แชร์

99. Anna dan Rasa Malunya

ผู้เขียน: rainaxdays
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-03 19:40:12

Anna menatap langit-langit kamar untuk waktu yang lama.

Bayangan kejadian semalam terus berputar-putar di kepalanya. Ia tidak tahu bagaimana menunjukkan wajahnya di depan Kaiden tanpa merasa malu. Ia ingat benar bagaimana ia memaksa Kaiden untuk menyentuhnya.

‘Sentuh aku...’

‘Cium aku...’

‘Lebih keras! Lebih cepat...’

‘Kaiden, lagi!’

Ia sendiri yang meminta Kaiden untuk melakukan seks gila-gilaan dengan pria itu.

Astaga.

Anna menutup wajahnya dengan kedua tangan, rasanya ingin menyembunyikan d
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Istri Kedua Sang Jenderal   147. Permintaan Kaiden pada Baliant York

    "Bagaimana?""Semuanya baik, Jenderal." Dokter Chloe menyimpan tensimeternya di atas meja, lalu menatap Kaiden dan Anna. "Tidak ada masalah. Tekanan darah, gula darah, kenaikan berat badan, dan sebagainya normal. Tidak ada infeksi juga. Nyonya Annalise dan bayinya sangat sehat."Kaiden otomatis menghela napas lega. Ia melirik Anna yang mengerucutkan bibirnya, setengah mengejek Kaiden yang kelewat khawatir pagi ini.Padahal, mual dan muntah Anna di pagi hari adalah hal normal. Namun, Kaiden malah berpendapat lain. Mereka langsung pergi ke rumah sakit, meskipun jadwal konsultasi Anna seharusnya dilakukan tiga hari lagi.Kaiden melemparkan senyum tipis dan diam-diam mengelus perut Anna."Baiklah kalau begitu," ucap Kaiden, beralih menatap Dokter Chloe. "Kupikir aku hanya khawatir berlebihan."“Saya bisa mengerti, Jenderal. Apalagi, ini adalah anak pertama Anda dan Nyonya Annalise." Dokter Chloe untuk pertama kalinya tersenyum lembut pada Anna.Hal yang cukup mengejutkan, sebenarnya. Anna

  • Istri Kedua Sang Jenderal   146. Diskusi Lachey, Dominic, dan Lysa

    "Bagaimana Dominic? Apa kau merasa kalau Jenderal Kaiden telah mencurigai kita?" Lachey—ayah Lysa—bertanya dengan suara pelan. Di ruang bawah tanah keluarga Proxie, ia, Lysa, dan Dominic berkumpul untuk mendiskusikan beberapa hal. Jam dinding telah menunjukkan pukul 4.35 pagi. Dominic harus pergi ke perbatasan cadangan pada pukul enam, jadi mereka melakukan rapat pagi-pagi sekali. "Aku pikir Jenderal Kaiden memang sedang mencurigai pergerakanku," ucap Dominic, membungkuk ke depan. Suaranya terdengar agak tegang. "Tapi anehnya, mereka belum melakukan apa pun. Jenderal Kaiden bahkan membiarkanku bebas berjaga dan tidak pernah bertanya apa pun padaku." Lachey mengelus dagunya yang ditumbuhi janggut tebal. "Ya, itu memang aneh. Tapi kita tidak akan pernah bisa menebak pergerakan Jenderal Kaiden." "Apa menurut Ayah sendiri, Jenderal Kaiden sudah mulai menyelidiki sesuatu?" tanya Lysa, mengerutkan alisnya. "Dominic tidak tahu lagi apa saja yang dibahas di barak militer, jadi siapa

  • Istri Kedua Sang Jenderal   145. Ketakutan Anna

    Anna tidak bisa tidur.Mungkin karena ia tidur siang terlalu lama, jadi sekarang ia tidak mengantuk sama sekali.Di hadapannya, Kaiden sudah terlelap sejak satu jam yang lalu. Dadanya yang tidak dibalut apa pun terlihat naik turun dengan teratur. Tangannya terus memeluk pinggang Anna, meskipun Anna sudah bergeser sedikit untuk memperhatikan wajahnya.Mungkin selain karena tidur terlalu lama, pikirannya yang tidak mau beristirahat juga menjadi penyebab ia terjaga. Ia terus memikirkan berkas itu dan hubungannya dengan ayahnya.Ia sangat bingung.Semua bukti mengarah ke ayahnya, tetapi di sisi lain, ia masih ragu. Satu-satunya yang bisa memastikan ini semua adalah ayahnya sendiri. Namun, jika Anna bertanya, ayahnya bisa saja berbohong.Bagaimana Anna membuktikan ini semua? Bagaimana ia tahu kebenarannya? Apakah ayahnya benar-benar bagian dari Panthera Kroy atau bukan?Stresnya semakin meningkat setiap hari. Dan jika ia tidak segera mengetahui jawabannya, maka Kaiden pasti akan mengetahu

  • Istri Kedua Sang Jenderal   144. Kekhawatiran Anna

    “Kurasa ini saatnya aku memperkenalkanmu pada keluargaku, Sayang. Terutama ibuku.”Anna termangu, tidak tahu harus mengatakan apa. Membicarakan ibu Kaiden otomatis mengingatkannya pada cerita Kaiden. Kematiannya yang tragis telah meninggalkan bekas mendalam di hatinya.“Ibuku pasti akan sangat senang memiliki menantu yang sangat cantik dan pintar sepertimu.” Kaiden tersenyum kecil dan membelai wajah Anna. Jemarinya bergerak turun, lalu ia membungkuk untuk memberi kecupan manis di sudut bibir Anna. “Aku sangat bersemangat ingin membawamu ke sana.”Hati Anna mencelos, tetapi ia tetap menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lebar. Meskipun begitu, ia tidak bisa menyembunyikan sorot matanya yang berkaca-kaca.Kaiden yang menyadari hal itu dengan lembut menangkup dagunya. “Jangan sedih, Sayangku. Ini justru hari yang bahagia.”Anna mengangguk dengan senyum tipis. Kaiden sekali lagi mendaratkan kecupan semanis madu di bibirnya sebelum meraih tangannya.“Ayo berangkat.”“Ya.”Mereka berjalan

  • Istri Kedua Sang Jenderal   143. Mengunjungi Mausoleum Keluarga Kaiden

    “Apa Kaiden masih berada di ruang kerjanya?” “Sepertinya begitu, Nyonya.” Anna melirik jam, sudah lewat pukul dua siang. Kaiden telah pergi ke lantai tiga sejak pukul sembilan pagi. Dia tidak pergi ke barak seperti biasanya dan katanya ingin menyelesaikan beberapa tugas pemerintahan di ruang kerjanya. Kaiden juga berniat mengajaknya ke suatu tempat hari ini. Untuk itu, setelah makan siang, Camila mulai mendadaninya. Anna sudah siap dengan balutan gaun sutra berwarna biru pastel. Rambut hitam kecoklatannya dikepang dan digelung ke belakang. Camila lalu memberikan hiasan mutiara yang sama persis dengan anting yang dipakainya. Anna duduk di sofa saat Camila mulai mengatur ulang sepatu yang sempat dia keluarkan. Di tengah itu, pintu kamar terbuka, menampilkan sosok yang sejak tadi memenuhi pikiran Anna. “Sudah selesai?” Kaiden mengangguk singkat. Ia mendekat, tatapannya terpaku menatap Anna dari ujung kepala sampai ujung kaki. Matanya berkilauan, sepenuhnya terpesona dengan penam

  • Istri Kedua Sang Jenderal   142. Kecurigaan Kaiden

    “Bagaimana hasil interogasinya?”Pagi itu, di ruang kerjanya di lantai tiga, Kaiden menelepon Gael untuk mengetahui hasil dari interogasi ulang yang mereka lakukan. Para pemberontak terus menolak untuk memberi informasi, meskipun mereka telah dikuliti sedikit demi sedikit. Kaiden ingin tahu berapa lama mereka akan bertahan sebelum memohon ampun.“Mereka masih bersikeras untuk tidak membongkar rahasia, tapi kami berhasil mendapatkan sedikit informasi, Jenderal,” ucap Gael di seberang telepon. Benda pipih yang menempel di telinga Kaiden menyalurkan suaranya dengan sangat jernih. “Mereka menyebut bahwa ada bunker tersembunyi di distrik satu yang menjadi salah satu dari markas mereka. Hanya saja, kami tidak tahu di mana titik pastinya. Mereka mengaku tidak mengetahui tempatnya.”‘Distrik 1?’, batin Kaiden, mengerutkan alisnya. Distrik tempat di mana Anna tinggal. Selama bertahun-tahun, seluruh informasi dari para pemberontak selalu saja berakhir di distrik 1. Tidak pernah di distrik lai

  • Istri Kedua Sang Jenderal   24. Singa Kecilku yang Galak

    Perpustakaan utama di pusat kota terbilang jauh lebih lengkap dibanding perpustakaan di akademi. Rak-rak buku menjulang sampai ke langit-langit dengan berbagai koleksi, baik fiksi maupun non-fiksi.Anna berjalan-jalan memutari rak demi rak, berharap bisa menemukan buku yang membahas para pemberonta

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Istri Kedua Sang Jenderal   23. Lysa Proxie yang Aneh

    “Seorang prajurit kelas atas akan mengantar Anda ke perpustakaan utama, Nona.” Camila berkata setelah menata sarapan di atas meja. Anna mengangguk dan memperhatikan penampilannya sejenak. Ia kembali memakai gaun sutra yang ketat membentuk tubuh, juga rambut yang disanggul ke belakang. Camila menam

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Istri Kedua Sang Jenderal   13. Percobaan

    “Ini uang untukmu. Gunakan sesukamu untuk membeli makanan atau barang yang kau sukai. Sesekali, pergilah ke tempat Vasily jika kau merasa kesepian, ya?” Fay hendak menolak, tetapi Anna meraih tangannya dan meletakkan kotak berisi uang itu di atas telapaknya. “Nona, tidak perlu memberikan tabunga

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Istri Kedua Sang Jenderal   19. Hadiah

    Anna terbelalak. Bibir Kaiden yang dingin menekan bibirnya. Pandangan mereka bertemu. Rasanya seolah ia baru saja dihempas badai. Itu adalah ciuman tanpa hasrat. Ciuman untuk membungkamnya. Hanya beberapa detik dan Kaiden menarik diri. Ada sesuatu yang tampak berkilat di matanya. Kemudian, dia m

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status