Beranda / Romansa / Istri Kedua Sang Jenderal / 129. Saling Memuaskan (21+)

Share

129. Saling Memuaskan (21+)

Penulis: rainaxdays
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-12 20:24:35

“Apa kau baik-baik saja?”

Kaiden duduk di sisi ranjang dan mengelus pundak Anna yang tengah berbaring di sana.

Setelah menonton penyiksaan yang berlangsung selama sejam lebih, Anna berakhir mual dan lemas. Darah yang terpercik dari tubuh Selena, Genevi, dan Titus otomatis mengingatkan Anna pada kejadian traumatis saat pemberontakan kedua terjadi.

Anna memutuskan untuk pulang lebih awal dan meminta Kaiden untuk menyelesaikan tugasnya di sana. Sorenya, saat Kaiden kembali dari barak, ia mel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Kedua Sang Jenderal   131. Anna Hamil

    Anna merasa tidak enak badan pagi ini.Ia duduk di tepi tempat tidur cukup lama, menyentuh kepalanya yang terasa pusing. Sekeliling kamar terasa berputar untuk sejenak, lalu berangsur-angsur normal kembali. Tetapi, bagian belakang kepalanya masih menyisakan rasa sakit yang tajam.Apakah karena ia kurang tidur? Anna memang tidak bisa tidur nyenyak semalam. Ia baru tidur menjelang pukul 3 dini hari. Ia terus memikirkan banyak hal, terutama berkas Panthera Kroy yang belum sempat ia baca. Ia berniat membukanya hari ini jika Kaiden pergi ke barak. Sisi tempat tidur telah kosong ketika ia membuka mata, jadi Kaiden pasti telah berangkat sebelum ia bangun. Sekarang sudah pukul sembilan dan Anna rasanya masih mengantuk. Namun, tidak mungkin ia bisa tidur lagi.Mungkin ia bisa mandi terlebih dahulu dan menunggu sampai Camila datang membawa sarapan. Setelah itu, ia bisa mencoba membuka berkasnya.Ya, itu terdengar bagus. Ia mencoba bangkit berdiri, tetapi tubuhnya malah terhuyung-huyung. Anna

  • Istri Kedua Sang Jenderal   130. Memburu Pemberontak

    “Beritahu istriku kalau aku berangkat ke gurun pagi ini untuk pertemuan khusus. Aku tidak ingin membangunkannya yang tidur pulas, tapi dia pasti akan mencariku saat bangun nanti. Katakan padanya untuk tidak perlu khawatir karena aku pergi bersama banyak prajurit.”Camila membungkuk sopan. “Baik, Tuan. Saya akan menyampaikan itu semua saat Nyonya Annalise bangun.”Kaiden mengangguk singkat, lantas berbalik pergi menuju beranda mansion, di mana Vargaz telah menunggunya.Bulan purnama terlihat bersinar terang di langit, menerangi halaman yang tak terkena cahaya dari lampu tiang. Kaiden menghela napas, menebak kalau cuaca akan sangat panas hari ini.“Ayo berangkat,” perintah Kaiden.“Baik, Tuan.”Vargaz segera masuk ke sisi pengemudi, sementara Kaiden duduk di kursi sampingnya. Vargaz menyalakan mesin, lalu membawa mobil militer itu menuju barak.Jalanan sepenuhnya kosong pagi ini. Jam menunjukkan pukul 4.10. Kaiden, Vargaz, keempat mata-mata, dan 10 prajurit kelas atas senior yang paling

  • Istri Kedua Sang Jenderal   129. Saling Memuaskan (21+)

    “Apa kau baik-baik saja?” Kaiden duduk di sisi ranjang dan mengelus pundak Anna yang tengah berbaring di sana. Setelah menonton penyiksaan yang berlangsung selama sejam lebih, Anna berakhir mual dan lemas. Darah yang terpercik dari tubuh Selena, Genevi, dan Titus otomatis mengingatkan Anna pada kejadian traumatis saat pemberontakan kedua terjadi. Anna memutuskan untuk pulang lebih awal dan meminta Kaiden untuk menyelesaikan tugasnya di sana. Sorenya, saat Kaiden kembali dari barak, ia melihat Anna tertidur pulas di ranjang mereka. Sekarang baru pukul delapan saat Anna terbangun dari tidurnya. Kaiden menyuruhnya untuk makan malam, tetapi Anna mengaku tidak lapar sama sekali. Anna menghela napas pelan. “Aku baik. Hanya sedikit... ya...” Anna tidak bisa melanjutkan kalimatnya dan kembali menghela napas. “Kau seharusnya tidak menonton penyiksaan itu.” Kaiden menunduk dan menciumi pundak Anna yang terbuka. Wajahnya tenggelam dalam kelembutan kulit Anna yang harum. Kaiden menari

  • Istri Kedua Sang Jenderal   128. Eksekusi Para Pelaku

    “Ini sarapannya, Nyonya.” “Terima kasih, Camila.” Camila mengangguk dan menata semuanya di atas meja. Ia kemudian menatap Anna dengan senyum mengembang. “Saya sangat senang melihat Anda telah kembali ke mansion bersama Jenderal Kaiden dalam keadaan sehat, Nyonya.” Anna tersenyum simpul. “Aku juga senang, Camila,” balasnya. Ia mengambil selapis roti gandum dan mengoleskan selai kacang. “Terima kasih juga untuk kerja kerasmu selama aku dan Kaiden di rumah sakit. Kau harus bolak-balik membawakanku pakaian dan makanan, bahkan masih sempat mendandaniku karena tidak ingin aku terlihat jelek di kamera wartawan.” “Itu sudah tugas saya, Nyonya.” Camila membungkuk sopan dengan wajah berseri-seri. Anna meletakkan rotinya dan berdiri untuk memeluk Camila. “Sekarang, aku ingin kau beristirahat seharian ini, ya? Untuk makan siang dan makan malam, biar aku sendiri yang menyiapkannya.” “Tapi Nyonya—” “Shhhh... aku tidak ingin mendengar bantahan, Camila.” Anna melepas pelukan dan menatap wajah

  • Istri Kedua Sang Jenderal   127. Dilema Perasaan

    Kaiden kembali ke mansion pagi ini. Setelah diperiksa oleh dokter dan memastikan kondisinya telah pulih, Kaiden diperbolehkan pulang asal tidak melakukan aktivitas berat.Kaiden sudah bisa berjalan dengan kakinya sendiri tanpa bantuan kursi roda lagi. Meskipun begitu, Anna tetap khawatir dan memperhatikan langkah Kaiden yang berjalan melintasi parkiran. Kaiden yang menyadari hal itu sontak berhenti berjalan. Ia tersenyum kecil dan meraih tangan Anna. “Aku baik-baik saja, Sayang. Kau tidak perlu mengawasiku.”Pandangan Anna terpaku pada kaki Kaiden untuk beberapa saat, lalu ia mendongak menatap wajah suaminya. Saat ia hendak bicara, Kaiden tanpa diduga menunduk dan membungkam bibirnya dengan ciuman singkat. “Ayo masuk. Aku ingin mandi sebelum ke gedung pemerintah,” ucapnya, bibirnya masih berada dekat dengan bibir Anna. Kaiden mengecup bibir ranum itu sekali lagi sebelum benar-benar menjauh.Anna menghela napas dan tidak jadi memprotes. Mereka melangkah bersisian menuju pintu utama,

  • Istri Kedua Sang Jenderal   126. Ingatan Kaiden Kembali

    Cahaya menyilaukan yang datang dari jendela membuat Kaiden terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjap menyesuaikan pandangan dan mengerang parau. Ada titik di bagian belakang kepalanya yang masih terasa nyeri, meskipun terasa samar. Begitu matanya terbuka lebar, hal pertama yang ia lihat adalah sang istri. Anna duduk di kursi samping ranjangnya, sementara kepalanya tenggelam dalam lipatan lengannya di atas kasur. Istrinya. Istri yang sempat ia lupakan. Tatapan Kaiden berubah sendu. Tangannya terulur, menyentuh lembut kepala Anna dengan kerinduan yang tidak bisa ia deksripsikan. Kalau ia bisa bangun, maka ia akan merengkuh Anna ke dalam dekapan. Kaiden mengelus lembut kepala Anna dengan wajah bersalah. Tak terbayangkan berapa syoknya Anna ketika ia sama sekali tidak mengenali wanita itu. Kaiden ingat ia menatap Anna dengan penuh kebencian karena statusnya, sampai kemudian, kejadian sore kemarin berhasil memunculkan seluruh ingatannya. Ini semua karena ranjau sialan itu. Beg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status