Accueil / Romansa / Istri Kedua Om Kael / Tak Pandai Menggoda.

Partager

Tak Pandai Menggoda.

Auteur: Mom Three
last update Date de publication: 2026-06-24 16:01:32

“Om... Tapi—,”

Kael tersenyum miring.

“Kau masih sangat polos.”

“Pakai pakainmu sekarang. Aku tunggu kamu di bawah.”

Nuna masih menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdegup begitu kencang.

“Aah...”

Helaan nafasnya terdengar kasar.

“Kali ini aku selamat.”

Setengah jam kemudian...

Nuna baru saja keluar dari kamarnya. Di meja makan itu sudah menunggu Nuna.

Seorang pelayan menggeser kursi Nuna kebelakang. Bunyi derit kursi itu terdengar begitu keras di ruang yang sunyi.

Ayu, Nyonya Mirasih dan Tuan Devgard, kedua orang tua Kael nampak membuang muka pada menantu barunya.

Lantas Ayu melirik sinis pada madunya. Dadanya memanas saat menatap rambut Nuna yang masih basah.

“Anak itu!” batinnya sambil mencekeram tangannya.

“Baru sehari di sini, tapi sudah membuat menunggu orang kelaparan,” ucap Ayu begitu saja.

Nuna menundukkan wajahnya. Posisi dia di rumah ini tidak diharapkan sama sekali.

“Nuna,” seru Nyonya Mirasih.

“Jangan mentang-mentang Kael suka sama kamu, kamu jadi seenaknya begitu.”

“Maaf, Mah.”

“Cih! Jangan panggil aku Mamah. Karena aku tidak akan pernah menganggap kamu sebagai menantuku."

Di samping Nyonya Mirasih, Ayu tersenyum puas.

“Rasakan kamu, Nuna. Ini baru dimulai,” batin Ayu. "Siapapun yang mengganggu langkahku, pasti akan aku singkirkan."

“Ingat ya, Nuna. Menantuku cuma satu. Cuma Ayu seorang. Dan jangan pernah berharap aku akan menerimamu. Aku pastikan, anakku, Kael. Dia akan segera menceraikanmu. Bedebah dengan orang miskin sepertimu."

Nuna menelan ludahnya dengan kasar.

“Siapa yang akan menceraikan Nuna?”

Suara Kael datang dari arah luar. Pria tampan dengan alis tajamnya terus berjalan menuju meja makan. Satu tangannya berhasil mengacing jas hitamnya.

”Kael...” lirih Nyonya Mirasih. Ia setengah ketakutan dengan ucapan anaknya itu.

“Jangan pernah atur hidupku semau kalian. Bukan hak kalian untuk menentukan siapa istriku.”

“Kael, bicara yang sopan dengan mamahmu." Suara Tuan Devgard membuat Kael naik darah.

Kael tersenyum getir.

“Sejak kapan aku menganggap dia sebagai mamahku?”

Deg!

Ucapan Kael seperti tamparan keras untuk Nyonya Mirasih. Sampai-sampai wanita paruh baya itu malu dan menundukkan pandangannya.

“Mamah sudah lama meninggal. Kamu...hanya seorang perebut.”

Mata Kael menatap tajam pada wanita anggun dengan berlian yang melingkar dilehernya.

“Tutup mulutmu, Kael. Papah nggak pernah mengajarkan kamu seperti itu.

Kael tertawa kecil. “Papah memang tidak pernah mengajarkan itu. Tapi, papah nggak pernah sadar. Kematian mamah itu karena campur tangan dia! Wanita biadab!”

BRAK!

“Cukup, Kael!” teriak Tuan Devgard. Intonasinya meningkat.

“Kamu sudah begitu keterlaluan. Sudah berapa kali kamu merendahkan Tante Mirasih?"

Suasana di meja makan itu semakin terasa panas.

Tuan Devgard begitu marah karena ucapan Bumi sudah menyinggung isti keduanya.

“Aku hanya berkata jujur.”

Tatapanya Kael tertuju pada Nyonya Mirasih.

“Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menganggap dia sebagai ibuku.”

Nuna baru tahu, jika Kael dan dirinya bernasib sama. Sama-sama tidak punya ibu lagi. Sama-sama posisi ibunya digantikan dengan wanita lain.

Kael langsung meraih tangan Nuna.

“Mas kamu mau kemana?” tanya Ayu. Tatapan matanya berpindah pada genggaman tangan suaminya pada wanita lain.

“Aku nggak mungkin menyatukan kalian di rumah ini, Ayu. Aku akan membawa Nuna pergi."

“Tapi, Mas...”

Kael menatap dingin.

“Semuanya sudah jelas bukan? Dan aku juga ingin katakan padamu, Ayu. Jangan pernah mengganggu istri keduaku. Kamu akan tahu akibatnya nanti."

Ayu tak pernah menyangka jika Kael akan berubah seperti ini. Setiap Kael membela Nuna, kebencian Ayu pada gadis itu semakin bertambah.

“Ayo, Nuna. Kita pergi sekarang. Nanti kita cari makan di luar saja."

Nuna tak bisa menolak. Ia mengikuti apapun kata Kael. Karena di sini, Nunar benar-benar tak punya kekuatan apapun.

“Mas Kael...”

Saat Kael beranjak dari ruang makan. Ayu berusaha memanggil dengan suara yang keras. Namun nampaknya Kael sudah tidak perduli. Hingga akhirnya, Ayu mencoba berlari mengejarnya.

"Aaaaaa.... ”

Naas, Ayu terjatuh ke lantai.

“Ayuuu.... ” teriak Nyonya Mirasih.

Ia dan Tuan Devgard langsung berlari untuk menolong menantunya.

”Ayu kenapa?‘

”Kael... Berhenti,” teriak papahnya. ” Ayu jatuh.”

“Ayu jatuh?” batinnya.

Kael langsung menoleh kebelakang. Matanya membola. Dan langsung berlari ke arah Ayu.

Ayu meringis kesakitan sambil memegang perutnya.

“Mas perutku. Bagaimana kalau anak kita kenapa-napa?” ringisnya.

“Apa? Anak?” Tuan Devgard terkejut.

”Kael, cepat bawa istrimu kerumah sakit. Sekarang juga!”

Tanpa pikir panjang, Kael langsung menggendong Ayu. Melewati Nuna begitu saja yang masih berdiri membeku di ujung pintu.

Nuna melihat bagaimana paniknya Kael, khawatirnya Tuan Devgard dan Nyonya Mirasih.

Di depan Nuna, wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya.

“Nuna... Kamu memang pembawa sial dikeluarga ini. Kalau sampai Ayu kehilangan anaknya, kamu harus pergi dari hidup Kael!” gertak Nyonya Mirasih.

Kini kediaman istana itu nampak sunyi. Semuanya pergi ke rumah sakit. Yang tersisa hanya Nuna di ruang itu.

Gadis cantik bermata hazel itu tersenyum rapuh.

“Aku melihat sendiri, jika Om Kael masih mencintai Mba Ayu. Dari tatapannya. Dari rasa khawatirnya.Harusnya aku nggak ada di tengah mereka. Sebenarnya, apa yang sedang direncanakan Om Kael?"

**

Sementara di dalam mobil. Ayu masih merintih kesakitan. Wajahnya pucat. Darah segar keluar begitu saja. Mereka semakin panik.

”Pak Han, percepat lajunya!” titah Kael pada sopir pribadinya.

“Baik, Tuan Kael.”

Aku nggak boleh kehilangan anak ini. Karena dia adalah kunci dari pernikahanku dan Kael, batin Ayu.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Istri Kedua Om Kael   Bab Kediaman Alpha

    "Apa kamu baik-baik saja di sini?" Nuna tersenyum tenang khasnya. "Aku baik-baik saja, Om.""Kamu bisa ubah panggilanmu sekarang, Nuna.""Emmm..." Nuna terlihat canggung. "Mas... Emmm.. Mas Kael?" salah satu alis Nuna naik ke atas. Ada senyum tersembunyi di balik wajah Kael. Pria itu masih berdiri di teras. Menatap sosok istri kedua dari ujung kaki hingga rambutnya. Nuna terlihat baik-baik saja. Bahkan dari kacamata yang ia lihat, gadis yang masih berusia dua puluh tahunan itu terlihat tampil lebih cantik. "Mas kesini kenapa nggak kasih kabar dulu?""Apa perlu aku memberitahumu? Aku bisa datang kapan saja semauku. Bahkan sebaliknya, Nuna."Nuna menaikkan bahunya. "Ya, aku tahu itu.""Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Kael dengan serius. "Baik, Mas."Kael berjalan lebih dulu masuk ke dalam perumahan mewah di kota Alpha itu. Semua interiornya adalah pilihan Nuna. Tidak buruk, bahkan terlihat elegan. Mereka duduk di ruang tengah, di sana ada lukisan yang baru

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 13 Jatah Istri Kedua

    "Mas kamu mau kemana?" Kael berhenti sejenak. Sopirnya, Pak Handi membawakan koper berukuran kecil miliknya ke dalam mobil yang terparkir di halaman depan. "Hari ke empat dan lima,enam, aku ke rumah Nuna."Tangan Ayu mengepal dikedua sisi tubuhnya. Ia tak bisa protes apa yang sudah menjadi keputusan suaminya. Meskipun dalam hatinya ia merasa marah dan kecewa. "Oh ya, aku lupa. Kapan kamu akan pulang, Mas? Bukannya pekerjaanmu di sini, dan rumah Nuna ada di kota Alpha akan mengganggu waktumu?"Kael tersenyum dingin. "Aku sudah atur semuanya. Mungkin aku akan membuka cabang di kota Alpha. Ini baru rencana. Ya seperti yang kamu katakan, bolak balik dari sini ke rumah Nuna pasti sangat lelah."Mendengar ucapan Kael yang begitu tenang membuat genggaman tangan Ayu semakin mengepal erat. "A-Apa? Kamu akan membuat kantor cabang di sana?" Wajah Ayu sudah panik. "Iya. Ada yang salah?"Kael menjeda kalimatnya sejenak. Lalu menatap Ayu beberapa detik. "Aku bisa melakukan apa saja yang aku m

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 12 Jika Ayu tidak mengandung anakku...

    Layar ponsel di tangan Kael menyala menampilkan notifikasi pesan singkat. Pengirimnya adalah Dokter Bayu—spesialis andrologi terkemuka yang menangani serangkaian pemeriksaan medis terkait kesuburan pria.[Pak Kael, hasil dari lab sudah keluar. Saya harap Pak Kael bisa menemui saya siang ini. Ada hal yang ingin saya katakan.]Seketika, udara di dalam kabin mobil terasa menipis. Pesan singkat itu tidak memberikan vonis secara langsung, namun cara penyampaiannya justru menyiksa batin Kael. Istilah medis mengenai kesuburan pria yang kerap menguji apakah seorang laki-laki memiliki kualitas sp3rma yang memadai untuk membuahi—berputar liar di kepalanya. Secara ilmiah, infertilitas pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan produksi sperma (seperti varikokel atau ketidakseimbangan hormon), penyumbatan saluran sperma, hingga faktor genetik dan gaya hidup.(sumber : google)Jika hasil laboratorium nanti menyatakan dirinya mandul, maka segalanya menjadi terang benderang. Ket

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 11 Ceraikan Nuna, Mas.

    Hari ini hari yang dinanti oleh Aluna Diandra. Meneruskan kuliah yang sempat tertunda. Supir turun membuka pintu mobil SUV Hitam di depan gerbang Universitas Alpha. "Silahkan, Nona." "Terima kasih, Pak." Nuna melempar senyum pada Pak Dani, supir pribadi Kael. Pak Dani membungkuk. "Sama-sama, Nona." Kaki jenjang itu berjalan memasuki area kampus bergengsi di kota Alpha. Tidak sembarang orang-orang yang bisa masuk ke dalam universitas tersebut. Hanya orang-orang beruntung dan mempunyai koneksi saja. Dan Nuna, salah satu di dalamnya. Semua mata tertuju pada gadis bermata hazel itu. Tidak dipungkiri, Nuna memang cantik. Wajahnya terlihat tenang. "Aku nggak perduli dengan penilaian orang. Bukan itu yang aku cari di sini. Aku hanya ingin memanfaatkan fasilitasku sebagai istri kedua Om Kael," batinnya. "Hidupku sudah cukup pedih. Dan aku nggak ingin terus menjadi bodoh," imbuhnya. Ia terus berjalan menyusuri kampus Alpha. Kampus yang masih terasa asing untuknya. Ya, tu

  • Istri Kedua Om Kael   Rahasia Ayu

    "Om, tunggu," ucap Nuna menghentikan langkah Kael. "Om, Kondisi Mba Ayu masih lemah. Kenapa Om pergi begitu saja." Sorot mata Kael tajam, menyimpan marah yang hampir saja meledak. "Kamu tahu, pria yang berpapasan denganmu di lobby?" Nuna seketika mengingat. "Ya.." "Dia sahabatku," balas Kael. "Terus kenapa dengan dia? Apa hubungannya dengan Mba Ayu?" Tatapan tajam Kael melesat tepat pada Nara. Seluruh bulu kuduknya merinding. "Kamu polos atau memang bodoh, Nara?" Lalu Nunamengernyit. "Maksud Om Kael... Pria itu..." "Mereka sudah berselingkuh sejak lama. Ayu merahasiakan semua ini dariku. Dia pikir aku tidak tahu apa-apa." Nuna menelan ludahnya. "Jadi... Ini alasan Om menikahi aku?" Kael menghela nafasnya. "Aku ingin membalas dendamku pada Ayu." Memang bodoh. Kenapa saat mendengar alasan Kael menikahinya karena balas dendam pada istrinya, justru Nuna merasa sakit hati. Bukannya ini bagus. Tapi perlakuan Kael padanya memang tidak terlalu buruk. Tidak s

  • Istri Kedua Om Kael   Ancaman Ayu

    Langkah Kael terhenti persis di ambang pintu. Tatapan matanya yang dingin sempat mencermati gesture Ayu—penuh dengan intrik dan kebencian yang terang-terangan diarahkan pada wanita di sampingnya. Di sisi Kael, Nuna mendongak pelan. Ada binar ketakutan dan ketidaknyamanan yang terpancar jelas dari manik matanya. "A-aku..." cicit Nuna, suaranya tercekat di tenggorokan. "Aku yang menyuruhnya datang ke sini," potong Kael cepat. Suara baritonnya memotong udara, menyisakan gema tegas yang seketika membungkam Ayu maupun Bu Rindu. Ayu mendesis sinis. "Lain kali, nggak usah bawa gundikmu ini, Mas. Aku nggak sudi melihat dia ada di sini!" Kael langsung menatap Ayu dengan sorot mata yang tajam. "Jangan sebut Nuna dengan sebutan yang tak pantas itu, Ayu! Apa kamu pikir kamu lebih baik darinya?" Ayu tersenyum pelik. "Kamu selalu membela dia di depanku, Mas. Kamu lupa semuanya? Semua tentang kita? " Kael berdehem pelan. Ia menyusupkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menampilkan gestu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status