ログインSetelah pintu itu terbuka, Kak Gisel perlahan masuk ke dalam kamar, dengan langkah pelan ~ agar tidak menimbulkan suara. "Untung saja mereka gak mengunci pintu," gumam Kak Rita. Setelah melangkahkan kakinya beberapa langkah, Kak Rita akhirnya bisa melihat dengan jelas pemandangan di atas tempat tidur. Terlihat, saat ini Erfan yang sedang memacu keras Kak Rita dari belakang, dengan posisi Kak Rita yang masih menungging. Erfan dan Kak Rita, tak menyadari ~ kalau Kak Gisel sedang mengintip mereka. "Ahhh... ahhh... kamu sangat hebatnya, Fan.... enak banget, ahh..." racau Kak Rita. Ekspresi wanita itu tampak sangat menikmati dan ada ekspresi nakal di wajahnya. Kak Gisel merasa sedikit terkejut, saat melihat ekspresi adiknya itu. Dia menutupi mulutnya, yang sedikit terbuka."Apa dia masih adikku yang dingin itu?" gumam Kak Gisel di dalam hatinya.Erfan secara tidak sengaja melirik ke arah tempat Kak Gisel berada. Saat melihat kepala Kak Gisel yang menjulur di sisi tembok, dia mengedip
Perlahan Erfan membuka matanya, lalu menatap kakak iparnya itu. "Punya kakak... sangat enak! Gak kalah sama sekali... sama wanita yang baru di jebol segelnya," ucap Erfan sambil perlahan menurunkan tubuh bagian atasnya. "Kamu enak! Aku yang sakit ~ udah kayak di pecahkan segel lagi," gerutu Kak Rita. "Nanti juga enak!" balas Erfan dengan nada main-main. Kak Rita melingkarkan tangannya di leher Erfan, lalu dia menariknya ke bawah, sampai wajahnya dan wajah Erfan hanya berjarak tidak lebih dari dua senti. "Cium aku dulu! Jangan mulai dulu, sampai rasa sakit aku hilang!" ucap Kak Rita. Tanpa basa basi, Erfan langsung saja memberikan apa yang di inginkan wanita itu. Mereka berciuman dengan panas, sampai suara decak lidah terdengar cukup jelas. Ciuman itu berlangsung cukup lama. Pada akhirnya bibir mereka terpisah, saat Kak Rita sudah tak merasa sakit lagi. "Kamu boleh mulai!" ucap Kak Rita. "Oke.. aku mulai!" Erfan bangkit ke posisi tegak, tangannya memegang kedua kaki wan
"Mau... aku mau! Aku pengen tau rasanya di jilatin kayak gitu," balas Kak Rita.Mendengar ucapan wanita itu, Erfan jadi tahu sebuah kemungkinan. "Kak, apa suamimu belum pernah menjilati apem mu?"Kak Gisel menggelengkan kepalanya."Hehe, kalau gitu... aku bakalan jadi yang pertama menjilati apem kakak," ucap Erfan dengan penuh semangat. Erfan turun ke bawah tubuh Kak Rita, melepaskan CD wanita itu, lalu melebarkan kakinya, sampai pahanya terbuka lebar. Pemandangan apem berbentuk tembem, mulus, dan lumuri cairan bening, terpampang jelas dengan mata Erfan.Erfan merasa semakin bernafsu, saat melihat keindahan apem itu."Ketiga putri Tuan Gubernur memang sangat mengagumkan. Mereka semua punya apem yang sangat mantap," gumam Erfan di dalam hati.Dia menunduk, mendekatkan wajahnya ke apem basah itu. Setelah jaraknya tinggal beberapa senti dari apem, aroma harum yang manis, menyeruak masuk ke dalam hidungnya."Apem kakak... sangat wangi!" ucap Erfan sambil memasang ekspresi menikmati.Men
"Sisi panasku ini... sudah sangat lama gak keluar! Kamu yang membangkitkan lagi sisi panasku! Jadi... kamu harus tanggung jawab," ucap Kak Rita dengan suara pelan. "Tentu saja, dengan senang hati!" Erfan memeluk erat tubuh wanita itu, lalu dia berguling ~ merubah posisi wanita itu menjadi di bawahnya. Erfan menunduk, lalu dia mencium ganas bibir merah merona wanita itu. Tanpa banyak berpikir, Kak Rita langsung menanggapi ciuman tersebut. Bibir mereka saling menghisap dan lidah mereka saling terjerat ~ dalam ciuman panas yang tampak penuh gairah. Erfan meremas payudara besar itu dengan keras, sampai tubuh Kak Rita mengejang ~ sebagai respons dari remasannya. "Mmm...Mmm.." Desahan-desahan tertahan terus keluar dari mulut Kak Rita, yang berarti wanita itu sangat menikmati permainan Erfan. Setelah puas berciuman, bibir Erfan turun ke leher Kak Rita, lalu jilatan dan isapan di daratkannya di sana. "Ahhh... ahh..." Kak Rita terus mengeluarkan desahan indah, yang membuat Erfan semak
Erfan menurunkan ritsleting celananya, lalu mengeluarkan senjata andalannya.Melihat benda besar itu, mata Kak Rita membelalak. Meskipun, dia sudah pernah melihat di video, tapi tetap saja dia merasa terkejut, saat melihatnya secara langsung."Kak, apa kakak yakin... gak mau mencicipi tusukan batangku?" tanya Erfan dengan nada main-main, sambil mengelus batangnya yang sudah tegak itu dengan tangannya."Fan... kamu!" Kak Rita buru-buru menarik pandangannya dari batang Erfan, lalu membuang wajahnya.Wajah Kak Rita semakin merah karena hasratnya yang terus meronta-ronta. Saat melihat langsung keperkasaan seperti itu, bahkan wanita sepertinya ~ sulit kalau tidak tergoda.Erfan meraih tangan Kak Rita, lalu dia meletakkan paksa telapak tangan wanita itu di batangnya.Merasakan batang besar itu secara langsung, membuat jantung Kak Rita semakin berdebar hebat. Matanya pun menjadi sayu, karena hasratnya yang sedikit demi sedikit menghapus akal sehatnya.Kak Rita menoleh ke arah Erfan."Fan, ka
Kak Rita menghela nafas panjang, berusaha menekan gejolak hasratnya yang meronta-ronta. Setelah sedikit tenang, dia dengan mantap mengarahkan pandangannya kepada Erfan. "Oke... jadi gini Fan, kakak punya rencana membuka toko aksesoris sama toko pakaian di Mal yang kamu bangun," ucap Kak Rita dengan serius. Saat Erfan hendak menjawab, Kak Gisel terlebih dahulu berkata. "Kalian ngobrol dulu aja, yah... aku mau menghubungi seseorang dulu," Kak Gisel turun dari pangkuan Erfan, sambil merapikan pakaiannya. Setelah itu, dia melangkah pergi ke arah pintu keluar kamar. Melihat kakaknya yang pergi, Kak Rita menjadi sangat gugup. "Dia... dia pasti sengaja membiarkan aku berduaan sama Erfan," gumam Kak Rita di dalam hatinya. Erfan tak gugup seperti Kak Rita. Pria itu malah tampak santai seolah-olah tidak peduli. Setelah Kak Gisel keluar dari kamar, Erfan bergeser semakin dekat dengan Kak Rita. Melihat pergerakan Erfan, Kak Rita sangat bingung ~ antara berusaha menjauh, dan hanya patuh teta
Di dalam kamar, Serina langsung mendorong Erfan ke atas tempat tidur. Wanita itu langsung naik ke atas tubuh Erfan, menekan Erfan di bawah."Sayang, main dulu yu! aku pengen nih," pinta Serina dengan nada menggoda, sambil menatap Erfan dengan tatapan penuh hasrat.Erfan menyeringai nakal, lalu berk
Sampai di sebuah jalan yang sangat jelek, Pak RW menyarankan untuk menyimpan mobil di tempat jalan tersebut saja. "Tuan muda, mobil nya simpan saja di sini! soalnya jalan ke depan sangat rusak, dan sulit untuk parkir tuan muda," ucap Pak RW."Baiklah," jawab Erfan, lalu menghentikan mobilnya.Mere
Erfan kembali ke vila terlebih dahulu. Sampai di vila, Erfan langsung berganti pakaian, lalu pergi ke perusahaan. Erfan tidak mampir untuk sarapan di warung Bu Susan, karena dia sudah sarapan tadi bersama Dewi.Sampai di perusahaan, Erfan seperti biasa saling sapa dengan para karyawan perusahaan.
Tiba-tiba di luar, terdengar Sirene mobil polisi. Beberapa polisi langsung menyerbu masuk ke dalam rumah Wandi yang semakin membuat ketakutan Lusi.Para warga kampung tersebut, berdatangan, termasuk keluarga Lusi, karena mereka di beri tahu oleh warga, ada polisi yang mencari Wandi. "Sialan, lepas







