Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 106 Verona vs 5 pria ++

Share

Bab 106 Verona vs 5 pria ++

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-01-02 09:40:37

Verona sudah tidak bisa melawan, dia pun tidak memberontak lagi. Dia hanya diam dengan tatapan kosong, jiwanya seperti menghilang dari tubuhnya.

Pria bertubuh besar itu langsung melahap dada Verona dengan penuh hasrat, tangannya memainkan gua Verona dengan ganas.

"Ahh..." erangan keluar dari mulut Verona, saat merasakan jari pria itu menerobos masuk ke dalam guanya. Verona seorang wanita normal, rasa terangsang itu pasti ada, saat area sensitifnya dimainkan pria.

"Ternyata kamu mulai menikmatinya!" ucap pria bertubuh besar, dia semakin ganas memainkan gua Verona.

"Ahh...ahh.." Verona tidak menjawab, dia hanya mendesah merdu.

Bibir pria bertubuh besar itu melumat bibir Verona dengan ganas. Verona hanya menutup mulutnya tidak mau menanggapi pria itu.

Beberapa menit kemudian, gua Verona menyemburkan cairan yang cukup banyak, dia mencapai puncak karena permainan jari pria bertubuh besar itu.

Sekuat tenang, Verona menahan desahan kerasnya, karena dia tidak mau dianggap menikmatinya.

"Hahah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 133 Berbisnis Dengan Reza

    Setelah Frisa tidur pulas, Erfan pergi ke kamar tempat para wanita lainnya berada. Saat di masuk ke dalam kamar, matanya langsung berbinar. Dia melihat para wanita sedang duduk di atas kasur, mereka sudah menggunakan pakaian tidur seksi tembus pandang, memperlihatkan lekuk tubuh menggoda itu samar-samar."Sayang, sini!" ucap Serina, dengan nada lembut, tapi seringai nakalnya nya itu, benar-benar membuat Erfan kepanasan.Erfan melangkah maju, matanya masih menatap lurus tubuh para wanita. Setelah sampai di sisi kasur, para wanita itu langsung menariknya, mereka pun mengerumuni Erfan.Permainan panas pun terjadi, suara erangan dan benturan kulit bergema di dalam kamar. Erfan tidak gentar, walau harus bermain dengan banyak wanita, dia terus bekerja keras untuk memuaskan satu persatu wanita.====Pagi hari tiba. Erfan dan para wanita bersiap-siap pergi ke tempat wisata selanjutnya. Terlihat wajah para wanita sangat segar, tapi tidak dengan Erfan.Malam tadi Erfan benar-benar di peras o

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 132 Pertama Kalinya Frisa++

    Hari pun semakin larut, Erfan dan para wanita kembali ke hotel.Erfan masuk ke dalam kamar hotel, tapi wanita yang mengikutinya hanyalah Frisa."Fris, yang lainnya gak ikut ke kamar ini?" tanya Erfan santai, sambil duduk di atas kasur.Frisa duduk di pangkuan Erfan sambil menjawab."Para bibi menyuruhku menemani kakak," Erfan langsung mengerti, jika Frisa ingin tidur dengannya."Apa kamu sudah siap?" tanya Erfan, sambil tersenyum nakal. Tangannya melingkar pinggang sempit wanita itu.Frisa melingkarkan tangannya di leher Erfan, lalu menjawab dengan nada penuh godaan."Tentu saja, aku siap! aku udah belajar banyak gerakan loh,""Bagus," ucap Erfan, tanpa membuang waktu, dia langsung mencium bibir Frisa dengan ganas. Frisa menanggapi ciuman Erfan tidak kalah ganas.Tangan Erfan menggerayangi tubuh Frisa, lalu berhenti di dada besar wanita muda itu, Erfan pun meremasnya dengan keras.Bibir mereka terpisah, suara desahan indah keluar dari mulut Frisa."Ahh...enak kak! lebih keras kak," u

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 131 Bertemu Tuan Muda Reza Kembali

    Nayla yang sedang di gendong, menatap boneka di depannya, dia langsung berkata sambil menunjuk salah satu boneka yang sebesar dirinya."Ayah, aku mau boneka itu," "Oke oke, kita beli yah," balas Erfan, dengan nada ceria.Erfan membeli 3 boneka besar yang hampir seukuran orang dewasa, dan satu boneka yang sebesar Nayla, dengan harga 7 juta.Para wanita yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.Para pengunjung yang melihat Erfan membeli 4 boneka untuk ketiga gadis itu, hanya bisa berdecak kagum."Enak jadi orang kaya, apapun yang mereka inginkan bisa mereka beli," ucap salah satu pengunjung.Karena Cika kesulitan membawa boneka besar itu, akhirnya Erfan yang membawanya, satu sangan menggendong Nayla, tangan lainnya membawa boneka."Sayang, biar aku yang bawa," ucap Bu Susan, dengan nada tidak enak."Sudah, aku saja!" balas Erfan, sambil tersenyum."Kak, ternyata boneka ini berat yah," rengek Tesa, dengan ekspresi cemberut.Sebelum Erfan menjawab, Bi Ayu berkata terlebih dah

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 130 Berwisata Penuh Kebahagiaan

    Mata hari sudah mulai terbenam, di sepanjang jalan, Erfan melihat para pengunjung yang sedang sibuk mengambil foto, dan ada juga yang hanya diam menikmati pemandangan. Sampai di tempat para wanita, Erfan langsung masuk. Semua wanita sudah berkumpul di dalam sambil menatap matahari, termasuk ketiga gadis yang tadi sedang membuat konten. Melihat Erfan masuk, para wanita itu langsung menoleh. Ekspresi mereka terlihat penasaran. "Dari mana kamu pria nakal? beli rokok kok begitu lama," ucap Dewi, dengan tatapan menyelidik. Erfan tertawa santai, dia memberi alasan. "Aku tadi bertemu teman lama, jadi ngobrol dulu, soalnya gak enak kalo langsung pergi," balas Erfan. Ekspresinya tidak ada kaku sama sekali, dia benar-benar pandai menyembunyikan sesuatu. "Kami kira kamu mendapatkan masalah. Tadinya kami ingin mencarimu," ucap Serina. Erfab terkekeh, lalu duduk di antara para wanita. "Kalian gak mau keluar untuk berfoto?" tanya Erfan, sambil merebahkan kepalanya, di pangkuan Serina. "B

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 129 Maya, Wanita Penghibur++

    Erfan dengan ganas langsung mencium bibir wanita itu dengan ganas, Maya tidak melawan, dia langsung menanggapi ciuman Erfan.Tangan Erfan mulai menggerayangi tubuh wanita itu, sampai di bagian dada besarnya, lalu meremasnya dengan keras.Maya melepaskan bibir Erfan, wanita itu mendesah nikmat, dengan tubuh yang menegang merespons rangsangan yang Erfan berikan."Ahh...remas lebih kuat tuan!" Erfan meremas lebih kuat, dan lebih liar, sambil memandangi ekspresi wajah wanita itu."Apa kamu sering menerima pelanggan?" tanya Erfan penasaran, karena harga yang di tetapkan wanita ini termasuk mahal."Ahh...jarang...paling hanya orang kaya, yang menjadi langganan ahh," balas Maya, sambil terus mendesah.Erfan tidak bertanya lagi, dia kembali bermain. Bibirnya mengecupi leher harum wanita itu, tangannya mulai turun ke area gua wanita itu."Ahh...tuan," desahan Maya semakin liar, hasrat wanita itu memuncak.Maya melepaskan pakaian dress nya, saat dress terlepas, Erfan menatap panas tubuh menggo

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 128 Rencana Bu Jessy

    Saat Erfan ingin menyalakan rokok, dia baru sadar ternyata rokoknya habis. "Sayang, aku beli rokok dulu yah," ucap Erfan, sambil bangkit berdiri. Para wanita mengangguk. "Kalian tidak ingin menitip sesuatu?" tanya Erfan. "Sayang, aku juga suka merokok, boleh gak aku nitip tapi rokoknya harus yang mentol!" ucap Bu Jessy, dengan nada ragu. "Kamu merokok? tanya Erfan, sedikit terkejut. Bu Jessy tertawa canggung. "Sayang, ini kebiasaanku saat dulu masih menjadi seorang dj," ucap Bu Jessy. "Ternyata kamu pernah nakal," ucap Erfan, sambil mencubit dagu wanita itu. "Sekarang udah enggak kok! cuma merokok saja," balas Bu Jessy buru-buru, dia takut Erfan menganggapnya masih nakal. "Oke. aku akan membelikanmu rokok," ucap Erfan, sambil melepaskan dagu Bu Jessy, lalu berbalik pergi. "Jes, ternyata kamu pernah nakal," ucap Anne, dengan nada main-main. "Mau gimana lagi ne, aku buruh uang, dan aku tipe yang tidak bisa jika tidak punya uang," balas Bu Jessy, dengan nada tidak berdaya. "

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status