Share

Jadi Pembantu

last update Dernière mise à jour: 2026-01-11 18:18:17

Dua jam lamanya yang dia lakukan hanya menangis meratapi nasibnya.

CEKLEK.

Pintu kamar itu kembali terbuka dari luar, membuat dia segera menoleh ke arah pintu..

Seorang wanita muda yang Alina kira umurnya tidak jauh dari dia masuk ke dalam kamar. Wanita itu tersenyum ke arahnyaa.

"Hai..." Sapanya.

Wajah wanita itu terlihat bingung saat melihat Alina yang menangis bahkan wajahnya terlihat sangat sembab. Tapi dia juga sungkan mau bertanya karena ini pertemuan pertama mereka.

Wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Alina 

"Kenalin nama aku Dewi." Ucap nya.

Alina pun membalas uluran tangan Dewi.

"Alina." Ucapnya singkat.

Perasaan Alina masih tidak karuan rasanya sekarang, membuat dia jadi malas untuk bicara dengan siapapun.

"Aku ke sini di suruh untuk jemput kamu, dan ngejelasin semua tugas kamu di rumah ini, kamu pelayan barukan di rumah ini?" Ucap Dewi.

Alina tersenyum miris, mungkin seumur hidup dia hanya akan di jadi pembantu saja. Tidak cukup selama belasan tahun dia jadi budak di rumah Paman dan Bibiknya. Dan sekarang dia di jadikan pembantu di rumah suaminya sendiri.

"Apa kamu sakit?" Tanya Dewi saat melihat wajah Alina yang pucat.

Alina menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia mencoba tersenyum dengan paksa.

Dewi sedikit lega mendengar nya.

"Ya sudah kalau begitu ayo aku tunjukkan tugas-tugas kamu di rumah ini." Ujar Dewi lagi.

Dewi dan semua orang di rumah ini hanya tau kalau Alina itu pekerja baru di rumah ini. Yang tau Alina istri kedua Defran hanya beberapa bodyguard dan Rafi sekertarisnya Defran.

Alina menganggukkan kepalanya, dia pun berdiri dari duduknya. Mereka pun berjalan ke luar dari kamar.

Saat keluar kamar Alina langsung takjub saat melihat betapa besar rumah ini.

Kamar yang Alina tempati tadi letaknya sedikit jauh dari bangunan utama rumah ini.

Dewii menunjukkan semua hal yang ada di dalam rumah yang seperti istana ini. Rumah ini mempunyai empat lantai, dan lantai yang paling atas ada roof top yang sangat bagus. Semua pasilitas sangat lengkap di rumah ini. Ada kolam renang, tempat karaoke, tempat olah raga. Bahkan ada salon di dalam rumah. Di dalam rumah ini juga ada lift yang menghubungkan setiap lantai. Hampir satu jam mereka berkeliling rumah besar ini.

"Jadi Alina tugas kamu di rumah ini adalah mengurus semua keperluan Tuan Defran." Ucap Dewi dengan mengajak Alina untuk duduk di salah satu bangku yang ada di pinggir kolam renang. Mereka sudah selesai mengelilingi rumah ini.

Alina langsung terdiam saat mendengar ucapan Ami.

"Kamu di sini jadi asisten pribadinya Tuan Defran. Jadi tugas kamu siapkan baju untuk Tuan, menyiapkan makan untuk dia dan selalu ada di saat Tuan Defran perlu sesuatu." Dewi menjelaskan semua tugasnya.

"Kalau Tuan Defran sedang bekerja kamu boleh bantu yang lain untuk membersihkan rumah." Ucap Dewi lagi.

Alina hanya diam saja sungguh dia masih sedih dengan nasibnya sekarang, dia di jadikan pembantu oleh suaminya sendiri.

Entah pantas atau tidak Defran dipanggil suami oleh Alina. Alina tidak rela rasanya harus hidup seperti ini. Dia juga tidak mengerti kenapa Defran menjadikan dia istri kedua.

"Dan satu lagi kamu harus sabar dengan sikap Tuan Defran, karena dia memang sedikit galak." Ucap Dewi sedikit berbisik.

Alina menganggukan kepalanya dengan pelan, dia hanya bisa pasrah sekarang menerima takdirnya.

****

Malam harinya Alina sudah mulai bekerja, sekarang dia membantu menyiapkan makan malam di meja makan.

Saat Alina sedang menyiapkan makanan di atas meja, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah meja makan.

Alina pun langsung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang datang.

Alina langsung terpana saat melihat seorang wanita yang sangat cantik tengah berjalan ke arah meja makan.

"Selamat malam Nyonya Isabel." sapa para pelayan yang lain.

Wanita yang di panggil Nyonya itu langsung duduk dan tidak membalas ucapan selamat malam yang diucapkan oleh para pelayan itu..

"Malam ini saya mau makan salad saja." Ucap wanita itu.

Para pelayan dengan sigap mengambilkan salad untuk wanita itu.

Sementara Alina masih berdiri di tempatnya.

Dan tanpa sengaja wanita itu menoleh ke arah Alina.

"Apa kau pelayan baru?" Tanya Wanita itu ke Alina.

Alina menganggukkan kepalanya dengan pelan.

"Dia yang akan jadi asisten pribadinya Tuan Defran Nyonya." Ucap salah satu pelayan memberitahu Isabel.

Isabel menganggukkan kepalanya.

"Urus suamiku dengan baik, oke." Ucapnya pada Alina.

Alina langsung terdiam dengan wajah terkejutnya, ternyata wanita yang ada di depannya ini adalah istri pertama Defran.

Dewi yang berdiri di sebelah Alina langsung menyenggol bahunya dengan sikunya.

"Jawab nyonya lagi bicara denganmu." Ucap Dewi.

Alina pun menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Ba--baik Nyonya." Ucap Alina terbata.

"Yang lain tolong jelaskan ke dia apa saja yang di sukai dan yang tidak di sukai oleh Defran." Ucap Isabel ke pelayan yang lain.

"Baik Nyonya..." Jawab mereka semua.

Alina terpaku menatap Isabel yang sangat cantik, dia tidak menyangka jika istri pertama Defran secantik ini.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Istri Kedua    Defran dan Alina

    Tepat jam sebelas malam semua pekerjaan Alina sudah selesai, dan dia pun sudah kembali ke kamarnya.Alina terdiam di atas ranjang dia meratapi nasibnya. Dia masih tidak percaya jika sekarang dia menjadi istri dari pria yang sudah memiliki istri.“Pasti ada maksud dari semua ini, Isteri Tuan Defran sangat cantik, dia pasti ada tujuan kenapa dia menikahi aku, apalagi menjadikan aku pembantu dan meminta menyembunyikan pernikahan ini?” Ucap Alina.Alina menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa takut juga.Alina terus melamun di kamarnya sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar.Tok.. Tok…Dia langsung terkejut dan menoleh ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” Ucapnya.Dia pun berdiri dan turun dari ranjang, dia langsung membuka pintu kamarnya. Dan saat membuka pintu dia sangat terkejut dengan orang yang berdiri didepan pintu kamarnya, tubuhnya seketika langsung terdiam kamu."Kamu..” ucap Alina lirih.Defran lah yang d

  • Istri Kedua    Jadi Pembantu

    Dua jam lamanya yang dia lakukan hanya menangis meratapi nasibnya.CEKLEK.Pintu kamar itu kembali terbuka dari luar, membuat dia segera menoleh ke arah pintu..Seorang wanita muda yang Alina kira umurnya tidak jauh dari dia masuk ke dalam kamar. Wanita itu tersenyum ke arahnyaa."Hai..." Sapanya.Wajah wanita itu terlihat bingung saat melihat Alina yang menangis bahkan wajahnya terlihat sangat sembab. Tapi dia juga sungkan mau bertanya karena ini pertemuan pertama mereka.Wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Alina "Kenalin nama aku Dewi." Ucap nya.Alina pun membalas uluran tangan Dewi."Alina." Ucapnya singkat.Perasaan Alina masih tidak karuan rasanya sekarang, membuat dia jadi malas untuk bicara dengan siapapun."Aku ke sini di suruh untuk jemput kamu, dan ngejelasin semua tugas kamu di rumah ini, kamu pelayan barukan di rumah ini?" Ucap Dewi.Alina tersenyum miris, mungkin seumur hidup dia hanya akan di jadi pembantu saja. Tidak cukup selama belasan tahun dia jadi budak di r

  • Istri Kedua    Perjanjian

    Alina sedang berada di dalam mobil entah mau di bawa kemana dia dengan orang-orang ini.Karena terus berontak sedari tadi tangan Alina sampai di ikat dengan tali, dan bahkan mulutnya juga di tutup mengunakan lakban. Alina sudah seperti tawanan saja sekarang. Bahkan tubuhnya di apit oleh dua orang yang berbaju hitam tadi.Orang yang katanya sudah sah menjadi suami Alina entah kemana perginya, dia tidak ada di dalam mobil ini.Alina membuang wajahnya keluar jendela, entah nasib seperti apa yang harusdia terima setelah ini. Dia sudah menikah sekarang menikah dengan pria asing yang bahkan namanya saja dia tidak tau. Dia ingin teriak sekuatnya rasanya, Paman dan Bibinya sudah sangat keterlaluan.Alina terus saja menangis mobil yang dia naikki sebentar lagi akan keluar dari desa yang sudah dia tinggali selama dua puluh tahun ini. Dia harus meninggalkan Desa ini karena terpaksa. Dan setelah ini dia tidak akan bisa lagi datang ke makam orang tuanya.Alina menangis sampai sesegukkan. Kalau tau

  • Istri Kedua    Dipaksa Menikah

    Sekarang sudah jam sepuluh pagi dan Alina sedang berada di dalam kamarnya. Semua pekerjaannya sudah selesai dan sekarang dia sudah bisa bersantai."Udah lama rasanya nggak ngerasain santai kayak gini." Ucapnya bicara ke dirinya sendiri."Biasanya aku selalu saja bekerja dari pagi sampai malam tiba." Ucap dia lagi.Entah apa yang terjadi dengan Bibi Nya hari ini, hari ini sikap Bibiknya berubah menjadi sedikit baik. Bahkan tadi Bibinya memberikan dia makan juga. Padahal biasanya dia sering dibiarkan kelaparan oleh Bibinya.Alina terus lanjut memakan ubi goreng lagi sampai terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.Tok...Tok...Dia pun segera berdiri dan membuka pintu kamarnya. Dia melihat Bibi dan Pamannya sudah berdiri di depan pintu kamarnya."Ini kamu pakai baju ini, setelah itu kamu langsung pergi ke depan." Ucap Bibinya dengan memberikan baju ke dia.Dia mengerutkan keningnya, dia melihat baju berwarna putih yang ada di tangannya."Kenapa aku harus ganti baju?" Tanyanya de

  • Istri Kedua    Alina

    Namanya Alina, gadis cantik berusia dua puluh tahun.Alina mempunyai kulit kuning Langsat, hidungnya mancung, bibir tipis yang berwarna merah alami. Rambut dan mata Alina sama-sama berwarna coklat. Ketika orang-orang melihatnya hanya satu kata yang terlintas, yaitu kata cantik.Paras Alina sangat menawan, membuat orang-orang selalu memuji kecantikan nya. Bahkan Luna dijuluki sebagai kembang desa di desa ini. Banyak pria di desa ini menginginkan Alina menjadi istrinya, tapi sayang nasib Alina tidak sebaik wajahnya. Dari kecil dia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Orang tua Alina meninggal karena tertimbun tanah longsor saat dia masih berusia tujuh tahun.Itu adalah memori paling menyeramkan yang dia punya. Pada saat dia pulang sekolah, dia sudah melihat rumahnya tertimbun dengan tanah, dan orang tua dia ikut terkubur di bawahnya.Saat itu dia langsung menangis histeris, dia harus kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya.Setelah kejadian itu Luna diurus oleh Bibi dan Pamanny

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status