LOGIN"Dari mana?" tanya Gana. "Kamar mandi. Habis cuci muka dan gosok gigi" jawab Sera. "Berarti sudah nggak rasa mangga" ucap Gana. Sera membelalak, menatap cermin, semakin malu melihat wajahnya sendiri. "Ngeselin ih. Udah dibilangin jangan diperjelas" sungut Sera. "Nggak ada. Tadi kamu cuma bilang jangan diperjelas kalau mau minta ciuman" balas Gana. "Ah males" ucap Sera, menelungkupkan ponselnya. Layar Gana menghitam jadinya. Pria itu tertawa terbahak-bahak. Gana night mode, on. "Maaf, saya tidak bahas lagi. Mana wajahnya, Sera?" ucap Gana saat tawanya sudah reda dan tampilan ponselnya tidak kunjung berubah. "Kalau begitu lagi, nggak mau call" Sera mengancam. "Iya. Wajahnya dulu, mana" tagih Gana.
View More"Ya ampun, enak banget wanginya" ujar Sera, saat mereka mampir untuk sniff parfum incarannya. Gana setuju. Aroma vanillanya kalem, rose yang lembut dan lemon yang segar. Dry down nya sedikit woody. Tidak terlalu manis. Sepertinya aman dipakai panas-panasan. Sera sudah tahu harganya. Sudah lama mengincar parfum tersebut, tapi baru kesampaian untuk sniff. Botol besar 100 mL harganya 300 ribuan, botol kecil 15 mL harganya hampir 100 ribu. Kalau sudah punya uang, Sera mau beli size besar, lebih untung. Selain parfum mahal (versi Sera) tadi, Sera juga mencari parfum lain yang lebih affordable. Ketemu. Hanya 1 ukuran. 35 mL. Harganya under 100k. Aroma jasmine yang kalem, namanya parfum affordable ya pasti tidak tahan lama. Hanya tahan 3 jam, tapi harga semurah itu sudah sangat worth it. Jasminenya kalem, tidak bikin enek. Jarang ada parfum murah sekalem itu. Sera memang penyuka parfum kunti core. Miskin-miskin gini, Sera juga tetap pilih-pilih masalah wewangian. Hidungnya kan s
Setelah pemanasan, Sera dan Gana mulai berlari santai. Tapi Sera paling lemah urusan lari. Hanya beberapa putaran dia sudah menyerah. Sera memilih duduk, Gana melanjutkan lari lebih cepat. Sepertinya sejak tadi pria itu menahan kecepatan larinya menyesuaikan Sera. Sera bosan, otot kakinya mulai terasa ditarik. Dia mencari olahraga lain yang lebih cocok baginya. Plank cuma bisa 30 detik, 2 sesi. Elbow plank paling parah, hanya sampai hitungan 10 sudah ambruk. Padahal Sera lihat gerakannya gampang, kok setelah dicoba kayak mau mati? Skip perut rata, mari bulatkan bokong. Squat masih aman, Sera sering olahraga ini. Dilanjut Lunges, masih bisa juga walau hanya masing-masing kaki 15 hitungan. Berikutnya Donkey kicks, Sera menyerah. Pahanya kayak mau lepas. Sembari berlari, ternyata Gana memperhatikan Sera. Hampir semua gerakan Sera berantakan. Tidak ada postur yang tepat, kecuali Squat. Gana menghampiri Sera dengan hoodie putihnya yang basah kuyup. Saat dibuka, betul-betul bis
Bukan hanya Sera yang terkejut. Pemilik wajah tadi tak kalah pucat. Terkejut pintu tiba-tiba terbuka tanpa suara, belum lagi muncul wajah Sera dengan tampilan yang sedikit berani. Dasternya model V neck yang agak rendah, tidak ketat tapi kainnya seperti katun, cukup jelas memperlihatkan leher, dada dan punggung gadis itu. Putih sekali. Seperti tak ada darah yang mengalir. Wajahnya juga tak kalah putih. Memang Sera sehabis mandi selalu seperti itu, putih bersih seperti habis perawatan, padahal mah boro-boro perawatan, pakai sunscreen aja diirit-irit biar tahan lama. Setelah aksi saling kaget, keduanya tertawa begitu menyadari tingkah konyol mereka. "Tunggu bentar, jemur baju dulu" ucap Sera, bergegas naik ke lantai 2. Gana sejak tadi menunggu sembari main ponsel. Ketika Sera menghampiri, barulah dia menyimpan ponselnya. *Keduanya berangkat saat jam belum genap pukul setengah enam pagi. Jalannya lambat kayak siput. Padahal biasanya kalau Sera jalan sendiri, jalannya ngebut bange
"Malam ini saya selesaikan revisi poster. Besok kalian cari tempat percetakan, ya" ucap Andra pada Sera dan Aldi. Mereka sedang diskusi di gazebo, hanya sebentar karena semua sama-sama sibuk. Sepulang dari kampus, Sera bergegas mencari-cari tempat percetakan berkualitas di kota mereka. Keesokan harinya, Gana mengajak Sera berkeliling kota untuk mencari tempat percetakan bersama. Tempat percetakan yang dipilih Sera masih dirahasiakan dari Gana. Harganya cukup fantastis, berkali lipat dari harga poster sempro dan skripsi. Lebih mahal juga dari baliho yang biasa dicetak untuk kegiatan kampus atau organisasi. Pokoknya tempat percetakan ini hidden gem banget, Sera dapat pujian lagi dari Kak Andra karena penemuannya ini tadi pagi. Jelas Sera menolak ajakan Gana. Padahal momen ini bisa diplesetin buat nge date al-ala, tapi Sera lebih memprioritaskan kepercayaan Golden Team. Tapi yang namanya jodoh, pasti ada aja jalannya untuk bertemu. Sera sih mikirnya begitu. Pulan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.