Share

Chapter 42

Penulis: Asayake
last update Tanggal publikasi: 2025-09-21 10:16:47

“Hapus itu Riven.”

Riven terlonjak ditengah keterkejutannya yang belum dia redakan, ia bangkit seketika dari tempat duduknya dan berbalik menghadap Sanders yang berdiri dibelakangnya entah sejak kapan.

Dilihatnya pintu kamar yang kini tertutup, memungkinkan siapapun tidak dapat mendengar apa yang kini akan mereka bicarakan. Pandangan Riven kembali tertuju pada sang kakak yang kini berdiri dalam ketegangan tampak sama terkejutnya seperti Riven.

“Hapus semua rekaman itu! Jangan biarkan siapa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
RRR
Sander usia 2 bulan ? udah bisa paham yg terjadi sampe bisa merasakan trauma ?? Salah kali ya .
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Nangis aku tuh dengan nasib Isela.. Btw, kejahatan apa yg dulu dilakukan Dahlia sampe bikin Grayson meninggalkannya? Kalau bisa Isela pergi aja dari rumah orang" jahat
goodnovel comment avatar
Lussy Alyanii
mba author ayolah sampai kapan isela akan terus menderita seperti ini sedih tau bacanya dari awal sampai bab 42 masih aja menderita
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 10

    Riuh suara penonton terdengar menggema di tribun. Sebuah gelanggang es, kini tengah dijadikan panggung penting untuk para pair skating yang mengikui olimpiade musim dingin. Keluarga Grayson duduk berbaris mengisi kursi. Marizawa yang pernah menjadi tokoh penting di dunia es skating, kehadirannya menjadi pusat perhatian banyak orang. Ditengah pusat perhatian itu, Marizawa tersenyum dengan mata berkaca-kaca terharu, jantungnya berdebar kencang diletupi oleh kebahagiaan. Marizawa merasa seperti dibawa kembali pada masa mudanya yang dia habiskan di lantai es, mengekspresikan seluruh jiwanya dengan menari. Marizawa sangat bangga, warisan bakat yang sangat dia cintai telah menurun pada kedua cucunya yang sebentar lagi akan tampil. Marizawa tidak mengharapkan apapun, hanya dengan menyaksikan Isela dan Riven tampil bersama, itu sudah menjadi sebuah kehormatan yang tak terhingga untuknya. “Kapan mereka akan tampil? Aku sudah sangat gugup,” ucap Grayson tampak gelisah. “Sabarlah, Grayson.

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 9

    Begitu proses putusan persidangan telah selesai dilakukan. Grayson langsung meninggalkan kursinya bersama Aurelie, menghampiri Riven dan Sanders untuk memberikan mereka dukungan.Grayson tidak berbicara sepatah katapun pada Dahlia yang saat ini sedang menangis pilu di kursinya. Setelah resmi bercerai, bagi Grayson segalanya telah selesai, tidak ada tanggung jawab yang perlu dia lakukan pada Dahlia. Grayson tidak sudi harus memberinya perhatian, mengingat seberapa teganya Dahlia selama ini padanya.Dari tempatnya, Isela masih duduk dan memperhatikan tanpa berani mendekat.Isela cukup puas mendengar hukuman yang harus Dahlia jalani selama sepuluh tahun di dalam pejara. Mungkin terdengar tidak adil untuk keluarga korban yang meninggal. Tetapi, ini akan memberikan peringatan yang cukup keras untuk Dahlia, yang harus menjalani masa tuanya dalam kesendirian di balik jeruji besi.Air mata terus berlinangan tanpa henti, tangannya terulur kembali harus diborgol. Wanita itu menatap ke sekelil

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 8

    Setelah enam bulan menanti dan melewati proses penyelidikan, akhirnya hari putusan pengadilan akhirnya telah tiba.. Dahlia menjalani tahanan di penjara berfasilitas terbaik. Setiap hari dia menghabiskan waktunya dalam ruangan, sekalinya keluar hanya untuk merasakan hangatnya sinar matahari tanpa mau berinteraksi dengan siapapun. Dunia Dahlia yang gemerlap oleh kebebasan, kesenangan dan kemewahan telah berubah, sangat gelap dan sunyi. Dahlia masih sering menangis setiap kali dia merasakan kesepian, dia masih tidak menyangka bahwa di penjara lah dia menghabiskan masa tuanya. Seumur hidupnya Dahlia, dia selalu diberi kemudahan, dia selalu berada di atas angin sebelum akhirnya sebuah ‘karma’ datang merusak sayapnya dan membuat Dahlia jatuh, sejatuh-jatuhnya. Dahlia terperosok di dalam kesendiria, putus asa, hingga titik dimana dia sampai malu saat memandangi diri sendiri di cermin. Berkali-kali Dahlia jatuh sakit dengan kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Dalam perenungannya,

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 7

    Sapuan cahaya merah menyentuh kulit yang bertelanjang tak tertutupi sehelai benang pakaianpun. Jach terbaring miring menyandarkan kepalanya pada kepalan tangan. Kehangatan dari panas tubuh masih menguar disekitar.. Suara deru napas terdengar ditengah kesunyian Jach yang tengah memandangi Isela yang memunggunginya. Tangan Jach terulur, ujung telunjuknya menjangkau tubuh telanjang Isela dan mengusap cekungan tulang pinggangnya yang menggoda pandangan. Pakaian mereka berceceran dilantai dengan beberapa pengaman yang telah terpakai. Jach bergeser mendekat, tidak sempat dia memeluk, tangan Isela menepisnya, seketika gadis itu berguliang ke pinggiran ranjang dan menggulung diri dengan selimut. Matanya yang sambab habis menangis menatap curiga gerak-gerik Jach. “Apa yang akan kau lakukan?” tanya Isela dengan suara serak. “Aku hanya ingin membangunkanmu. Kupikir kau sedang tidur,” jawab Jach dengan sorot mata cerahnya, bahkan tidak ada elah sedikitpun yang tersirat diwajahnya. “Bohong!”

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 6

    Rambut Isela menyapu pipi, terlepas dari ikatanya. Gadis itu mengangkat wajahnya menyaksikan cahaya matahari yang sudah berada di puncaknya, bersiap turun ke ufuk barat.Hamparan bunga matahari yang bermekaran membentang sejauh mata memandang, terlihat cerah menyilaukan.Ibukota yang terlukis mewah dan modern terlihat jauh berbeda dengan kondisi sudut tempat lainnya yang seperti tidak banyak tersentuh kemajuan. Kendaraan bergerak cepat di jalanan berkelok, menyusuri sepanjang pesisir danau, melewati luasnya ladang dan hutan sampai akhirnya mereka sampai di depan sebuah gerbang hitam yang terbuka.Kaca kendaraan menurun, memperjelas penglihatan Isela dari sebuah mansion bergaya artistik menghadap kangsung ke arah danau dengan sebuah yacht koru yang bertengker tepat didepannya.Isela berkedip pelan, teringat dengan sebaris dongeng yang menceritakan istana kerajaan yang berdiri di tengah hutan. Rasanya, kini dia sedang berada dalam dongeng itu.Pintu disisi Isela terbuka, membawanya kel

  • Isela: Putri yang Terbuang   Part 5

    “Kau menghindariku ya?” tanya Asteria mengomentari Riven yang berkali-kali menghindar setiap kali berpapasan dengan Asteria, Riven membuang pandangan setiap tidak sengaja bertatapan.Sikap Riven seperti seorang anak kecil yang tengah merajuk karena Asteria telah melakukan kesalahan padanya.Sejak hari itu.. tepatnya sejak kencan tiga hari yang Asteria tawarkan. Hubungan Riven dan Asteria menjadi ambigu, bukan teman, bukan musuh, bukan pula pacar, namun mereka sangat sering kedapatan berdua.Asteria telah ingkar janji dengan ucapannya untuk berhenti mengganggu Riven. Asteria tidak dapat membendung ketertarikannya, ada kesenangan yang dia rasakan setiap kali berdekatan dan menggoda Riven. Dibalik sifatnya yang jutek, Riven adalah pemuda yang manis, polos dan perhatian.Wajahnya yang pernah menjadi alasan Asteria tertarik padanya, kini telah barubah pada hatinya yang menjadi alasan kuat Asteria benar-benar menyukainya.Lantas apa yang dirasakan Riven terhadap Asteria?Riven tidak menam

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 241

    Gorden putih menyapu lembut permukaan lantai, fajar astronomi terlihat jelas di upuk timur, biru pekat keunguan.Pagi masih terbentang jauh.. Dinginnya udara yang masuk ke dalam kamar mengusik tidur lelap Isela. Bulu matanya bergetar dan perlahan terbuka, sepasang mata itu bergerak pelan menyaksik

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 247

    Di atas langit yang cerah, matahari bergerak pelan menuju ufuk barat. Daratan es yang telah mengeras tampak ramai, dijadikan arena es skating umum oleh penduduk sekitar.Suara tawa anak-anak terdengar, mereka sedang menikmati waktu luang untuk bermain.Isela menyandarkan lipatan tangannya pada paga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 222

    Aroma alcohol tercium kuat di ruangan itu. Rumah besar itu, suatu tempat yang dulu selalu hidup menyebarkan kehangatan dan kebahagiaan, kini telah sunyi sepi seperti tidak berpenghuni. Rumah yang dulu rapi terjaga, kini telah berantakan tidak terurus. Tidak ada yang bekerja menyiapkan dan melayani

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 221

    Berpuluh-puluh kali Roselia membasuh wajahnya hingga sabun di dalam botol habis dan kulit wajahnya kering memerah iritasi.Suara tangisan terdengar kencang dibawah shower.Roselia telah memuntahkan semua isi perutnya, setiap kali dia ingat wajahnya telah dimasukan ke dalam kloset rasa mual dan jiji

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status