LOGINSuasana di dalam kamar utama suite rumah peristirahatan baru itu kian memanas. Malam yang semestinya menjadi waktu untuk beristirahat justru berubah menjadi arena pergulatan asmara yang tanpa batas. Setelah janji manis terucap di ruang keluarga, Arka menepati sumpahnya untuk tidak membiarkan Melati tidur nyenyak malam ini. Seluruh inci tubuh Melati kini telah berada dalam kuasa penuh sang suami. Tidak ada satu jengkal pun kulit mulus sang istri yang luput dari jamahan bibir hangat dan jilatan lidah Arka. Bibir ranum Melati terlihat sedikit membengkak dan memerah ranum akibat berulang kali menerima cumbuan yang dalam, basah, dan membara sepanjang malam. Buah dada Melati yang berukuran pas dalam genggaman tangan—kenyal, lembut, dan memutih mulus—terus-menerus menjadi bulan-bulanan mulut Arka. Pria matang itu bergantian menghisap, menggigit kecil puting kemerahan istrinya, hingga membuat Melati melenguh tertahan dan melengkungkan punggungnya ke atas. Namun, petualangan malam
Suasana ruang keluarga di rumah peristirahatan baru Melati terasa begitu hangat dan privat. Lampu gantung kristal berona warm white memancarkan cahaya lembut yang menyinari ruangan berdesain modern elegan tersebut. Di atas sofa empuk bergaya kontemporer berwarna pastel, Melati dan Arka duduk bersisian. Jarak di antara mereka begitu dekat, seolah tidak memberikan ruang bagi keraguan atau rahasia yang tersisa. Gelas red wine yang tadinya tersaji di meja makan telah digantikan oleh secangkir teh chamomile hangat untuk Melati. Gadis itu menatap lurus ke hadapan suaminya, merapikan helai rambutnya yang sedikit jatuh ke dahi, lalu mulai menumpahkan seluruh isi hatinya. "Mas..." panggil Melati pelan, membuka percakapan setelah mereka pindah dari ruang makan. "Aku akan menceritakan semuanya. Sesuai janjiku, tidak akan ada satu detail pun yang kututupi darimu tentang Syam." Arka merangkul bahu ramping Melati, mendekatkan tubuh istrinya ke dada bidangnya. "Katakanlah, Sayang. Aku mendeng
Kilau cahaya lampu kristal mewah menggantung anggun di ruang makan rumah peristirahatan baru Melati, memantulkan pendar hangat pada hamparan meja makan marmer putih yang tertata rapi. Usai sesi asmara yang membakar gairah di bawah langit jingga sore tadi, malam menyelimuti kawasan elit itu dengan keheningan yang menenangkan.Di atas meja makan, juru masak profesional yang direkrut khusus oleh Arka telah menyajikan mahakarya kuliner kelas atas yang biasa dinikmati oleh para kaum konglomerat papan atas. Hidangan pembuka dimulai dengan Pan-Seared Foie Gras yang disajikan bersama saus reduction buah beri manis asam, disusul oleh sup jamur Truffle hangat yang menguar aromanya ke seluruh ruangan, membangkitkan selera. Sebagai menu utama, tersaji Wagyu A5 Tenderloin Steak yang dimasak medium-rare dengan pendamping mashed potato bertekstur selembut sutra serta taburan lembaran emas tipis (edible gold leaf) di atasnya, ditemani sebotol Red Wine tua berkelas internasional.Arka menikmati mak
Sore itu, bias cahaya matahari perlahan meluncur turun, menorehkan warna jingga kemerahan yang dramatis di cakrawala luas. Di lantai atas rumah mewah nan asri milik Arka, balkon pelataran kamar utama menghadirkan keindahan dunia yang teramat tenang.Balkon luas itu dirancang dengan estetika tingkat tinggi. Lantainya beralaskan papan kayu jati pilihan, dilengkapi dengan seperangkat sofa santai berukuran besar, meja kopi marmer putih, serta pot-pot gantung berisi bunga petunia ungu dan anggrek bulan yang bermekaran harum. Di atas lantai kayu yang hangat, terhampar sebuah karpet tebal berbahan beludru ivory yang sangat lembut.Di atas karpet beludru itulah Arka dan Melati duduk bersandar setelah melewati sesi "pertempuran" asmara yang panjang dan melelahkan. Keduanya tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh mereka, hanya selembar selimut tebal berbahan wol halus berwarna ivory yang membalut tubuh polos keduanya untuk menghalau angin sore yang berembus sepoi-sepoi.Melati merebahka
Suasana pagi hingga siang yang dihabiskan dengan gejolak asmara membuat perut keduanya mulai berkeroncong. Di rumah mewah yang tenang itu, Arka benar-benar tidak membiarkan istri mudanya kelelahan sedikit pun. Jauh hari sebelum kepindahan ini, Arka telah menyeleksi dan merekrut beberapa pelayan serta juru masak profesional yang siap siaga mengurus segala kebutuhan rumah tangga, sehingga Melati hanya perlu fokus menjaga kehamilannya dan melayani suaminya dengan penuh cinta.Di ruang makan berdesain minimalis modern yang menghadap langsung ke arah taman, hidangan makan siang mewah telah tersaji rapi di atas meja marmer putih.Arka dan Melati duduk bersisian, menikmati makan siang mereka setelah "pertempuran" panjang di atas ranjang yang menguras banyak tenaga. Aroma harum dari berbagai menu pilihan langsung membangkitkan selera makan. Di sana tersaji semangkuk sup asparagus kepiting hangat yang gurih, udang bakar madu dengan bumbu rempah yang meresap sempurna, daging sapi teriyaki e
Mobil SUV hitam yang dikemudikan Arka membelok perlahan memasuki sebuah kawasan hunian elit yang tenang, asri, dan jauh dari kebisingan pusat kota. Setelah melintasi gerbang perumahan yang dijaga ketat oleh petugas keamanan, kendaraan mewah itu berhenti di depan sebuah hunian berdesain modern minimalis bernuansa putih bersih yang tampak megah namun hangat.Melati yang duduk di kursi penumpang menatap luar jendela dengan mata membelalak takjub. Rumah itu dikelilingi oleh halaman yang sangat luas dan tertata rapi. Di sudut-sudut halaman, berdiri subur beberapa pohon buah yang rindang—mulai dari pohon mangga harum manis yang lebat, pohon jambu kristal, hingga deretan pohon jeruk nagami di dekat pagar. Tak hanya itu, hamparan taman bunga di sekeliling halaman tampak bermekaran indah dengan aneka warna, memancarkan aroma wangi yang menenangkan begitu pintu mobil dibuka.Arka mematikan mesin mobil, lalu beranjak keluar dan membukakan pintu untuk istri mudanya.Melati melangkah turun, men







