Share

celaka

Author: ade annisa
last update publish date: 2026-03-11 20:14:01

Beberapa kali Erik berguling di trotoar, kepalanya yang terbentur membuat ia kehilangan kesadaran, sayup-sayup pria malang itu mendengar dering ponsel yang terpental dari saku kemejanya, suara berisik benda itu membuatnya terjaga, dan sadar dia harus segera menjauh dari mobilnya.

Beberapa langkah terseok dari tempat kejadian, kendraannya itu meledak dan terbakar, Erik sedikit terpental karenanya.

Beberapa kendaraan yang melintas dan tidak berani mendekat kemudian bergegas turun untuk menolong
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hot Brother   Bahagia

    Kalila mendekat pada suaminya. "Kau lapar?" tanya wanita itu. Seperti tengah mengalihkan perhatian.Erik tidak menanggapi, fokus pada Roy yang kemudian pamit undur diri, dan colekan di pipinya dari sang istri membuat pria itu menoleh. "Aku lapar," ucap Kalila. Erik yang diam saja kemudian mendapat cubitan di pipinya. "Kita makan di luar." Erik memberikan saran. "Untuk apa, di sini banyak makanan," tolak wanita itu. Kalila mengambil dua gelas minuman berwarna yang seorang pelayan bawa dengan nampan, wanita itu memberikan satu pada suaminya. "Aku tidak haus," tolak Erik, namun kemudian ia terima juga uluran gelas dari istrinya. "Minumlah, aku merasa hawa di sini sangat panas," sindir Kalila. Erik tidak menanggapi ledekan itu, dia menenggak habis cairan manis di tangannya, kemudian memberikangelas kosong pada pelayan yang melewatinya."Tidak haus, Tuan Erik?" Kalila kembali menggoda suaminya. "Ayo kita pulang," ajak Erik dengan merangkulkan sebelah tangannya pada pinggang Kalila,

  • Hot Brother   pesta

    Erik tampak diam, dan begitu juga dengan istrinya, dan saat pria itu menghentikan laju kendaraannya di lampu merah, dia kemudian bertanya. "Apa yang kalian bicarakan?" Kalila menoleh pada suaminya, kemudian tertawa kecil, dia tahu pria itu pasti akan menanyakan tentang hal ini. "Menurutmu?" tanyanya menggoda. Erik berdecak, kembali melajukan kendaraannya saat lampu berubah hijau, dan sikapnya yang tak acuh itu membuat Kalila gemas dan mencubit pipinya. "Dia hanya menanyakan hadiah apa yang disukai oleh seorang wanita," ucap Kalila menjelaskan. "Untukmu?" Erik kemudian bertanya, dan malah membuat Kalila jadi tertawa. "Tentu saja bukan," sangkal wanita itu, dan kembali mencubit pipinya. Sampai di dalam kamar Kalila mendapati suaminya itu lebih banyak diam, bahkan sudah lebih dulu merebahkan diri di atas kasur, biasanya pria itu selalu mengganggunya. Setelah mengganti gaunnya dengan baju tidur seperti biasa, Kalila kemudian naik ke atas ranjang dan mencolek pipi suaminya. "Kau ta

  • Hot Brother   cemburu

    "Seharusnya tidak perlu," ucap Kalila dengan berusaha bangkit dari pangkuan Erik, namun pria itu menahannya. "Kau bilang ada rapat, cepat lepaskan aku," pintanya. Bukan menurut, suaminya itu malah tersenyum. Kalila mengerutkan dahi saat Sorot mata pria di hadapannya itu terlihat sendu, dan dia tahu arti tatapan itu. "Kak Eriik, kau bilang sibuk."***Erik yang tengah memasang kembali sepatunya duduk di tepi ranjang, sesekali pria itu menoleh pada jarum jam di pergelangan tangan, memastikan bahwa waktunya masih banyak tersisa. "Sudah lewat tigapuluh menit loh Kak," ucap Kalila mendekat dengan air putih di tangannya, kemudian ia taruh di atas meja, Kalila menghampiri suaminya dan berdiri di hadapan pria itu untuk membantu memasangkan dasi di lehernya. "Papi kamu juga belum datang, sepertinya dia ada urusan juga," ucap Erik sedikit menggoda, dengan sibuk mengancingkan lengan kemejanya. Kalila berdecak, melirikkan matanya dengan sinis ke arah suaminya namun kemudian tersenyum juga. "M

  • Hot Brother   peran

    "Awas, Kak. Aku harus membalikkan telur nanti gosong," ucap Kalila dengan tertawa, dan setelah suaminya itu menyingkir dia justru kembali kebingungan. "Aku tidak bisa mengendalikannya!" "Apa yang harus aku lakukan?" Erik kemudian bertanya. Dan sang istri menyuruh untuk mematikan kompornya. Sesaat berperang dengan spatula dan dapur yang berantakan, Kalila meletakan mi goreng dan telur ceplok setengah gosong di atas meja. "Maaf aku tidak bisa masak," Sesalnya. Erik menatap wajah cantik sang istri yang terlihat begitu kontras dengan hasil masakan di piringnya, namun pria yang duduk pada kursi di ujung meja itu menarik piring dari hadapan Kalila agar mendekatinya. Kalila sedikit terkesip saat suaminya itu menyendok masakannya kemudian ia makan. "Jangan, Kak Erik!" cegahnya dengan mendekat, kemudian duduk di sebelah Erik dan menyentuh lengannya, Kalila takut sang suami akan keracunan dengan hasil masakannya, belum apa-apa masa dia harus menjadi janda. Erik sedikit mengernyit saat rasa

  • Hot Brother   liburan

    Tidak terasa satu minggu sudah mereka berada di tempat itu, Kalila pun sudah mulai lelah menjelajahi semua tempat wisata yang tidak akan pernah bosan meski berkali-kali mengunjunginya, tapi sungguh dia sangat merindukan mami Erina, dia ingin pulang ke rumah orang yang saat ini sudah menjadi mami mertuanya.Kedatangan mereka tentu disambut gembira oleh Erina, yang sudah menyiapkan makanan banyak untuk putra dan menantunya. "Bagaimana liburan kalian, apa menyenangkan?" Erina bertanya dengan sedikit menggoda Kalila tentang bagaimana rasanya malam pertama, keduanya kemudian terlibat obrolan. Erik lebih banyak diam saat berada di ruang makan, menyaksikan dua wanita kesayangannya terlihat bahagia dia sudah begitu senang. "Jadi, niatnya kalian mau tinggal di mana?" Pertanyaan itu terlontar dari Arlan, yang saat ini ikut makan malam bersama mereka. Sama seperti Erik, pria paruh baya itu juga lebih banyak diam. "Tinggal di rumah mami saja ya," bujuk Erina dengan menyentuh lengan Kalila. D

  • Hot Brother   kenangan baru

    Erik menatap kedua bolamata Kalila yang terlihat jernih, kabut yang semula memenuhi netranya itu terlihat menghilang. "Aku suka melihat pancaran matamu, dan perubahannya saat kau aku sentuh," ucapnya dengan mengusapkan kembali tangannya pada perut rata Kalila, memainkan jahitan luka yang sedikit membekas di sana. Sejenak Kalila tertegun, pria yang berbaring miring menghadapnya dan menopang kepala dengan tangan itu semakin membuatnya merasa malu. "Apa kau selalu seperti ini?" tanya Kalila hati-hati. Erik yang masih menatap wajah cantik istrinya itu kemudian mengangkat alis. "Seperti ini bagaimana?" tanyanya tidak mengerti. Kalila mengalihkan pandangannya pada langit-langit kamar, sorot teduh pria itu selalu membuatnya merasa masuk ke dalam labirin rumit yang tidak tahu di mana jalan keluar. "Kau masih berpakaian lengkap sedangkan aku nyaris tidak mengenakan apa-apa." Mendengar kalimat itu keluar dengan nada malu-malu membuat Erik kemudi tertawa, pria itu merebahkan diri dan menar

  • Hot Brother   Kencan Buta

    "Tidak bisa, Erik." Arlan berdiri memunggungi anak dan istrinya yang tengah duduk di sofa ruang keluarga.Atas permintaan Erik untuk menahan Kalila tetap bersama mereka ternyata membuat Arlan sangat murka, bukan pria itu tidak menyayangi putri angkatnya, tapi perjanjian dengan Kalingga tidak mampu

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Hot Brother   keras kepala

    Erina menghela napas. "Dengar ya, Erik. Lupakan Kalila, kalian tidak seharusnya bersama," tegasnya. Namun Erik menggeleng. "Tidak bisa," tukas pria itu. "Erik!" "Jika perlu, aku akan benar-benar memberikan Mami cucu," ancam Erik yang nyaris membuat secangkir kopi di tangan wanita kesayangannya i

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Hot Brother   Permintaan

    Erik terkekeh pelan saat gadis yang berbaring menghadap dirinya itu reflek menarik tangannya sendiri, kemudian memukul lengannya hingga terasa nyeri. "Sakit, Sayang," keluh pria itu. Kalila berdecak. "Lebih sakit tangan aku digigit sama kamu," omelnya. Setelah itu keduanya terdiam, Erik meraih ta

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Hot Brother   Cemburu

    Kalila tertawa, rasanya senang saja jika berhasil mendapatkannya, gadis itu kemudian menoleh ke sekitar, menghentikan anak kecil yang lewat kemudian membagikan boneka miliknya. Melihat hal itu bukannya kesal Erik malah diam-diam tersenyum, gadis itu lebih senang saat membagikannya dari pada mendap

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status