共有

Candu

作者: Nona Lee
last update 公開日: 2026-01-07 11:26:50

Malam semakin larut, namun udara di bawah pohon rindang itu seolah terbakar. Andra tidak lagi menahan diri. Frustrasi akibat masalah perusahaan dan pertengkaran dengan Sarah ia tumpahkan seluruhnya dalam setiap gerakan tubuhnya terhadap Sri. Ia mengangkat tubuh Sri, menyandarkannya pada batang pohon yang kasar, dan membiarkan hasratnya memegang kendali penuh.

Andra terus membisikkan kata-kata manis yang beracun di telinga Sri, "Kau milikku, Sri... hanya kau yang mengerti aku. Aku tidak akan me
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Diambang Keraguan

    "Sri! Tunggu! Sri, kuingatkan kau untuk berhenti!" teriakan Andra menggema di koridor panjang yang menuju ke arah taman samping. Sri terus melangkah dengan cepat. Gaun putihnya berkibar, membelah udara yang terasa berat oleh ketegangan. Ia tidak ingin mendengar apa pun lagi. Baginya, tugasnya sudah selesai, kehancuran Andra sudah di depan mata. Namun, Andra tidak menyerah. Ia berlari dan berhasil mencengkeram lengan Sri tepat di dekat pintu keluar menuju taman. "Lepaskan aku, Andra! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" bentak Sri sambil mencoba menyentak tangannya. "Dengarkan aku dulu! Hanya lima menit, kumohon!" raung Andra dengan mata merah dan wajah yang berantakan. Di kejauhan, dekat gerbang besar yang menjulang, Arka berdiri mematung. Ia melihat konfrontasi itu. Ia sempat ingin maju, namun tatapan Sri mengisyaratkan agar ia menunggu. Arka mengepalkan tangannya, bersandar pada pilar gerbang, membiarkan istrinya menyelesaikan urusan terakhirnya dengan iblis dari masa lal

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Kenyataan Yang Pahit

    "Apa kau bilang, Sri?!" suara Andra meninggi, bergetar antara amarah dan ketakutan yang mendalam. "Jaga bicaramu! Jangan meracuni pikiran Sarah dengan omong kosong!" Sri tidak bergeming. Ia masih berlutut di depan Sarah, menatap wanita yang pipinya masih memerah akibat tamparan itu dengan tatapan yang nyaris seperti belas kasihan. "Nyonya... apakah anda tahu jika Andra, suami yang Anda puja ini, adalah seorang pembunuh?" Sarah terengah-engah, air matanya tertahan di pelupuk mata saat ia menatap Sri dengan nanar. "Apa... apa maksudmu? Apa yang kau bicarakan, Sri?" "Hentikan, Sri! Cukup!" Andra mencoba menarik lengan Sri untuk berdiri, namun Sri menyentak tangan itu dengan kasar. Kekuatan dalam gerakan Sri membuat Andra terhuyung mundur. "Kenapa, Andra? Kau takut rahasia busukmu tercium?" Sri bangkit berdiri perlahan, auranya kini berubah menjadi sangat dominan dan mengancam. Ia menatap Andra dengan kebencian yang sudah membusuk selama bertahun-tahun. "Nyonya Sarah, beberapa tahun l

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Ketahuan Basah

    Pagi itu, udara di dalam rumah utama terasa begitu statis, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh rahasia yang menyesakkan. Sarah bangun dengan perasaan yang aneh. Mimpi buruk semalam tentang surat-surat kosong yang ia tanda tangani terus menghantuinya. Dengan langkah yang sedikit gontai, ia menuju ruang kerja pribadi Andra, berniat mencari berkas investasi yang suaminya sebutkan semalam. Ia hanya ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Andra sedang berada di kamar mandi saat Sarah mulai memeriksa laci meja jati yang biasanya terkunci. Namun, entah karena kecerobohan atau rasa percaya diri yang terlalu tinggi setelah kemenangan semalam, Andra lupa mencabut kuncinya. Tangan Sarah gemetar saat ia menarik sebuah map cokelat tebal dari tumpukan paling bawah. Begitu ia membukanya, jantungnya seolah berhenti berdetak. Kertas-kertas yang ia tanda tangani semalam kini tidak lagi kosong. Di atas sana, tertera barisan kalimat hukum yang dingin dan

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Apa Yang Akan Kau Lakukan?

    Malam itu, angin berembus cukup kencang, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa kegelisahan yang menyelimuti paviliun belakang. Sri berdiri di teras kecil, menyandarkan tubuhnya pada tiang kayu yang dingin. Matanya menatap hamparan langit malam yang hitam pekat, tanpa bintang, seolah-olah langit itu sedang memantulkan kekosongan yang ada di dalam jiwanya sendiri. Ia memegangi perutnya yang kini terasa hampa, sebuah pengingat fisik akan harga mahal yang telah ia bayar demi sebuah rencana. Langkah kaki yang ringan dan sangat ia kenali terdengar mendekat. Arka muncul dari balik bayang-bayang, mengenakan jaket tipis untuk menghalau dingin. Ia berdiri di samping Sri, ikut menatap ke arah yang sama, namun pikirannya sepenuhnya tertuju pada wanita di sampingnya. "Kau seharusnya tidak berada di luar sedini ini, Sri. Udara malam tidak baik untuk pemulihanmu," ucap Arka dengan nada suara yang rendah dan penuh perhatian. Sri tidak menoleh. "Langit malam ini sangat gelap, Arka. Begitu gel

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Dilema Perasaan

    Malam semakin larut saat Andra duduk di tepi ranjang paviliun, tempat Sri masih dalam masa pemulihan. Cahaya lampu tidur yang temaram membiaskan bayangan mereka di dinding, menciptakan suasana yang intim namun sarat akan rahasia gelap. Dengan suara rendah yang penuh kepuasan, Andra menceritakan segalanya, tentang surat anonim Bi Minah yang berhasil ia gagalkan, ancaman yang ia berikan pada pelayan tua itu, hingga keberhasilannya mendapatkan tanda tangan Sarah di atas dokumen-dokumen kosong. "Segalanya sudah hampir selesai, Sri," ucap Andra sambil menggenggam tangan Sri, matanya berbinar dengan kegilaan yang ia sebut sebagai cinta. "Semua aset, rumah ini, saham perusahaan... sebentar lagi semuanya akan berpindah ke namaku. Sarah tidak akan punya apa-apa lagi. Kita akan bebas. Kita akan memulai hidup baru tanpa ada yang menghalangi." Sri terdiam, matanya menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat. Ia benar-benar terkejut. Ia tahu Andra adalah pria yang licik, namun ia tidak me

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Rahasia Dalam Genggaman

    Suasana kamar utama yang dingin mendadak terasa mencekam. Sarah menggeliat di balik selimut sutranya, matanya perlahan terbuka karena mendengar suara gesekan kain yang tidak wajar. Di bawah remang lampu tidur, ia melihat siluet suaminya sedang membungkuk, tangannya merogoh ke dalam tas kerja miliknya dengan gerakan yang terburu-buru. "Andra? Apa yang kau lakukan?" suara Sarah yang serak karena baru bangun tidur memecah kesunyian.Andra tersentak hebat, jantungnya seakan melompat ke tenggorokan. Namun, dengan kecepatan seorang pembohong ulung, jemarinya sudah lebih dulu meremas selembar kertas kecil yang baru saja ia temukan di kantong dalam tas itu. Ia berbalik dengan senyum tenang yang dipaksakan. "Ah, kau terbangun, Sayang?" ucap Andra sambil memasukkan kertas itu ke saku celananya dengan gerakan yang sangat halus. "Aku hanya mencari korek api gas yang kupinjam darimu tadi siang. Aku ingin merokok di balkon tapi tidak menemukannya di laci." Sarah menyipitkan mata, menatap suaminy

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Tatapan Tajam

    Pagi itu, kediaman Pratama tampak tenang di permukaan, namun di dalamnya, Nyonya Lydia sedang berdiri di balkon lantai dua, menyesap kopi hitamnya tanpa gula. Matanya yang tajam bak burung elang tak sedetik pun lepas dari halaman bawah. Di sana, Arka sedang sibuk mengelap kaca mobil, sementara Sri

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Hari Pernikahan

    Hari yang ditentukan itu akhirnya tiba. Tidak ada pesta mewah, tidak ada dekorasi bunga yang melimpah. Pernikahan itu dilangsungkan di ruang tengah rumah keluarga Pratama, hanya dihadiri oleh penghulu, Nyonya Lydia, Sarah, Andra, dan Bi Minah yang berdiri dengan wajah kaku di sudut ruangan. Arka m

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Hanya Bayangan

    Malam itu, angin berhembus kencang, menggoyangkan dedaunan di halaman belakang rumah keluarga Pratama. Namun, kegelisahan yang dirasakan Andra jauh lebih hebat daripada badai mana pun. Sejak Nyonya Lydia dan Sarah mengusulkan pernikahan antara Arka dan Sri, Andra tidak bisa tenang. Pikirannya teru

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Kebohongan Bi Minah

    Pagi itu, suasana di kediaman Pratama terasa sangat asing bagi Bi Minah. Baru saja ia menginjakkan kaki di dapur setelah beberapa hari pulang kampung, ia sudah disuguhi pemandangan yang tak masuk akal. Di depan wastafel, seorang pemuda asing berpakaian rapi namun tampak canggung sedang sibuk mencuc

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status