Home / Romansa / ISTRI KONTRAK SANG DUDA / 13. Posesifnya....

Share

13. Posesifnya....

Author: nophie
last update Huling Na-update: 2025-11-18 20:45:31

" Tadi aku udah langsung kenalin mas Erwin ke mami lewat video call sih. Dan mas Erwin sudah memperkenalkan diri dan langsung melamar aku lewat video call itu." kata Calista dengan malu malu menjelaskan kejadian yang baru tadi terjadi.

"Lalu mami kamu bilang apa?" cecar Shania dengan nada ingin tahu.

" Awalnya mami kaget dengan pernyataan mas Erwin dipikirnya aku hamil. Tahu kan maksudku? Karena kan mas Erwin ingin melamar aku secepatnya." jelas Calista dengan suara lirih.

"Lalu? Mami kamu setuju dengan lamaran itu?" tanya Shania dengan intens

"Ya setuju sih! Cuman dia mau ngomong sama mas Erwin dulu, sebelum acara lamaran digelar. Pengenalan gitu deh! Soalnya kan baru mas Erwin yang aku kenalkan sama mama."

"Kamu itu ga bikin perjanjian apa apa sama mas Erwin kan?" selidik Shania yang curiga dengan cepatnya acara pernikahan dengan sang duda tua menurut versi Shania.

"Ehm apaan sih.. ya enggaklah."kata Calista dengan sedikit gugup karena Shania menatapnya dengan tatapan tajam da
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   20.Sohib Koplak

    Sesampainya Calista di apartemen Shania, ia langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri.Kerjaannya hari ini cukup melelahkan, dan beban moral yang ia terima dari para pejabat tinggi perusahaan saat pernikahannya dengan mas Erwin diumumkan, juga makin menambah pemikirannya.Sebenarnya Erwin tidak rela berpisah dengan Calista tadi, entah kenapa si duda dingin itu malah kepinginya nempel terus sama Calista.Bahkan tadi niatnya ingin mengajak Caca makan malam dan menikmati waktu bersamanya dan baru pulang. Namun wajah lelah, letih, lesu, dan lunglai milik Caca yang membuat Erwin akhirnya merelakan kalau Caca pulang ke apartemen Belleza milik Shania.Mungkin Erwin harus lebih berusaha untuk mengajak Caca tinggal di apartemennya sedang ia akan tidur di rumah saja seperti saran ibunya."Loh Ta? Kamu udah pulang?" tanya Shania dengan nada bingung. Bahkan ia melihat wajah Calista yang pucat dan lemas." Kamu sakit?" tanya Shania lagi. Shania sendiri juga baru saja pulang dari kantor,

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   19.Pengen Nimpuk

    Mereka berdua tiba di ruang meeting terlalu awal, sehingga ruangan meeting itu masih sepi dan belum terlihat adanya orang yang menunggu di sana. "Kita mau tunggu disini atau di ruangan ku saja?" tanya Erwin dengan nada lembut gak seperti waktu ada orang lain bersama dengan mereka. Mungkin ini yang dimaksud profesionalitas oleh Erwin. Lagian Calistanya sendiri juga tidak mau menunjukkan kepada semua orang tentang hubungan dan kedekatan mereka."Di sini aja lah, kan sebentar lagi juga bakalan mulai?" kata Calista dengan nada santai, ia langsung mengambil posisi duduk terbaiknya.Sedangkan Erwin mengambil posisi duduk di samping Calista."Emang kamu bakal duduk disini? " tanya Calista dengan raut wajah heran."Ya iyalah!" sahut Erwin dengan nada santai juga."Kamu duduknya tuh di depan, kalau aku emang harusnya duduk di sini." sahut Calista sambil mendorong tubuh Erwin agar maju ke depan."Ya ampun Ca! Ini kan belum mulai juga. Nanti biar papa aja yang atur kita duduk dimana. Sementara

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   18. Wajah datar vs wajah ramah

    Sesampainya mereka di area Lobby wajah Erwin berubah. Ia menjaga imagenya dengan tidak banyak tersenyum seperti tadi.Ia sudah terbiasa terlihat datar dan dingin sama sekali tidak seperti ketika dia bersama dengan Calista. Emang itu adalah profil Erwin ketika berada di perusahaan. Seorang laki-laki yang berdedikasi tinggi dan serius di dalam pekerjaannya.Banyak wanita yang mengidolakan laki-laki seperti Erwin. Jadi memang Erwin banyak sekali fans-fansnya. Sekalipun laki-laki yang berstatus duda tidak pernah menghiraukan wanita-wanita yang memujanya itu, tapi masih saja tetap banyak wanita yang terpesona dengan Erwin. Tapi Erwin malah jatuh cinta dan terperangkap pada sosok wanita lebih polos dan selalu memakai pakaian seadanya namun masih terlihat chic dan modern, yaitu Calista.Erwin berlagak mengantar dan menunjukan kepada Caca cara untuk absen dan mengantarnya ke kantornya yang lama, supaya Caca tidak bingung.Padahal Caca-nya sendiri terlihat santai, karena jangan lupa Caca jug

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   17.Be profesional

    "Kamu belum merasakan kalau kamu juga sudah jatuh cinta sama aku!" kata Erwin dengan yakin. Membuat Calista menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Bagaimana menjelaskan ya? Calista masih belum bisa mendefinisikan perasaan hatinya."Mungkin!" katanya dengan ragu. Erwin menoleh ke arah Calista yang terdiam menatap jalanan di depan."Loh, kok gitu?" tanya Erwin dengan nada tidak puas."Kemarin Shania juga nanya hal yang sama. Sebenernya ia masih gak setuju 100 persen kalau aku sama kamu, katanya kamu itu bisa jadi hanya mempermainkan aku..." kata Caca dengan lirih,tapi suaranya masih bisa di dengar oleh Erwin.Kemudian Caca berusaha melanjutkan argumen dari sahabatnya itu. Caca ini wanita yang polos dan jujur, jadi ia menceritakan apa saja yang kemarin diperbincangkan oleh Calista dan sahabatnya itu."Menurut Shania kamu menyukai aku mungkin karena aku mirip dengan istrimu, jadi kamu mengkhayalkan aku seperti pengganti dari istri kamu yang sudah tidak ada!" kata Calista dengan l

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   16. Saking Nafsunya

    Calista hanya mengangguk, dia gak tahu kalau kelakuannya membuat Erwin semakin panas. Ia cemburu. Ia terbakar!! Ia panass!!" Jadi? Alasan kamu belum bisa suka sama aku, dan menolak aku itu karena DIA???" tanya Erwin dengan suara meninggi sambil memukul mukul setir kemudinya dengan bar bar.Ini membuat Calista sedikit ketakutan, emang salahnya dia berteman dekat dengan Rein apa? Kan Rein itu kekasih Shania? Sedang Shania sahabat dekatnya, lalu salahnya dimana? pikir Calista dalam hati."Mas? Kamu apa apaan sih? Dari tadi marah marah melulu, kalau kamu merasa keberatan kalau mengantar jemput aku, bilang dong! Berhenti disini! Aku mau ke kantor sendiri saja." sergah Calista dengan nada marah. Ia tidak mengerti dengan kelakuan Erwin yang menurutnya aneh dan menakutkan, serta marah marah tidak jelas. Tiba tiba Erwin meminggirkan mobilnya. Calista semakin yakin kalau Erwin emang tidak ingin mengantar jemput Calista. Calista tanpa banyak bicara langsung membuka kaitan seat belt nya dan me

  • ISTRI KONTRAK SANG DUDA   15.Jadi, ini karena dia?

    Calista memutar bola matanya dengan kesal saat Erwin mengusak rambutnya dengan sayang, rambutnya yang tergerai rapi dan indah, malah jadi morat marit ketika tangan Erwin mengacaukan rambutnya. " Mas, rambutku berantakan nanti." cebiknya kesal. Calista menata kembali rambutnya yang dibuat berantakan oleh Erwin. " Gimana? Kamu mau berangkat sekarang apa nanti? Biar mas bayar makanan kamu dan teman kamu dulu." kata Erwin sambil mengeluarkan dompetnya. Calista semakin bingung, ini masih pagi, tapi Calista teringat betapa berdedikasinya seorang Erwin. Sehingga pada akhirnya Calista hanya bisa pasrah dengan pengaturan Erwin. " Gak usah mas, biar saya saja yang bayar. Cuman semangkok bubur doang." kata Reino menolak dengan sopan. Reino sih santai, sedang Erwin terlihat kalau panas dan terbakar, terkesan sok keras. " Jangan, biar saya saja yang bayar, hitung hitung sebagai perkenalan. Lagian enggak enak kan kalau calon istri saya makannya sampai dibayarin sama laki laki lain." kata Erwin

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status