Her Saviour Alpha

Her Saviour Alpha

last updateLast Updated : 2022-12-02
By:  JyotikaCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
10 ratings. 10 reviews
145Chapters
11.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

My eyes fell upon a woman curled up on the cold floor, her face hidden behind a curtain of tangled hair. She looked broken, as though life had taken everything from her. I rushed to her side and gently brushed the hair away from her face. Fear, pain, and exhaustion lingered in her eyes, making my chest tighten. "Hey... I'm here now," I murmured. "You're safe. No one is going to hurt you anymore." I wrapped my coat around her shoulders and moved to lift her into my arms when Max stepped forward and placed a hand on my shoulder. "Don't forget what Ella told you," he warned quietly. "Get the car ready," I ordered, ignoring him. "You're saving her today," Max said grimly, "but one day, this woman will be the reason for your downfall. Remember Ella's warning." "I don't know what the future holds," I replied coldly, "but I'm not leaving her here." Ignoring him, I lifted her into my arms. She trembled before burying her face against my chest, clinging to me as if I were her last hope. Mate. The word echoed through my mind, stealing the air from my lungs. No. Horror washed over me. Richard's wife... The woman whose husband I had killed... She was my mate.

View More

Chapter 1

Chapter 1 : Darkness

“Kasian sekali, masih muda sudah kehilangan kedua orang tuanya.”

“Dia tidak punya siapa-siapa. Tidak ada kerabat yang mau mengurusnya.”

“Kau adalah kerabatnya, mengapa tidak memberi sedikit biaya agar dia bisa makan.”

“Anak itu sudah besar dan sudah lulus SMA. Dia bisa mengurus dirinya sendiri atau bekerja.”

“Setidaknya kasih uang kek buat biaya hidup.”

“Hidup keluargaku sudah sulit. Bagaimana bisa nambah orang untuk diberi makan.”

“Aku tidak bisa mengambil tanggung jawab anak itu. Dan lagi Pak Dody memiliki banyak utang yang menumpuk. Siapa yang mau mengambil tanggung jawab utang-utang itu.”

“Ini salah Pak Dody, sudah tidak punya istri yang bertanggung jawab untuk anak itu, masa ninggalin banyak utang.”

“Anak itu kasihan sekali.”

“Sudah ibunya melarikan diri dengan alasan merantau sekaliannya tidak pernah pulang selama sepuluh tahun.”

Banyak tetangga maupun kerabat yang datang melayat di pemakaman berbisik-bisik sembari memandang gadis belia yang berdiri diam dengan kepala menunduk memandang gundukan tanah merah.

Dia bisa mendengar semua bisik-bisik yang tertuju padanya. Tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya. Rambut hitam panjangnya terurai menutupi seluruh wajahnya. Tanpa ada orang yang menyadari, air matanya terus mengalir di pipinya tanpa mengeluarkan suara isakan. Tidak ada orang yang menghibur gadis yang baru saja ditinggalkan mati oleh ayahnya.

 Para tetangga maupun kerabatnya hanya mengucapkan belasungkawa untuknya tetapi berbisik-bisik menggunjing kondisi hidup keluarganya.

Ayahnya hanya seorang petani miskin yang hidup kesusahan dengan tumpukkan utang yang ditinggalkannya untuk anak gadisnya yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas.

Sementara ibunya yang entah ke mana tidak pernah pulang selama sepuluh tahun dengan alasan pergi kerja ke luar negeri demi keluarga.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya menahan isakkannya keluar. Bisik-bisik tetangga tidak pernah berhenti. Dia hanya seorang gadis belia yang baru SMA dan tidak memiliki pengalaman hidup di masyarakat. Tidak ada satu pun kerabat yang mengulurkan tangan untuk membantunya.

Begitu para pelayat mulai meninggalkan area pemakaman, meninggalkan gadis itu sendirian. Dia tidak bisa tangisannya tumpah. Isakkannya semakin bertambah keras di pemakaman yang sepi itu. Dia terduduk sambil tersedu-sedu di samping makam ayahnya.

Entah berapa lama dia menangis, sampai suara berat seorang pria tiba-tiba masuk dalam pendengarannya.

“Apa kau Raelina Yuswandari, Putri bapak Dody Gustiwana?”

Gadis itu tersentak dan menghentikan tangisannya. Dia tidak mengangkat kepalanya untuk memandang orang yang berbicara padanya. Dia diam membisu. Gadis itu takut begitu dia mengangkat kepalanya, wajah yang penuh dengan air mata dan kesedihan akan mendapat tatapan penuh kasihan dari para tetangga atau kerabat yang datang untuk melihatnya.

Dia tidak membutuhkan rasa kasihan mereka. Sekalipun mereka kasihan, tidak ada yang akan mengulurkan tangan padanya. Orang hanya peduli pada hidup mereka masing-masing, mana punya waktu untuk mengurus anak yatim sudah tidak punya apa-apa dan utang menumpuk.

Laki-laki yang berbicara padanya terdiam melihat gadis itu tidak merespons dan hanya menundukkan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Jangan khawatir, aku akan menjagamu.”

Gadis langsung mendongakkan kepalanya memandang laki-laki yang baru saja mengatakan hal itu.

Berbeda dengan tetangga dan kerabat yang mengenakan baju melayat, hanya laki-laki itu yang memakai seragam tentara lengkap. Dia tinggi dan masih muda. Kira-kira berusia dua puluhan dan memiliki wajah tampan yang membuat orang tidak bisa mengalihkan pandangannya.

 Postur tubuhnya tegap khas tentara dan tatapannya menatap gadis belia itu lurus dengan mata segelas malam. Ada senyum tipis di bibirnya di wajahnya yang pucat dan tanpa ekspresi kala dia mengulurkan tangannya pada gadis itu.

“Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan menjagamu.”

 Dia mengulang kalimatnya seperti sudah melafalkannya berulang kali.

Air mata gadis luruh makin deras tanpa mengeluarkan suara isakan. Dia menggigit bibir bawahnya menahan isakkannya. Hanya laki-laki itu yang mengulurkan tangan padanya di saat terpuruknya.

Dengan satu kata 'Aku akan menjagamu' meruntuhkan benteng pertahanan yang dia buat untuk tidak bergantung pada belas kasihan orang lain.

“Nona!”

Seorang wanita berusia 26 tahun itu tersentak dan membuka matanya merasakan guncangan di tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya menatap seorang wanita berseragam pramugari yang memandang sambil mengulurkan sebuah tisu padanya.

“Ah, terima kasih,” ucap wanita itu bingung menerima tisu dari pramugari dan hanya menggenggam tisu itu dengan linglung. Dia belum mengumpulkan kesadarannya sepenuhnya usai bangun tidur.

Pramugari itu tidak mengatakan apa-apa dan hanya menunjukkan pipinya pada wanita itu dengan tatapan simpati.

Raelina, nama wanita itu meraba wajahnya dan menyadari pipinya basah oleh air mata. Dia merasa malu dan menghapus air matanya dengan tisu yang diberikan oleh pramugari itu.

“Terima kasih.” Dia bergumam pelan sembari menundukkan kepalanya untuk menghapus air matanya.

Tanpa sadar dia tertidur sambil menangis.

Apa karena mimpi itu? Pikirnya.

Sudah lima tahun berlalu dan dia sudah melupakan mimpi pertemuan pertanya dengan ‘pria itu'. Tetapi dia memimpikan mimpi itu lagi setelah bertahun-tahun melupakannya.

Pramugari itu tersenyum dan berujar ramah. “Anda sebaiknya bersiap-siap, sebentar lagi pesawat akan mendarat di bandara.”

“Ah, terima kasih,” ucap Raelina tersenyum pada pramugari itu sebelum pramugari itu pergi dan memeriksa penumpang lainnya.

Raelina menghela napas memandang keluar jendela pesawat. Hari masih siang dan pemandangan awan terlihat dari balik jendela pesawat.

Raelina tersenyum samar dan memejamkan matanya.

Tidak lama kemudian pesawat yang ditumpangi Raelina mendarat di tempat tujuan.

Raelina membawa kopernya dan mengikuti kerumunan orang yang keluar dari pintu kedatangan. Dia berhenti sejenak dan memandang ke sekeliling bandara yang ramai oleh lalu lalang orang-orang yang memiliki tujuan datang dan pergi.

Sudah lima tahun dia meninggalkan tempat ini dan belajar ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Siapa yang mengira seorang anak petani miskin bisa kuliah di luar negeri dan kembali membawa gelar dokter dari universitas ternama ke kampung halamannya.

Raelina tersenyum pahit. Semua yang dia capai berkat ‘pria itu’ yang sekarang sudah menjadi mantan suaminya.

Ya, di umurnya yang ke dua enam tahun dia pernah menikah sekali dan bercerai di usia belia.

 Semua pencapaiannya saat ini sebanding dengan penderitaan yang dialaminya di masa lalu. Sekarang dia kembali bukan melihat ke belakang, tetapi untuk menata masa depannya.

Raelina sudah bertekad kembali setelah lima tahun meninggalkan tempat kelahiran dan mengatur masa depannya yang cerah. Kembalinya dia ke kampung halamannya, tidak ada hubungannya dengan masa lalunya.

Raelina mengalihkan pandangannya ke sekeliling bandara mencari salah satu teman terbaiknya yang sudah duluan kembali ke negara ini. Alasannya kembali juga karena teman yang mengundangnya untuk magang bersamanya setelah beberapa bulan Raelina belum juga mendapat pekerjaan di Inggris.

Raelina celingukan mencari keberadaan teman satu-satunya di kerumunan orang di bandara. Tetapi dia tidak menemukan temannya dan ponsel di tangan Raelina bergetar. Melihat itu temannya yang meneleponnya, dia mengangkat panggilan itu.

“Lina, apa kau sudah tiba di bandara?” Suara seorang wanita terdengar lelah dari seberang telepon.

Raelina mengerutkan dahinya dan berujar dengan khawatir. “Iya, kamu ada di mana, aku tidak melihatmu di mana pun? Apa sesuatu terjadi padamu?”

“Ya, aku baik-baik saja. Tapi maaf ya Lina, kayaknya aku tidak bisa menjemput hari ini di bandara. Rumah sakit tampak penuh, ada banyak pasien harus ditangani. Tidak apa-apa ‘kan kau pergi sendiri. Aku akan mengirimkan alamat apartemenku padamu.”

Raelina menghela napas dan tersenyum membalas temannya yang bernama Stella Marissa, teman satu jurusannya di Inggris.

“Iya, tidak apa-apa. Lanjutkan pekerjaanmu. Jangan khawatirkan aku.”

“Ok, maaf banget ya.”

Terdengar suara bercakap-cakap dengan Stella di seberang telepon sebelum dia menjawab Raelina dengan terburu-buru. “Aku tutup dulu ya. Aku akan bertemu denganmu nanti malam, sampai jumpa.”

Setelah itu sambungan telepon di tutup Stella.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Mahima Keshri
Mahima Keshri
wow it's so wonderful... starting was soooo amazing and suspenseful ... and plot are awesome.. and always remind me who are the writer of the story ... mine all time favourite writer ...️ best of luck for all ongoing stories ...️
2023-10-20 00:07:47
1
0
Avni Mahajan
Avni Mahajan
finally finished reading this book...i can say it's worth reading...the book is full of emotions and shows the power of love...well done author...felt sooo much emotions while reading it...loved it
2022-12-20 11:08:12
3
1
anu
anu
loved this story....very interesting
2022-12-06 21:56:11
2
1
Avni Mahajan
Avni Mahajan
sooo interesting story....worth reading
2022-12-03 23:55:04
2
1
Mahima Kesarwani
Mahima Kesarwani
awesome writing ... keep it up ...
2022-11-13 02:23:41
2
1
145 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status