Share

Bab 87

Author: Kalista Aruna
last update Last Updated: 2026-01-06 17:08:57

Mutiara tercengang tidak menyangka pembantu yang ia percaya telah berkhianat. Naluri sebagai ibu yang ingin melindungi anaknya pun muncul. Ia berniat menyerang si Bibi, tapi ia urungkan karena ia ingin mendapatkan informasi lebih jauh dari percakapan Bibi dengan seseorang diseberang telepon.

[Sekarang, nona Brigitta sudah ditangani dokter.]

[Baik Nona, saya akan lebih teliti lagi.]

[Siap Nona, tolong beritahu saya jika rencana itu akan dilaksanakan.]

[Dalam minggu ini?]

[Baik akan saya rahasiakan.]

Keringat dingin menetes di pelipis Mutiara. Giginya bergeretak menahan kekecewaan. Mutiara segera pergi meninggalakan Bibi. Ia memberi tahu Alvin atas apa yang ia dengar.

Alvin dan Danang pun marah. Mereka segera memanggil Bibi untuk ditanya. Mutiara tidak bergabung. Ia harus mengawasi Brigitta dan Lila beserta para baby siternya.

“Siapa yang menyuruhmu?”

Bibi hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam. Isak tangis Terdengar menyesakkan. Ada rasa tidak tega dari keduanya . Namun Tindakan pengh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 88

    Pagi-pagi Mutiara begitu kerepotan menyiapkan sarapan para pengawal dan seluruh penghuni di rumah besar itu. Semalam Si Bibi sudah diberhentikan. Alvin tidak tega melihatnya.“Sayang sebaiknya kita pesan saja.”“Jangan, akan terlalu besar biayanya,” tolak Mutiara. “Kita harus menyiapkan banyak daging dan ikan.”“Tapi gak mungkin kan, kamu harus masak tiga kali setiap hari,” jelas Alvin.“Ya, aku sudah menghubungi Ibu Sulastri, sore ini ada orang yang akan datang untuk bantu-bantu di rumah ini.”“Oh, kalau begitu biar anak-anak yang jemput.” Alvin menghela napas. “Untuk keamanan sebaiknya kamu dan anak-anak meminimalisir untuk bepergian. Brigitta dan Lila juga ke Rumah Main harus dengan pengawalan lebih ketat.”Raut wajah Alvin menunjukkan kesedihan. Ia merasa sangat bersalah terhadap Mutiara. Sejak mereka dekat, di sanalah penderitaan mulai bermunculan. Bahkan Mutiara harus kehilangan kedua orang tuanya.Mutiara memperhatikan Suaminya. Ia sangat khawatir dengan keadaan perusahaannya.

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 87

    Mutiara tercengang tidak menyangka pembantu yang ia percaya telah berkhianat. Naluri sebagai ibu yang ingin melindungi anaknya pun muncul. Ia berniat menyerang si Bibi, tapi ia urungkan karena ia ingin mendapatkan informasi lebih jauh dari percakapan Bibi dengan seseorang diseberang telepon.[Sekarang, nona Brigitta sudah ditangani dokter.][Baik Nona, saya akan lebih teliti lagi.][Siap Nona, tolong beritahu saya jika rencana itu akan dilaksanakan.][Dalam minggu ini?][Baik akan saya rahasiakan.]Keringat dingin menetes di pelipis Mutiara. Giginya bergeretak menahan kekecewaan. Mutiara segera pergi meninggalakan Bibi. Ia memberi tahu Alvin atas apa yang ia dengar.Alvin dan Danang pun marah. Mereka segera memanggil Bibi untuk ditanya. Mutiara tidak bergabung. Ia harus mengawasi Brigitta dan Lila beserta para baby siternya.“Siapa yang menyuruhmu?”Bibi hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam. Isak tangis Terdengar menyesakkan. Ada rasa tidak tega dari keduanya . Namun Tindakan pengh

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 86

    Sebenarnya segala kemungkinan terburuk sudah ia prediksi. Tanpa sepengetahuan Alvin dan Danang Mutiara menelpon pengawalnya untuk bersiap karena ia hendak pulang.“Sayang, sepertinya aku harus pulang sekarang. Sebentar lagi waktunya menyusui Brigitta.”“Ya, kita pulang bersama-sama. Aku sedang kacau pikirannya.”“Gak … per … perlu. Maksudku gak perlu. Aku pulang sendiri saja,” jawab Mutiara terbata-bata.Alvin memincingkan matanya ke arah Mutiara, dahinya berkerut. Melihat Mutiara tampak salah tingkah ia pun berusaha mencari tahu. Tapi ia harus berbicara dengan Danag dan sekretarisnya yang baru saja bergabung.Alvin pun terlibat diskusi. Sesekali pandangannya ia alihkan pada Mutiara yang sedang kebingungan. Ia mondar mandir. Alvin pun semakin penasaran atas apa yang sedang terjadi. ia pun menyerahkan semua urusan pada Danang.“Pak Danang tolong diskusikan dengan dia. Aku akan pulang sekarang.”Setelah Bersiap-siap, Alvin menggandenga Mutiara. ia sengaja tidak menanyakan apapun. Yang i

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 85

    Tangannya kuat mencengkeram kerah Baju Randi. Tindakan Alvin membuat Randi kesulitan bernapas hingga ia terbatuk-batuk. Randi berusaha keras melepaskannya ia hanya mampu sedikit melonggarkan cengkraman itu.Danang secepatnya memisahkan mereka. “Bos, lepaskan … jangan gegabah. Kita bicarakan baik-baik.”Alvin tidak bergeming, namun bujukan Mutiara membuatnya melepaskan cengkraman itu.“Sudah Sayang … Kalau seperti ini, kapan selesainya?”“Trimakasih Tuan Alvin,” ucapnya pelan dengan nada kesal.Alvin kembali duduk di tempatnya. Sementara Danang duduk di samping Randi tepat bersebrangan dengan Alvin hanya sebuah meja kerja yang menjadi penghalangnya.Rasa gusar masih memenyelimuti Alvin. Mutiara hanya menyodorkan air minum pada suaminya namun dengan lembut Alvin menolaknya.“Aku gak butuh ini Sayang ….”Mutiara segera menyingkirkannya. Memahami hal penting akan dibicarakan diantara mereka bertiga, Mutiara meminta ijin pada Alvin untuk meninggalkan mereka, namun Alvin justru meminta Mut

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 84

    Alvin tersungut-sungut,. Hingga sore hari Randi belum juga datang ke kantor. Danang hanya terdiam, ia ragu memberikan pendapat. Sementara Mutiara yang turut menyertainya pun hanya duduk memainkan gawenya.Masih ada harapan kalau tuduhannya terhadap Randi itu tidak lah benar. Alvin tidak bisa membayangkan kalau Randi pelakunya makai a harus bertindak tegas untuk memecatnya. Bagaimana nasib Perusahaan ke depannya.Sejak Randi bergabung di Perusahaan Alvin Karya, ia telah mampu mensejajarkan dengan Perusahaan menengah yang paling kompetitif. Bahkan jika proyek-proyek yang sedang dirancang bisa terwujud maka Perusahaan Alvin Karya bisa disebut salah satu Perusahaan terbesar di negri ini.“Aku harus tegas!”ucapnya ragu.“Tapi Bos, Perusahaan kita sangat bergantung padanya,” keluh Danang.Mutiara tergelitik untuk memberi komentar, “apalah artinya jika sebuah kapal ada penghianat di dalamnya. Cepat atau lambat kapal itu akan karam juga.”“Euhm, Sayang … aku setuju dengan pemikiranmu. Kenapa

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 83

    “Baik, Nona.”Melinda kembali menaiki mobil, namun kali ini Farel yang membawanya. Mereka mengarah pada sebuah pemukiman mewah di mana Alvin dan Mutiara tinggal. Rumah-rumah mewah nan megah berderet begitu anggun.“Kamu lihat rumah dengan gerbang yang sangat besar dan terdapat beberapa pengawal, di sanalah mereka tinggal.”“Sepertinya saya akan kesulitan untuk menembus pengawalan mereka, Nona.”“Ya ….” Melinda menghempaskan napas dengan kasar.Menyaksikan pemandangan itu membuat emosi Farel terpantik. Hingga seluruh tubuh Farel bergetar tiba-tiba. Mobil yang dikendarai Farel Arfando oleng tepat di hadapan para pengawal. Hingga membuat para pengawal terkesiap.“Farel! Kabur!” perintah Melinda sambil berteriak.Mobil pun langsung melaju kencang. Hingga para pengawal tidak mampu mencegatnya. Farel merasa lega telah lolos dari mereka. Berbeda dengan Melinda yang kesal atas keteledoran Farel.“Gila kamu ya, kita nyaris mati ditangan mereka,” omel Melinda.“Maaf Nona,” ucapnya pelan nyari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status