Home / Urban / Hasrat Wanita Desa / Bab 274 Mempekerjakan Nona Sinta

Share

Bab 274 Mempekerjakan Nona Sinta

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-02-21 17:18:00

Sinta mengangguk pelan dan bersiap melangkah pergi, tetapi Pak RW segera menahannya.

“Sinta, ayo duduk dulu. Ayah dan Tuan Muda sedang membicarakan ide bisnis yang kamu usulkan waktu itu,” kata Pak RW dengan lembut.

Ekspresi wajah Sinta langsung berubah antusias. “Benarkah?” tanyanya sambil duduk di kursi.

"Tuan Muda, menurut saya...jika tempat-tempat indah di daerah sini di kembangkan, pasti akan menjadi tempat wisata alam yang sangat bagus. Anda harus memperti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 316 Survei Bersama Tante Yurike

    Beberapa saat kemudian, Tante Yurike mengajak Erfan pergi ke lokasi wisata. Dia ingin segera membuat perencanaan untuk pembangunan nanti.Erfan memiliki ide mengajak Sinta, karena nantinya yang mengelola tempat wisata tersebut adalah Sinta. Mereka berdua masuk ke dalam mobil, lalu Erfan melajukan mobilnya keluar dari vila.Di dalam mobil, Tante Yurike terus menatap Erfan dengan sorot mata panas. Tangannya hinggap di paha Erfan, lalu dia berkata, "Bocah nakal, apa kamu gak rindu tante," ucapnya dengan nada genit.Erfan tersenyum tipis, ekspresi wajahnya tampak nakal. Satu tangannya memegang setir mobil, dan yang satunya merangkul tubuh wanita dewasa itu."Tentu saja aku rindu! sudah lama gak mengunjungi vagina indah tante," ucap Erfan dengan nakal.Benar saja, mereka memiliki hubungan rahasia di belakang. Tante Yurike yang telah memiliki suami, ternyata berselingkuh di belakang suaminya.Tante Yurike terkikik g

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 315 Minta Tambahan Dana

    Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu dan lanjut mengobrol. "Oh iya, tadi aku sempat dengar Tante Yurike menyebut nama Reya. Apa itu wanitamu juga?" tanya Dewi penasaran. "Aku pernah bilang dulu, selain Calista, masih ada wanitaku yang lain di sana. Dia juga, masih setia sampai sekarang. Wanita itu bernama, Reya!" balas Erfan dengan santai. "Kenapa kamu gak suruh dia kesini saja?" tanya Serina dengan nada heran."Dia sibuk mengurus bisnis keluarganya," jawab Erfan."Reya juga pernah bilang kepadaku. Dia sangat ingin ke sini, hanya saja... belum ada waktu," Calista menimpali.Para wanita mengangguk paham.Tante Yurike menatap Erfan."Di Ibukota, sudah heboh saat mendengar kalau kamu mau membangun bisnis wisata di desa," ucap Tante Yurike."Gimana, respons mereka?" tanya Erfan dengan nada santai."Tentu saja mereka ingin memantau terlebih dahulu, tapi... keluarga teman-teman dekatmu s

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 314 Kedatangan Teman Ibu

    Dewi datang membawa segelas teh, lalu menyajikannya di hadapan Tante Yurike."Nyonya, maaf yah... hanya ada teh di sini!" ucap Dewi dengan canggung."Gak apa-apa. Makasih yah cantik," balas Tante Yurike dengan hangat."Aduh, aku lupa!" Erfan menatap para wanita."Sayang, kenalin! ini Tante Yurike, dia yang akan menghandle pembangunan proyek wisata. Tante Yurike ini, teman ibuku!" Erfan memperkenalkan Tante Yurike kepada para wanita.Satu persatu wanita itu memperkenalkan diri mereka dengan sopan."Kalian semua sangat cantik!" puji Tante Yurike kepada empat wanita itu. "Aku gak bawa hadiah pertemuan, maaf yah!" ucap Tante Yurike dengan nada meminta maaf."Gak apa-apa tante," balas keempatnya sampir bersamaan.Tante Yurike menatap Erfan."Apa cuma mereka wanitamu?" tanya Tante Yurike sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga."Masih banyak! yang lainnya ada di vila," balas Erfan dengan nada nakal.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 313 Kecurigaan Pak RW

    Setelah rasa terkejut itu hilang, Pak RW baru sadar, jika Sinta pulang membawa banyak barang."Nak, barang-barang ini?" tanya Pak RW dengan ragu.Sinta sedikit tersentak, lalu buru-buru menjawab."Oh ini. Ini di kasih tuan muda!" balas Sinta dengan jujur."Di kasih tuan muda? kok... tuan muda baik banget sama kamu?" tanya Pak RW. Rasa curiga di hatinya kembali datang.Jantung Sinta berdebar keras, karena gugup. Namun, dia berusaha menyembunyikan kegugupannya itu."Aku jaga gak tahu! tadi kan tuan muda ke Mal beli hadiah pertemuan buat Tuan Gubernur, eh... dia malah belanjakan aku juga," balas Sinta santai.Rasa curiga Pak RW belum sepenuhnya hilang, walaupun dia sudah mendengar jawaban Sinta."Kamu... gak ada hubungan apapun kan sama tuan muda?" tanya Pak RW dengan serius."Enggak kok!" balas Sinta buru-buru. "Mana mungkin aku punya hubungan dengannya. Aku udah punya suami."Pak RW menghela nafas, t

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 312 Aku Sangat Lemas!

    Sinta berjongkok, menggenggam batang besar itu, lalu memosisikannya di lubang apemnya. Setelah di rasa pas, dia menurunkan tubuhnya sampai batang itu tertanam sepenuhnya. "Ahhh... mentok, tuan!" desah Sinta dengan penuh kenikmatan. Wanita itu tak membuang waktu, dia langsung bergoyang lincah di atas tubuh Erfan. Rasa nikmat bisa langsung Erfan rasakan dari hasil goyangan wanita itu. "Shh... ahh, goyanganmu sangat nikmat, sayang," puji Erfan. Matanya menatap wanita itu dengan tatapan puas. Mendapatkan pujian itu, Sinta semakin bersemangat. Dia mengeluarkan semua jurus goyangan mautnya untuk memasuki Erfan merasa nikmat di bawah goyangannya. Tangan Sinta melingkar di leher Erfan, lalu dia mengambil inisiatif melumat bibir Erfan. Mendapatkan serangan itu, Erfan tentu langsung menanggapinya. Belum sampai dua menit, Sinta merasakan puncak yang tadi tidak sempat tercapai, kini mendekat datang kembali. "Tuan, tuan muda.... aku mau!" ucap Sinta dengan suara serak. Tubuhnya mulai memb

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 311 Terbaik Di Muka Bumi++

    "Enakkan mana, sama cairan milik suamimu?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Em, enakkan mana yah..." Sinta berpura-pura berpikir. "Kayaknya... enak punya tuan muda!" ucapnya dengan nada manja. "Serius? gak bohong nih? kalau lebih dari enak milik suami ~ jujur saja!" goda Erfan. "Ih, aku serius! lebih enak punya tuan muda," rengek Sinta dengan manja. "Kalau benar begitu... gimana kalau setiap aku sampai puncak ~ aku akan menumpahkannya di dalam mulutmu," goda Erfan. "Silakan saja, kalau tuan muda mau seperti itu. Aku siap menelan semuanya," balas Sinta dengan nada genit, tampaknya dia tidak keberatan. Erfan merebahkan wanita itu sambil membuka lebar-lebar kakinya. "Mau mulai nih?" tanya Sinta dengan nada main-main. "iya dong, nunggu apa lagi? batangku udah gak sabar mau masuk ke vaginamu," balas Erfan dengan tegas. Dia berlutut di antara kaki Sinta, lalu memosisikan batangnya di lubang apem wanita it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status