MasukMutiara seorang janda cantik beranak satu melamar menjadi ibu susu bagi anak mantan kekasihnya. Ia sedang membutuhkan dana untuk biaya operasi bayinya. Mantan ke kasihnya, Alvin, kini menjadi orang kaya raya. Dulu Mutiara meninggalkannya karena dijodohkan oleh orang tuanya. Alvin telah memiliki perusahaan di bidang infrastruktur berkat mertuanya seorang konglomerat. Istri Alvin baru saja meninggal dunia. Namun, Alvin menolak keras Mutiara menjadi calon ibu susu bagi anaknya. Rasa dendam yang besar terhadap Mutiara membuatnya tak segan-segan melontarkan kalimat yang merendahkan wanita itu. Demi keselamatan bayinya Mutiara rela dihina oleh Alvin, meskipun dalam lubuk hatinya ia sangat kecewa dengan perubahan Alvin yang sudah tidak mencintainya lagi tapi justru sangat membencinya. Belum lagi ia harus menghadapi adik dari mendiang istri Alvin yang melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta Alvin. Akankah Mutiara yang cantik bisa kembali menaklukkan hati Alvin, seorang duda kaya nan tampan, atau justru akan membawanya pada penderitaan karena cintanya bertepuk sebelah tangan ?
Lihat lebih banyakDi dalam mobil di tol pinggiran kota, Andrew tampak ramah menjawab pertanyaan direktur pemasaran. Ia sangat bersemangat telah datang ke kota di mana masa kecilnya ia habiskan di negara ini. Hampir dua puluh lima tahun ia tidak menginjakkan kaki di negara ini.“Semoga anda bisa bergabung dengan Perusahaan Alvin Karya,” harap sang direktur.“Dengan senang hati. Saya akan napak tilas di sini,” jawab Andrew dengan mantap.Andrew melirik ke arah spion. Ia merasa curiga dengan mobil yang ada dibelakangnya. Ia berusaha tenang, namun kecurigaannya semakin menjadi karena mobil itu tetap berada di belakang meskipun jalanan begitu lega dan tidak berusaha menyalipnya.“Tuan, apakah anda tidak curiga dengan keberadaan mobil yang berada di belakang kita. Saya amati dari bandara ia terus menguntit.”“Apa benar, Tuan … baiklah kalau begitu kita harus hati-hati.” Sang direktur menengok ke arah belakang, ia pun merasa panik.“Pak Sopir, tolong jaga jarak. Ada yang sedang menguntit.”“Baik, Tuan.”Sang
Di kantor Perusahaan Alvin Karya, sebuah ruangan pertemuan tampak riuh. Ketegangan terjadi di sana. Anggota dewan komisaris masih memperdebatkan tentang menghentikan Randi sekaligus memidananakannya.“Tuan Alvin, Tindakan anda terlalu semena-mena, kekanakan. Semua bisa dibicarakan, jangan asal main pecat tanpa melibatkan kami. Lalu apa artinya keberadaan kami di sini. Anda terlalu otoriter. Bagaimana nasib ke depan perusahaan ini ?!” seru salah satu peserta rapat penuh emosi.“Setuju ….”“Benar itu,”“Ya, sebaiknya begitu.”“Huuu, huuu, huuu. Itu pemikiran yang kolot.”Suara sorak sorai yang mendukung maupun yang menolak pernyataan tersebut saling bersahutan. Ada juga yang berusaha untuk menenangkan.“Tenang … tenang semua. Mohon tenang dan Nyonya-Nyonya tuan-tuan.”Alvin mengangguk dengan ekspresi muka menahan emosi. Tangannya mengepal kuat, namun ia memaksakan diri untuk mengumbar sebuah senyum lebar. Tatapannya ia sapukan ke seluruh peserta rapat untuk memetakan orang-orang yang pr
“Trimakasih banyak, Nona. saya berharap dalam minggu ini saya bisa mengambil Lila dari tangan Mutiara. Saya akan menggunakan bayi itu supaya mendapat tebusan yang besar.”“Apa!” Melinda terhenyak dengan tujuan Farel Arfando. “Bukannya aku meminta kamu untuk memisahkan Lila dari Perempuan binal itu. Kenapa kamu hendak menjadikannya sandra?”Melinda merasa salah menilai Farel Arfando. Mulanya, dia berfikir laki-laki bejat ini akan menjadi pesuruhnya yang setia dan melakukan semua perintahnya. Namun justru ia memiliki misi lain.Sementara Farel Arfando merasa kebingungan dengan ucapan Melinda. bukankah ia diperintahkan untuk menculik Lila. Dan ia menyerahkan sepenuhny tentang Lila ke depannya. Tentu saja Ia akan manfaatkan bayi mungil itu untuk mendapatkan uang tebusan. Ia tidak akan pernah mengembalikan Lila, sebelum ia mendapatkan semua dan menghancurkan Mutiara bahkan rumah tangganya.“Ada yang salah, Nona?” tanya Farel tampak kebingungan.Melinda mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Kemar
Ya, inilah yang ditakutkan oleh Mutiara. Seakan peristiwa-peristiwa yang menakutkan sedang mengintai untuk mewujudkannya. Mutiara tidak rela kalau Lila berada di bawah pengasuhan seorang penjahat. Apalagi harta yang ia mililiki adalah pemberian Alvin.Hal bodoh itu tidak mungkin terjadi. Mutiara berisi keras untuk tetap mempertahankan Lila dan harta yang diberikan oleh Alvin. Ia tidak sampai hati, kalau semua yang Alvin dapatkan, diambil oleh Farel Arfando.“Ya, sudah sekarang Sus Nini boleh istirahat. Biar Aku yang mengurusi Lila.”“Tidak perlu Nyonya, saya baik-baik saja. Tapi saya takut kalau harus keluar dari gerbang rumah ini.”“Kalau begitu, mulai saat ini Sus Nini dan Sus Rina mengajak Lila dan Brigita bermain di teras rumah, di halaman dan di taman rumah saja. Saya kira tempat seluas ini tidak akan membosankan, bukan?”“Baik, Nyonya.” Suster Nini membalikkan badannya untuk menemui Lila.“Oh ya, kalau temen-temenmu yang kerja di mini market, atau pengasuh lainnya mau main. Aja






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak