LOGINAlina sedang berada di dalam mobil entah mau di bawa kemana dia dengan orang-orang ini.
Karena terus berontak sedari tadi tangan Alina sampai di ikat dengan tali, dan bahkan mulutnya juga di tutup mengunakan lakban. Alina sudah seperti tawanan saja sekarang. Bahkan tubuhnya di apit oleh dua orang yang berbaju hitam tadi.
Orang yang katanya sudah sah menjadi suami Alina entah kemana perginya, dia tidak ada di dalam mobil ini.
Alina membuang wajahnya keluar jendela, entah nasib seperti apa yang harusdia terima setelah ini. Dia sudah menikah sekarang menikah dengan pria asing yang bahkan namanya saja dia tidak tau. Dia ingin teriak sekuatnya rasanya, Paman dan Bibinya sudah sangat keterlaluan.
Alina terus saja menangis mobil yang dia naikki sebentar lagi akan keluar dari desa yang sudah dia tinggali selama dua puluh tahun ini. Dia harus meninggalkan Desa ini karena terpaksa. Dan setelah ini dia tidak akan bisa lagi datang ke makam orang tuanya.
Alina menangis sampai sesegukkan. Kalau tau hari ini akan terjadi hal seperti ini, kalau tau hari ini dia akan di nikahkan secara paksa seperti ini. Maka dia sudah kabur dari rumah dari kemarin.
Sekarang dia hanya bisa meratapi nasibnya saja. Dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang. Bibi dan pamanya itu sudah menjual dia, mereka berdua benar-benar kejam.
****
Lima Jam kemudian.
Alina mengerjapkan matanya beberapa kali sampai perlahan matanya pun mulai terbuka dengan sempurna. Dia langsung menatap ke sekeliling, dia mengerutkan keningnya saat dia berada di tempat yang asing. Dia langsung duduk, tangannya sudah tidak di ikat lagi. Lakban di mulutnya juga sudah dilepas.
"Dimana ini?" Ucapnya dengan memperhatikan sekeliling nya.
Sekarang dia tengah berada di sebuah kamar, dia tengah duduk di atas ranjang yang ada di kamar itu. Entah siapa yang membawa dia ke kamar ini.
Dengan wajah bingungnya dia melihat ke sekeliling kamar itu.
"Kamar siapa ini?" Tanyanya panik.
Ceklek.
Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dari luar, dia pun langsung melihat ke arah pintu. Dia menelan ludahnya susah payah saat melihat seorang pria datang dan pria itu berjalan mendekat ke arah nya.
"Sudah bangun?" Ucap pria itu
Alina hanya diam saja, dia hanya berdiri di sisi pojok kamar.
"Keluar kan aku dari sini." Ucap dia ke pria itu.
Dia sangat berharap kalau dia bisa pergi dari sini.
"Maaf, tapi aku tidak bisa mengeluarkan mu dari rumah ini." Ucap pria itu.
Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Alina.
"Aku Rafi sekertaris nya Tuan Defran." Ucap pria itu memperkenalkan dirinya.
Alina hanya diam saja dia tidak menyambut uluran tangan pria yang ada di depannya ini. Dia tidak peduli siapa pria ini, sekarang dia hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari rumah ini.
Rizal pun menarik uluran tangannya lagi, lalu dia hanya tersenyum kecil menanggapi sikap Alina yang dingin kepadanya.
Rizal pun melanjutkan tugas dan tujuannya datang menemui Alina. Dia menyodorkan satu buah amplop berwarna coklat pada Alina.
"Ambil map ini dan baca isinya baik-baik, setelah itu kau akan tau apa tugas mu di sini, dan apa tugas mu setelah menjadi istri Tuan Defran." Ucap Rafi.
Alina menatap amplop itu tanpa minat, dia tersenyum miris dia masih belum terima soal pernikahan ini.
Melihat Alina yang tak kunjung mengambil amplop itu Rizal pun menaruh amplop itu di atas ranjang.
"Aku taruh di sini tolong di baca baik-baik. Tiga puluh menit lagi akan ada seseorang yang akan menjemputmu dari kamar ini." Ucap Rizal, setelah mengatakan itu Rizal pun langsung pergi dari sana, dia kembali menutup dan mengunci pintu kamar itu dari luar.
Setelah Rizal pergi Alina langsung mengambil Amplop tadi dia ingin lihat apa isinya.
Alina pun membuka dan membaca isi dari Amplop itu. Ternyata isinya adalah surat perjanjian antara diandan orang yang menikahinya.
Dia langsung membaca isi dari surat perjanjian itu.
SURAT PERJANJIAN
Defran sebagai pihak pertama dan Alina sebagai pihak kedua.
1. Pihak kedua harus berjanji untuk merahasiakan pernikahan ini dari siapapun, terutama dari keluarga pihak pertama dan juga istri pertama dari Defran.
Seketika mata Alina langsung melebar dengan sempurna saat membaca isi dari surat perjanjian itu.
Air mata Alina kembali menetes di pipinya.
“Jadi pria itu sudah punya istri?” Ucap Alina dengan suara yang bergetar, tangan dan juga tubuhnya ikut bergetar karena mendengar hal yang sangat mengejutkan ini.
Dia tidak menyangka jika dia akan dijadikan istri kedua. Alina kembali membaca surat itu dengan menangis.
2. Pihak kedua harus mengikuti semua perintah yang di berikan oleh pihak pertama.
3. Di rumah ini posisi pihak kedua hanya sebagai pembantu.
4. Pihak pertama punya hak sepenuhnya atas pihak kedua, karena pihak pertama sudah membayar untuk menjadikan pihak kedua sebagai istrinya.
Apabila pihak kedua melanggar semua perjanjian ini, maka dia akan di denda sebesar satu milyar rupiah dan juga akan di masukkan ke penjara atas tuduhan penipuan.
Hati Alina terasa sakit saat membaca surat perjanjian ini, apalagi di bawah surat perjanjian itu sudah ada tanda tangan Pamannya, Defran dan bahkan tanda tangan diri nya sendiri.
Paman dan Bibiknya benar-benar sudah menipu dia. Beberapa hari yang lalu Alina memang di minta menandatangani sebuah surat oleh Bibiknya, kata Bibiknya itu hanya surat dari desa saja, makanya dia langsung menandatangani surat itu tanpa membacanya lagi. Dan ternyata dia di bohongi oleh Bibiknya, surat itu ternyata surat perjanjian ini.
BUK.
Alina melempar surat perjanjian itu ke lantai. Lalu dia meremas rambutnya prustasi.
"AAAAA...." Teriaknya kuat.
Hidupnya benar-benar hancur. Dia harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan sekarang dia baru tau satu fakta kalau dia hanya di jadikan istri kedua.
Alina menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Mau lari dia tidak mungkin lari dari sini dia bisa di penjara, dan dia juga tidak sanggup membayar denda yang sangat banyak itu.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini Tuhan!!" Ucap Alina dengan menangis.
Suaranya terdengar sangat pilu. Kenapa penderitaan di hidup nya tidak kunjung usai. Kenapa Paman dan Bibiknya tidak puas-puas menyiksa dia.
"Aku hanya ingin bahagia." Ucap Alina lagi.
Alina menangis dan berteriak di kamar itu, mengeluarkan semua rasa sakitnya.
Tepat jam sebelas malam semua pekerjaan Alina sudah selesai, dan dia pun sudah kembali ke kamarnya.Alina terdiam di atas ranjang dia meratapi nasibnya. Dia masih tidak percaya jika sekarang dia menjadi istri dari pria yang sudah memiliki istri.“Pasti ada maksud dari semua ini, Isteri Tuan Defran sangat cantik, dia pasti ada tujuan kenapa dia menikahi aku, apalagi menjadikan aku pembantu dan meminta menyembunyikan pernikahan ini?” Ucap Alina.Alina menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa takut juga.Alina terus melamun di kamarnya sampai terdengar suara ketukan pintu dari luar.Tok.. Tok…Dia langsung terkejut dan menoleh ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam seperti ini?” Ucapnya.Dia pun berdiri dan turun dari ranjang, dia langsung membuka pintu kamarnya. Dan saat membuka pintu dia sangat terkejut dengan orang yang berdiri didepan pintu kamarnya, tubuhnya seketika langsung terdiam kamu."Kamu..” ucap Alina lirih.Defran lah yang d
Dua jam lamanya yang dia lakukan hanya menangis meratapi nasibnya.CEKLEK.Pintu kamar itu kembali terbuka dari luar, membuat dia segera menoleh ke arah pintu..Seorang wanita muda yang Alina kira umurnya tidak jauh dari dia masuk ke dalam kamar. Wanita itu tersenyum ke arahnyaa."Hai..." Sapanya.Wajah wanita itu terlihat bingung saat melihat Alina yang menangis bahkan wajahnya terlihat sangat sembab. Tapi dia juga sungkan mau bertanya karena ini pertemuan pertama mereka.Wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Alina "Kenalin nama aku Dewi." Ucap nya.Alina pun membalas uluran tangan Dewi."Alina." Ucapnya singkat.Perasaan Alina masih tidak karuan rasanya sekarang, membuat dia jadi malas untuk bicara dengan siapapun."Aku ke sini di suruh untuk jemput kamu, dan ngejelasin semua tugas kamu di rumah ini, kamu pelayan barukan di rumah ini?" Ucap Dewi.Alina tersenyum miris, mungkin seumur hidup dia hanya akan di jadi pembantu saja. Tidak cukup selama belasan tahun dia jadi budak di r
Alina sedang berada di dalam mobil entah mau di bawa kemana dia dengan orang-orang ini.Karena terus berontak sedari tadi tangan Alina sampai di ikat dengan tali, dan bahkan mulutnya juga di tutup mengunakan lakban. Alina sudah seperti tawanan saja sekarang. Bahkan tubuhnya di apit oleh dua orang yang berbaju hitam tadi.Orang yang katanya sudah sah menjadi suami Alina entah kemana perginya, dia tidak ada di dalam mobil ini.Alina membuang wajahnya keluar jendela, entah nasib seperti apa yang harusdia terima setelah ini. Dia sudah menikah sekarang menikah dengan pria asing yang bahkan namanya saja dia tidak tau. Dia ingin teriak sekuatnya rasanya, Paman dan Bibinya sudah sangat keterlaluan.Alina terus saja menangis mobil yang dia naikki sebentar lagi akan keluar dari desa yang sudah dia tinggali selama dua puluh tahun ini. Dia harus meninggalkan Desa ini karena terpaksa. Dan setelah ini dia tidak akan bisa lagi datang ke makam orang tuanya.Alina menangis sampai sesegukkan. Kalau tau
Sekarang sudah jam sepuluh pagi dan Alina sedang berada di dalam kamarnya. Semua pekerjaannya sudah selesai dan sekarang dia sudah bisa bersantai."Udah lama rasanya nggak ngerasain santai kayak gini." Ucapnya bicara ke dirinya sendiri."Biasanya aku selalu saja bekerja dari pagi sampai malam tiba." Ucap dia lagi.Entah apa yang terjadi dengan Bibi Nya hari ini, hari ini sikap Bibiknya berubah menjadi sedikit baik. Bahkan tadi Bibinya memberikan dia makan juga. Padahal biasanya dia sering dibiarkan kelaparan oleh Bibinya.Alina terus lanjut memakan ubi goreng lagi sampai terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.Tok...Tok...Dia pun segera berdiri dan membuka pintu kamarnya. Dia melihat Bibi dan Pamannya sudah berdiri di depan pintu kamarnya."Ini kamu pakai baju ini, setelah itu kamu langsung pergi ke depan." Ucap Bibinya dengan memberikan baju ke dia.Dia mengerutkan keningnya, dia melihat baju berwarna putih yang ada di tangannya."Kenapa aku harus ganti baju?" Tanyanya de
Namanya Alina, gadis cantik berusia dua puluh tahun.Alina mempunyai kulit kuning Langsat, hidungnya mancung, bibir tipis yang berwarna merah alami. Rambut dan mata Alina sama-sama berwarna coklat. Ketika orang-orang melihatnya hanya satu kata yang terlintas, yaitu kata cantik.Paras Alina sangat menawan, membuat orang-orang selalu memuji kecantikan nya. Bahkan Luna dijuluki sebagai kembang desa di desa ini. Banyak pria di desa ini menginginkan Alina menjadi istrinya, tapi sayang nasib Alina tidak sebaik wajahnya. Dari kecil dia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Orang tua Alina meninggal karena tertimbun tanah longsor saat dia masih berusia tujuh tahun.Itu adalah memori paling menyeramkan yang dia punya. Pada saat dia pulang sekolah, dia sudah melihat rumahnya tertimbun dengan tanah, dan orang tua dia ikut terkubur di bawahnya.Saat itu dia langsung menangis histeris, dia harus kehilangan orang tuanya untuk selama-lamanya.Setelah kejadian itu Luna diurus oleh Bibi dan Pamanny







