Share

Bab 3

Penulis: Starla
Aku agak takut, tidak mengerti kenapa Om Maxim menyuruhku naik mobil yang sama dengannya. Namun, aku akan terlihat mencurigakan kalau menolak. Selain itu, entah kenapa aku merasa agak bersemangat.

Jadi, aku berjalan ke mobil yang ditunjuk oleh Om Maxim. Lokasinya tidak jauh. Entah sengaja atau tidak, Om Maxim selalu berjalan lebih lambat dariku. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa tatapannya sedang mengamatiku dari belakang.

Bahkan aku bisa mendengar suaranya saat menelan ludah. Tatapannya yang begitu membara itu seolah-olah berubah menjadi tangan yang terus meraba tubuhku.

Tubuhku menjadi panas, sementara hatiku panik. Jangan-jangan Om Maxim sudah tahu aku adalah gadis genit di MRT itu?

Kalau benar begitu dan kami berada di mobil yang sama, apakah dia akan .... Memikirkan itu, aku merasa panik sekaligus menantikan.

Di tengah perasaan yang campur aduk, aku membuka pintu mobil dan hendak duduk di samping kursi pengemudi.

"Yessy, kemari," panggil Om Maxim.

Aku tidak mengerti maksudnya, jadi berjalan ke arah kursi pengemudi. Tak disangka begitu aku tiba, Om Maxim langsung menarikku ke atas pangkuannya. Kedua tangannya merangkul pinggangku.

"Om ... kamu ngapain?" Aku terkejut setengah mati.

Tubuh Om Maxim menempel erat padaku. Dia lantas berbisik di samping telingaku, "Tentu saja mengajarimu nyetir. Begini baru cepat belajarnya."

Belajar mengemudi dengan duduk di atas pangkuan Om Maxim. Posisi ini terlalu memalukan. Aku hanya memakai terusan pendek yang tipis. Begitu duduk, aku bisa langsung merasakan tonjolan yang cukup besar di antara kedua kaki Om Maxim.

Seketika, wajah dan telingaku memerah. Aku ingin menolak, tetapi Om Maxim sudah menyalakan mobil dan menginjak pedal gas. Mobil pun melaju dengan perlahan.

"Pegang kemudi baik-baik. Jangan sampai nabrak." Om Maxim meletakkan tanganku di atas kemudi, menyuruhku memegang dengan baik.

Ini adalah jalan pegunungan buatan di dekat kursus mengemudi. Di sampingnya adalah jalan setapak pegunungan yang ditumbuhi semak belukar. Akan sangat berbahaya jika menabrak salah satu sisi.

Aku hanya bisa memegang kemudi erat-erat sambil menatap ke depan. Namun, aku sulit mengabaikan sensasi di bawah tubuhku. Karena jalan yang bergelombang, aku terombang-ambing di atasnya dan bokongku terus membentur titik berbahaya itu.

Om Maxim bahkan sengaja mencondongkan tubuh ke depan, membenturku dengan keras hingga aku tak kuasa mengeluarkan seruan kaget. Pose ini membuat kami terlihat seperti sedang ....

Ketika aku sedang panik, tiba-tiba aku merasakan tangan Om Maxim yang tadinya merangkul pinggangku mulai bergerak ke atas. Setelah tiba di tempat yang lembut itu, dia meremas dengan kuat beberapa kali.

Tubuhku bergetar. Tanganku yang memegang kemudi pun menjadi agak lemas. "Jangan ... Om ...."

Om Maxim malah tertawa. "Jangan panik, Yessy. Jalanan ini agak bergelombang, aku khawatir kamu akan kehilangan konsentrasi kalau tubuhku terlalu terguncang. Makanya aku bantu kamu."

"Yessy, payudaramu besar sekali. Pasti rasanya nggak nyaman kalau guncangannya terlalu hebat, 'kan?"

Aku memegang kemudi dengan malu, membiarkan tangan itu meremas payudaraku. Tali terusanku pun jatuh, memperlihatkan sebagian besar braku. Om Maxim memasukkan tangannya, menggesek area yang paling sensitif melalui braku.

"Konsentrasimu kurang bagus. Biar Om bantu kamu berlatih ...."

Aku merasakan tangan kasar itu menyelip ke dalam braku, sementara tangan yang satu lagi bergerak ke bawah dan meraih bagian bawah terusanku yang berantakan, lalu menuju celana dalamku yang sudah basah kuyup ....
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 9

    Ketika kemaluanku terpampang di hadapannya, tubuhku gemetar semakin hebat. Saat dia terkekeh-kekeh dan menerjang ke arahku, dari luar tiba-tiba terdengar keributan. Polisi akhirnya datang.Pria paruh baya yang belum sempat melampiaskan nafsunya itu tampak enggan. Dia meremas tubuhku dengan keras beberapa kali sebelum akhirnya keluar dengan enggan. Begitu pintu mobil dibuka, dia langsung ditahan polisi.Aku mengenakan kembali pakaianku, lalu turun dari mobil dan pergi ke kantor polisi bersama mereka. Setelah diperiksa, dipastikan bahwa aku memang dipaksa.Maxim tidak menyangka aku berani melapor ke polisi. Dia bahkan tidak sempat melakukan persiapan apa pun dan langsung dibawa ke kantor polisi. Video-video itu pun tentu saja belum sempat disebarkan. Ini sudah termasuk keberuntungan di tengah kemalangan.Dengan dorongan dan dukungan dari polisi, para mahasiswi juga akhirnya mengungkapkan fakta bahwa mereka dipaksa. Catatan percakapan dan bukti transfer di ponsel Maxim pun membuktikan kej

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 8

    Om Maxim menutup pintu mobil. Dua pria itu menekanku ke jok dan ingin merobek pakaianku."Aku sudah lama ingin mencicipimu. Kata Pak Maxim, kamu itu super genit. Temani kami main yang puas ya.""Buset, gede banget. Satu tanganku saja nggak cukup buat megang. Duit yang aku keluarin ini benar-benar sepadan. Aku harus main sampai puas.""Dasar payah. Asal ada duit, perempuan kayak begini mau diapain aja bisa. Lain kali kita bisa lanjut main lagi."Mendengar kata-kata mereka dan merasakan tangan-tangan besar itu bergerak di tubuhku, wajahku langsung berubah.Duit yang dikeluarkan benar-benar sepadan? Mau diapakan saja bisa? Aku tiba-tiba paham. Kursus mengemudi tempat Om Maxim ini mencari uang dengan cara yang tidak benar. Asal bayar, orang-orang ini bisa seenaknya menganiaya para murid perempuan. Kalau begitu, apakah murid lain juga mengalami hal yang sama?Kalau memang begitu, berarti Om Maxim dan mereka memanfaatkan kami untuk mencari uang.Semakin kupikirkan, semakin aku ketakutan. Tub

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 7

    Aku baru teringat pada mobil-mobil yang kulihat bergoyang itu. Di dalamnya, mungkin kejadiannya memang seperti ini semua.Jangan-jangan mahasiswi lainnya juga .... Begitu memikirkan itu, aku langsung menyesal setengah mati. Akulah yang menyeret mereka semua ke dalam jurang.Karena panik ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku mendorong keras instruktur itu dan berlari cepat ke arah kantor. Aku harus mencari Om Maxim dan meminta penjelasan."Om Maxim, bukankah sebelumnya kamu bilang ini demi performa kursus mengemudi? Kenapa semua teman perempuanku malah ...." Kalimat selanjutnya sulit sekali keluar dari mulutku.Mendengar perkataanku, Om Maxim sama sekali tidak tampak bersalah. Dia mengambil gelas air di atas meja, meneguknya, lalu memberi isyarat agar aku mendekat. Aku masih diliputi amarah dan tetap berdiri di tempat.Om Maxim menggeleng, lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal dari laci. Dia menghampiriku dan merangkul pinggangku. Amplop itu diselipkannya ke dalam kerah bajuku.Ba

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 6

    Aku menelepon beberapa teman perempuanku. Begitu mendengar ada diskon, mereka pun setuju untuk belajar.Keesokan hari, aku membawa mereka ke kursus mengemudi. Om Maxim benar-benar memberi mereka diskon, juga mengatur instruktur berpengalaman untuk mereka.Melihatnya, aku merasa lega. Bagaimanapun, aku yang membawa mereka kemari. Kalau hasilnya tidak bagus, aku yang akan merasa tidak enak hati.Setelah mereka pergi, Om Maxim merangkul pinggangku. "Yessy, kangen Om nggak?"Sambil berbicara, tangannya mulai bergerak dengan nakal."Om, jangan begini ...."Kami sedang berada di kantor. Aku takut ada yang masuk, jadi buru-buru mendorongnya.Om Maxim tertawa, lalu berujar, "Ayo, kita pergi belajar nyetir."Dia menarikku ke samping mobil, lagi-lagi menyuruhku duduk di pangkuannya."Om, harus seperti ini cara belajarnya?" Wajahku memerah karena teringat kejadian kemarin. Om Maxim ingin seperti kemarin lagi?Om Maxim merangkul pinggangku secara alami. "Nanti juga terbiasa. Begini baru kamu bisa

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 5

    Para pria paruh baya ini pasti sudah berpengalaman. Hanya dengan meraba tubuhku sedikit, aku sudah merasa sangat panas. Mulutku sampai tidak bisa ditutup."Aku takut sekali. Tolong ampuni aku ...." Melihat penampilan mereka semua yang ganas, wajahku memerah."Jangan pura-pura lagi, Yessy. Kamu kira aku nggak tahu kamu gadis seperti apa? Kamu menggodaku di MRT, jadi jangan sok suci sekarang.""Oh ya, dashcam akan merekam semua adegan di dalam mobil. Kalau kamu nggak mau pacarmu tahu, tunjukkan jati dirimu yang sesungguhnya. Biarkan kami bersenang-senang."Om Maxim mengancamku sambil menarik terusanku. Seketika, tubuh telanjangku terpampang jelas. Ketika melihat tatapan seperti serigala kelaparan itu, aku pun ketakutan. Namun, aku lebih takut ancaman Om Maxim.Melalui kaca mobil, aku melihat ke sisi lain. Aku tahu pacarku dan sahabatku sedang belajar di mobil itu. Kalau aku menjerit, mungkin mereka bisa mendengarnya.Namun, apa yang akan dipikirkan pacarku kalau melihat penampilanku ini?

  • Hubungan Terlarang Berkedok Belajar Berkemudi   Bab 4

    Rangsangan langsung meningkat. Area yang bahkan lebih keras dari tuas persneling itu semakin terasa.Om Maxim menegakkan tubuhnya. Satu tangannya hendak melepaskan ikat pinggangnya.Aku merasa takut sekaligus menantikan, bahkan ingin menyingkirkan rasa maluku dan menikmati momen ini.Tubuh lebih nyata dari kesadaran. Aku perlahan mengangkat bokongku agar Om Maxim bisa lebih mudah melepas celananya.Om Maxim terkekeh-kekeh, tampaknya sangat puas. Dia langsung melepas ikat pinggangnya, lalu melepas celana dalamku dan melemparkannya ke kursi di samping.Seketika, sensasinya semakin jelas. Sekujur tubuhku bergetar tak terkendali. Om Maxim mengangkat terusanku, menepuk-nepuk kulit putihku."Benar-benar seksi. Putih dan kenyal. Pasti enak sekali kalau dimainkan." Dia meraih bokongku dan mendorong sedikit untuk mencari posisi yang pas.Memikirkan diriku akan ditindas oleh Om Maxim yang perkasa, aku merasa sangat bersemangat. Sekujur tubuhku melemas, begitu pula tanganku yang memegang kemudi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status