Home / Rumah Tangga / Istri Kedua / Defran dan Alina

Share

Defran dan Alina

last update publish date: 2026-01-12 19:41:48

Tepat jam sebelas malam semua pekerjaan Alina sudah selesai, dan dia pun sudah kembali ke kamarnya.

Alina terdiam di atas ranjang dia meratapi nasibnya. Dia masih tidak percaya jika sekarang dia menjadi istri dari pria yang sudah memiliki istri.

“Pasti ada maksud dari semua ini, Isteri Tuan Defran sangat cantik, dia pasti ada tujuan kenapa dia menikahi aku, apalagi menjadikan aku pembantu dan meminta menyembunyikan pernikahan ini?” Ucap Alina.

Alina menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa takut juga.

Alina terus melamun di kamarnya sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar.

Tok.. Tok…

Dia langsung terkejut dan menoleh ke arah pintu.

“Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” Ucapnya.

Dia pun berdiri dan turun dari ranjang, dia langsung membuka pintu kamarnya. Dan saat membuka pintu dia sangat terkejut dengan orang yang berdiri didepan pintu kamarnya, tubuhnya seketika langsung terdiam kamu.

"Kamu..” ucap Alina lirih.

Defran lah yang datang dan dia kini berdiri tepat di depan Alina.

Defran menatap Alina dengan wajah datarnya.

Tidak memperdulikan Alina yang tampak terkejut Defran langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Sementara Alina masih berdiri kaku di tempatnya, dia tidak menyangka jika Defran akan datang ke kamarnya. Wajahnya langsung berubah takut.

Sementara Defran yang sudah berada didalam dia terlihat santai dan dia langsung duduk di kursi yang ada didalam kamar Alina.

Alina segera menutup pintu kamarnya dia takut jika ada orang yang melihat Defran masuk ke kamarnya, dia mengunci pintu kamarnya dengan rapat.

Dengan takut-takut dia pun menoleh ke arah Defran.

"Ada perlu apa?" Tanya Alina lirih.

Ini kali pertama mereka bicara berdua seperti ini. Suasana di dalam kamar terasa sedikit canggung.

Defran tersenyum miring saat mendengar pertanyaan Alina.

"Pertanyaan bodoh." Ucap Defran dengan senyum mengejek.

Defran menatap Alina dengan wajah datarnya

"Jelas-jelas aku datang ke sini untuk melihat istri mudaku, apa kau lupa kalau kita sudah menikah." Ucap Defran dengan tersenyum.

"Kemari." Ucap Defran dia menyuruh Alina untuk mendekat ke arahnya.

Alina bukannya mendekat dia malah masih terdiam di dekat pintu.

"Apa tujuanmu menikahiku? Bukankah kamu sudah punya istri?” Ucap Alina, dia memberanikan diri untuk bertanya seperti itu pada Defran.

Defran bukannya menjawab pertanyaan Alina dia justru berdiri dan berjalan mendekat ke arah Alina.

DEG!

Jantung Alina seketika berdebar cepat saat Defran mendekat ke arahnya, dia merasa sangat takut.

Semakin Defran mendekat Alina merasa semakin takut, dia menelan ludahnya susah payah, wajah Defran terlihat menyeramkan.

Defran berdiri tepat di depan Alina sekarang, dia mengurung tubuh Alina yang kecil dengan tubuh tingginya. Jarak mereka berdua begitu dekat sekarang.

Bahkan Alina bisa mencium bau parfum Damian. Tangan Defran terangkat dia mengusap pipi Alina dengan jari-jari nya.

Membuat Alina memejamkan matanya takut, entah mengapa aura Defran ini sangat menakutkan menurut dia. Berada sedekat ini dengan Defran membuat dia tidak bisa berkutik.

"Kau harus tau satu hal, aku tidak suka dibantah!!” Ucap Defran dengan tegas.

Defran memegang dagu Alina dengan kuat.

"Aku suruh mendekat, kenapa kau malah menanyakan hal lain!" Ucap Defran kesal.

Alina meringis kesakitan, dia mencengkram rok nya dengan kuat.

"Ma--af.." ucap Alina terbata.

Dia bahkan tidak berani untuk melihat ke arah Defran.

"Apapun alasanku menikahimu itu tidak penting, intinya sekarang kita sudah sah menjadi suami istri dan seorang istri seharusnya mengikuti semua ucapan suaminya." Ucap Defran.

Dengan berani Alina mencoba membuka matanya dan dia menatap tepat di mata Defran yang sedang menatap dia dengan tajam.

"Tapi aku juga berhak tau apa alasan kamu menikahi aku, padahal kamu sudah punya istri. Bagaimana jika istrimu tau kalau kita menikah diam-diam." Ucap Alina dia memberanikan diri untuk bicara dengan Defran.

Alina merasa seperti menjalin hubungan gelap dengan Defran sekarang. Dan dia juga tidak mau disalahkan nanti oleh istri pertama Defran karena mereka menikah diam-diam. Dia tidak mau dibilang sebagai perebut suami orang. Padahal disini dia tidak tahu apapun.

"Dia tidak akan tau selagi kau menutup mulutmu. Ingat soal surat perjanjian yang sudah kita sepakati." Ucap Defran.

Alina langsung menggeleng kepalanya.

"Aku tidak pernah setuju dengan surat perjanjian itu, aku terpaksa menikah dengan kamu!" Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.

Damian justru tertawa saat melihat Alina ingin menangis.

"Kalau begitu kau protes saja ke Pamanmu yang serakah itu, karena dia yang menjualmu kepada ku. Aku sudah bayar dua milyar rupiah, jadi sekarang kau sepenuhnya milikku." Ucap Defran.

Hati Alina semakin sakit mendengarnya, benar dugaan dia ternyata paman dan Bibi Nya lah yang menjual dia ke Defran.

Defran menghapus air mata Alina yang jatuh di pipinya. Sayang sekali gadis lugu seperti Alina harus terjebak dengan pria seperti dia. Tapi Defran memang sengaja memilih gadis desa untuk menjadi istri mudanya. Karena gadis desa yang lugu seperti Alina akan lebih mudah untuk dikendalikan.

"Tidak perlu ada yang disesali lagi. Harusnya kau senang bisa menikah denganku. Di luar sana banyak perempuan yang mau menjadi istriku, bahkan menjadi istri kesepuluh pun mereka mau." Ucap Defran dengan sombong.

"Berhenti menangis, aku benci perempuan cengeng." Ucap Defrann dengan menjauh dari Alina.

Damian menarik tangan Alina dan membawa nya berjalan menuju ranjang.

Sementara Alina masih menangis, dia masih belum bisa terima dengan pernikahan ini.

Defran duduk di atas ranjang, dia menarik tangan Alina agar duduk di pangkuannya. Tangannya memeluk pinggang Alina dengan erat.

Alina melebarkan matanya terkejut saat melihat posisi mereka sekarang. Dia ingin berdiri dari pangkuan Defran.

Namun, Defran menahan pinggangnya dengan sangat kuat.

"Bisakah kau diam, baru beberapa menit lalu aku bilang tidak suka di bantah!" Ucap Defran sedikit meninggi kan suaranya.

Alina langsung diam, aura Defran yang menyeramkan membuat dia tidak berani untuk melawan lagi.

Defran menatap wajah Alina dengan lekat. Salah satu alasan Defran mau menikahi Alina itu karena Alina sangat cantik. Dia langsung terpesona saat Paman Alina menunjukkan foto Alina ke dia. Kulit Alina yang putih dan mulus, lalu rambutnya yang berwarna coklat. Belum lagi hidung mancung dan bibirnya yang merah alami. Membuat Defran langsung tertarik dengan Alina

Cukup lama Defran terdiam menatap wajah Alina.

"Aku mau punya anak." Ucap Defran.

Ini alasan dia menikahi Alina. Isabel istrinya tidak mau memiliki anak, jadi dia terpaksa harus menikah dengan perempuan lain.

Defran sangat mencintai Isabel, dia juga merasa bersalah karena sudah menikah secara diam-diam di belakang Isabel. Dia juga terpaksa melakukan ini semua. Pernikahan ini terjadi hanya karena Dia ingin mempunyai keturunan saja.

Alina sangat terkejut saat mendengar ucapan Defran itu.

"Aku ingin memiliki anak darimu." Ucap Defran sekali lagi.

"A--apa?" Ucap Alina terbata.

"Kau tanya alasanku menikahimu kan, ya karena aku ingin memiliki anak. Dan istri pertamaku tidak mau hamil, jadi terpaksa aku menikah lagi." Ucap Defran jujur.

Alina semakin sedih saat mendengar ucapan Damian. Jadi dia akan dijadikan mesin untuk membuat anak. Jadi alasan Defran menikahinya hanya karena istri pertamanya tidak mau hamil.

"Kalau kau bisa hamil anakku, maka akan aku berikan semua yang kau mau." Ucap Defran.

"Dengar Alina, kita sama-sama terpaksa menikah. Jadi yang bisa kita lakukan sekarang hanya menikmati hubungan ini saja. Aku bisa dapat anak darimu, dan kau bisa hidup layak dan nyaman di sini." Ucap Defran.

Sebelum menikahi Alina, Defran sudah mencari tau semua tentang Alina. Dia tau jika Alina itu hidup sengsara selama ini. Jadi menurut Damian pernikahan ini sangat menguntungkan untuk mereka berdua.

Alina hanya diam, tetap saja bagi dia pernikahan sebuah kesalahan, dan dia tidak terjebak dengan pernikahan ini, dia dan Defran sedang berselingkuh sekarang!!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Kedua    Mulai Nyaman

    Tepat jam sebelas malam Alina sudah berada di kamarnya, dan dia bersiap untuk tidur.Namun, baru saja dia naik ke atas ranjang pintu kamarnya malah diketuk dari luar.Tok… Tok..Dia segera melihat ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam begini?” Ucap Alina.Perasaannya langsung berubah tidak enak, dia takut jika Defran yang datang, malam ini Alina tidak ada tenaga untuk meladeni Defran.“Tapi kalau Tuan Defran dia pasti akan langsung masuk.” Ucap Alina.Tok… Tok…Suara ketukan pintu itu kembali terdengar, mau tidak mau Alina pun akhirnya berjalan ke arah pintu dan membukanya.CeklekDia membuka pintu itu, dan saat dia buka terlihat Dewi yang berdiri didepan pintu kamarnya.“Dewi." Ucap Alina, dia sedikit lega saat tahu yang datang bukan Defran."Maaf ya Alina aku ganggu istirahat kamu. Kamu disuruh ke kamar Tuan sekarang. Besok Tuan mau pergi ke luar kota, jadi kamu disuruh nyiapin semua baju yang harus Tuan bawa." Ucap Dewi.Alina pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Walau

  • Istri Kedua    Hampir Ketahuan

    Alina menelan ludahnya susah payah saat melihat Defran, dia tidak menyangka jika pria itu akan datang ke kamarnya malam ini.“Sedang apa?” Tanya Defran, dia merasa ada yang aneh dengan Alina, apalagi wajah gadis itu terlihat sangat panik dan ketakutan.Alina berusaha untuk terlihat biasa saja agar Defran tidak curiga.“Se–dang memasukan baju ke dalam lemari.” Ucap Alina sedikit terbata.Defran hanya menganggukan kepalanya, dia pun akhirnya berjalan ke arah ranjang dan membuka dasinya.Alina langsung bernafas lega saat melihat Defran yang percaya dengan dia.“Untung dia nggak curiga!” Ucap Alina di dalam hati.Keringat dingin sudah muncul di dahi Alina sangking dia takutnya.Defran kembali menoleh ke arah Alina.“Kenapa diam disitu, ayo kemari!” Ucap Defran.Alina pun dengan takut-takut melangkah mendekat ke arah Defran.Dan tanpa di sangka Defran langsung menarik tanganya dengan kencang dan membuat tubuhnya terhempas ke atas ranjang.Deg!!Alina sangat terkejut dengan apa yang Defran

  • Istri Kedua    Rencana

    Alina tengah berada di dalam kamarnya sekarang. Dia sedang istirahat makan siang, hari ini dia memilih istirahat di dalam kamar saja, dia juga membawa makan siang nya ke dalam kamar. Dewi juga lagi banyak kerjaan hari ini, jadi dia jarang bisa bicara dengan Dewi. Di rumah ini kan hanya Dewi yang dekat dengan dia. Sedangkan pelayan lain dia belum begitu akrab.Selain makan Alina juga sedang memikirkan suatu rencana, rencana yang mungkin saja bisa menyelamatkan dia dari pernikahan terlarang antara dia dan Defran."Gimana ya caranya, Tuan Defran menikahi aku hanya karena ingin memiliki anak, dan nanti jika aku hamil dia pasti akan mengambil anak itu, aku akan terpisah dari anakku sendiri, setelah mendapatkan anak itu aku pasti akan di usir dari rumah ini. Belum lagi jika orang-orang tahu aku jadi istri kedua, aku pasti akan dihakimi semua orang." ucap Alina.Alina sedang berpikir keras sekarang. Dia harus punya rencana yang bagus."Ayo Alina kamu harus berpikir, kamu harus cari jalan kel

  • Istri Kedua    Cinta segitiga

    Kring...kring...Suara alarm di hp Alina berbunyi. Membuat dia langsung terbangun dari tidurnya.Semalam sebelum tidur dia memang sengaja menyalakan alarm di hp nya agar dia tidak bangun kesiangan lagi seperti kemarin.Dia membuka matanya secara perlahan, dan baru saja dia mau bangun dari tidurnya, pergerakannya langsung terhenti saat dia merasakan sebuah tangan melingkar dengan sempurna di pinggangnya, seperti ada seseorang yang tengah memeluknya dari belakang.Seketika mata Alina langsung membulat dengan sempurna. Siapa dengan lancang masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya seperti ini. Dia tidak sadar jika ada yang menyelinap ke kamarnya."AAAAAAA..." Alina langsung berteriak dengan keras.Dia langsung melepaskan pelukan orang itu di pinggangnya lalu dia langsung turun dari ranjang.“AAAA…” Dia terus saja berteriak.Saat turun dari ranjang Alina menatap orang yang ada di ranjangnya dengan terkejut.Orang itu adalah Defran, Defran langsung terbangun saat mendengar teriakan Alina dan

  • Istri Kedua    Selingkuh

    Alina terus sibuk bekerja bahkan sampai malam. Kini dia tengah sibuk mencuci piring.Semua pelayan di rumah ini akan berhenti bekerja ketika jam sembilan malam dan bahkan lebih kalau di rumah ini sedang ada acara.Setelah selesai mencuci piring, dia pun mengerjakan pekerjaan lainnya.Sekarang dia sedang berjalan ke arah kamar Defran, dia mau memasukkan baju-baju bersih ke dalam lemari.Dia berjalan dengan cepat menuju kamar Defran. Dia takut jika Defran pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Defran.Dia pun segera menatap semua pakaian Damian ke dalam lemari dengan rapi.nSetelah selesai dia langsung keluar dari kamar itu.Namun, baru saja dia keluar dari kamar Defran, dia sudah melihat keributan di depan kamar itu.Dia melihat Isabel istri Defran yang dibopong oleh beberapa bodyguard. Alina sangat terkejut melihat itu semua, dia langsung terdiam di depan pintu kamar."Jangan pegang saya, saya bisa jalan sendiri!!" Ucap Isabel dengan mata yang terpejam, dan jalan yang terlihat sempoyon

  • Istri Kedua    Tidur Bersama

    Defran Mentapa Alina dengan sangat intens, tatapan yang penuh dengan arti."Jadi aku mau kau harus segera hamil." Ucap Defran dengan membaringkan tubuh Alina ke atas ranjang. Setelah itu dia langsung menindih tubuh Alina.DEG!!Alina sangat terkejut, wajahnya tampak ketakutan dan panik."Tidak, aku belum siap kalau sekarang." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.Defran menatap Alina dengan tersenyum miring."Tidak ada yang bertanya kau siap atau tidak," ucap Defran.Defran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina, membuat Alina semakin ketakutan.Sungguh dia tidak mau melakukan ini, walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja pernikahan mereka tidak sama dengan pernikahan lainnya. Apalagi Defran sudah memiliki istri.Alina berusaha mendorong tubuh Defran, tapi tetap saja tenaga Defran lebih kuat daripada dia. Dengan sekali gerakan Damian langsung menahan tangan Alina di atas kepala.Defran pun mulai menciumi wajah Alina, membuat gadis itu menangis dan tidak. D

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status