Home / Romansa / Istana yang Retak / Bab 27. Ketika Roda Berputar Terbalik

Share

Bab 27. Ketika Roda Berputar Terbalik

Author: Lia Lintang
last update publish date: 2026-04-30 00:36:36

Pagi di rumah kecil itu kini selalu dimulai dengan bunyi alarm pukul lima, suara kompor menyala, dan langkah cepat Julia yang tak pernah lagi punya waktu untuk bermalas-malasan.

Perempuan itu berubah drastis dalam hitungan bulan. Jika dulu ia hanya berkutat pada popok, susu, dan menu harian rumah tangga, kini tangannya lihai membuka laptop sambil mengaduk mie goreng untuk Hana, menjawab pesan klien sambil menyetrika seragam anak, lalu menerima panggilan telepon sambil menyisir rambutnya sendiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istana yang Retak   Bab 80. Nama yang Selama Ini Disembunyikan

    Suara tembakan yang memecah kesunyian malam membuat seluruh isi gudang berubah kacau dalam sekejap. Pecahan kaca berhamburan ke berbagai arah sementara pria tua yang baru saja mengungkap sebagian rahasia masa lalu itu terjatuh ke lantai dengan tangan menekan dada kirinya.Darah mulai merembes di sela-sela jemarinya. Julia yang masih berada di balik tumpukan peti tua merasakan tubuhnya gemetar hebat. Semua terjadi terlalu cepat.Beberapa detik sebelumnya mereka sedang mendekati jawaban yang selama puluhan tahun terkubur, tetapi kini satu-satunya saksi yang berani berbicara justru menjadi target pembungkaman."Bram!" seru Julia panik."Aku di sini," jawab Bram cepat sambil menarik tubuh istrinya lebih rendah. Tatapannya menyapu ke arah jendela yang pecah. Instingnya mengatakan penembak masih berada di luar. "Jangan keluar!"Julia mengangguk, tetapi matanya terus tertuju pada pria tua yang terkapar beberapa meter dari mereka. Rasa takut dan rasa kemanusiaan bertarung di dalam dirinya. Ia

  • Istana yang Retak   Bab 79. Gudang di Ujung Pelabuhan

    Malam itu, suasana rumah terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya. Setelah membaca pesan misterius yang berisi foto dokumen Kartika dan alamat sebuah gudang tua di kawasan pelabuhan, Julia dan Bram nyaris tidak berbicara selama beberapa menit.Keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Mereka sadar bahwa setiap langkah yang diambil sekarang akan menentukan apakah misteri kematian Kartika akhirnya terungkap atau justru terkubur selamanya.Di ruang keluarga, jam dinding terus berdetak seolah mengingatkan bahwa waktu tidak pernah menunggu siapa pun. Julia duduk sambil menatap layar ponselnya yang mulai redup.Hatinya dipenuhi keraguan. Selama beberapa bulan terakhir, terlalu banyak jebakan yang diarahkan kepadanya dan keluarganya. Terlalu banyak orang yang berpura-pura menjadi sekutu, lalu menusuk dari belakang.Namun kali ini berbeda. Instingnya mengatakan bahwa orang yang mengirim pesan itu benar-benar mengetahui sesuatu. Sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh banyak pihak.

  • Istana yang Retak   Bab 78. Perburuan Bukti Terakhir

    Kabar hilangnya dokumen milik Kartika menghantam Julia seperti gelombang besar yang datang tanpa peringatan. Selama beberapa menit setelah mendengar pengakuan Surya, ia hanya berdiri membeku di samping mobil.Angin sore berembus pelan, menggoyangkan dedaunan yang mulai menguning di halaman rumah tua itu, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Yang terbayang dalam benaknya hanyalah satu hal: jika dokumen asli itu benar-benar hilang, maka jalan menuju kebenaran bisa tertutup selamanya.Bram segera mengambil alih situasi ketika melihat wajah istrinya yang semakin pucat. Ia meminta Julia duduk terlebih dahulu sementara dirinya dan Surya mencoba menenangkan keadaan.Namun bahkan Bram sendiri tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Mereka baru saja menemukan secercah harapan untuk mengungkap misteri kematian Kartika, tetapi harapan itu kini terancam lenyap bahkan sebelum sempat mereka genggam."Siapa yang tahu lokasi dokumen itu?" tanya Bram.Surya mengusap wajahnya dengan t

  • Istana yang Retak   Bab 77. Darah yang Tertumpah di Masa Lalu

    Rumah tua itu terasa semakin sempit setelah pengakuan mengejutkan yang baru saja didengar Julia. Udara di dalam ruangan seolah menjadi lebih berat.Tangannya masih menggenggam surat tua yang sudah menguning, sementara pikirannya dipenuhi ribuan pertanyaan yang saling bertabrakan. Selama puluhan tahun ia hidup dengan keyakinan bahwa dirinya mengetahui asal-usulnya. Ia mengenal kedua orang tuanya, mengenal keluarganya, mengenal kisah hidupnya.Namun hanya dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh fondasi yang selama ini menopang hidupnya runtuh satu demi satu. Ia ternyata anak angkat.Ibu kandungnya bernama Kartika. Dan yang paling mengejutkan, perempuan yang melahirkannya bukan meninggal karena sakit atau kecelakaan seperti yang selama ini dipercayai sebagian orang, melainkan menjadi korban sebuah kejahatan yang sengaja ditutupi selama bertahun-tahun.Julia duduk diam cukup lama. Air matanya sudah berhenti mengalir, tetapi rasa sesak di dadanya justru semakin kuat. Bram yang berada di

  • Istana yang Retak   Bab 76. Kebenaran yang Mengguncang

    Malam itu, Julia hampir tidak bisa memejamkan mata.Pesan misterius yang diterimanya terus berputar di dalam kepala."Jika ingin tahu siapa dirimu sebenarnya..."Kalimat itu terdengar sederhana.Namun cukup untuk mengguncang fondasi hidup yang selama ini ia yakini.Di sampingnya, Bram juga belum tidur.Pria itu beberapa kali memandangi istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang."Kamu masih memikirkan pesan itu?"Julia mengangguk pelan."Aku tidak tahu harus percaya atau tidak."Bram terdiam.Ia memahami kebingungan Julia.Selama puluhan tahun, perempuan itu tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya mengenal keluarganya.Mengenal masa lalunya.Mengenal siapa dirinya.Namun satu foto tua telah membuat semua keyakinan itu retak."Aku akan ikut besok," kata Bram akhirnya.Julia menoleh."Tidak perlu.""Aku tetap ikut."Nada suaranya tegas."Kita sudah terlalu sering menghadapi masalah sendirian."Tatapan mereka bertemu.Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Julia tidak membantah.Ka

  • Istana yang Retak   Bab 75. Rahasia yang Terkubur

    Ruang kunjungan rumah tahanan terasa dingin.Namun dinginnya ruangan itu masih kalah dibandingkan perasaan yang kini menguasai Mifta.Perempuan itu duduk kaku di balik kaca pembatas. Tangannya yang memegang gagang telepon sedikit bergetar. Tatapannya tidak pernah lepas dari pria yang duduk di seberang.Pria yang selama ini berusaha ia lupakan.Pria yang menyimpan rahasia terbesar dalam hidupnya."Kamu masih hidup," bisik Mifta.Pria itu tersenyum tipis."Sampai sekarang, iya."Nada suaranya tenang.Terlalu tenang.Seolah mereka sedang membicarakan cuaca, bukan masa lalu yang penuh luka.Mifta menelan ludah."Apa maumu?"Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kursi."Aku hanya ingin melihat keadaanmu."Mifta tertawa pendek.Tawa pahit yang terdengar nyaris seperti ejekan."Kalau begitu sekarang kamu sudah lihat."Ia menunjuk seragam tahanan yang dikenakannya."Kau puas?"Pria itu tidak langsung menjawab.Tatapannya justru mempelajari wajah Mifta.Wajah yang dulu penuh ambisi.Penuh percaya

  • Istana yang Retak   Bab 28. Lelaki di Sudut Dapur

    Hari-hari setelah itu berjalan dengan ritme yang makin menyakitkan bagi Bram. Tidak ada ledakan besar, tidak ada pertengkaran hebat seperti dulu, tetapi justru keheningan-keheningan kecil itulah yang perlahan menggerogoti harga dirinya. Rumah yang dahulu ia banggakan sebagai wilayah kekuasaannya k

  • Istana yang Retak   Bab 26. Lelaki yang Kehilangan Segalanya

    Dua minggu setelah kekacauan demi kekacauan itu, Bram akhirnya kembali ke rumah bersama Julia dan Hana. Namun kata kembali terdengar terlalu manis untuk menggambarkan keadaan mereka. Tidak ada sambutan hangat, tidak ada rasa lega seperti keluarga yang berhasil melewati badai.Rumah itu memang masi

  • Istana yang Retak   Bab 25. Rumah yang Tidak Lagi Bernama Pulang

    Tangisan Rini masih memenuhi ruang tamu bahkan setelah perempuan muda itu pergi tergesa-gesa. Suara isaknya pecah, naik turun, kadang berubah menjadi tawa putus asa yang terdengar jauh lebih menyakitkan. Surya berdiri beberapa langkah dari istrinya dengan wajah kusut, seperti lelaki yang baru saja

  • Istana yang Retak   Bab 24. Dirusak Pelakor

    Tiga hari setelah keluar dari rumah sakit, Twin akhirnya memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. Bukan karena ia ingin, melainkan karena ia sudah tidak memiliki pilihan lain. Apartemen kontrakannya telah menjadi sarang bisik-bisik beberapa tetangga mengenalinya dari berita viral, bahkan pemilik u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status