LOGINWarning! Mature Content! “You enjoy provoking me, don’t you?” He said through our busy lips. “Ever since the first time you walked into my office, you’ve done nothing but test my patience. And the second time we met, you punched my face.” I giggled as I bit his lip before pulling away slightly. He squeezed my waist at the action. “I do.” Kura, one of the directors of Runner Studios, is known for her talented work and a knack for not following rules. Nile, the CEO of their own family company. He was of Russian, Japanese, and American descent, known for his androgynous beauty and his cold personality. The first time they met, the two immediately clashed and hated each other right away. But one intimate night changed between the two of them…
View MoreKriieecckkk....
Dalam keheningan ruangan yang sunyi, terdengar bunyi pintu yang perlahan dibuka oleh seseorang, diikuti langkah kaki yang perlahan mendekati meja yang ada di ruangan tersebut. Di atas meja terlihat beberapa tumpukan amplop map berwarna gelap.Sosok misterius yang memasuki ruangan memperhatikan keadaan sekitar ruangan itu, ruangan yang dipenuhi debu dan terlihat tidak terawat sedikitpun. Perabotan yang terlihat berkarat dihiasi dengan sarang laba-laba di sekelillingnya.Lampu hias antik yang sudah tak mampu memaparkan cahayanya yang indah, entah karena sudah rusak atau memang tenaga listriknya tidak mampu memompanya.Di balik meja ada seorang pria yang berperawakan tua dengan pakaian lusuh dan compang-camping, dia duduk membelakangi meja dan menatap jendela, cahaya tampak menyelinap masuk dari beberapa celah lubang dari jendela tersebut, sehingga mampu menerangi sedikit bagian dari ruangan itu."Seperti biasa langkahmu tidak terdengar sama sekali." ujar pria yang sedang duduk dikursi lalu memutar kursi tersebut dan menghadap tamu yang sudah ia tunggu."Apa kau tidak mau menyapa atasanmu sama sekali?" tanya pria itu."Aahhh sudahlah, aku sudah lelah berhadapan dengan patung bernyawa sepertimu." cibir pria itu lagi.“Kali ini misimu cukup berbahaya, karena targetnya merupakan orang yang sangat berpengaruh di kota ini.” papar pria itu."Yah lagi pula ini bukan pertama kalinya kau melakukan misi berbahaya, jadi kuharap kau berhasil." ujar pria itu lagi tanpa mendengarkan lawan bicaranya menjawab.Pria itu adalah Sam, agen penyedia informasi dari sebuah organisasi pembunuh bayaran yang sangat terkenal di duniah bawah, dunia dimana kejahatan sudah menjadi aktifitas sehari-hari.Dunia yang diisi dengan manusia yang hidup berdampingan dengan darah dan menormalisasikan sebuah tindakan kriminal, terlepas dari itu semua orang-orang yang menekuni dunia bawah memiliki satu kesamaan yaitu keserakahan dan sangat mementingkan uang diatas segalanya.The Black Shadows adalah organisasi pembunuh bayaran yang sangat terkenal sejak beberapa puluh tahun yang lalu, organisasi yang menjalani bisnis gelap yang anggotanya sangat mahir serta teroganisir dan menguasai bidangnya masing-masing.Tidak peduli apapun permintaan dari klien mereka, jika itu sebanding dengan bayarannya maka dengan senang hati mereka melakukannya. Yang membuat organisasi tersebut semakin terkenal dan disegani dari waktu ke waktu adalah fakta bahwa mereka tidak pernah gagal dalam menyelasaikan permintaan dari klien."Apa hanya ini informasinya?" tanya sosok misterius itu dengan suara datar setelah ia membuka amplop map warna hitam pekat yang disodorkan padanya."Ya, hanya itu yang di berikan oleh markas." jawab Sam dengan cepat."Haahhh"Helaan nafas terdengar dari sosok misterius itu, ia terlihat menahan kesal. Setelah itu ia membuka masker yang menutupi setengah wajahnya, namun tak membuka topi jenis Bucket hat yang ia kenakan.Terlihat wajah seorang wanita di balik masker itu, jika dilihat lebih dekat dia terlihat seperti seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahunan. Tubuhnya yang kecil dan bulu mata yang lentik terlihat sangat feminin, kulit putih pucat yang dibalut pakaian yang hitam pekat."Ahh yaa, aku lupa kalau kemampuan Black Shadows hanya sebatas itu." cibir wanita itu tanpa memperhatikan mimik wajah dari orang yang mendengar perkataannya."Apaa?? Dasar kurang ajar, kau seharusnya mengetahui batasanmu." hardik pria bernama Sam mengepal tanganya dengan kuat."Bukankah yang kukatakan itu kenyataan, mereka bahkan tidak mampu mengumpulkan informasi yang berguna. Kenapa kalian memberiku informasi sampah ini, kualitasnya Black Shadows semakin rendah saja." ujar wanita itu dengan sengaja melempar isi dari amplop map yang berada ditangannya, kertas-kertas dan foto terkait informasi target berserakan di lantai."Dasar wanita tidak tau diri, jangan kau kira setelah kau merangkak naik ke posisi Silent Assassint kau bisa bertindak seenaknya dan menghina Black Shadowos!" Sam tampak geram tak terima saat organisasi tempatnya bernaung dihina didepan matanya sendiri."Ingat kau itu hanya anjing pesuruh Black Shadows, jadi ketahui posisimu Zora." berang Sam, tanpa sadar telah menyebutkan nama dari wanita itu.Namun respon yang dia harapkan dari wanita itu sangat mengecawakan, wanita itu tampak tidak peduli dengan apa yang ia katakan, berbeda dengan agen lain yang akan mengigil ketakutan ketika nama organisasi disebutkan. Jangankan takut, wanita itu bahkan tidak peduli sedikitpun tentang organisasi yang mempekerjakannya."Aku tanya sekali lagi! Apa cuma ini informasi dari misi kali ini?" dengan mata yang tajam, suara yang tak gentar sedikitpun wanita itu bertanya dan sengaja menekan suaranya mengintimidasi."B-benar." jawabnya gugup berusaha untuk tetap tenang."Ternyata benar, cuma segini kemampuan organisasiku." desis wanita itu."M-memangnya apa lagi yang bisa kulakukan, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Semua keputusan ada ditangan ketua markas." keluh Sam."Ternyata kau tau siapa aku!" ujar wanita itu."Tentu saja" jawab Sam dengan bangga menyeringai."Kau adalah Zora, agen pembunuh dengan rekor tercepat yang mampu maraih posisi Silent Assassin kategori bahaya dalam organisasi The Black Shadows. Dalam kurun waktu 2 tahun kau mampu membuat namamu dikenal oleh pemimpin organisasi sehingga membuat agen lain merasa iri dan ingin membunuhmu. Tapi jangankan membunuh, menemukan batang hidungmu saja mereka kesulitan. Hahaha aku sangat terhibur dengan tindakan konyol mereka." jelas Sam panjang lebar sambil tertawa bangga.Wanita yang dipanggil Zora itu terlihat diam, dia mendengarkan tanpa membantah sedikitpun ucapan dari pria di depannya."Kenapa kau yakin kalau aku adalah Zora?" tanya wanita itu lagi."Hahah, pertanyaan konyol macam apa itu. Apa kau melupakan tato di jari tanganmu?" beber Sam sambil menunjuk bagian tangan kanan Zora."Tato itu hanya dimiliki oleh mereka yang sudah menduduki posisi Silent Assassin." lanjut Sam. Sam sangat yakin bahwa wanita itu adalah Zora saat dia memperhatikan tato yang ada di jari tangan Zora.Seketika itu Zora sadar, ia menatap tato yang membelit jari telunjuknya dengan lekat, tato berbentuk ular dengan gigi yang tajam dan lidah yang munjulur, tampak seperti ular yang merayap mengikuti lekuk dan kontur jari telunjuknya. Serta detail sisik hitam menambah kesan yang terlihat nyata sehingga mampu memberikan efek manakutkan .Zora terlihat kesal karena sebagian tentang informasinya sudah bocor, bahkan itu diketahui oleh agen tingkat rendah seperti pria yang ada di depannya.
Setelah mendengar ocehan dari Sam Zora menggerakan tangannya mengisyaratkan untuk bergerak.Sesaat kemudian Sam yang sedang tertawa ringan itu terdiam membeku, matanya terbuka lebar dan urat-urat terlihat menonjol di bagian dahinya. Hawa dingin terasa di bagian belakangnya, dia merasakan sesuatu yang tajam hampir menembus lehernya."Ssstttt, diam." bisik orang di balik kegelapan itu."S-siapa kau?" tanya Sam gemetar ketakutan.His hands started to roam under my dress. His fingers fiddled with my underwear. He could already feel my wetness and in a swift movement, he thrusted his two fingers inside me. I gasped before moaning between our kisses.I rocked my hips as he pulled and pushed his fingers inside me, adding one more along the way. I could feel his full erection against my stomach. God, I could never get used to his massiveness. It always hurts the first thrust.“With how much you’ve been fucking me day and night, don’t you think I would’ve been pregnant easily without the pills?” I muttered against his ear.“I’m sorry for lashing out. I thought you would refuse the idea of having a baby for now.” His response was that of a whisper.I withdrew a bit to face him. “It’s alright.” I smiled. “Considering I’ve been a difficult woman before we established a relationship.”He
It’s been more than half a year since Nile and I got married. After the stunt I pulled with the marriage certificate, Sara was even more adamant to have the wedding as soon as possible. That was after berating us in both Russian and Japanese. I didn’t understand a thing so I just stared at her confused that night.The question is why did I do it exactly? Why did I trick both of them, especially my husband? Honestly, I made the sudden decision right as Nile talked to the judge. I was staring at him as I waited for their conversation to finish. Then and there I thought.I want to marry him.I realized he didn’t ask me that question and only assumed that I would still refuse his proposal. I would refuse back then but now… it’s different. I want to be with him.I don’t know when he managed to change my mind. He effortlessly convinced me to be with him. To marry him and love only him… forever. He doesn&
“Your mom will be crushed if she finds out the news.” There was a hint of amusement in her statement.“What do you want to do?”She was quiet before she replied. “I’m honestly surprised. I seriously thought she was only teasing me about it. I didn’t know it was actually this serious when she kept mentioning it to you.”I looked at her inquisitively. “Why would you think she was teasing you?”“Ugh, hello? Have you seen the way your mom looks at me? The way your mom talks to me? It’s as if she’s planning something ridiculous. It’s like she’s planning to have one hundred ways to embarrass me. She’s as mischievous as a brat.”“Good point.”She raises her eyebrow at me as if in disbelief that I agree with her. But she’s right. My mom is pretty mischievous. There’s always plans up in her head and execute it wh
“I’ll be moving back to my apartment the day after tomorrow. Don’t forget that, Mr. Veselov.” I reminded Nile as he drove me towards Runner Studios.Nile was silent while having this deep frown on his eyebrows. I almost wanted to laugh but I held it in because I knew he hates the idea of me moving out of their mansion.“Come on. It’s not like we are going to be apart hours away. Do you want to fuck in my apartment again?” I teased him in the end.“I’d rather we fuck in my room, lyuBImaya.” He grunted.“Wait. My office isn’t in this direction. Where are we going?” I noticed he wasn’t going towards Runner Studios and instead took a different route.I was suspicious when Nile didn’t answer. It’s times like this that he’s up to something again. His silence is very dangerous for me.I was right when he stopped in front of a familiar












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore