LOGINPara wanita itu mulai memilih mobil yang mereka suka. Para wanita muda tampak lebih antusias. Sementara, para wanita dewasa tampak lebih tenang. Bahkan, mereka tidak bergerak sama sekali untuk memilih mobil."Hey, kenapa kalian gak milih?" tanya Erfan kepada para wanita dewasa itu."Biarkan yang muda dulu! Lagi pula, apapun warnanya aku gak masalah," balas Dewi dengan nada lembut.Ucapan Dewi di beri anggukan setuju oleh para wanita dewasa lainnya."Kak, aku mau warna pink!" ucap Tesa dengan nada penuh kegembiraan."Aku mau warna merah!" ucap Diva sambil duduk di cap mobil yang dia pilih."Warna biru kelihatan cocok sama aku," ucap Frisa."Aku lebih suka warna hitam, gak terlalu mencolok," sahut Geya."Aku mau warna putih aja," sahut Yesi."Aku mau warna merah kayak Diva," ucap Shara sambil menghampiri mobil Porsche merah yang ada di sebelah mobil pilihan Diva.Setelah semua wanita muda memilih mobil, barulah giliran para wanita dewasa memilih mobil.Para wanita itu memilih dengan pen
Sambil menyantap makanan, Erfan dan para wanita itu terus berbincang santai. Erfan memberitahu para wanita, kalau tiga hari lagi mereka akan pindah ke vila yang baru. Mendengar itu, para wanita merasa sangat gembira dan tidak sabar. "Ayu, kasih tau Tesa sama Frisa, kalau tiga hari lagi... mereka juga pindah saja ke vila yang baru. Soalnya di sana, aku sudah menyiapkan studio konten buat mereka berdua," ujar Erfan. "Oke, aku bakalan kasih tau kedua gadis itu!" balas Bi Ayu, sambil membentuk hari telunjuk dan jempolnya menjadi huruf O. Setelah selesai makan, mereka kembali meninggalkan ruang makan ~ kembali ke ruangan bersantai. Setelah bersantai sebentar, Erfan, Jessy, Anne, dan Erika, pergi ke perusahaan. Sementara, para wanita lainnya kembali ke kesibukan masing-masing. === Singkat cerita, keesokan harinya. Sekitar pukul 9 pagi, puluhan mobil truk yang mengangkut mobil sport dari merek Porsche, sampai di kampung Mawar. Arah yang di tuju puluhan mobil itu adalah vila Erfan.
Rasa nikmat yang cukup hebat, di rasakan oleh Erfan, yang membuat pria itu tak kuasa menahan desahannya."Ahhh... ahhh, enak banget... ahh.. terus... lebih keras lagi!" ucap Erfan.Bu Alin meningkatkan goyangannya sesuai dengan apa yang diinginkan Erfan.Melihat ekspresi penuh kenikmatan pria itu, membuat Bu Alin merasa semakin bersemangat."Ahhh... iya begitu! Ahh... enak banget, ahh..." racau Erfan."Ahhh... ahh, Tuan Muda... remas payudaraku! Biar aku lebih bersemangat!" pinta Bu Alin.Tanpa pikir panjang, Erfan meraih kedua payudara besar wanita itu, lalu meremasnya nya dengan keras. Tidak hanya meremasnya! Erfan juga sesekali memilin puting merah gelap yang ada di payudara wanita itu."Ahhh... enak Tuan Muda... ahh.." Bu Alin tampak sangat menikmati dengan apa yang dilakukan Erfan.Erfan tak hanya puas meremas payudara wanita itu, dia menarik wanita itu agar sedikit membungkuk, lalu dia melahap salah satu puting payudaranya. Isapan kuat dia lakukan ke puting itu, yang membuat Bu
Erfan menundukkan kepalanya, lalu mencium ganas bibir wanita itu. Sambil menikmati sensasi penyatuan awal, mereka berciuman panas terlebih dahulu. Setelah cukup menikmati, barulah Erfan mulai menggerakkan pinggangnya perlahan. Batang besar pria itu tampak masuk keluar di dalam apem tembem dan becek wanita itu. "Ahhh... ahhh... ahhh.." Desahan-desahan nikmat keluar dari mulut mereka berdua. Saat sensasi aneh yang sangat nikmat di rasakan oleh mereka. "Ahhh... hah, enak banget... ah.. lebih cepat!" pinta Bu Alin. Erfan memegang pinggang wanita itu, lalu dia meningkatkan intensitas gempurannya. Sampai suara benturan antara kulit terdengar jelas di kamar tersebut. "Ahhh... ahhh... apemmu sungguh nikmat, ahh.." ucap Erfan dengan nada yang sangat menikmati. "Nikmati saja... cuma batang Tuan Muda... yang bisa merasakan kenikmatan apemku," balas Bu Alin.Erfan meraih kedua tangan Bu Alin, lalu mengangkatnya ke atas ~ menahannya di atas kepalanya. Setelah itu, dia menundukkan kepalanya
Tanpa berbasa basi, Erfan langsung mencium ganas bibir merah wanita itu. Mendapatkan ciuman ganas itu, Bu Alin buru-buru menanggapinya. Saat Erfan mengisap bibirnya, Bu Alin akan membalas mengisap bibir Erfan. Saat Erfan melilitkan lidahnya ke lidah Bu Alin, lidah wanita itu pun akan membalas melilitnya kembali. Erfan menarik bra wanita itu ke bawah, sampai kedua payudaranya itu menyembul keluar. Setelah itu, dia meremas payudara itu depan remasan keras. "Emmm... emmm..." Desahan tertahan keluar dari mulut Bu Alin sebagai respons dari remasan Erfan. Tubuhnya pun tampak bergeliat-geliat keenakan karena remasan itu. Puas berciuman, bibir Erfan turun ke bawah ~ merambat ke permukaan payudara wanita itu. Isapan dan jilatan di daratkan di sana, yang membuat sensasi itu semakin merangsang Bu Alin. Sampai di putingnya, Erfan melakukan isapan keras di sana. Tak lupa, dia juga terus melakukan remasan keras. "Ahhh..." Desahan keras keluar dari mulut Bu Alin, saat sensasi isapan yan
Di dalam, Erfan duduk di sofa yang tampak sederhana dengan santai."Tuan Muda, mau minum apa?" tanya Bu Alin dengan nada sedikit genit.Erfan menatap wanita itu dari bawah sampai atas. Hari ini, wanita itu tampak sangat menggoda. Pakaian yang dikenakan adalah sebuah dress ketat dan seksi, sehingga lekuk tubuhnya tampak tercetak jelas.Mata Erfan berhenti di bagian payudara wanita itu yang tampak menjulang tinggi."Aku mau minum susumu saja," celetuk Erfan dengan nada main-main."Ih, Tuan Muda... baru juga dateng, udah nakal aja," gerutu Bu Alin dengan nada genit."Kenapa? Kamu gak mau ngasih jatah sama aku?" tanya Erfan."Kata siapa gak mau?" balas Bu Alin, sambil duduk di pangkuan Erfan. "Tapi kan tadi Tuan Muda bilang mau minum susu aku! Payudaraku gak ada susunya, jadi Tuan Muda gak bakalan dapat susu," ucap Bu Alin, sambil menggesekkan payudaranya itu di dada Erfan. Tangan Erfan hinggap di salah satu payuda
Erfan dan para wanita sampai di hotel. Mereka tidak langsung bermain, karena perut mereka semua merasakan lapar, dan akhirnya mereka memesan makanan terlebih dahulu. "Sambil menunggu makanan, aku akan menepati taruhan tadi!" ucap Shara, sambil berjalan menuju Erfan. "Kamu beneran mau putus denga
Tidak lama Erfan kembali, membawa beberapa tas belanja. Dia membagi rata tas belanjaan itu. Dewi tidak melihat belanjaan lainnya, dia hanya fokus mencari pesanannya. Setelah menemukannya, Dewi mengeluarkannya. Melihat barang di tangan Dewi, membuat Bu Evi membelalak. "Itu dalam? sangat seksi," u
Tapi alam berkehendak lain, beberapa menit kemudian, Pak Jukri suami Bu Susan meninggal, tidak lama setelah itu, Ningsih juga meninggal.Akhirnya Erfan memutar balik mobil, tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Di jalan pulang, Pak RW menelepon salah satu warga di kampung, member
Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelak