分享

Bab 57. Disusul

作者: Miss Caya 88
last update publish date: 2026-01-18 23:58:57
"Ini waktunya maka siang. Kau bisa bahas nanti!" Elric nampak gusar.

"Oh, baiklah. Jadi sebaiknya makan dulu ya Pak?" Lala menanyakan kembali maksud Elric.

Kepala Elric hanya menggangguk. Dia mulai makan makanan yang sudah dipesan. Proses makan itu nyaris tanpa suara.

Lala masih nampak enggan menyantap makanan itu. Dia hanya menyeruput sedikit demi sedikit teh yang ada di gelasnya.

"Kenapa kau kau tak segera makan? Cepat makan!" tegur Elric.

"Ah! Baiklah," sahut Lala singkat.

Tang
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 86. Noly dan My La

    "Tentu berani! " celetuk Nolan tegas. Suasana menjadi makin tegang. Lala merasakan aura membunuh yang kuat dari tatapan mata Elric. 'Sial bakal jadi baku hantam ini, ' batin Lala. Tangan kirinya yang mungil dan kurus itu sudah mencengkeram kain sweater di Nolan kuat-kuat. Keringat dingin keluar dari telapak tangan kanan Lala. Entah apa yang terjadi jika benar-benar terjadi perkelahian antara Elric dan Nolan. "Maaf, Pak, " Lala memberanikan diri maju ke hadapan Elric. Terdengar suara kruk digeser dengan susah payah. Kaki Lala yang terkilir kembali terasa sakit. Elric hanya diam sambil menatap tajam. Seolah tak ada rasa kasihan sama sekali. Wajah itu dingin. Pupil mata cokelat kehitaman itu terus mengarah ke arah Lala. Lala merasakan seolah sulit bernapas akibat tatapan Elric. "Tolong tinggalkan saya dan Nolan, Pak. Saya tidak ada niatan sama sekali berbuat hal yang melanggar norma. Kesucian diri sangat saya jaga meski saya orang kampung yang miskin, " ujar Lala. Lidahnya b

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 85. Pertemuan Tidak Disengaja

    "Pak Elric?" ujar Nolan tanpa sadar. Pandangan mata Nolan langsung mengarah ke arah datangnya Elric. Elric berjalan dengan langkah tegas menuju ke arah Lala. "Bapak?" Lala tertegun. Dia tidak menyangka suami rahasianya itu akan datang ke mall ini. 'Ngapain Pak Elric ke sini? Gila apa, kok bisa ketemu di tempat begini,' batin Lala. Nampak di tangan Elric jas yang terlipat rapi. Dia berjalan sambil menyaku tangan kanannya. Sorot matanya tajam bak elang yang menatap mangsa. "Kau di sini, La?" ujar Elric dengan suara pelan namun lantang. Sorot mata itu seolah bertanya apa yang kau lakukan dengan pria ini di sini. Lala berusaha membuang pandang. Dia menghindari tatapan Elric. "Bapak nonton film juga?" tanya Nolan. Dia menggandeng tangan Lala. Bola mata Lala langsung melebar ketika mengetahui hal itu. Tangan Lala hendak melepaskan gandengan itu. "Saya juga punya kehidupan. Apa urusanmu menanyakan hal itu?" jawab Elric dengan nada sinis. Nolan terlihat tidak su

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 84. Ramen dan Penguntit

    "Hah?" Lala terkejut mendengar pernyataan itu dari mulut Nolan. Wajah Lala nampak sedikit pucat mendengar pernyataan Nolan. "Nggak, kok ini cuma orang iseng kan gue masih single," ujar Lala. Tangan Lala berusaha membalikkan handphone itu. Saat dibalikkan, handphone itu masih menunjukkan panggilan dari nomor Elric. "Kamu dari tadi celingak-celinguk. Emang ada apa? Ada yang mencurigakan ya?" tanya Nolan. Mata Nolan ikut menatap ke arah penjuru restoran. Dia mengikuti ke mana arah mata Lala memandang. "Nggak ada apa-apa, tenang aja. Aku cuma sedikit gelisah karena asam lambungnya kumat." kilah Lala. Nampak pria botak yang seolah berjalan ke arah Lala. Lala mengenali pria itu. Itu pria yang mengikutinya sedari tadi. 'Apa mereka suruhan, Pak Rino? Jangan-jangan aku mau diculik' batin Lala. Nolan menangkap sinyal di mata Lala yang memberi tanda, seolah ketakutan. Netra itu memperhatikan pria botak yang baru saja lewat. "Kamu kenal dia?" tanya Nolan dengan mimik w

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 83. Suami Rahasia?

    "Hah? Apa?" Sedotan yang di mulut Lala berasa menusuk ke langit-langit mulut. Dia langsung terbatuk-batuk, akibat tersendak soda. 'Kenapa Nolan bisa berpikiran seorang diri itu? Apa dia sudah tahu rahasia aku?' batin Lala. "Lo kenapa, La?" tanya Nolan. Dia langsung menghadap ke arah Lala. Lala hanya tersenyum sambil tisu dari tas selempangnya. Sisa soda itu diseka dengan tisu. "Gue nggak apa-apa, cuma agak kaget. Ada adegan berdarah." kilah Lala. "Oh, begitu? Gue kira, kenapa-napa." Nolan masih memperhatikan Lala. "Gue masih single ya, belum punya pacar, apalagi suami. Bercanda lo nggak lucu." tegur Lala. "Wah, ikan di perairan yang besar, iya. Gue kagum sama ide sutradaranya." Lala sengaja mengalihkan ke topik lain. Tatapan Nolan masih berusaha dihindari. Lala berusaha bersikap senormal mungkin sambil memakan popcorn. "Kenapa lo tanya kayak gitu? Gak mungkin, kan, lo naksir gue?" canda Lala. Nolan hanya tertawa kecil. Dia langsung menatap ke layar bioskop samb

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 82. Menonton Kenyataan

    "Sorry, gue kesel. Baru baca chat dari keluarga jauh. Seenaknya minta diutangin."elak Lala. "Ada apa, Laa? Apa yang kau khawatirkan? Nolan menatap ke arah Lala dengan tatapan khawatir. Lala berusaha mengalihkan pandangannya. Namun, ujung matanya menatap ke arah orang mencurigakan itu. Dua orang itu berpakaian merah, dan satu lagi berpakaian kemeja hitam. Keduanya memakai kacamata hitam. Badan kedua pria itu tegap dan kekar. Keduanya makan nasi goreng dengan santai saat Lala menatapnya. 'Tak salah lagi, dua orang ini suruhan Pak Elric. Siapa lagi yang bisa membuat hal seperti ini selain si pria dingin itu?' batin Lala. "Permisi, Kak." seorang pelayan lelaki mengantarkan pesanan Lala dan Nolan. Ada dua gelas jus stroberi dan dua buah cupcake dengan topping krim berwarna putih. "Apakah pesanannya sudah lengkap dan sesuai, Kak?" Nolan nampak memandangi makanan dan minuman yang baru saja diturunkan dari nampan oleh pelayan. "Sudah, Kak." kata Lala. Tanpa ragu dia mengambi

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 81. Hubungan Khusus?

    "Kenapa kau bisa berpikir seperti itu, Nolan?" Lala berusaha menghindari tatapan Nolan. Matanya tak bisa menyembunyikan jika dia tak nyaman dengan pertanyaan. Kruk di tangan Lala tiba-tiba mendadak. Pertanyaan itu tidak disangka akan muncul dari mulut Nolan. "Aku pikir kau punya hubungan khusus dengan beliau. Kalian terlihat dekat." Nolan berusaha menatap Lala, namun Lala masih saja membuang pandang. 'Apa aku terlihat sangat mencolok?' batin Lala. Dia berusaha memikirkan cara agar tidak dicurigai Nolan. Suasana hening sejenak. Lala menyebut sepatah kata pun. Dia masih bimbang harus berkata apa. "Memangnya perilaku seperti apa yang membuatku terlihat spesial?" Lala memberanikan diri bertanya pada Nolan. Nolan nampak berpikir sejenak. Dirinya terlihat bimbang. "Pak Elric menegur kita. Aku tidak nyaman dengan hal itu." Nolan memegang bahu Lala. Gerakan Lala terhenti sejenak. Dia mendongak dan menatap Nolan. Tanpa disadari, ujung bibir Lala digigit tanpa disadari.

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 76. Sampai Kapan Harus Sembunyi?

    "Iya!" ujar Lala dengan suara lantang. Dia menatap Elric tanpa rasa takut dan ragu. Mata Elric membulat saat mendengar hal itu. Tangannya rasanya ingin memggebrak meja itu namun tertahan. Helaan napas panjang menghembus dari mulutnya. "Aku tak seburuk yang kau pikirkan, La," Elric menghisap la

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 62. Anda Tidak Bisa Dipercaya!

    "Heh, kamu ngapain?"Elric terkejut melihat tangan Lala terulur begitu saja ke atas meja nakas. "Saya haus, Pak. Keburu sekarat nanti!" ejek Lala. Dia langsung minum dari gelas itu begitu saja. 'Apa yang gue pikirin? Nggak mungkin juga dia ngasih minuman ke gue kan?' batin Lala. "Nih, biar ng

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 6. Setuju atau Tidak?

    Murinah memandang Elric dengan tatapan tajam. “Secepat itu?” Suasana hening. Murinah berusaha mencerna kenyataan yang ada di hadapannya. Sebagai seorang ibu tentu dia ingin putrinya cepat menikah. Tapi sungguh, ini terlalu dadakan. “Kenapa cepat banget?” Murinah mengulang pertanyaannya. Lala kem

  • Istri Kedua Dosen Dingin    Bab 5. Orang Dari Kota

    “Wah, Bu Mur! Ada orang kaya raya cari Lala!” “Dari kota katanya. Pasti mukanya ganteng!” “Lala hebat banget nih!” Karena desa kecil, berita seperti itu tersebar dengan cepat. banyak orang mulai berkerumun di dekat rumah Lala. Semua tetangga sibuk mempertanyakan siapa gerangan orang kaya dari

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status