FAZER LOGINTepat jam sebelas malam semua pekerjaan Alina sudah selesai, dan dia pun sudah kembali ke kamarnya.
Alina terdiam di atas ranjang dia meratapi nasibnya. Dia masih tidak percaya jika sekarang dia menjadi istri dari pria yang sudah memiliki istri. “Pasti ada maksud dari semua ini, Isteri Tuan Defran sangat cantik, dia pasti ada tujuan kenapa dia menikahi aku, apalagi menjadikan aku pembantu dan meminta menyembunyikan pernikahan ini?” Ucap Alina. Alina menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa takut juga. Alina terus melamun di kamarnya sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tok.. Tok… Dia langsung terkejut dan menoleh ke arah pintu. “Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” Ucapnya. Dia pun berdiri dan turun dari ranjang, dia langsung membuka pintu kamarnya. Dan saat membuka pintu dia sangat terkejut dengan orang yang berdiri didepan pintu kamarnya, tubuhnya seketika langsung terdiam kamu. "Kamu..” ucap Alina lirih. Defran lah yang datang dan dia kini berdiri tepat di depan Alina. Defran menatap Alina dengan wajah datarnya. Tidak memperdulikan Alina yang tampak terkejut Defran langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan sepatah kata pun. Sementara Alina masih berdiri kaku di tempatnya, dia tidak menyangka jika Defran akan datang ke kamarnya. Wajahnya langsung berubah takut. Sementara Defran yang sudah berada didalam dia terlihat santai dan dia langsung duduk di kursi yang ada didalam kamar Alina. Alina segera menutup pintu kamarnya dia takut jika ada orang yang melihat Defran masuk ke kamarnya, dia mengunci pintu kamarnya dengan rapat. Dengan takut-takut dia pun menoleh ke arah Defran. "Ada perlu apa?" Tanya Alina lirih. Ini kali pertama mereka bicara berdua seperti ini. Suasana di dalam kamar terasa sedikit canggung. Defran tersenyum miring saat mendengar pertanyaan Alina. "Pertanyaan bodoh." Ucap Defran dengan senyum mengejek. Defran menatap Alina dengan wajah datarnya "Jelas-jelas aku datang ke sini untuk melihat istri mudaku, apa kau lupa kalau kita sudah menikah." Ucap Defran dengan tersenyum. "Kemari." Ucap Defran dia menyuruh Alina untuk mendekat ke arahnya. Alina bukannya mendekat dia malah masih terdiam di dekat pintu. "Apa tujuanmu menikahiku? Bukankah kamu sudah punya istri?” Ucap Alina, dia memberanikan diri untuk bertanya seperti itu pada Defran. Defran bukannya menjawab pertanyaan Alina dia justru berdiri dan berjalan mendekat ke arah Alina. DEG! Jantung Alina seketika berdebar cepat saat Defran mendekat ke arahnya, dia merasa sangat takut. Semakin Defran mendekat Alina merasa semakin takut, dia menelan ludahnya susah payah, wajah Defran terlihat menyeramkan. Defran berdiri tepat di depan Alina sekarang, dia mengurung tubuh Alina yang kecil dengan tubuh tingginya. Jarak mereka berdua begitu dekat sekarang. Bahkan Alina bisa mencium bau parfum Damian. Tangan Defran terangkat dia mengusap pipi Alina dengan jari-jari nya. Membuat Alina memejamkan matanya takut, entah mengapa aura Defran ini sangat menakutkan menurut dia. Berada sedekat ini dengan Defran membuat dia tidak bisa berkutik. "Kau harus tau satu hal, aku tidak suka dibantah!!” Ucap Defran dengan tegas. Defran memegang dagu Alina dengan kuat. "Aku suruh mendekat, kenapa kau malah menanyakan hal lain!" Ucap Defran kesal. Alina meringis kesakitan, dia mencengkram rok nya dengan kuat. "Ma--af.." ucap Alina terbata. Dia bahkan tidak berani untuk melihat ke arah Defran. "Apapun alasanku menikahimu itu tidak penting, intinya sekarang kita sudah sah menjadi suami istri dan seorang istri seharusnya mengikuti semua ucapan suaminya." Ucap Defran. Dengan berani Alina mencoba membuka matanya dan dia menatap tepat di mata Defran yang sedang menatap dia dengan tajam. "Tapi aku juga berhak tau apa alasan kamu menikahi aku, padahal kamu sudah punya istri. Bagaimana jika istrimu tau kalau kita menikah diam-diam." Ucap Alina dia memberanikan diri untuk bicara dengan Defran. Alina merasa seperti menjalin hubungan gelap dengan Defran sekarang. Dan dia juga tidak mau disalahkan nanti oleh istri pertama Defran karena mereka menikah diam-diam. Dia tidak mau dibilang sebagai perebut suami orang. Padahal disini dia tidak tahu apapun. "Dia tidak akan tau selagi kau menutup mulutmu. Ingat soal surat perjanjian yang sudah kita sepakati." Ucap Defran. Alina langsung menggeleng kepalanya. "Aku tidak pernah setuju dengan surat perjanjian itu, aku terpaksa menikah dengan kamu!" Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca. Damian justru tertawa saat melihat Alina ingin menangis. "Kalau begitu kau protes saja ke Pamanmu yang serakah itu, karena dia yang menjualmu kepada ku. Aku sudah bayar dua milyar rupiah, jadi sekarang kau sepenuhnya milikku." Ucap Defran. Hati Alina semakin sakit mendengarnya, benar dugaan dia ternyata paman dan Bibi Nya lah yang menjual dia ke Defran. Defran menghapus air mata Alina yang jatuh di pipinya. Sayang sekali gadis lugu seperti Alina harus terjebak dengan pria seperti dia. Tapi Defran memang sengaja memilih gadis desa untuk menjadi istri mudanya. Karena gadis desa yang lugu seperti Alina akan lebih mudah untuk dikendalikan. "Tidak perlu ada yang disesali lagi. Harusnya kau senang bisa menikah denganku. Di luar sana banyak perempuan yang mau menjadi istriku, bahkan menjadi istri kesepuluh pun mereka mau." Ucap Defran dengan sombong. "Berhenti menangis, aku benci perempuan cengeng." Ucap Defrann dengan menjauh dari Alina. Damian menarik tangan Alina dan membawa nya berjalan menuju ranjang. Sementara Alina masih menangis, dia masih belum bisa terima dengan pernikahan ini. Defran duduk di atas ranjang, dia menarik tangan Alina agar duduk di pangkuannya. Tangannya memeluk pinggang Alina dengan erat. Alina melebarkan matanya terkejut saat melihat posisi mereka sekarang. Dia ingin berdiri dari pangkuan Defran. Namun, Defran menahan pinggangnya dengan sangat kuat. "Bisakah kau diam, baru beberapa menit lalu aku bilang tidak suka di bantah!" Ucap Defran sedikit meninggi kan suaranya. Alina langsung diam, aura Defran yang menyeramkan membuat dia tidak berani untuk melawan lagi. Defran menatap wajah Alina dengan lekat. Salah satu alasan Defran mau menikahi Alina itu karena Alina sangat cantik. Dia langsung terpesona saat Paman Alina menunjukkan foto Alina ke dia. Kulit Alina yang putih dan mulus, lalu rambutnya yang berwarna coklat. Belum lagi hidung mancung dan bibirnya yang merah alami. Membuat Defran langsung tertarik dengan Alina Cukup lama Defran terdiam menatap wajah Alina. "Aku mau punya anak." Ucap Defran. Ini alasan dia menikahi Alina. Isabel istrinya tidak mau memiliki anak, jadi dia terpaksa harus menikah dengan perempuan lain. Defran sangat mencintai Isabel, dia juga merasa bersalah karena sudah menikah secara diam-diam di belakang Isabel. Dia juga terpaksa melakukan ini semua. Pernikahan ini terjadi hanya karena Dia ingin mempunyai keturunan saja. Alina sangat terkejut saat mendengar ucapan Defran itu. "Aku ingin memiliki anak darimu." Ucap Defran sekali lagi. "A--apa?" Ucap Alina terbata. "Kau tanya alasanku menikahimu kan, ya karena aku ingin memiliki anak. Dan istri pertamaku tidak mau hamil, jadi terpaksa aku menikah lagi." Ucap Defran jujur. Alina semakin sedih saat mendengar ucapan Damian. Jadi dia akan dijadikan mesin untuk membuat anak. Jadi alasan Defran menikahinya hanya karena istri pertamanya tidak mau hamil. "Kalau kau bisa hamil anakku, maka akan aku berikan semua yang kau mau." Ucap Defran. "Dengar Alina, kita sama-sama terpaksa menikah. Jadi yang bisa kita lakukan sekarang hanya menikmati hubungan ini saja. Aku bisa dapat anak darimu, dan kau bisa hidup layak dan nyaman di sini." Ucap Defran. Sebelum menikahi Alina, Defran sudah mencari tau semua tentang Alina. Dia tau jika Alina itu hidup sengsara selama ini. Jadi menurut Damian pernikahan ini sangat menguntungkan untuk mereka berdua. Alina hanya diam, tetap saja bagi dia pernikahan sebuah kesalahan, dan dia tidak terjebak dengan pernikahan ini, dia dan Defran sedang berselingkuh sekarang!!Tepat jam sebelas malam semua pekerjaan Alina sudah selesai, dan dia pun sudah kembali ke kamarnya.Alina terdiam di atas ranjang dia meratapi nasibnya. Dia masih tidak percaya jika sekarang dia menjadi istri dari pria yang sudah memiliki istri.“Pasti ada maksud dari semua ini, Isteri Tuan Defran sangat cantik, dia pasti ada tujuan kenapa dia menikahi aku, apalagi menjadikan aku pembantu dan meminta menyembunyikan pernikahan ini?” Ucap Alina.Alina menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa takut juga.Alina terus melamun di kamarnya sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar.Tok.. Tok…Dia langsung terkejut dan menoleh ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” Ucapnya.Dia pun berdiri dan turun dari ranjang, dia langsung membuka pintu kamarnya. Dan saat membuka pintu dia sangat terkejut dengan orang yang berdiri didepan pintu kamarnya, tubuhnya seketika langsung terdiam kamu."Kamu..” ucap Alina lirih.Defran lah yang d
Dua jam lamanya yang dia lakukan hanya menangis meratapi nasibnya.CEKLEK.Pintu kamar itu kembali terbuka dari luar, membuat dia segera menoleh ke arah pintu..Seorang wanita muda yang Alina kira umurnya tidak jauh dari dia masuk ke dalam kamar. Wanita itu tersenyum ke arahnyaa."Hai..." Sapanya.Wajah wanita itu terlihat bingung saat melihat Alina yang menangis bahkan wajahnya terlihat sangat sembab. Tapi dia juga sungkan mau bertanya karena ini pertemuan pertama mereka.Wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Alina "Kenalin nama aku Dewi." Ucap nya.Alina pun membalas uluran tangan Dewi."Alina." Ucapnya singkat.Perasaan Alina masih tidak karuan rasanya sekarang, membuat dia jadi malas untuk bicara dengan siapapun."Aku ke sini di suruh untuk jemput kamu, dan ngejelasin semua tugas kamu di rumah ini, kamu pelayan barukan di rumah ini?" Ucap Dewi.Alina tersenyum miris, mungkin seumur hidup dia hanya akan di jadi pembantu saja. Tidak cukup selama belasan tahun dia jadi budak di r
Alina sedang berada di dalam mobil entah mau di bawa kemana dia dengan orang-orang ini.Karena terus berontak sedari tadi tangan Alina sampai di ikat dengan tali, dan bahkan mulutnya juga di tutup mengunakan lakban. Alina sudah seperti tawanan saja sekarang. Bahkan tubuhnya di apit oleh dua orang yang berbaju hitam tadi.Orang yang katanya sudah sah menjadi suami Alina entah kemana perginya, dia tidak ada di dalam mobil ini.Alina membuang wajahnya keluar jendela, entah nasib seperti apa yang harusdia terima setelah ini. Dia sudah menikah sekarang menikah dengan pria asing yang bahkan namanya saja dia tidak tau. Dia ingin teriak sekuatnya rasanya, Paman dan Bibinya sudah sangat keterlaluan.Alina terus saja menangis mobil yang dia naikki sebentar lagi akan keluar dari desa yang sudah dia tinggali selama dua puluh tahun ini. Dia harus meninggalkan Desa ini karena terpaksa. Dan setelah ini dia tidak akan bisa lagi datang ke makam orang tuanya.Alina menangis sampai sesegukkan. Kalau tau
Sekarang sudah jam sepuluh pagi dan Alina sedang berada di dalam kamarnya. Semua pekerjaannya sudah selesai dan sekarang dia sudah bisa bersantai."Udah lama rasanya nggak ngerasain santai kayak gini." Ucapnya bicara ke dirinya sendiri."Biasanya aku selalu saja bekerja dari pagi sampai malam tiba." Ucap dia lagi.Entah apa yang terjadi dengan Bibi Nya hari ini, hari ini sikap Bibiknya berubah menjadi sedikit baik. Bahkan tadi Bibinya memberikan dia makan juga. Padahal biasanya dia sering dibiarkan kelaparan oleh Bibinya.Alina terus lanjut memakan ubi goreng lagi sampai terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.Tok...Tok...Dia pun segera berdiri dan membuka pintu kamarnya. Dia melihat Bibi dan Pamannya sudah berdiri di depan pintu kamarnya."Ini kamu pakai baju ini, setelah itu kamu langsung pergi ke depan." Ucap Bibinya dengan memberikan baju ke dia.Dia mengerutkan keningnya, dia melihat baju berwarna putih yang ada di tangannya."Kenapa aku harus ganti baju?" Tanyanya de
Namanya Alina, gadis cantik berusia dua puluh tahun.Alina mempunyai kulit kuning Langsat, hidungnya mancung, bibir tipis yang berwarna merah alami. Rambut dan mata Alina sama-sama berwarna coklat. Ketika orang-orang melihatnya hanya satu kata yang terlintas, yaitu kata cantik.Paras Alina sangat menawan, membuat orang-orang selalu memuji kecantikan nya. Bahkan Luna dijuluki sebagai kembang desa di desa ini. Banyak pria di desa ini menginginkan Alina menjadi istrinya, tapi sayang nasib Alina tidak sebaik wajahnya. Dari kecil dia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Orang tua Alina meninggal karena tertimbun tanah longsor saat dia masih berusia tujuh tahun.Itu adalah memori paling menyeramkan yang dia punya. Pada saat dia pulang sekolah, dia sudah melihat rumahnya tertimbun dengan tanah, dan orang tua dia ikut terkubur di bawahnya.Saat itu dia langsung menangis histeris, dia harus kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya.Setelah kejadian itu Luna diurus oleh Bibi dan Pamanny







