calon menantuku tiba-tiba mendekat dan bertanya dengan suara pelan, "Om, Om kesepian nggak?"

Pertanyaan calon menantuku itu benar-benar membuatku lengah.

"David bilang, punya Om ... sangat besar?"

"David juga bilang, dulu Om pernah mencarikan beberapa ibu tiri untuknya, tapi mereka semua nggak tahan dengan milik Om, jadi akhirnya putus."

"Hah? Eee ...." Aku seketika merasa sangat canggung. Kenapa anak bodoh itu menceritakan hal seperti ini kepada calon istrinya?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 9

    Sampai di kantor polisi pun, kepalaku masih terasa kacau. Aku benar-benar sulit memercayainya. Aku merasa polisi pasti telah melakukan kesalahan.Kenapa aku dituduh melakukan pelecehan? Kenapa aku sendiri tidak tahu?Setelah tiba di kantor polisi, barulah aku mengerti. Ternyata orang-orang yang melaporkanku atas tuduhan pemerkosaan adalah Shila, Melly, dan Jane.Namun, mereka jelas-jelas melakukannya atas kemauan sendiri. Aku meminta untuk berhadapan langsung dengan mereka.Sikap ketiganya sudah berubah. Mereka memperlihatkan bekas-bekas luka dari malam sebelumnya kepada polisi.Aku benar-benar terpaku. Ternyata semuanya memang disengaja. Mereka sengaja menjebakku.Namun, aku tidak punya dendam atau masalah apa pun dengan mereka. Shila bahkan adalah calon menantu putraku.Aku hancur. Pada akhirnya, aku benar-benar dijebak dan dihukum atas tuduhan itu.Tindakanku dianggap sudah meninggalkan trauma mendalam yang sulit dihilangkan pada para korban. Akibatnya, aku dijatuhi hukuman sepuluh

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 8

    Calon menantuku masih muda, jadi sedikit pemalu."Om, aku perlu berbalik nggak? Kalau saling berhadapan ...." Wajahnya memerah saat dia berbisik di telingaku.Ucapannya mengingatkanku, lalu aku membantunya perlahan berbalik. Bokongnya menempel pada bagian bawah tubuhku, sementara kedua tanganku melingkari pinggangnya yang ramping.Tanpa sadar, dia menggerakkan bokongnya sedikit. Celah bokongnya yang lembut dan kenyal pun menjepit kemaluanku. Seolah merasakan sesuatu, dia kembali menggerakkan bokongnya tanpa sadar."Pegang lengan Om erat-erat, Om akan mulai.""Om! Seru sekali! Yay!" Dia berteriak kegirangan, "Om! Lebih tinggi lagi! Aku mau terbang lebih tinggi!"Dia benar-benar tenggelam dalam kegembiraan dan sensasi penerbangan pertamanya, sama sekali tidak menyadari bahwa bagian selangkangan celana bikininya sudah tertekan hingga cekung ke dalam.Kami berdua terbang sambil menikmati sensasi yang kami rasakan. Tidak ada yang mengungkit seolah sama-sama memahami satu sama lain tanpa per

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 7

    Festival tiba. Awalnya aku ingin beristirahat, tetapi tiba-tiba aku menerima telepon dari David. Dia mengatakan bahwa dirinya menyewa sebuah kapal pesiar kecil dan mengajak kami pergi berwisata bersama selama liburan.Aku bilang tidak ingin pergi, tetapi David tiba-tiba marah. Setelah kupikir-pikir, memang belakangan ini aku sudah terlalu sering menolak ajakannya. Pada akhirnya, aku terpaksa memberanikan diri untuk datang.Saat naik ke kapal, aku langsung merasa suasananya benar-benar tidak cocok untuk pria paruh baya sepertiku."Semuanya! Angkat tangan kalian! Ayo goyang!"Seorang DJ wanita berseru penuh semangat. Diiringi irama musik yang mengentak, beberapa wanita seksi di atas dek kapal pesiar menari sepuasnya sambil memegang gelas.Setelah kuperhatikan baik-baik, aku baru sadar bahwa mereka bukan orang lain. Mereka adalah calon menantuku, Melly, dan Jane. Tak kusangka mereka semua ada di sana.Saat aku berjalan masuk, DJ wanita itu menggoyangkan tubuhnya dan memunggungiku. Tangann

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 6

    Tadi karena begitu haus akan belaian, Melly sampai merendahkan dirinya seperti wanita murahan. Namun, ketika menyangkut kebahagiaan putrinya di masa depan, ekspresinya langsung berubah. Sepertinya demi anak-anak, semua orang tua sama saja, bahkan wanita seperti Melly pun tak terkecuali.Aku benar-benar panik. Namun, sikap Melly sangat tegas. Saat keadaan sedang menemui jalan buntu, Jane akhirnya berbicara."Sebenarnya Om tetap bisa dapat menantu. Itu tergantung gimana Om menanganinya." Sambil berkata begitu, dia melemparkan tatapan menggoda kepadaku.Aku sempat tertegun, lalu langsung mengerti maksudnya. Sepertinya, malam ini aku memang tidak bisa menghindar dari ketiga wanita itu.Baiklah, untuk saat ini aku harus menenangkan keadaan terlebih dulu. Lagi pula, kalau David memang tidak mampu, mungkin tidak akan mudah baginya untuk mencari pasangan lain.Aku masih berharap bisa menggendong cucu yang menggemaskan. Bagaimanapun, cucu-cucu teman sebayaku di desa bahkan sudah bisa berjalan.

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 5

    "Sudahlah ...." Aku buru-buru menolak. Mertua dan calon menantu .... Ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkannya kepada putraku?Jane mengerucutkan bibirnya dan berkata dengan manja, "Om, sebagai laki-laki, kalau kalah harus berani mengaku kalah. Jangan curang dong. Pokoknya hari ini aku nggak akan melewatkan kesempatan ini.""Besan, suamiku sudah nggak mampu, sementara suami Jane juga sudah meninggal. Gimana kalau kamu puaskan kami saja? Kata Shila, kamu besar dan kuat.""Tenang saja, soal ini cuma kita berempat yang tahu. Kami nggak bakal ngomong ke orang lain." Melly berkata dengan wajah penuh pesona.Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Kalaupun mereka memang punya kebutuhan, aku tetap ayah mertua Shila. Bagaimanapun, kami masih terikat sebagai keluarga.Kini, aku benar-benar mengerti. "Jadi, permainan kartu malam ini memang sudah kalian rencanakan dari awal ya?""Om, kumohon. Selama bertahun-tahun menjanda, aku sudah sangat tersiksa. Adikku b

  • Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu   Bab 4

    Wajahku langsung memerah. Wanita itu menyilangkan kakinya tinggi-tinggi. Belahan gaunnya begitu tinggi hingga sebagian bokongnya terlihat. Pemandangan itu membuat seluruh tubuhku terasa panas."Om, kalau benar-benar sudah nggak tahan, datang saja cari aku. Aku juga sudah setengah tahun nggak 'diservis'." Jane menggigit bibir merahnya sambil sengaja membungkukkan badan, membuat belahan dadanya terlihat semakin mencolok.Benar saja, ternyata dia tipe yang penuh kontras. Setelah membuka mulut, sifat aslinya langsung terbongkar.Katanya, dia seorang guru SMA. Bukankah orang bilang wanita berkacamata justru yang paling liar?Tak kusangka keluarga calon menantuku akan begitu berani dan terus terang. Sebenarnya, apa yang mereka inginkan?"Sudah, sudah. Masa keluarga sendiri pun mau kalian goda? Ini calon ayah mertuaku lho." Calon menantuku memutar bola mata dengan kesal ke arah mereka berdua.Melly mengangkat alis. "Aduh, memangnya kenapa? Ayah mertuamu juga nggak punya istri. Kami cuma ingin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status