MasukConstant head splitting headaches, random joint pains,. dizziness and lightheadedness. it was symptoms I know just too well. The blue rose illness. The vile disease that robbed me of my mother. And now I think it's coming for my life too. My name is Ivy and I have the blue rose illness. Funny right? I can't believe I have less than thirty days to live. ************ Prince Emiliano "You are sick? Since when?" "I am sorry." "Keep that for later—I will never give you the permission to leave me. You can never leave me. Do you understand Ivy? Don't you dare."
Lihat lebih banyakBenua Suci adalah eksistensi Kekaisaran di mana rasa hormat diperoleh dengan seni bela diri. yang lemah memiliki kekuatan puluhan ribu pound, mampu memecahkan batu-batu besar. Dan yang kuat dapat memotong sungai dan memecah gunung.
Dalam Benua Suci ada raja-raja bela diri yang tahu segalanya dan dapat melakukan perjalanan melintasi ribuan mil dalam sekali melangkah. Seni bela diri menentukan nasib, bahkan hidup dan mati seorang kultivator. Yang kuat memandang rendah dunia sementara yang lemah dipermalukan.
Benua suci ialah sebuah dunia di mana yang kuat menggertak yang lemah. Status orang ditentukan oleh tingkat seni bela diri mereka.
Setiap kultivator berjuang untuk gelar Yang Terkuat. Hanya yang kuat yang berhak untuk bertahan hidup. Bahkan, walaupun berasal dari klan atau faksi yang sama, jika kamu lemah, maka kamu akan digertak dan diusir tanpa ampun.
Benua Suci terdiri dari 5 Kekaisaran:
Pertama Kekaisaran Han yang mendiami wilayah Benua Suci Barat.
Kedua Kekaisaran Qin yang mendiami wilayah Benua Suci Utara.
Ketiga Kekaisaran Shui yang mendiami wilayah Benua Suci Tengah.
Keempat Kekaisaran Wei yang mendiami wilayah Benua Suci Timur.
Kelima Kekaisaran Ming yang mendiami wilayah Benua Suci Selatan.
Diluar dari itu semua terdapat eksistensi yang tidak diketahui oleh Kultivator Bumi. Yakni, Kekaisaran Langit tidak ada penjelasan atau peninggalan sejarah tentang Kekaisaran langit yang tidak dapat terjangkau tersebut.
Dalam tingkatan Kultivasi terdiri dari beberapa tingkatan Bintang.
Tingkat Bintang Pemula akan menjadi makhluk fana yang dapat menghancurkan batu besar dengan tangan kosong, mereka yang bisa Kutivasi ke ranah Bintang Pemula sangat dihormati oleh manusia fana yang tidak dapat berkultivasi.
Bahkan akan dipuja sebagai orang terkuat di antara manusia-manusia fana. namun, mereka hanya bisa sombong di luar Benua Suci, jika mereka melangkah di Benua Suci mereka akan menjadi seperti semut.
Tingkat Bintang Prajurit, hanya mereka yang bisa menerobos ke ranah Bintang Prajurit yang dapat memenuhi syarat untuk melangkahkan kakinya ke Benua Suci. namun, Bintang Prajurit hanya akan menjadi Anjing di bawah klan-klan besar yang mendiami Benua Suci.
Tingkat Bintang Raja, setelah melalui kesengsaraan dari sulitnya menembus ke ranah Bintang Raja seorang Kultivator tingkat Bintang Raja akan menjadi orang yang berkedudukan tinggi di Benua Suci. namun Bintang Raja harus tunduk di bawah kekuasaan 5 Kekaisaran Benua Suci.
Tingkat Bintang Surgawi, tidak banyak orang yang bisa mencapai tahapan yang satu ini. Hanya mereka yang melalui proses hidup dan mati di sertai konsumsi harta tertentu yang bisa membuat Seorang Kultivator tingkat Bintang Raja dapat menerobos ke Tingkat Bintang Surgawi.
Tingkat Bintang Supreme Immortal, sebuah tingkatan Mitos karena tidak pernah ada seorang Kultivator bumi yang bisa mencapainya. namun Bintang Supreme Immortal menjadi tujuan hidup untuk setiap kultivator bumi.
Tang Hu Seorang jenius dari Kekaisaran langit yang tidak terjamah dari kultivator bumi. Melangkahi mayat musuh-musuhnya dan bermandikan darah dari kultivator yang mati melalui tangannya. Menjadikan Tang Hu sebagai Kaisar langit dan duduk di singgasana Kekaisaran langit.
Keberadaan Bumi hanyalah sebuah butiran debu di depan Kaisar Langit, karena tanpa perlu menggunakan kekuatan sejatinya Kaisar langit dapat menghancurkan bumi.
Tang Hu memerintahkan Kekaisaran langit beribu-ribu tahun dengan bantuan adiknya yang selalu menemani perjalanan hidupnya. Juga dirinya memiliki cinta sejati yaitu Lan Fei yang menjadi satu-satunya istri Tang Hu sekaligus Ratu Kekaisaran langit.
Dibandingkan dengan Tang Hu yang hanya memiliki satu orang istri. Adik laki-lakinya Tang Min memiliki selusin istri yang memiliki kecantikan tiada tara.
Tang Hu tidak terlalu peduli dengan wanita lain, karena dirinya sudah cukup dengan cinta sejatinya Lan Fei.
Suatu hari Kehidupan Tang Hu yang sangat amat damai dan bahagia dengan kehidupan abadinya menjadi hancur karena sebuah penghianatan.
"Fei'er... Mengapa?..." Tang Hu memiliki rasa sakit yang luar biasa dan batuk mengeluarkan seteguk darah.
Apa yang dirinya minum adalah racun yang dapat menghancurkan Kultivasi seorang Abadi seperti Tang Hu.
Tempat tidur tersebut sangat besar dengan tirai putih berhamburan di segala arah. Tang Hu yang tertidur tidak berharap Istrinya, cinta sejatinya dan juga ratunya akan meracuni dirinya melalui ciuman mulut dan mulut.
"Guakk..." Tang Hu berbatuk sekali lagi.
"Hahahaha..." Dari kejauhan seorang pria dengan pakaian longgar datang dengan tawanya yang begitu keras.
"Tang Min..." Tidak mungkin untuk tidak mengenali pihak lain karena adiknya selalu ada di sisinya.
Tang Min yang baru saja datang langsung memeluk pinggang lembut Lan Fei dan keduanya sangat mesra seolah menjadi sepasang kekasih di depan Tang Hu yang tersungkur di dekat ranjang.
Tang Hu tertekan dan marah, dirinya bukan orang bodoh dan sangat jelas keduanya berselingkuh di belakang dirinya.
Sial... Kalian berdua Munafik...
Tang Hu melihat kearah Lan Fei dengan menggertakan giginya. Benar-benar di luar akal sehat, wanita yang telah bersamanya selama ribuan tahun akan mengkhianati dirinya.
Sakit... Tang Hu merasakan rasa sakit bukan karena Dantiannya Hancur melainkan perasaan dirinya yang terluka.
Belum lagi laki-laki itu tidak lain adalah saudaranya sendiri yang tumbuh dan besar bersama. Tang Hu merasa gila hanya karena memikirkannya saja apa lagi jika itu menjadi kenyataan.
"Kakak... Orang yang seharusnya menjadi kaisar adalah aku bukan kamu, Dan Lan Fei seharusnya menjadi milikku bukan milikmu..." Setiap kata dari Tang Min seperti duri yang menusuk setiap bagian punggung Tang Hu.
"Kalian Berdua... Guakkk..." Tang Hu tidak bisa mengatakan apa yang tersirat di dalam benaknya.
Melihat Tang Hu yang kesakitan keduanya hanya melihat dengan sudut mulutnya yang terangkat.
"Aku tidak akan memaafkan kalian berdua..." Tang Hu bersusah payah untuk berbicara.
"Hahaha..." Keduanya tertawa...
"Kakak... Apa kamu tidak pernah berpikir, alasan mengapa Lan Fei tidak bisa memiliki anak darimu?..." Tang Min bertanya.
"Jangan bilang..." Tang Hu hanya bisa menduga.
"Itu benar karena aku menggunakan pil pencegah kehamilan agar tidak mengandung saat diriku berhubungan dengan mu..." Kali ini Lan Fei yang menjelaskan.
Sial...
Tang Hu sangat frustasi, dirinya sangat mencintai satu orang yaitu Lan Fei. Namun, pihak lain tidak ingin mengandung anak-anaknya bagaimana Tang Hu tidak marah? Lan Fei tidak mencintai dirinya sebagaimana Tang Hu sangat mencintai Lan Fei.
"Kakak... Harus aku akui jika Tubuh Lan Fei lebih nikmat dari semua tubuh istri dan selirku..." Pernyataan dari Tang Min membuat Tang Hu semakin tertekan hingga membuat batuk darahnya semakin banyak.
Sejak kapan... Mereka berdua bermain di belakangku?
"Saat Kakak pergi. Aku dan Lan Fei selalu melakukannya dan jika dihitung mungkin Aku lebih banyak melakukannya dibandingkan denganmu..." Tang Min mengaku dengan senyuman di wajahnya.
Tang Hu terdiam!
"Sepertinya kamu tidak akan pernah melihat keponakanmu..." Tang Min menyentuh perut Lan Fei.
"Fei'er... Kamu Hamil?..." Tang Hu tidak bisa mempercayainya. Dirinya sudah melakukan pengobatan tertentu agar Lan Fei bisa mengandung anak-anaknya.
Namun kenyataan begitu kejam karena Pihak lain dengan sengaja mencegah kehamilan.
"Kakak... Ini anak kami bukan anakmu..." Tang Min menjelaskan.
"Itu karena kamu tidak membiarkanku menggunakan Pil pencegah kehamilan..." Lan Fei berkata dengan cemberut sambil marah terhadap Tang Min.
Jika Lan Fei tidak hamil jelas sandiwara ini akan bertahan lebih lama.
"Sial... Aku tidak akan memaafkan kalian berdua..." Tang Hu berteriak sebelum akhirnya pingsan.
After a less than two minutes silence, he finally speaks up. "It is time.""What?" Time for what?He steps out of the building and I start to smell the distinct smell of fuel.He—he wants to set the place on fire!!Before I can think, a fire starts to pick up from a far head, advancing with an alarming speed."Rowan, wake up Rowan." I try to wake Rowan awake, the smoke slipping into my lungs. "Rowan. Rowan. Please Rowan. Wake up we need to leave this place."I try to drag him, hoping to get far away from the fire as I can, but my strength falls behind.I look around. The fire has managed to surround us in such short time and is closing in, leaving us no way to escape."Help." I hug Rowan to my chest, screaming. Inhaling the smoke with each breath, I cough without stop, my head aching badly.I hope they get here in time.************THIRD PERSON'S POV.Outside the burning building, Darius stood with the remaining of his rogue armies, a playful smile on his face as the person he has b
IVY'S POV.There is only two days to go before the siren clan elders arrive.I lie on the bed, feeling a bit feverish, while flipping through a book I had gotten to pass time. There is a knock on the door and I look up, saying softly. "Come in."A maid comes in head bowed as she greets softly. She then goes on to arrange the laundry she is carrying into the basket.After she is done, she casually walks out, lightly brushing past the door.I frown as a white substances falls on the ground behind her, calling out. "Hey, you dropped something."Like she didn't hear, there is no reply and I contemplate for a while, before standing up.Getting closer, I realize that it is a small note. Which is quite suspicious itself.Did she drop it here on purpose?Hesitantly, I bend down to pick it up. Carefully unfolding it.The first word that catches my eyes is the name 'Rowan' which immediately makes my heart jump.My gaze quickly browsing through the note that read. 'Rowan is with me. If you don'
Two days later bad news came.While the hunt was put on a hold, the rogues took the opportunity to attack and fully erase more than a dozen packs.The mastermind behind them all has finally shown his face. Known as the clown Alpha, the leader of all the rouges.Now the hunt has to be called on as soon as possible and Emilliano also has to leave.This time, I am moved to Ruby's room. To share it with her until he returns.Although I promised and promised that I will stay put this time, he still arranged some guards as if having Ruby isn't enough.While I am worried, I deeply understand that there is nothing I can do and can only pray he comes back safe."Checkmate. I win." Darius knocks my king from the chess board with his king with a big grin stretched on his lips."What!!" I check, the route. And sure enough, he is pulling tricks again. "You cheated. Your queen can't go that way.""The queen goes all the way." He says smugly and I glare at him."The queen has a wider range of moveme
BACK TO IVY'S POV.When I open my eyes the first thing that hits me is the distinct smell of antiseptics and strong cleaning soap. Giving me a hint on my location. And as I let my gaze browse the room I am in the guess becomes set.The hospital.Lying still I cut my eyes to the window where golden rays of sunshine keeps steaming in. A small bird, less than the size of my clenched fist, which is already quite small, merrily perches on the windowsill, chirping cheerfully, before flapping it's wings and continuing on its way.I am alive?"You are awake."I tense up at the sudden voice, without needing to think my brain has already process who the owner of the voice is.Flustered, I shut my eyes, pinning my lips into a thin line."Are you hungry?" I hear the chair next to the bed move and I can imagine him taking a seat.He heaves a sigh, saying in a low voice. "I know you are awake."And I know you know I am awake. But how exactly am i going to face him, what do I say?"I am being ver
The moment I am out of the queen's palace, I quickly rush back to my room.I can't let her arrangements ruin my plan of escaping. I need to leave today!I sit on the bed, hugging the small bag back in my arms.Time tick by slowly, and I keep glancing at the small, pink clock next to the bed.The moment
Clothes?I don't need much.I look around the room with the small, bag pack that I left the pack with before.Around every corner in the room is literally things that belongs to me. The double pink pillow Emiliano got for me cause his was too hard. He also got a chair cushion of the same color.And ther
But first—i need to clarify something." He states.Huh—"The engagement with Athena is no longer valid." Huh—what?As if the shock wasn't enough, he seriously adds. "Let's get married instead."Am i—dreaming?A huge gust of cold breeze slams into my face. Confirming the reality of the situation."But—but—
I stayed in the hospital for one week more because of an unexpected accident, the relapse of the blue rose illness. Fortunately, the doctor couldn't find the reason and passed it as an eye fever. I don't know why, but I'm scared of letting anyone know. I dread it. Ever since I returned, I haven't






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.