Se connecter"Sini lo!" tantang Elsa. "Siapa takut!" Elsa Carlista Wiguna, 17 tahun, remaja yang baru beranjak dewasa tiba-tiba saja dijodohkan dengan seorang pemuda tampan tapi tengil bernama Elvano Erlangga yang merupakan musuhnya di sekolah. Mereka dijodohkan karena perjanjian dua keluarga di masa lalu. Keduanya terpaksa menyetujui perjodohan itu karena malas berdebat dengan orangtua mereka. Maka, disepakati pernikahan mereka dilakukan sebelum ujian sekolah secara diam-diam. Di tengah perjalanan cinta mereka, ada saja gangguan dari pihak ketiga yang hampir membuat nyawa Elsa melayang. Mampukah mereka melaluinya? Dapatkah mereka saling membuktikan cinta walau pernikahan mereka dipaksakan?
Voir plusSeminggu setelah kejadian itu, Elsa dan Bagas kembali saling menyapa seperti sedia kala. Elsa kadang tersenyum menanggapi ocehan Bagas begitupun sebaliknya. Semua tampak biasa, tapi tidak dengan penglihatan Mia. Ada dinding diantara mereka yang terbentang tak kasat mata. Bagas tak lagi mengusap kepala Elsa dan Elsa pun tak lagi manja pada Bagas. Mia masih mencoba berpikiran positif. Bisa saja keduanya memang sengaja bersikap layaknya sahabat agar orang lain tidak menganggap ada yang istimewa antara keduanya. Pagi itu, Elsa datang diantar sang kakak ke sekolah. Tak ada yang berbeda. Namun seseorang yang juga baru tiba di sekolah memanggilnya dengan suara lantang. "Elsa..." Elsa menoleh. Orang yang memanggil Elsa adalah Serly. "Elsa, ini buat kamu." Elsa mengerutkan dahinya lalu tangannya menerima sebuah bungkusan kecil berisi makanan. Dari aromanya ini pasti bolu tape kesukaan Elsa dari merk tertentu. "Buat aku? Dalam rangka
Bagas terdiam. Menunggu dua orang yang sedang sibuk mengerjakan tugas membuatnya bosan. Dia hanya bisa menghela nafas saat keduanya bertukar canda dan senyuman. Terkadang Elsa yang lebih dulu menggoda Elvano lalu dibalas dengan cubitan jahil oleh pria itu. Bagas cemburu, amat cemburu. "Bisa enggak, kerjain tugasnya jangan sambil bercanda?" tiba-tiba saja Bagas berteriak cukup keras hingga keduanya terdiam. Elvano mengerutkan dahi lalu menoleh ke arah Bagas yang tampak kesal. Guratan di dahinya menandakan ia cukup emosi karena ulah dirinya dan Elsa."Ini sudah jam empat sore dan Elsa harus segera pulang," tambahnya. Elvano dan Elsa saling berpandangan. Tak ada jawaban, Elsa segera menyelesaikan sebagian tugasnya yang belum diselesaikan. Begitupun dengan Elvano dan dalam waktu singkat keduanya sudah menyelesaikannya. Elsa menutup laptop dan menghabiskan sisa makanan dan minumannya. Sedangkan Elvano pergi sebentar menuju meja kasir meninggalkan Elsa dan Bagas berdua di meja. "Kamu p
Bagas tak sanggup menatap mata Elsa yang terlihat berkaca-kaca. Mata yang sering ikut tersenyum jika melihatnya, kini ia buat bersedih. Bagas tak bermaksud menyakiti hati kesayangannya. Hanya saja tadi siang dia tak sengaja mengatakan hal burukl padanya untuk pertama kali. "Elsa, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu sama kamu." Bagas mengulurkan tangannya mengajak Elsa untuk bersalaman. Elsa menoleh perlahan lalu menyambut tangan itu. "Iya, sudah aku maafkan kok." sambutannya dingin. Setelah itu, Elsa langsung pergi dari hadapan Bagas tanpa berkata apa-apa. Ia menyusul Mia yang sudah lebih dulu berjalan ke luar kelas. Bagas mengikutinya, ingin memastikan Elsa masih seperti biasa. Ternyata dugaannya salah. Di luar kelas, Elsa dan Elvano sedang bercengkrama hingga tak sadar mereka tengah diperhatikan oleh Bagas. Lagipula, sepertinya mereka tidak peduli dengan kehadirannya. "Laptopnya dibawa kan?" Elsa
Elsa membuka lagi buku diarynya setelah sekian lama ia tak melihat apalagi menulis sesuatu di dalamnya. Terakhir, ia menuliskan betapa ia sangat mengagumi sosok Bagas yang terkenal ramah dan baik hati. Saat itu, Elsa menyukainya. Ia sangat menyukai Bagas yang begitu perhatian dan selalu mengerti apa yang dia inginkan. Lembaran terakhir yang ia baca seketika membuatnya termenung memikirkan sosok Bagas yang akhir-akhir ini sangat membuatnya kesal. Bukan hanya karena sikapnya tapi juga cara dia menyelesaikan masalah. Semuanya terkesan ada yang disembunyikan. Elsa semakin yakin jika Bagas dan Serly memiliki hubungan. "Bagas sepertinya sudah susah untuk diraih. Dia benar-benar dekat sama Serly," gumam Elsa sembari membuka lembar selanjutnya. Ia mengambil spidol warna-warni dan menulis sesuatu yang berbeda di halaman kosong itu. Bukan tentang Bagas, tapi tentang Elvano. 'Elvano, seseorang yang tiba-tiba datang entah dari mana. Dia yang dul
Elsa belum paham soal cinta, belum paham bagaimana bentuk cinta yang sesungguhnya. Elsa hanya tahu bahwa saat ia menyukai seseorang, itu adalah cinta. Layaknya seorang ibu yang mencintai anaknya, itu yang ia pikirkan. Namun sekarang setelah mengetahui semuanya, ia berpikir ulang. Ternya
Rencana pertunangan itu sudah ada di depan mata. Dua bulan lagi ujian tengah semester dan setelah itu mereka akan bersiap untuk ujian akhir. Entah mengapa kedua keluarga tak sabar untuk menjodohkan mereka berdua. Padahal usia mereka masih terlampau muda. Tapi tenang saja, Elvano adalah
"Elvano, sini lo!" teriak Bagas. Elvano yang sedang duduk di bawah pohon bersama teman-temannya menoleh ke belakang. Dahi Elvano berkerut lalu terkekeh tak mempedulikan panggilan Bagas. "Punya telinga kan lo?" teriak Bagas sekali lagi. "Ada apa, bro? Gue lagi ngadem
Bagas terlihat murung. Sejak tadi pagi tak ada setitik cahaya pun nampak di wajahnya yang tampan. Biasanya ia akan banyak bicara jika berhadapan dengan Elsa ataupun Mia, kini sebaliknya. Mereka berdua kompak membuat jurang pemisah. "Bagas, nanti rapat ya. Jangan lupa," ujar Serly mengin
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires