Home / Romansa / Istri Kedua Sang Jenderal / 47. Program Kehamilan

Share

47. Program Kehamilan

Author: rainaxdays
last update publish date: 2025-11-27 22:55:48

"Apa kau ingin memakai nama belakangku?"

Anna menoleh dengan kening berkerut. Kaiden duduk di sofa, menatapnya dengan penasaran.

Tidak ada peraturan khusus di Mosirette mengenai pergantian nama seorang wanita setelah menikah. Akan tetapi, kebanyakan wanita ibu kota dengan senang hati memakai nama belakang suaminya. Terutama jika suaminya memiliki pangkat yang tinggi di Mosirette.

Sama halnya dengan panggilan pada pria dan wanita yang telah menikah. Mereka bisa dipanggil dengan nama depan atau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kedua Sang Jenderal   156. Terungkapnya Segala Rahasia Baliant

    “... Kita adalah pendiri Panthera Kroy!” Anna terhenyak, matanya membelalak sempurna. Udara terasa direnggut dari paru-parunya, dadanya terasa sesak, sakit—ia kesulitan bernapas. Gejolak amarah, kekecewaan, dan rasa tidak percaya berkecamuk dalam pikirannya, membuatnya linglung. Untuk sesaat, tatapan Anna terasa kosong. “Anna...?” Baliant memanggil dengan suara keras. Anna tersentak. “A-apa... apa Ayah bilang?” “Keluarga kita adalah pendiri Panthera Kroy,” ulang Baliant dengan suara ditekan. Ia mundur dan menatap langit-langit ruangannya, tatapannya tampak merenung. “Apa kau tidak sadar? ‘Kroy’ adalah kebalikan dari ‘York’, nama keluarga kita. Karena kitalah yang membentuk Panthera Kroy dan menjadi pemimpin di setiap generasi.” Anna membeku di tempat, darah menghilang di wajahnya. Matanya memelototi ayahnya, berharap itu semua hanya lelucon semata. Namun, wajah serius ayahnya membuktikan bahwa ucapannya bukan sekadar bualan. Keluarga York benar-benar pendiri Panthera Kroy. “K

  • Istri Kedua Sang Jenderal   155. Pendiri Panthera Kroy

    Keheningan di ruangan itu terasa mencekik.Anna hanya bisa berdiri di ambang pintu, tercekat tanpa sanggup mengatakan apa pun. Matanya terus menatap kaki sang ayah yang tampak kuat, sehat—tidak ada tanda-tanda kelumpuhan atau nyeri yang ayahnya rasakan.Padahal, ayahnya bahkan tidak bisa bergerak banyak. Ia akan merasa kesakitan jika memaksa kakinya untuk bergerak, apalagi menopang berat tubuhnya. Ayahnya akan langsung tumbang ke lantai.Namun sekarang...Melihatnya bergerak bebas tanpa beban, Anna benar-benar merasa tercengang.Jika itu adalah efek terapi, tidak mungkin hasilnya secepat itu. Ayahnya pasti setidaknya baru bisa berdiri dengan alat bantuan, bukannya berdiri sendiri selayaknya orang normal yang kakinya tidak pernah divonis hampir lumpuh total.Ayahnya terlihat bugar, tidak seperti seseorang yang tengah sakit parah dan hanya bisa terbaring di ranjang selama bertahun-tahun. Semua kabel dan alat penunjang itu seolah hanya mainan saja.Mata Anna bergerak naik, memperhatikan

  • Istri Kedua Sang Jenderal   154. Terguncang

    Anna membolak-balik berkas Panthera Kroy dengan tergesa-gesa, mencoba menemukan sesuatu yang berkaitan dengan markas. Ia sudah menemukan beberapa petunjuk, dan berharap semua itu mengarah ke satu tempat yang jelas. Matanya bergerak cepat membaca tiap catatan penting, terutama yang ditulis oleh ayahnya sendiri. Rencananya malam nanti, ia akan memberitahukan semuanya pada Kaiden. Tepat setelah menemui ayahnya di rumah sakit, Anna bertekad untuk tidak menyembunyikan apa pun lagi dari Kaiden. Tangan Anna kembali terasa berkeringat dingin memikirkan itu. Ia membalik berkas dan tiba di catatan terakhir. ‘Bawa semua amunisi kita ke balik pintu besi. Pindahkan para anak-anak ke markas di daerah Selatan. Lalu, habisi semua anggota yang tidak penting.’ Anna termangu membaca catatan itu. Ia sudah membacanya puluhan kali, tetapi kali ini, ada dua kata yang terus menempel di kepalanya. Pintu besi. Ia mendadak teringat dengan lemari besi di ruang bawah tanah ayahnya. Apakah itu yan

  • Istri Kedua Sang Jenderal   153. Pengkhianatan

    Kaiden datang ke barak setelah makan siang. Anna katanya ingin ke rumah sakit untuk menemui ayahnya, jadi Kaiden memutuskan untuk mengecek ke barak. Ucapan Anna sebelumnya masih terus terngiang-ngiang di kepalanya. ‘Aku mencintaimu, Suamiku.’ Tiga kata itu terus berputar-putar di pikirannya layaknya kaset rusak. Kaiden rasanya masih tidak percaya. Ia pikir ia akan menunggu lebih lama, tetapi tak disangka Anna akan mengatakannya secepat itu. Ada rasa lega dan kebahagiaan yang membuncah dalam dadanya. Bahkan hanya dengan mengingat suara manis Anna, dada Kaiden terasa bergemuruh hebat. Tanpa sadar sudut bibir Kaiden tertarik ke atas. Tatapan Anna yang penuh kehangatan dan afeksi terbayang-bayang di benaknya. Itu bukan kebohongan atau ucapan semata, tetapi murni datang dari lubuk hati istrinya. Kaiden jadi ingin mendengarnya lagi dan lagi. Ia bersandar ke belakang dan senyumnya melebar melihat langit biru yang cerah dibalik jendela. Ia mendadak sangat merindukan Anna, pada

  • Istri Kedua Sang Jenderal   152. ‘Maafkan Aku, Kaiden’

    Matahari pagi menyinari wajah Anna dan Kaiden yang tengah duduk di balkon. Kaiden duduk di kursi, sementara Anna duduk di pangkuannya dengan posisi menyamping. Kepalanya rebah di pundak Kaiden, sementara satu tangan Kaiden memeluk punggungnya dengan lembut. Mereka tengah menikmati pemandangan pagi dari bunga bakung yang baru mekar. Sebuah kopi dan teh tersaji di atas meja bundar kecil. Asapnya masih mengepul. Roti gandum panggang yang harum menjadi pelengkapnya. Rasanya begitu nyaman, damai, dan menenangkan. Waktu seolah terhenti—hanya ada mereka berdua yang tengah menikmati momen bersama. Anna tidak ingin kebersamaan keduanya berakhir, tetapi Kaiden harus pergi ke barak pagi ini. Ia bisa saja meminta Kaiden untuk tinggal. Ia tahu Kaiden tidak akan menolak. Hanya saja, Anna tidak ingin mengganggu pekerjaan Kaiden yang sudah menumpuk. Lagi pula, ia juga harus menemui ayahnya hari ini. Ia harus membuat ayahnya mengaku. Itu mungkin satu-satunya jalan yang bisa membuat huku

  • Istri Kedua Sang Jenderal   151. Jatuh Cinta Pada Suaminya (21+)

    Anna kembali ke mansion keesokan paginya.Begitu tiba di kamarnya, Camila memberitahu kalau Kaiden sedang menginap di barak dan tidak pulang ke mansion sejak kemarin. Hari ini, mereka katanya akan mengeksekusi beberapa pemberontak di depan publik.Mendengar kata ‘pemberontak’, Anna otomatis teringat dengan ayahnya. Sudah jelas jika Anna memberitahu Kaiden apa yang terjadi, maka ayahnya akan menerima hukuman yang sama. Tidak peduli kalau Baliant adalah ayah mertuanya sendiri.Kaiden tidak pandang bulu jika itu berkaitan dengan Panthera Kroy.Dan mungkin saja, ayahnya akan menerima siksaan yang lebih keji. Mengingat, dia telah menipu Kaiden dan Pemimpin Shelton.Itu adalah pengkhianatan yang tak termaafkan.Anna terduduk di sisi ranjang dengan jantung berdebar cemas. Stres dan ketakutan. Hatinya bukan batu yang tidak bisa merasakan apa pun untuk ayahnya, tetapi Anna selalu berpegang teguh pada keadilan.Ia mungkin akan dicap sebagai anak durhaka, tetapi Anna tidak peduli. Bagaimana pun

  • Istri Kedua Sang Jenderal   80. Penyambutan Resmi

    “Camila, apa yang Selena lakukan saat dia harus tampil resmi di gedung pemerintahan?”Pagi itu, setelah mendandani Anna, Camila sibuk memilihkan sepatu hak tinggi yang sesuai.Dia mengeluarkan sepatu berwarna perak penuh glitter, sepatu berwarna putih gading dari kain renda yang elegan, dan sepatu

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Istri Kedua Sang Jenderal   24. Singa Kecilku yang Galak

    Perpustakaan utama di pusat kota terbilang jauh lebih lengkap dibanding perpustakaan di akademi. Rak-rak buku menjulang sampai ke langit-langit dengan berbagai koleksi, baik fiksi maupun non-fiksi.Anna berjalan-jalan memutari rak demi rak, berharap bisa menemukan buku yang membahas para pemberonta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Istri Kedua Sang Jenderal   23. Lysa Proxie yang Aneh

    “Seorang prajurit kelas atas akan mengantar Anda ke perpustakaan utama, Nona.” Camila berkata setelah menata sarapan di atas meja. Anna mengangguk dan memperhatikan penampilannya sejenak. Ia kembali memakai gaun sutra yang ketat membentuk tubuh, juga rambut yang disanggul ke belakang. Camila menam

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Istri Kedua Sang Jenderal   19. Hadiah

    Anna terbelalak. Bibir Kaiden yang dingin menekan bibirnya. Pandangan mereka bertemu. Rasanya seolah ia baru saja dihempas badai. Itu adalah ciuman tanpa hasrat. Ciuman untuk membungkamnya. Hanya beberapa detik dan Kaiden menarik diri. Ada sesuatu yang tampak berkilat di matanya. Kemudian, dia m

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status