Mag-log inMelihat Erfan menuju ke arahnya, Riana merasa sedikit panik. Saat dia hendak berenang menjauh, para wanita Erfan yang berada di sekitarnya itu langsung menutup jalan. Langkah para wanita itu tampak sangat halus ~ seakan-akan itu adalah ke tidak sengaja an.Karena tak ada jalan, pada akhirnya Riana dengan patuh diam di tempatnya.Dalam sekejap, Erfan sampai di dekat para wanita itu. Dia mengusap wajahnya, dan membenarkan rambutnya dengan gaya santai."Sayang, kamu udah puas?" tanya Bu Sandra dengan nada genitnya."Masih belum, apa kamu mau melanjutkan?" tanya Erfan dengan nada santai, sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bu Sandra."Enggak ah, aku mau berenang aja... aku lagi gak mau bercinta," balas Bu Sandra."Ya sudah kalau kamu gak mau," ucap Erfan.Bu Sandra melepaskan tangan Erfan, mata Bu Sandra tertuju ke arah para wanita yang lainnya, tatapan wanita itu seperti memberi sebuah kode. Setelah itu, Bu Sandra berenang menjauh dari sana.Beberapa wanita Erfan yang mendapatkan t
Riana mengira kalau Erfan dan Jessy sudah selesai. Namun, dia merasa sangat heran, saat melihat Erfan kembali memosisikan tubuh Jessy, dan menusukkan batangnya kembali ke apem wanita itu. "Ehh... mereka mulai lagi?" gumam Riana di dalam hati. "Emangnya... miliknya gak lemas? Bukannya milik pria suka lemas pas udah keluar?" Berbagai pertanyaan bersahutan di dalam benak Riana.Permainan panas Erfan dan Jessy di ronde kedua berlangsung selama beberapa menit yang cukup lama. Sampai pada akhirnya, mereka berdua kembali mendapatkan puncaknya.Riana kira, permainan itu telah selesai, karena dia melihat, Erfan dan Jessy berpisah. Namun, tebakannya itu salah. Setelah berpisah dengan Jessy, Erfan menarik wanita yang berada paling dekat dengannya. Wanita itu adalah Anne. Anne langsung paham, kalau Erfan ingin melakukannya dengan dirinya."Sayang, kenapa kamu gak lanjut sama Jessy aja?" tanya Anne dengan nada genit, sambil melingkarkan tangannya di leher Erfan."Aku mau main sama kamu, sudah l
Jessy membalikkan tubuhnya ~ memunggungi Erfan, dengan tubuh bagian depan yang sedikit di condongkan. Tangannya di topangkan di bibir kolam, agar tubuhnya tetap stabil.Erfan menurunkan CD yang di kenakan Jessy, lalu dia memosisikan ujung batang besarnya itu di lubang apem Jessy.Setelah posisinya di rasa pas, Erfan menusukkan batangnya perlahan ~ ke dalam apem tersebut."Ahhhh..."Desahan keras keluar dari mulut Jessy, bersamaan dengan kepalanya yang mendongak dan tubuhnya membusung indah, saat sensasi tusukan batang besar itu di rasakan oleh tubuhnya.Karena suara desahan itu, semua wanita termasuk Riana, menoleh ke arah Jessy dan Erfan.Saat melihat Erfan dan Jessy telah menyatu, seringai tipis tersungging di bibir para wanita Erfan. Sementara itu, Riana langsung memalingkan wajahnya ~ tak berani melihat ke arah itu terlalu lama."Mereka benar-benar mesum... berani sekali bercinta di depan banyak orang," gumam Riana di dalam hati.Dia belum tahu, kalau Erfan pernah melayani para wa
Diva, dan Shara menghampiri Erfan. "Sayang, aku juga mau dong!" ucap Shara dengan nada manja. "Aku juga!" sahut Diva. Erfan meraih kedua wanita itu, dan mulai menggerayangi tubuh keduanya. Jessy tak merasa keberatan sama sekali, saat dua gadis itu meminta hal yang sama kepada Erfan. Karena tangan Erfan sibuk dengan tubuh kedua gadis itu, Jessy memilih untuk bermain dengan bibir Erfan. Dia mengambil inisiatif melumat ganas bibir pria itu. Mendapatkan serangan itu, Erfan langsung saja menanggapinya. Melihat Erfan yang sedang bermain panas dengan tiga wanita sekaligus, membuat Riana semakin di buat kepanasan. Dia berusaha tidak melihat, namun itu sangat sulit! Matanya selalu bergerak sendiri ~ untuk menonton pertunjukan panas itu. Beberapa wanita Erfan menyadari tingkah Riana itu, senyuman tipis penuh arti tersungging di bibir mereka. Setelah puas di gerayangi, Diva dan Shara kembali berenang, hanya Jessy yang tetap bertahan menemani Erfan. Setelah Diva dan Shara pergi, wanita
Di sore hari, Alana sampai di vila baru Erfan. Wanita yang baru saja bercerai itu, tidak menampakkan raut kesedihan sama sekali. Sebaliknya, dia tampak semringah, seperti telah mendapatkan suatu hal yang membahagiakan. "Sayang, aku datang," ucap Alana sambil melompat ke pelukan Erfan. Erfan menangkap wanita itu, lalu balik memeluknya. "Gimana? Proses perceraiannya sudah selesai?" tanya Erfan. "Sudah! Aku sekarang jadi janda," balas Alana dengan nada manja. "Gak apa-apa... nanti juga kamu gak jadi janda lagi," ucap Erfan, sambil mengelus wajah cantik wanita itu. "Tanggapan keluargamu gimana?" "Keluargaku malah seneng banget aku cerai sama mantan suamiku itu... pas aku bilang aku lagi deket sama kamu, mereka semakin senang," balas Alana. "Kirain keluargamu bakalan menentang kalau kamu deket sama aku ~ yang terkenal play boy ini," ucap Erfan dengan nada main-main. "Gak bakalan lah... walau kamu play boy, kamu terkenal sebagai pria yang sangat menyayangi wanita," balas Al
Singkat cerita, tiga hari telah berlalu. Sejak pagi, suasana di vila sudah tampak ramai. Erfan dan para wanita sibuk membereskan barang-barang pribadi mereka, untuk pindah ke vila baru. Karena bertepatan dengan hari Minggu, semua wanita berada di sana, termasuk Nayla, putri angkat Erfan, dan Cika, putri tirinya. Dewi menghampiri Erfan yang tampak sedang menonton para wanita berkemas, sambil menggendong Nayla. "Sayang, apa mobil kita juga pindahkan ke vila yang baru?" tanya Dewi. Erfan menatap ke arah Dewi. "Iya, dong... bawa saja ke sana," balas Erfan sambil tersenyum cerah. Dewi mengangguk. Setelah selesai berkemas, Erfan dan para wanita ~ turun ke lantai bawah. Mata Erfan menoleh ke arah Bu Alin. "Alin, apa ada yang perlu di bawa dari vila ini?" tanyanya. "Gak ada. Semua fasilitas di sana, sudah lengkap!" balas Bu Alin. "Baiklah, kalau gitu... ayo kita pergi!" ajak Erfan dengan nada penuh semangat. Mereka pun melangkah pergi keluar dari vila yang menjadi titik awal tem
Erfan menatap Bi Ayu dan Bu Susan, secara bergantian. "Oke...agar Bi Ayu, Tesa, Bu Susan, dan Cika, gak sedih lagi, gimana kalo besok kita pergi berlibur!" ucap Erfan. "Kapan dan Ke mana?" tanya Dewi, dengan antusias. "Kalo besok gimana? tempatnya tentukan saja sama kalian!" ucap Erfan. "Gi
Kembali ke ke warung Bi Ayu. Terlihat wanita yang masih memakai seragam sekolah, sedang bergoyang liar di atas tubuh pria. Tentu saja mereka adalah Tesa dan Erfan yang sedang terjerat di dalam hasrat yang membara. Bi Ayu dan Frisa masih ada di dalam studio, mereka sibuk dengan ponsel mereka masin
Mendengar pertanya Erfan, seketika ekspresi Bi Ayu menjadi serius."Sudah beberapa hari ini, Verona selalu pergi dari warung saat pagi hari, dan baru pulang sore hari," ucap Bi Ayu dengan nada serius."Apa kamu tau ke mana dia pergi?" tanya Erfan, sedikit mengerutkan kening."Itu dia! aku tidak tau
Erfan mengangguk sambil tersenyum, Tesa pun turun dari pelukan Erfan, lalu dia pergi bermain komputer, tanpa melirik Verona.Verona tersenyum pahit, melihat sikap Tesa kepadanya."Sudah jangan dipikirkan!" ucap Erfan, saat melihat ekspresi pahit Verona.Verona mengangguk, lalu duduk di pangkuan Erf