Short
Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu

Hasrat Terlarang Sang Calon Menantu

By:  GoldhourCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Calon menantuku mengenakan pakaian renda berpotongan V rendah. Dia berlutut di lantai sambil menatapku dengan wajah penuh gairah. "Om, malam ini biar aku yang melayani Om!" Melihat dadanya yang putih dan montok terekspos, aku menelan ludah. "Ja ... jangan begini ...." Pada detik berikutnya, calon menantuku langsung merapat ke tubuhku dan berjongkok. Seketika, pikiranku menjadi kacau ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Sejak istriku pergi, selama bertahun-tahun ini aku tidak pernah mencari pasangan lagi. Aku membesarkan putraku seorang diri hingga dewasa.

Kini, melihat putraku tumbuh dewasa dengan sehat, aku merasa sangat lega dan bahagia. Yang lebih membahagiakan lagi, bulan depan putraku akan menikah.

Suatu hari, dia meneleponku dan memintaku datang ke rumah barunya untuk membantu calon istrinya memindahkan barang.

Sesampainya di sana, aku mendapati pintunya tidak terkunci, tetapi calon menantuku juga tidak ada. Aku berpikir, betapa cerobohnya dia, apa dia tidak takut barang-barangnya hilang? Sambil menunggu calon menantuku, aku berniat membantu membersihkan rumah.

Namun, baru saja aku mengangkat sapu, tiba-tiba terdengar suara aneh dan menggoda dari kamar tidur. Aku mendekat. Ternyata calon menantuku sedang membuka kedua kakinya sambil becermin dan memuaskan dirinya sendiri.

Aku sangat terkejut. Ternyata dia ada di rumah. Apa jangan-jangan putraku kurang mampu? Kenapa calon menantuku melakukan hal seperti itu di siang bolong?

Calon menantuku juga melihatku sekilas. Dia menjerit ketakutan, lalu buru-buru bersembunyi di balik selimut. "Om ... kenapa nggak ketuk pintu?"

Aku agak canggung. "David bilang kamu mau pindahin beberapa barang dan menyuruhku membantumu. Aku kira kamu nggak ada di rumah ...."

Saat berbicara, aku melihat celana dalam hitam milik calon menantuku yang tergeletak di samping tempat tidur. Sepertinya ada beberapa noda basah di atasnya dan tampak lengket.

Tanpa sadar, aku menelan ludah. Calon menantuku menyadari arah pandanganku. Wajahnya pun memerah. "Om, Om keluar dulu."

Aku menyadari kelancanganku dan buru-buru mengalihkan pandangan, lalu menutup pintu. Saat duduk di sofa, pikiranku kacau balau.

Bayangan calon menantuku yang sedang memuaskan dirinya sendiri tadi terus terbayang di kepalaku. Bagi diriku yang sudah melajang selama lebih dari sepuluh tahun, itu adalah godaan yang mematikan!

Aku bahkan sempat ingin menindih calon menantuku dengan paksa. Namun, begitu pikiran itu muncul, aku sendiri sampai terkejut.

Tidak boleh! Dia adalah calon menantuku sendiri!

Saat ini, calon menantuku keluar setelah berganti pakaian. Kaki jenjangnya yang putih mulus, bahunya yang sedikit terekspos oleh atasan model sabrina, dipadukan dengan rok mini ketat, semakin menonjolkan lekuk tubuhnya yang seksi dan menggoda.

Mataku sampai terpaku melihatnya. Pikiran buruk yang baru susah payah kutekan kembali muncul di benakku.

Andai saja dia menjadi wanitaku, aku tidak perlu melakukan apa pun sepanjang hari, cukup mengangkat kedua kakinya. Bagaimana mungkin wanita semenarik ini sampai harus memuaskan dirinya sendiri?

"Om, aku sudah siap. Ayo kita pergi." Calon menantuku tersenyum menggoda, lalu berjalan ke pintu masuk untuk memakai sepatu.

Saat dia membungkukkan badan, aku begitu terkejut hingga kacamataku hampir jatuh. Bokongnya yang putih dan montok sampai terlihat. Astaga, ternyata dia sama sekali tidak mengenakan apa pun di balik roknya.

Bahkan bagian pribadinya yang kemerahan pun samar-samar tampak.

Seluruh tubuhku terasa panas saat melihatnya. Aku buru-buru mengalihkan pandangan. Aku benar-benar takut jika melihat lebih lama, aku tidak akan mampu menahan diri dan melakukan sesuatu yang sangat tidak pantas.

Sebelumnya, calon menantuku tinggal bersama teman wanitanya dengan menyewa tempat tinggal bersama. Sekarang, dia ingin memindahkan barang-barangnya ke sini.

Jaraknya tidak jauh, jadi kami memutuskan pergi naik bus.

Saat menunggu bus di halte, calon menantuku tiba-tiba mendekat dan bertanya dengan suara pelan, "Om, Om kesepian nggak?"

Pertanyaan calon menantuku itu benar-benar membuatku lengah.

"David bilang, punya Om ... sangat besar?"

"David juga bilang, dulu Om pernah mencarikan beberapa ibu tiri untuknya, tapi mereka semua nggak tahan dengan milik Om, jadi akhirnya putus."

"Hah? Eee ...." Aku seketika merasa sangat canggung. Kenapa anak bodoh itu menceritakan hal seperti ini kepada calon istrinya?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status