Share

Perjanjian

last update publish date: 2026-01-11 18:17:12

Alina sedang berada di dalam mobil entah mau di bawa kemana dia dengan orang-orang ini.

Karena terus berontak sedari tadi tangan Alina sampai di ikat dengan tali, dan bahkan mulutnya juga di tutup mengunakan lakban. Alina sudah seperti tawanan saja sekarang. Bahkan tubuhnya di apit oleh dua orang yang berbaju hitam tadi.

Orang yang katanya sudah sah menjadi suami Alina entah kemana perginya, dia tidak ada di dalam mobil ini.

Alina membuang wajahnya keluar jendela, entah nasib seperti apa yang harusdia terima setelah ini. Dia sudah menikah sekarang menikah dengan pria asing yang bahkan namanya saja dia tidak tau. Dia ingin teriak sekuatnya rasanya, Paman dan Bibinya sudah sangat keterlaluan.

Alina terus saja menangis mobil yang dia naikki sebentar lagi akan keluar dari desa yang sudah dia tinggali selama dua puluh tahun ini. Dia harus meninggalkan Desa ini karena terpaksa. Dan setelah ini dia tidak akan bisa lagi datang ke makam orang tuanya.

Alina menangis sampai sesegukkan. Kalau tau hari ini akan terjadi hal seperti ini, kalau tau hari ini dia akan di nikahkan secara paksa seperti ini. Maka dia sudah kabur dari rumah dari kemarin.

Sekarang dia hanya bisa meratapi nasibnya saja. Dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang. Bibi dan pamanya itu sudah menjual dia, mereka berdua benar-benar kejam.

****

Lima Jam kemudian.

Alina mengerjapkan matanya beberapa kali sampai perlahan matanya pun mulai terbuka dengan sempurna. Dia langsung menatap ke sekeliling, dia mengerutkan keningnya saat dia berada di tempat yang asing. Dia langsung duduk, tangannya sudah tidak di ikat lagi. Lakban di mulutnya juga sudah dilepas.

"Dimana ini?" Ucapnya dengan memperhatikan sekeliling nya.

Sekarang dia tengah berada di sebuah kamar, dia tengah duduk di atas ranjang yang ada di kamar itu. Entah siapa yang membawa dia ke kamar ini.

Dengan wajah bingungnya dia melihat ke sekeliling kamar itu.

"Kamar siapa ini?" Tanyanya panik.

Ceklek.

Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dari luar, dia pun langsung melihat ke arah pintu. Dia menelan ludahnya susah payah saat melihat seorang pria datang dan pria itu berjalan mendekat ke arah nya.

"Sudah bangun?" Ucap pria itu

Alina hanya diam saja, dia hanya berdiri di sisi pojok kamar.

"Keluar kan aku dari sini." Ucap dia ke pria itu.

Dia sangat berharap kalau dia bisa pergi dari sini.

"Maaf, tapi aku tidak bisa mengeluarkan mu dari rumah ini." Ucap pria itu.

Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Alina.

"Aku Rafi sekertaris nya Tuan Defran." Ucap pria itu memperkenalkan dirinya.

Alina hanya diam saja dia tidak menyambut uluran tangan pria yang ada di depannya ini. Dia tidak peduli siapa pria ini, sekarang dia hanya memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa keluar dari rumah ini.

Rizal pun menarik uluran tangannya lagi, lalu dia hanya tersenyum kecil menanggapi sikap Alina yang dingin kepadanya.

Rizal pun melanjutkan tugas dan tujuannya datang menemui Alina. Dia menyodorkan satu buah amplop berwarna coklat pada Alina.

"Ambil map ini dan baca isinya baik-baik, setelah itu kau akan tau apa tugas mu di sini, dan apa tugas mu setelah menjadi istri Tuan Defran." Ucap Rafi.

Alina menatap amplop itu tanpa minat, dia tersenyum miris dia masih belum terima soal pernikahan ini.

Melihat Alina yang tak kunjung mengambil amplop itu Rizal pun menaruh amplop itu di atas ranjang.

"Aku taruh di sini tolong di baca baik-baik. Tiga puluh menit lagi akan ada seseorang yang akan menjemputmu dari kamar ini." Ucap Rizal, setelah mengatakan itu Rizal pun langsung pergi dari sana, dia kembali menutup dan mengunci pintu kamar itu dari luar.

Setelah Rizal pergi Alina langsung mengambil Amplop tadi dia ingin lihat apa isinya.

Alina pun membuka dan membaca isi dari Amplop itu. Ternyata isinya adalah surat perjanjian antara diandan orang yang menikahinya.

Dia langsung membaca isi dari surat perjanjian itu.

SURAT PERJANJIAN

Defran sebagai pihak pertama dan Alina sebagai pihak kedua.

1. Pihak kedua harus berjanji untuk merahasiakan pernikahan ini dari siapapun, terutama dari keluarga pihak pertama dan juga istri pertama dari Defran.

Seketika mata Alina langsung melebar dengan sempurna saat membaca isi dari surat perjanjian itu.

Air mata Alina kembali menetes di pipinya. 

“Jadi pria itu sudah punya istri?” Ucap Alina dengan suara yang bergetar, tangan dan juga tubuhnya ikut bergetar karena mendengar hal yang sangat mengejutkan ini.

Dia tidak menyangka jika dia akan dijadikan istri kedua. Alina kembali membaca surat itu dengan menangis.

2. Pihak kedua harus mengikuti semua perintah yang di berikan oleh pihak pertama.

3. Di rumah ini posisi pihak kedua hanya sebagai pembantu.

4. Pihak pertama punya hak sepenuhnya atas pihak kedua, karena pihak pertama sudah membayar untuk menjadikan pihak kedua sebagai istrinya.

Apabila pihak kedua melanggar semua perjanjian ini, maka dia akan di denda sebesar satu milyar rupiah dan juga akan di masukkan ke penjara atas tuduhan penipuan.

Hati Alina terasa sakit saat membaca surat perjanjian ini, apalagi di bawah surat perjanjian itu sudah ada tanda tangan Pamannya, Defran dan bahkan tanda tangan diri nya sendiri.

Paman dan Bibiknya benar-benar sudah menipu dia. Beberapa hari yang lalu Alina memang di minta menandatangani sebuah surat oleh Bibiknya, kata Bibiknya itu hanya surat dari desa saja, makanya dia langsung menandatangani surat itu tanpa membacanya lagi. Dan ternyata dia di bohongi oleh Bibiknya, surat itu ternyata surat perjanjian ini.

BUK.

Alina melempar surat perjanjian itu ke lantai. Lalu dia meremas rambutnya prustasi.

"AAAAA...." Teriaknya kuat.

Hidupnya benar-benar hancur. Dia harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan sekarang dia baru tau satu fakta kalau dia hanya di jadikan istri kedua.

Alina menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Mau lari dia tidak mungkin lari dari sini dia bisa di penjara, dan dia juga tidak sanggup membayar denda yang sangat banyak itu.

"Kenapa semuanya jadi seperti ini Tuhan!!" Ucap Alina dengan menangis.

Suaranya terdengar sangat pilu. Kenapa penderitaan di hidup nya tidak kunjung usai. Kenapa Paman dan Bibiknya tidak puas-puas menyiksa dia.

"Aku hanya ingin bahagia." Ucap Alina lagi.

Alina menangis dan berteriak di kamar itu, mengeluarkan semua rasa sakitnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Kedua    Mulai Nyaman

    Tepat jam sebelas malam Alina sudah berada di kamarnya, dan dia bersiap untuk tidur.Namun, baru saja dia naik ke atas ranjang pintu kamarnya malah diketuk dari luar.Tok… Tok..Dia segera melihat ke arah pintu.“Siapa yang datang malam-malam begini?” Ucap Alina.Perasaannya langsung berubah tidak enak, dia takut jika Defran yang datang, malam ini Alina tidak ada tenaga untuk meladeni Defran.“Tapi kalau Tuan Defran dia pasti akan langsung masuk.” Ucap Alina.Tok… Tok…Suara ketukan pintu itu kembali terdengar, mau tidak mau Alina pun akhirnya berjalan ke arah pintu dan membukanya.CeklekDia membuka pintu itu, dan saat dia buka terlihat Dewi yang berdiri didepan pintu kamarnya.“Dewi." Ucap Alina, dia sedikit lega saat tahu yang datang bukan Defran."Maaf ya Alina aku ganggu istirahat kamu. Kamu disuruh ke kamar Tuan sekarang. Besok Tuan mau pergi ke luar kota, jadi kamu disuruh nyiapin semua baju yang harus Tuan bawa." Ucap Dewi.Alina pun menganggukkan kepalanya dengan pelan. Walau

  • Istri Kedua    Hampir Ketahuan

    Alina menelan ludahnya susah payah saat melihat Defran, dia tidak menyangka jika pria itu akan datang ke kamarnya malam ini.“Sedang apa?” Tanya Defran, dia merasa ada yang aneh dengan Alina, apalagi wajah gadis itu terlihat sangat panik dan ketakutan.Alina berusaha untuk terlihat biasa saja agar Defran tidak curiga.“Se–dang memasukan baju ke dalam lemari.” Ucap Alina sedikit terbata.Defran hanya menganggukan kepalanya, dia pun akhirnya berjalan ke arah ranjang dan membuka dasinya.Alina langsung bernafas lega saat melihat Defran yang percaya dengan dia.“Untung dia nggak curiga!” Ucap Alina di dalam hati.Keringat dingin sudah muncul di dahi Alina sangking dia takutnya.Defran kembali menoleh ke arah Alina.“Kenapa diam disitu, ayo kemari!” Ucap Defran.Alina pun dengan takut-takut melangkah mendekat ke arah Defran.Dan tanpa di sangka Defran langsung menarik tanganya dengan kencang dan membuat tubuhnya terhempas ke atas ranjang.Deg!!Alina sangat terkejut dengan apa yang Defran

  • Istri Kedua    Rencana

    Alina tengah berada di dalam kamarnya sekarang. Dia sedang istirahat makan siang, hari ini dia memilih istirahat di dalam kamar saja, dia juga membawa makan siang nya ke dalam kamar. Dewi juga lagi banyak kerjaan hari ini, jadi dia jarang bisa bicara dengan Dewi. Di rumah ini kan hanya Dewi yang dekat dengan dia. Sedangkan pelayan lain dia belum begitu akrab.Selain makan Alina juga sedang memikirkan suatu rencana, rencana yang mungkin saja bisa menyelamatkan dia dari pernikahan terlarang antara dia dan Defran."Gimana ya caranya, Tuan Defran menikahi aku hanya karena ingin memiliki anak, dan nanti jika aku hamil dia pasti akan mengambil anak itu, aku akan terpisah dari anakku sendiri, setelah mendapatkan anak itu aku pasti akan di usir dari rumah ini. Belum lagi jika orang-orang tahu aku jadi istri kedua, aku pasti akan dihakimi semua orang." ucap Alina.Alina sedang berpikir keras sekarang. Dia harus punya rencana yang bagus."Ayo Alina kamu harus berpikir, kamu harus cari jalan kel

  • Istri Kedua    Cinta segitiga

    Kring...kring...Suara alarm di hp Alina berbunyi. Membuat dia langsung terbangun dari tidurnya.Semalam sebelum tidur dia memang sengaja menyalakan alarm di hp nya agar dia tidak bangun kesiangan lagi seperti kemarin.Dia membuka matanya secara perlahan, dan baru saja dia mau bangun dari tidurnya, pergerakannya langsung terhenti saat dia merasakan sebuah tangan melingkar dengan sempurna di pinggangnya, seperti ada seseorang yang tengah memeluknya dari belakang.Seketika mata Alina langsung membulat dengan sempurna. Siapa dengan lancang masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya seperti ini. Dia tidak sadar jika ada yang menyelinap ke kamarnya."AAAAAAA..." Alina langsung berteriak dengan keras.Dia langsung melepaskan pelukan orang itu di pinggangnya lalu dia langsung turun dari ranjang.“AAAA…” Dia terus saja berteriak.Saat turun dari ranjang Alina menatap orang yang ada di ranjangnya dengan terkejut.Orang itu adalah Defran, Defran langsung terbangun saat mendengar teriakan Alina dan

  • Istri Kedua    Selingkuh

    Alina terus sibuk bekerja bahkan sampai malam. Kini dia tengah sibuk mencuci piring.Semua pelayan di rumah ini akan berhenti bekerja ketika jam sembilan malam dan bahkan lebih kalau di rumah ini sedang ada acara.Setelah selesai mencuci piring, dia pun mengerjakan pekerjaan lainnya.Sekarang dia sedang berjalan ke arah kamar Defran, dia mau memasukkan baju-baju bersih ke dalam lemari.Dia berjalan dengan cepat menuju kamar Defran. Dia takut jika Defran pulang. Dia tidak ingin bertemu dengan Defran.Dia pun segera menatap semua pakaian Damian ke dalam lemari dengan rapi.nSetelah selesai dia langsung keluar dari kamar itu.Namun, baru saja dia keluar dari kamar Defran, dia sudah melihat keributan di depan kamar itu.Dia melihat Isabel istri Defran yang dibopong oleh beberapa bodyguard. Alina sangat terkejut melihat itu semua, dia langsung terdiam di depan pintu kamar."Jangan pegang saya, saya bisa jalan sendiri!!" Ucap Isabel dengan mata yang terpejam, dan jalan yang terlihat sempoyon

  • Istri Kedua    Tidur Bersama

    Defran Mentapa Alina dengan sangat intens, tatapan yang penuh dengan arti."Jadi aku mau kau harus segera hamil." Ucap Defran dengan membaringkan tubuh Alina ke atas ranjang. Setelah itu dia langsung menindih tubuh Alina.DEG!!Alina sangat terkejut, wajahnya tampak ketakutan dan panik."Tidak, aku belum siap kalau sekarang." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.Defran menatap Alina dengan tersenyum miring."Tidak ada yang bertanya kau siap atau tidak," ucap Defran.Defran mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina, membuat Alina semakin ketakutan.Sungguh dia tidak mau melakukan ini, walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, tapi tetap saja pernikahan mereka tidak sama dengan pernikahan lainnya. Apalagi Defran sudah memiliki istri.Alina berusaha mendorong tubuh Defran, tapi tetap saja tenaga Defran lebih kuat daripada dia. Dengan sekali gerakan Damian langsung menahan tangan Alina di atas kepala.Defran pun mulai menciumi wajah Alina, membuat gadis itu menangis dan tidak. D

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status