Home / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 381 Kak Rita Menegur Kak Gisel

Share

Bab 381 Kak Rita Menegur Kak Gisel

Author: Tristar
last update publish date: 2026-04-15 17:59:44
Di sepanjang jalan ke kamarnya, Kak Rita terus memikirkan kejadian tadi.

"Aku harus bicara sama Kak Gisel! Kalau tidak... rumah tangganya pasti akan berantakan. Kalau di biarkan terlalu lama, pasti dia tidak bisa lepas dari Erfan!" Kak Rita mulai memikirkan rencana, agar Kak Gisel terlepas dari perselingkuhannya dengan Erfan.

"Apa aku kasih tau ayah, tentang masalah inj? Tapi jangan, deh! Takutnya... ayah malah bertengkar dengan Erfan. Kalau itu terjadi pasti keluarga ini akan dalam bahaya.
Tristar

Teman-teman, author punya buku baru berjudul "Pemuda Pemikat Gadis Desa". Jangan lupa mampir dan baca, ya!

| 2
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 396 Tante Yuli, Ibunya Yesi

    Erfan menyapukan pandangannya ke arah kelompok Leo. "Sirkuit, mungkin beberapa bulan lagi jadi! Kalian harus buru-buru menyiapkan mobil buat ngetes sirkuit," ucap Erfan dengan nada santai. "Benaran, Tuan Muda?" tanya mereka hampir bersamaan dengan nada bersemangat. "Benaran, dong! Coba kalian lihat saja ke lokasi," balas Erfan. "Bagus... haha, akhirnya Kota Zau punya sirkuit! Mari kulihat... komunitas dari kota lain... apa masih bisa mengejek Kota Zau!" ucap salah satu pria dengan penuh semangat. "Hem... mungkin gak akan ada lagi yang memandang remeh Kota Zau di masa depan! gak akan lama lagi Kota ini akan sangat maju!" ucap Erfan. "Sangat maju?" tanya orang-orang itu, dengan nada heran. "Iya lah. Aku sama pemerintah bekerja sama mengeluarkan modal buat membuat bandara. Mungkin pembangunannya akan di mulai kurang lebih satu minggu lagi! Aku juga mengeluarkan modal untuk membuka beberapa bisnis besar dan bisnis wisata," ucap Erfan menjelaskan. Mendengar itu, semua orang di sana

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 395 Anggota Komunitas Mobil

    "Tuan... aku gak pernah menyangka, kamu akan sehebat dan sekuat ini!" ucap Mona dengan suara pelan. Erfan menarik Mona ke dalam pelukannya. "Kamu juga cukup hebat! Kamu yang bisa bertahan paling lama di antara mereka," ucap Erfan sambil sedikit melirik Sulis dan Ratih yang tampak sudah tak bergerak. Entah keduanya pingsan atau tertidur. Mendengar perkataan Erfan, Mona merasa sangat senang sekaligus bangga. Senyuman cerah terukir di wajah kelelahannya itu. "Di masa depan... aku bisa mengangkat wajah tinggi-tinggi di depan mereka berdua," ucap Mona, sambil melingkarkan tangannya di leher Erfan. "Kamu sangat suka pamer, yah?" ujar Erfan sambil mencolek hidung mancung Mona. "Hihi... enggak gitu juga... aku cuma suka kalau liat Sulis sama Ratih kesal," balas Mona. "Sadar...." Mona melirik batang Erfan. "Masih keras aja... padahal udah di manja lebih dari tiga jam!" "Hey, batangku ini... masih kuat kalau harus membuat lemas beberapa wanita lagi," balas Erfan dengan na

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 394 Ketiganya Lemas

    Setelah puas berciuman, Erfan melepaskan bibir wanita itu, lalu ia menegakkan tubuhnya dan mengeksekusi gempuran keras. "Ahh... ahh, enak banget, Tuan Muda... ayo terus, Tuan! Gerakan lebih keras!" ucap Mona dengan nada menikmati. Sesuai dengan keinginan wanita itu, Erfan terus meningkatkan kecepatan gerakannya, sampai suara benturan pahanya dan paha wanita itu menimbulkan suara yang sangat keras. "Ahh... enak banget, ahh... ahh... kalau gini, aku bisa gila Tuan!" racau Mona dengan suara lantang. Erfan mengangkat tangan Mona, lalu ia mendaratkan jilatan ganas di ketiak wanita itu ~ membuat wanita itu semakin gila. "Ohh... sial, Tuan... ahh, kamu sangat hebat!" racau Mona. Tak lama kemudian, Erfan merasakan jika puncaknya akan tiba. "Aku mau keluar!" ucap Erfan dengan suara berat. "Keluarin, Tuan! Ayo... ahh..." balas Mona. Erfan menggempur lebih keras lagi, sampai tubuh wanita itu berguncang hebat. "Ahh... ahh... semakin dekat, ahh... sa-sampai! teriak Erfan, sambi

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 393 Di Mulut Aja!

    Sesaat kemudian, Erfan menarik bibirnya dari ciuman itu, lalu ia mulai bergerak perlahan. Terlihat, batang besar itu, maju mundur di apem wanita itu. "Ahhh... ahh... enak Tuan, ahh..." desahan penuh kenikmatan keluar dari mulut wanita itu. Ratih memejamkan matanya, memasang ekspresi yang tampak sangat menikmati. Gerakan Erfan semakin lama semakin keras, yang membuat desahan wanita itu terdengar semakin keras. "Ahh... ahh, enak, ahh.. terus Tuan, jangan berhenti!" racau Ratih. "Sial! ini enak banget, ahh... Tuan, kamu sangat hebat, ahh.." Erfan meremas keras kedua payudara Ratih. Mendapatkan serangan lain di area sensitifnya, membuat Ratih semakin menggila. "Oh.. Tuan, enak... ahh... lebih keras, Tuan!" racau Ratih. Wanita itu membuka mata yang tadi tertutup, memandang Erfan dengan sorot mata panas penuh gairah. "Tuan, isap payudaraku! Aku mau di isap, ahh.." pintanya. Erfan menunduk, laku dia melahap puting payudara itu dan mengisapnya dengan keras. Ratih menegang ser

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 392 Semua Pasti Dapat Bagian

    Erfan melirik Ratih dan Sulis secara bergantian. "Siapa dulu yang mau aku tusuk?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Tuan Muda saja yang memutuskan!" balas Ratih sambil tersenyum indah. "Kalau gitu... kamu saja!" tunjuk Erfan kepada Sulis. "Kamu yang pertama kali keluar, jadi kamu yang harus jadi yang pertama di tusuk!" lanjutnya Erfan. "Baiklah... ayo, Tuan Muda!" Sulis setuju dengan senang hati. Dia bersandar di Sofa, sambil membuka kakinya lebar-lebar. "Tuan, Sulis udah dapet cairanmu yang pertama... masa dia juga dapet cairanmu yang kedua," Mona keberatan. "Tenang aja! Aku sangat kuat! Kalian semua pasti dapet bagian!" tegas Erfan. "Benarkan? Apa Tuan Muda sekuat itu?" Mona ragu. "Hey... kamu bisa buktikan nanti!" balas Erfan dengan nada main-main. "Kalau aku sama Ratih sampai gak dapet bagian, Tuan Muda harus traktir kami minum nanti malam! Gimana?" tantang Mona. "Oke. Aku setuju! Tapi kalau sampai aku berhasil... bahkan sampai membuat kalian semua lemas... ka

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 391 Kita Bersih Kok

    Dua jari tangan Erfan membuka celah di lingerie yang menutupi apem Ratih, lalu menyentuh apem dan yang sudah tampak basah itu secara langsung.Ratih refleks mendesah keras, dengan tubuh yang tampak membusung indah."Ahhh... Tuan Muda!"Erfan menggesek apem wanita itu sebentar, lalu menusukkan dua jarinya ke dalam."Ahhh...."Ratih mengeluarkan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya.Erfan mulai membandingkan seberapa sempit apem Ratih dengan apem Sulis. Namun, keduanya terasa hampir sama, yang berbeda Apem Sulis lebih menggigit di banding milik Ratih.Tanpa memberi jeda, Erfan langsung mengocok apem wanita itu dengan keras. "Ahhh... ahhh... enak banget, ahh... Tuan Muda, kamu sangat hebat, ahh... terus, jangan berhenti!" racau Ratih.Sulis yang sudah selesai menikmati puncaknya tampak turun ke bawah ~ mendekati Mona."Giliran aku yang ngulum! Kamu juga mau di sentuh juga, kan?" ucap Sulis kepada

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 163 Pembukaan Club Jessy

    Penampilan Calista selesai pada jam tengah malam, Erfan dan Ketiga wanita itupun kembali keruangan Bu Jessy.Ketiga wanita itu sudah mabuk, karena terlalu banyak minum. "Sayang, Apa di sini tidak ada kamar?" tanya Erfan kepada Jessy."Ti...tidak ada, sayang," balas Jessy, dengan nada khas orang ma

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 164 Calista Di Buat Kagum!

    Keesokan harinya, pada siang hari. Erfan pergi ke cafe yang kemarin dia kunjungi, untuk bertemu Tuan Gubernur dan para pemilik bisnis di kota zau. Erfan ditemani Calista, karena Shara kuliah dan sedangkan Bu Jessy sedang mengurus urusan Club. Sampai di Cafe, Tuan Gubernur dan para pemilik bisnis

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 154 Bu Jessy Mau Cerai?

    Erfan dan para wanita sampai di vila, mereka masuk ke dalam vila lalu duduk di sofa ruang tamu.Bu Evi duduk di samping Erfan. Ekspresi wajahnya terlihat masih syok.Erfan merangkul wanita itu."Semuanya sudah selesai! kamu tidak perlu takut seperti itu!" ucap Erfan dengan nada lembut.Bu Evi menga

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 166 Melihat Suami Anne

    Calista menatap Nayla dengan tatapan berbinar, dia langsung mencubit pipi bulat Nayla dengan gemas."Sayang, ini putri kamu? gemas banget," ucapCalista, sambil terus mencubit pipi Nayla."Aduh sakit ih, jangan cubit Nayla, Nayla engga nakal," Nayla merengek.Calista buru-buru melepaskan cubitannya

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status