Beranda / Romansa / ISTRI 48 JAM TUAN CEO / 71. HARAPAN YANG PERGI

Share

71. HARAPAN YANG PERGI

Penulis: Purple Rain
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-19 17:08:06

Malam semakin kelam dirasa. Sunyi membalut jarak yang sebenarnya telah usai, namun takdir tidaklah mudah ditebak. Semakin tinggi keinginan mereka untuk melepaskan, semakin sulit bagi mereka untuk tidak saling bergantung.

“Aku hamil, Mas.” Satu kalimat meluncur dengan lugas dari bibir Zivanna.

Perempuan itu terlihat rapuh, semua kekuatannya seakan terkikis oleh keadaan yang kejam. Seharusnya Zivanna tidak memberitahu kebenaran ini, tapi rasa putus asanya menuntut untuk membuka tabir di balik kepiluan yang telah dialaminya.

“Apa?!” mata Kayvandra reflek membola.

Dan satu kata yang tepat untuk menggambarkan situasi mereka saat ini adalah— hancur.

“I-Itu… anak David, ‘kan?”

"Hah..." Zivanna terbengong, persis seperti kambing ompong yang dicolok hidungnya.

Lucu.

Zivanna yang semula menggantungkan harapannya setinggi langit, mendadak seperti dihempaskan dengan keras ke dasar bumi. Tidak hanya harapan yang hancur, tapi hati dan juga rasa percayanya.

“M-Mas,” ia menunduk lesu bersamaan den
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    157. NEGERI DI ATAS AWAN

    Sinar matahari menyusup melalui tirai tipis kamar utama Moonlight Bloom, membangunkan Bella dari tidur lelapnya di pelukan Ethan. Tubuhnya masih terasa pegal, tapi nikmat karena ronde demi ronde semalam.Senyumnya tak pudar saat melihat wajah pria bermanik biru yang sedang menatapnya penuh kasih. “Morning,” ucapnya.“Morning, Sayang. Are you ready? Archenland sudah menunggu kedatangan kita,” bisik Ethan, mencium bibirnya lembut sebelum bangkit dari sampingnya.Bella menggeliat, menarik selimut sutra menutupi tubuhnya yang penuh bekas cinta. “Wait a minute, please…”Ethan terkekeh, mata hitamnya menyipit penuh janji. “Dua jam lagi, pesawat kita akan berangkat Bella. Kau tahu aku tidak suka membuang waktu, kecuali…”“Ethaaan… lima menit lagi, okey...” suara rengekan Bella membuat Ethan tidak melanjutkan kalimatnya.“Ayo, Nona. Jangan malas,” Ethan menarik selimut yang membungkus tubuh Bella. “Kita mandi bersama pagi ini,” “Awh,” pekik Bella yang sudah berada dalam gendongan Ethan.***

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    156. REMBULAN YANG BERSAKSI

    WARNING!Area 🔞🔞🔞EXPLISIT 21++Bijaklah dalam memilih bacaan.🍁🍁🍁Sprei sutra hitam bergoyang pelan ditiup angin malam. Ia menanggalkan gaun tipis Bella, memperlihatkan lingerie hitam renda dibaliknya yang membuat mata Ethan gelap penuh nafsu. "Kau cantik sekali, Bella…" gumam Ethan, mulutnya menjelajah leher Bella, lalu turun ke lembah payvdara perempuan itu. Bella mengerang saat lidah Ethan menyentuh pvtingnya yang mengeras, menghisap lembut lalu lebih kuat, gigitannya ringan membuat punggungnya melengkung. "Mas... ahh," desah Bella, tangannya meremas bahu Ethan, kuku-kukunya meninggalkan bekas yang memerah. Ethan tak berhenti. Tangannya merayap ke bawah, jari-jarinya menyusup ke celana dalamnya yang sudah basah. Ia menggosok klitorisnya dengan gerakan melingkar lambat, memasukkan satu jari, lalu dua, membiarkan Bella menggeliat di bawahnya. "Kamu sudah siap untukku, Sayang…" katanya serak, suaranya penuh kemenangan.Bella membalas dengan membuka ikat pinggang Ethan, menar

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    155. I'M YOURS

    Sore itu sinar matahari senja membalut langit Moonville dalam warna jingga lembut, saat Ethan mengemudikan mobil sport hitamnya menuju Moonlight Bloom. Bella duduk di sampingnya, jari-jarinya saling bertautan dengan tangan Ethan di tuas transmisi. "Jadi, selain menepati janji. Apakah Mas ingin merayuku, agar aku bersedia melanjutkan perjalanan bisnis kita ke Archenland?" tanya Bella, suaranya penuh rasa ingin tahu bercampur nostalgia.Ethan mengangguk, matanya tetap fokus ke jalan berkelok. "Ya, tebakanmu sangat tepat. Aku punya kejutan untukmu. Kamu pasti suka.”Mereka tiba di Moonlight Bloom saat matahari hampir tenggelam. Gerbang besi terbuka otomatis, menyambut mereka ke taman luas yang dipenuhi bunga-bunga liar. Mawar merah, lily putih harum, dan lavender ungu yang bergoyang ditiup angin. “Really?” Bella tampak takjub dibuatnya. “Mas menyulapnya dalam waktu singkat,” pemandangan di hadapannya begitu memukau, “Kau melakukan semua ini diam-diam di belakangku,” lanjutnya.“Surpris

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    154. ENGGAN UNTUK PERGI

    ​Bella mengenakan setelan blazer hitam yang sangat rapi, rambutnya diikat rendah, memancarkan aura profesionalisme yang mengejutkan. Ia tidak datang sebagai kekasih yang manja, melainkan sebagai seseorang yang memiliki hak untuk berada di sana.​"Maaf membuat kalian menunggu," ucap Ethan datar saat ia menarik kursi utama. Ia tidak langsung duduk, melainkan memberi isyarat agar sekretarisnya menyiapkan kursi tambahan tepat di sampingnya untuk Bella.​"Ethan, ini adalah pertemuan tertutup konsorsium," protes Tuan Markus, matanya melotot ke arah Bella. "Siapa wanita ini dan apa haknya berada di sini?"​"Namanya Violla Isabella," jawab Ethan, suaranya berat dan penuh wibawa. "Dan dia hadir di sini sebagai salah satu pemegang saham di perusahaan kita. Mengingat sebagian besar dari kalian meragukan integritasku karena rumor yang beredar, aku membawa seseorang untuk membantu mengidentifikasi siapa sebenarnya yang membocorkan data Goc'ta Company ke publik."​Ruangan mendadak sunyi. Wajah Alex

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    153. NEGOSIASI DI ANTARA DUA HATI

    ​Alexa tidak segera membalas. Ia menatap tangan Ethan yang melingkar di pinggang Bella seolah tangan itu adalah belati yang baru saja menusuk jantungnya. Tanpa kata lagi, ia menyambar tas desainer-nya dan melangkah keluar. Suara ketukan stiletto-nya di lantai marmer terdengar seperti dentang lonceng peringatan yang menggema di seluruh koridor Dirgantara Empire. ​Setelah pintu tertutup rapat, keheningan menyelimuti ruangan. Ethan menghembuskan napas panjang, ketegangan di bahunya sedikit mengendur, namun matanya masih memancarkan sisa-sisa amarah. ​"Kau tidak perlu melakukan itu, Mas," suara Bella memecah kesunyian. Ia meletakkan gelas kopi di atas meja kerja Ethan yang berantakan dengan dokumen. "Menjadikanku tameng di depan Alexa hanya akan membuatnya semakin menggila." ​Ethan memutar tubuh Bella agar menghadap padanya sepenuhnya. "Aku tidak menjadikanmu tameng, Bella. Aku menjadikanmu pusat. Aku ingin dia—dan semua orang di gedung ini—paham bahwa posisimu tidak bisa dinegosiasika

  • ISTRI 48 JAM TUAN CEO    152. DIA PRIORITAS UTAMAKU

    ​Keheningan yang damai itu tiba-tiba pecah oleh getaran keras dari ponsel Ethan yang tergeletak di konsol tengah. Cahaya layar yang terang benderang membelah remang kabin, menampilkan sebuah nama yang seketika membuat suasana hangat di dalam mobil itu mendingin.​Alexa Grace.​Bella melirik layar itu dengan tatapan datar, namun rahangnya mengeras. Keintiman yang baru saja mereka bagi seolah terusik oleh realitas yang menolak untuk pergi.​Ethan menghela napas berat, tangannya masih melingkar di pinggang Bella. Ia tidak meraih ponsel itu, membiarkannya terus bergetar hingga panggilan tersebut mati dengan sendirinya. Namun, hanya dalam hitungan detik, ponsel itu kembali menyala. Getarannya kali ini terasa lebih menuntut, seolah mencerminkan ego pemiliknya yang tidak terbiasa diabaikan.​"Angkatlah," bisik Bella dingin, meski jemarinya masih bermain di tengkuk Ethan. "Sepertinya ada urusan yang sangat mendesak hingga dia lupa waktu."​"Abaikan saja, Sayang," jawab Ethan serak, ia mencoba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status